Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
kerja sama


__ADS_3

jeny berdiri di dekat jendela menatap orang yang sedang berbaring di ranjang dengan lengan di infus "nona jeny" jeny menoleh ke belakang jeny tersenyum "kenapa tidak masuk ke dalam? " tanya dokter "hum.. aku tidak mengenal nya" kata jeny "sungguh? " kata dokter "kau kemarin berteriak agar aku menolong nya" kata dokter "hum.. saat itu aku lupa ingatan anggap saja tidak terjadi apapun" kata jeny "oh baik lah" kata dokter "hum tapi.. " kata jeny dokter menatap jeny "tolong jaga dia" jeny langsung pergi.


jeny menatap gedung di depan nya dengan tenang dia masuk ke dalam gedung itu "nona jeje masuk lah tuan ada di dalam" kata fong jeny mengangguk sambil terus berjalan dan berhenti di depan pintu "masuk jen" jeny tidak jadi mengetuk pintu dia langsung masuk "asisten jeny" john tersenyum "apa tugas ku tuan john" kata jeny "untuk sekarang kau cukup mengingat apa yang perlu di ingat tentang perusahaan ini" kata john sambil mendorong map biru ke arah jeny "baik" kata jeny .


lisa menatap siapa yang datang "pelatih" kata lisa "kau mengharapkan orang lain yang datang? " kata danmi "hum.. tidak uh iya" kata lisa "kenapa jeny tidak mengunjungi ku sedetik pun? apa dia marah" kata lisa "dia sedang kerja" kata danmi sambil meletakan box ke meja di dekat lisa "apa ini? " kata lisa "aku melihat jeny menyiapkan makanan namun saat aku bertanya untuk siapa sarapan ini? dia tidak menjawab dan bilang bukan buat siapa siapa dan meninggal kan kotak makanan nya dan pergi" kata danmi "ku rasa ini untuk mu jadi aku membawa nya ke mari" kata danmi "tapi dari mana kau bisa kau berfikir kalau ini untuk ku" kata lisa "karena dia mengakui perasaan nya" kata danmi.


fudo menatap sekeliling nya sambil terus berjalan membawa koper nya "taxi! " kata fudo "antar ke alamat ini" fudo menyerah kan kertas putih kecil ke supir taxi "oke" kata supir taxi.

__ADS_1


tali infus di gantung kembali "kau bisa kembali istirahat nona" perawat pergi danmi kembali masuk "aku memang senang mendengar apa yang kau katakan, tapi aku masih ingin mendengar jeny mengatakan nya di depan ku. tapi bagaimana kita menolong jeny pelatih jeny sekarang ada dengan john dia terjebak karena aku aku benar benar tidak berguna" kata lisa "kenapa kau tidak menyerang nya pelatih kau punya senjata dan--" kata lisa "dan jika aku menyerang kita akan kehilangan jeny kau tau john seperti apa kan jika kita maju dia akan menggunakan jeny sebagai alat kita akan menyerang tapi yang mati bukan john! tapi jeny karena john akan menggunakan jeny sebagai tameng nya kita tidak bisa maju" kata danmi.


"aku mau kau menyelesaikan masalah adik ku, aku tidak mau dengar kegagalan salah satu rekan nya tertangkap musuh nya. membuat nya kesulitan memutuskan rencana nya kau pergi cari dia lindungi dia " fudo teringat perkataan fang "jadi tuan fang menyuruh mu ke sini? " kata pam "iya apa masalah nya? kau kan sudah lama dengan nya" kata fudo "musuh tuan danmi adalah musuh kita juga . orang yang sudah lama kita incar" kata pam "siapa? " kata fudo "keluarga Hayashi" kata pam.


lalat berterbangan aroma busuk tercium begitu menyengat amin memasukan seorang pria kurus ke dalam koper "riki " kata amin "iya" riki menuruni tangga "dia mati? " tanya riki "iya datang lah dia sudah ku kemas" kata amin "kenapa ringan sekali? " tanya riki "bawa ke atas aku akan bereskan tempat ini" kata amin "oke" riki membawa koper merah itu ke atas amin berdiri membereskan ruangan itu.


malam harinya...

