Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
kerasukan


__ADS_3

Riki memperhatikan jeny setiap saat terus mengawasi adiknya seakan akan adiknya adalah balita yang baru belajar jalan, "berikan pada ku remotnya!"seru jeny "tidak akan!!"kata chitoraza "aku bilang berikan sebelum aku membidik kepalamu dengan ketapel ku"kata jeny "tidak ya tidak"kata chitoraza "ada apa ini"kata amara "mama kakak merebut remot tv padahal dia sudah dari tadi menonton film nya"kata jeny "tidak mama dia lah yang berbohong sedari tadi dia menonton naruto"kata chitoraza "mama tolong lah aku, aku kan anak baik"kata jeny "hei jangan menghasut mama!"kata chitoraza "huup"riki berlari menyambar remot tv "kalian ini seperti bocah saja di rumah kan ada beberapa tv"kata amara "kakak lempar sini remotnya"kata jeny "ah tidak "kata chitoraza "kalian mau remot nya?"kata riki "mauuu"kata jeny dan chitoraza sambil berebut mendekat riki mereka saling tarik "nih"riki mematahkan remotnya jeny dan chitoraza terdiam melihat remot nya jadi dua "nih untuk mu dan ini untuk mu jeny"kata riki sambil menghampiri amara "aku tidak mau"kata jeny amara tertawa melihat anak nya "mama jika mereka berebut lagi jual saja tv nya"kata riki "kita tidak teman!!"kata jeny. Riki teringat kenangan masa lalu nya bersama keluarga nya "prang"kaca pecah "gawat"kata riki dan jeny "mama akan marah pada kita"kata riki "aku tau ayo"kata jeny mereka berdua menghampiri hiro dan chitoraza yang duduk di taman "kakak ayo main bersama kami"kata jeny "main apa?"tanya hiro "main kasti ayo"kata riki "baik lah demi adiku"kata hiro sambil menarik chitoraza "pegang tongkat nya aku akan ambil minuman dulu dengan kak riki"kata jeny "oke baik lah"kata chitoraza. "ayo kita harus keluar dari rumah"kata jeny "kau benar"kata riki sambil naik ke atas motor dan pergi seorang pria bertubuh tinggi datang menghampiri hiro dan chitoraza "kakak, apa kau mau ikut main juga"kata chitoraza "tapi kenapa kau memakai sarung tinju?"tanya hiro "karena aku akan menghajar kalian, patung yang baru ku kubeli pecah bersamaan dengan jendela itu. Mama juga akan marah"kata atsushi "hum kakak...kakak..sabar hum..kami belum memukul bola kak"kata hiro "benar kami bahkan belum mulai kami masih menunggu jeny dan riki"kata chitoraza "jeny...riki mereka berdua saja tidak di rumah"kata atsushi "gawat...jangan jangan kita jadi tumbal "bisik chitoraza "kakak...kami benaran tidak melakukan nya"kata hiro "aku habisi kalian!!"seru atsushi, riki dan riki pulang mereka melihat hiro dan chitoraza sedang di hukum oleh atsushi "hyahahahahahaha kalian kenapa?"kata jeny dengan wajah tidak merasa bersalah "kaliaannnn!!"kata hiro dengan muka hitam "DIAMMM!!"kata atsushi "apa salah mereka kak atsu?"tanya riki "aku baru beli patung kaca dan mereka memecahkan nya dengan bola kasti biarkan mereka berdua terikat di halaman sampai malam"kata atsushi "hyahahahahaha kasihan sekali mereka hyahahahaha"jeny tertawa keras melihat kedua kakaknya dengan muka kotor badan di ikat dan juga tubuhnya di lumuri kotoran . "jeny kau harus bangun kay harus ke sekolah"kata riki "duh..kakak ku ini hari minggu biarkan aku istirahat lebih lama"kata jeny "oh maaf maaf aku lupa kalau ini hari minggu tidurlah lagi"riki keluar kamar "kau tidak bangun kan adik?"tanya chitoraza "kakak lupa kalau ini hari minggu jadi jeny mau istirahat dan tidur lebih lama"kata riki "ooh aku juga lupa kalau ini hari minggu"kata chitoraza sambil merangkul rizi mereka ke meja makan "mana jeny?"tanya hiro sambil membawa tas turun dari tangga "kakak dia akan tidur agak lama karena ini hari minggu kau kita juga libur"kata chitoraza "oh jadi ini minggu "kata hiro "iya ini minggu"kata riki "pagi semuanya"amara datang dengan ryu ke meja makan "kemana adik kalian?"tanya ryu "dia tidur papa"kata hiro "tidur ?? Ini jam berapa nanti bisa terlambat sekolah"kata amara "mama ini hari minggu"kata hiro ,chitoraza dan riki bersamaan "plak!"ketiganya di pukul atsushi "emangnya hari minggu ada dua"kata atsushi "aduuhh"kata mereka "hahaha kalian di bodohi oleh adik kalian ini, hari senin nak"kata ryu "apaa!!". Riki berlari ke sekolah mencari jeny karena dapat telpon dari bob kalau jeny berkelahi "kak riki jeny di sana"kata dea "hiyyyyaaaa"jeny bersiap memukul keras pada orang yang di bawah nya "jenyyy!!!"riki menahan tangan jeny "apa yang kau lakukan.. Papa bisa marah pada mu jika kau memukul orang"kata riki "dia menghina papa ku, dia bilang papa pembunuh"kata jeny tubuh nya masih di tahan oleh riki "dia bicara begitu?"tanya riki "iya dia bilang begitu karena