
"jeny"lisa mengetuk pintu kamar jeny "iya iya tunggu"kata jeny tak lama kemudian jeny membuka pintu "apa"kata jeny "hum hum makanan sudah siap"kata lisa "kau belum makan kan kakak mu berpesan kepadaku. Harus memastikan dirimu makan"kata lisa "kau sangat menawan "kata lisa dalam hati "baik lah"jeny pergi ke meja makan lisa mengikutinya dari belakang "aku ingin bilang sesuatu"kata jeny "hum kata kan saja"kata lisa "kau sepertinya sangat berpengalaman jadi pelayan yang baik"kata jeny "huff uhuk"lisa tersedak "apa aku terlihat cocok jadi pelayan?"kata lisa "cocok sekali"kata jeny "astaga ayah anak mu di bilang cocok jadi pelayan"kata lisa dalam hati "kalau begitu biarkan jadi pelayan mu"guman lisa "kau bilang apa?"kata jeny "hum tidak"kata lisa, jeny melihat tangan lisa masih merah "di sana ada kotak obat"kata jeny sambi pergi lisa melihat tempat yang di tunjuk jeny lalu melihat tangan nya dia tersenyum.
__ADS_1
"kau mau apa"jeny melihat lisa mengetuk pintu "jeny aku hum belum sempat membersihkan kamar boleh aku tidur dengan mu lagi?"tanya lisa "apa yang kau lakukan seharian ini!!!"jeny membuka pintu "bukan kah aku seharian membantu mu"kata lisa "aku kan tidak meminta nya"kata jeny "tidur sana di taman"kata jeny tetapi lisa masuk dan menutup pintu "kenapa kau masuk?"kata jeny "tolong lah jen"ucap lisa "tidak ! Dengar ya aku ini tidur nya jadi tenang jika ada orang di dekat ku "jeny duduk di ranjang "aku hum tidur di lantai juga tidak apa"kata lisa "bagus lah "kata jeny sambil berbaring di ranjang nya "kau tidak punya hati"guman lisa "lisa"jeny duduk melihat lisa yang meringkuk dan sesekali meniup tangan nya "kau memanggil ku"kata lisa "kau naik saja lah aku tidak mau mendengar batuk dan bersin mu"kata jeny "sungguh"kata lisa sambil berdiri "hm"jeny tidak menatap lisa lalu lisa naik dan rebahan "kau ngapain?"kata jeny "kau menyuruh ku naik jen"kata lisa "naik ke sana"jeny menunjuk sofa dekat gantungan jaket "ba..baik"lisa pergi "yah sial kau jen"kata lisa dalam hati lisa masih melihat jeny yang sudah tidur "kenapa dia cepat tidur ya dan bahkan tidak bicara lagi"lisa menghampiri jeny "berani sekali kau menyuruh ku tidur di sofa"kata lisa sambil melihat jeny tidur pulas "ting"lisa mendengar suara ponsel dari laci lisa pun membuka laci itu tampak ponsel jeny. "nomor ini"lisa melihat nomor yang dia kenali "untung kau tidak membalas nya"ucap lisa lalu dia menatap jeny "tunggu"lisa memperhatikan wajah jeny "ada yang aneh jeny sepertinya tidur "lisa melihat sekeliling "cara tidur mu tidak wajar"lisa berdiri membuka laci satu persatu sampai ketemu sebuah botol berisi pil "benar dugaan ku"kata lisa lalu dia menyentuh wajah jeny "jen! Jeny!!"kata lisa tapi jeny hanya diam "kenapa kau minum obat begini"kata lisa "hm hum"jeny berbalik memeluk bantal guling "aku harus cari tau"kata lisa "hmm nyam"lisa melihat wajah jeny "aku harus mencari tau tentang mu"kata lisa sambil mengusap wajah jeny dengan lembut "sial"lisa berbalik "aku bisa tergoda nanti"lisa berbaring di sisi jeny.
__ADS_1
Lisa terbangun lalu melihat jeny "pagi jen"lisa mengusap lembut wajah jeny "rasa nya aku ingin mencium mu"kata lisa lalu dia pergi keluar, "hai kamu teman nya jeny"kata art jeny "iya bi hum nanti jika jeny bangun kata kan pada nya aku ingin menjemput sesuatu"kata lisa "baik"kata bibi itu lalu jeny keluar naik mobil "boy kau di rumah?"
__ADS_1