__ADS_1


jeny meneguk minuman nya dengan cepat lagi dan lagi "kakak maaf.. maaf.. " kata jeny "maaf papa.. maaf aku malah kerja dengan pembunuh itu" kata jeny.


danmi masuk ke dalam mobil "kau tunggu orang itu aku dan pam akan pulang" kata danmi "baik " kata fudo. "kurasa tidak buruk kerja dengan manusia yang ini hum.. sambil menunggu aku lebih baik sambil duduk dan minum di bar itu" kata fudo sambil melangkah menyebrangi jalan masuk ke dalam sebuah bar tiba tiba mata nya terfokus ke arah seorang gadis yang sedang minum sendirian saat dirinya sedang memesan minuman, jeny menatap tangan nya yang mulai gemetar jeny mengatur nafas nya dan buru buru minum kembali "jeny" jeny terkejut melihat siapa yang datang "kak fudo" kata jeny "apa yang kau lakukan? " kata fudo.


tangan jeny terus di tarik oleh fudo "kakak.. kakak kau mau bawa aku kemana? " kata jeny "katakan pada ku kenapa kau di sini? kau minum begitu banyak? bagaimana kalau riki tau" kata fudo "aku.. "fudo memperhatikan gerak gerik jeny " katakan jeny.. kenapa kau malah meminum Akohol di sini!! kau itu adikku juga apa yang kau fikir kan? "tanya fudo " aku ingin.. tenang "kata jeny " tenang dari apa? "kata fudo " aku.. "kata jeny " kenapa diam? apa kau tidak memikirkan bagaimana seorang kakak yang meli-"kata fudo "aku sedang panik kakak!! aku takut.. aku mencoba menenangkan diri dari john.. dari masalah ini.. tanpa di ketahui siapapun" kata jeny "john? john Hayashi? " kata fudo "aku menandatangani kontak kerja sama dengan nya seharusnya aku tidak melakukan nya itu tidak sesuai rencana ku!! aku seharusnya membunuh nya tapi semua tidak mendukung kak!! " kata jeny "apa? " kata fudo "aku ingin tenang... aku sedang kawatir, marah, sedih, takut" kata jeny "aku sekarang harus berkerja untuk nya harus ada di samping nya " kata jeny "bagaimana bisa? " kata fudo "dia akan membunuh lisa jika aku tidak berkerja sama dengan nya " kata jeny fudo memperhatikan tubuh jeny yang gemetaran "tenang.. tenang lah.. " kata fudo "nyawa siapa pun akan terancam kak... dia ingin membunuh lisa aku jadi menandatangani kontak itu tapi apa ini? apa yang harus ku lakukan selanjutnya apa lagi? aku tidak tau apa yang harus ku lakukan ap--" fudo menarik jeny ke pelukan nya "sstt.. tenang lah.. aku di sini.. tenang " kata fudo "tapi kak ak--" kata jeny "sstt.. diam.. jeny" kata fudo "aku seharusnya memb--" kata jeny "jeny.. jeny.. hei lihat aku" kata fudo tapi jeny masih tetap saja bicara "jeny.. hei.. jeny dengar kau tidak salah!! " kata fudo "bagaimana? " kata jeny "kau tidak salah sama sekali.. " kata fudo "tapi" kata jeny "dengar.. aku juga di utus kemari karena memiliki tujuan yang sama mencari john dan membunuhnya" kata fudo "apa ingatan jeny sudah pulih namun dia tidak memberitahu riki" fikir fudo "bentar" fudo mengangkat telpon "oh barang nya sudah datang oke tunggu" kata fudo.


di rumah jeny...

__ADS_1


"aku ingat semuanya saat aku bangun dari kecelakaan onnie aku ingat semua..ingatan yang tidak pernah di cerita kan kak riki atau siapaun malam pembantaian, penyiksaan aku ingat semuanya" kata jeny "namun aku tidak mengatakan nya kak, aku memilih diam dan merencanakan pembalasan namun sekarang semesta tidak mendukung ku" kata jeny "dengar jeny.. kau tidak salah dan semesta bener bener menakdirkan hal yang benar" ucap fudo "apa yang benar? " kata jeny "aku memerlukan mu kita bisa berkerja sama dengar aku! posisi mu saat ini adalah asisten john otomatis semuanya yang dia lakukan kau pasti tau singkat nya aku ingin kau menjadi mata mata beri aku informasi penting setiap saat tentang john" kata fudo "bagaimana dengan kak riki? " tanya jeny "lupakan dia aku tidak akan memberitahu hal ini, sekarang kita kerja sama kau mau kan? " kata fudo "kau tidak perlu takut aku akan mengawasi mu dari jauh john tidak akan ku biarkan menyakiti mu" kata fudo "dan orang di sekitarmu mu baik teman teman mu yang kau katakan tadi ataupun lisa mereka akan aman" ucap fudo jeny menganggukkan kepala "baik kak" kata jeny "kau merasa lebih baik? " tanya fudo jeny mengangguk "aku harus kembali wakil atasan ku sudah menunggu" kata fudo "hum" jeny mengangguk "jangan kawatir oke, pergi lah istirahat dan tidur oh ya pakai ini" kata fudo "apa ini? " tanya jeny "alat komunikasi dan kode aku akan jelaskan di telpon aku harus pergi good night" jeny menatap fudo pergi "oke tenang jen.. teman teman akan aman tidak ada yang akan terluka lagi" ucap jeny.


__ADS_2