Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
persidangan


__ADS_3

"permisa kali ini kita akan mencoba mewawancarai tuan daichi yang merupakan kakak dari ceo starblue nona lisa " kata salah satu reporter "hari ini ceo starblue yang terseret kasus pelecehan akan di bawa ke pengadilan untuk di sidang" mobil daichi berhenti para reporter langsung bersiap siap menunggu daichi keluar dari mobil pintu mobil di buka daichi menggandeng tangan jeny bodyguard daichi langsung melindungi tuan nya "tuan daichi tuan daichi "


"tuan daichi apakah an--"


"tuan daichi siapa wanita yang kau bawa? "


"tuan daichi bisa jelaskan sedikit tentang kasus nona lisa? "

__ADS_1


"tuan daichi bagaimana tanggapan anda mengenai kasus saudari anda? "


"tetap tenang" kata daichi sampai mereka masuk ke ruangan di mana lisa akan di sidang "lisa" kata jeny "jeny" lisa langsung lari ke arah jeny dan memeluk kekasih nya itu "ku fikir kau tidak akan datang" kata lisa "ku fikir kau marah pada ku" lisa mengusap air mata nya "aku sangat merindukanmu " kata lisa "apa kau akan kembali pulang setelah ini? " tanya jeny "aku akan pulang dengan mu" kata lisa "ayo jen duduk di sana " kata daichi "oke" kata jeny.


jeny menatap seorang wanita yang baru datang boy duduk di dekat jeny "belum mulai kan? " kata boy "belum" kata jeny "bagus lah" kata joe.


"mohon maaf sebelumnya nya pak Hakim saya keberatan atas tuduhan yang sama sekali saya tidak melakukan nya" kata lisa

__ADS_1


"tapi pak Hakim izinkan saya membawa para saksi untuk membuktikan bahwasanya saudari lisa bersalah dalam kasus ini" kata pengacara wanita itu "jangan panik " bisik boy "minum air" kata daichi "saya juga memiliki bukti" kata lisa "dari rekaman awal dia datang ke kantor saya, dan apa saja yang dia lakukan saya akan tunjukkan dan juga saya memiliki beberapa saksi" kata lisa.


"saya bright bodyguard nona lisa saat kejadian berlangsung saya ada di tempat, namun nona lisa sama sekali tidak melakukan apapun dan wanita itu mencoba menggoda nona lisa agar kerja sama nya di terima" kata bright. dim duduk tak jauh dari jeny "apa? kenapa ada saksi" kata dim dalam hati "saya sao bodyguard nona lisa yang pada saat itu " kata sao dim terlihat kesal melihat lisa berhasil mendatangkan para saksi "aku meminta mu melakukan nya berdua dengan lisa kenapa harus ada mereka" kata dim dalam hati dia menatap wanita suruhan nya dengan tajam "saya sekretaris nona lisa" dim semakin kesal apalagi di saat rekaman CCTV di putar "sial sial" kata dim pengacara lisa kembali memutar vidio yang lain "iya aku memang sengaja melakukan nya, kalian siapa lebih baik gak usah ikut campur" suara dari video yang di putar itu jeny tersenyum "lihat kan semuanya akan baik baik saja" kata daichi.


"dengan ini saudari lisa di nyatakan tidak bersalah dan di bebaskan dari tuduhan palsu dari saudari amelia" kata hakim "dan saudara amelia akan di jatuhi hukuman di karena membuat tuduhan serta bukti palsu" kata hakim lisa langsung berbalik tapi seketika senyum nya hilang dia melihat dim yang sedang berdiri menatap nya "lisa" jeny berdiri menghampiri lisa "kau melihat siapa? " kata joe "hum tidak ada" kata lisa "terimakasih ya" kata lisa "kau harus bersyukur punya teman teman seperti mereka, karena mereka sangat cerdas " kata daichi "lisa tolong aku.. aku menyesal aku masih mencintai mu" jeny melihat wanita bernama amelia itu di bawa pergi oleh polisi "jangan lihat dia" lisa merangkul jeny "aku tidak mengenal nya" kata lisa jeny tersenyum "hum... aku tau itu" kata jeny "boy joe terimakasih ya" kata lisa "bagaimana kalau aku traktir kalian" kata lisa "atau kalian mau sesuatu? " tanya lisa "hum.. lain kali saja, hum.. kami ada urusan sebentar lagi tapi ini sudah selesai kan persidangan nya? " kata boy "sudah boy masa gak tau" kata daichi "hehe iya kak kalau begitu kami berdua pergi dulu" kata boy "kalian mau kemana? " tanya jeny "ada urusan bye aku sayang kau" boy memeluk pipi jeny lalu pergi.


"sini sini" boy menarik joe ke dalam mobil "kau lihat kan? " kata boy "iya aku juga melihat nya tapi.. ah aku tidak yakin jika menjalin hubungan" kata joe "tapi mereka terlalu dekat gak seperti biasanya" kata boy "iya juga sih" kata joe "kau ingat saat jeny menampar wanita jelek itu" kata boy "jangan jangan jeny dan lisa " kata joe "satu pemikiran kan kita" kata boy.

__ADS_1


daichi menepuk dahinya "kalian sampai kapan mau berpelukan di sini " kata daichi "ah.. kakak jangan ganggu" kata lisa "ayo cepat kita pergi nanti reporter reporter rusuh itu mencegat kita" kata daichi "kita pulang" kata lisa "hum" jeny mengangguk sambil tersenyum senang.


__ADS_2