melihat berita aku tidak melihat nya, berarti dia bohong! Lepaskan aku biar aku hajar dia aku hajar sampai mampusss"kata jeny. Keesokanya riki mendapat telpon lagi dari joe kalau jeny berkelahi dengan lima pria, riki yang lagi kuliah segera pergi ke sekolah jeny terlihatlah jeny sedang duduk sendirian di ayunan "kakak jeny tidak salah"kata nana "iya kakak jadi jangan marahi dia"kata nano "orang orang menghina mu sebagai kakak yang tidak baik"kata dika riki menghampiri jeny "jeny"riki jongkok di hadapan adiknya "kau berkelahi lagi?"tanya riki "iya..aku tidak bisa menahan diriku di saat kau di hina oleh mereka.mereka bilang kau kakak yang buruk tidak bisa membela adiknya"jeny menunjukan surat panggilan orang tua "apa mereka bilang begitu pada mu?"kata riki jeny mengangguk "aku marah jadi memukul mereka dengan tongkat kasti"kata jeny "mereka terluka?"tanya riki "iya..mereka terluka satu dari mereka tidak sadarkan diri barusan di bawa ke rumah sakit"kata jeny "kau memukul di bagian apa?"tanya riki "aku memukul kepalanya dengan keras karena suara dia paling keras dia berteriak kalau kakak ku tidak bisa di andal kan"kata jeny "dengar jeny..seharusnya kau tidak melakukan nya..itu tidak baik, ada kalanya kita harua menahan emosi kita. Ada kalanya kita harus menjadi orang yang tuli dan buta"kata riki "papa akan marah tidak ya?"kata jeny "tidak, mari gunakan ide kita bersama"kata riki.akhirnya riki dan teman teman jeny ke salon "gimana aku udah mirip papa belum"kata riki "kau sudah mirip dengan papa kak"kata jeny "wah mirip sekali pasti pimpinan tidak tau kalau yang datang bukan tuan ryu tapi kak riki"kata reno "hahaha jaga rahasia ya"kata riki.saat wisuda "sebenarnya yang wisuda kan aku"kata riki "aku juga mau"kata jeny dengan baju wisuda milik atsushi yang kebesaran di badan nya "kau kan besok perjalanan mu masih panjang"kata riki "kau bawel sekali ayo foto"kata jeny "dia selalu menang "bisik hiro ke riki sambil melihat jeny memegang penghargaan riki ."kakak kakak kalian tau tidak"kata jeny yang baru masuk ke dalam rumah "tau apa"kata chitoraza "ya... Tau tidak"kata jeny "tidak"kata kakak kakak nya "tentu saja tidak karena aku belum memberitau kalian"kata jeny "kalau begitu ada apa?"tanya riki "aku baru saja... Memecahkan kaca mobil papa"kata jeny "apaaaa!!"semua nya kaget "kalian"ryu datang dengan tas kerja "papa kakak bilang akan meneraktirku satu truk ice cream asalkan aku memecahkan kaca mobilmu"kata jeny .ryu menatap ke empat putranya "sudah ku duga"guman atsushi "sungguh papa aku tidak bersalah"kata hiro "ayo kakak mana ice cream nya?"kata jeny ."matilah kita"kata mereka sambil meletakan kartu atm mereka ke meja "ayo cepat"kata ryu "tidak ada uang saku selama sebulan karena kalian mengajari jeny yang tidak baik"kata ryu "awaa kau jen"kata mereka, "huff ...aku selamat"fikir jeny. Lalu di saat mereka belanja keperluan "kakak snack ini enak"kata jeny sambil memegang empat bungkus snack "tidak itu tidak enak"kata atsushi sambil meletakan kembali snack tersebut "aku marah"kata jeny "aku tidak peduli"kata atsushi "kak yang ini, yang ini juga"kata jeny sambil meletakan makanan ringan ke troli hiro "kakak kau yang membayar punya jeny"kata hiro "jeny cukup"chitoraza menarik jeny yang hendak mengambil makanan lain "lepas aku mau itu , coklatt...coklat "kata jeny "tidak...tidak...kak atsu bisa marah"chitoraza menarik jeny , hiro meletakan kembali anack yang jeny masukan "pelayan ...coklat itu milikku!!"seru jeny orang yang berbelanja melihat jeny sambil tertawa "jeny jeny"riki menarik tangan jeny "ayo masukan jajan nya aku membantu mu"kata riki jeny tersenyum senang di saat yang lain sibuk memasukan barang lain jeny memasukan jajan nya ke troli kakak nya riki mengambil jajan dari tempat nya dengan diam diam lalu memberikan nya ke jeny saat sampai di kasir belanjaan sudah menumpuk seperti gunung kecil atsushi hanya bisa pasrah.saat jalan jalan sore dengan sepeda kakak kakak nya sering kehilangan jeny "lepass lepass eh tuan berikan aku permen kapas nya!!"seru jeny "tidak tidak...kau sudah banyak makan permen mama bisa menggantung kami"kata hiro sambil menarik jeny "dasar payah"kata atsushi "astaga lihat mereka"kata orang orang "coklat itu juga enak"kata jeny "tidak boleh"kata chitiraza "tarik diaaa!!"seru hiro "berikan pada ku"riki langsung menggendong jeny "ahhh tolong aku belum membelinya ahhhh!!"jeny memberontak. Riki tertawa mengingat itu semua "dia tidak akan dengar jen"kata pam "apa dia punya pacar sampai dia tertawa sendiri"kata jeny "setauku belum ada sih "kata pam sambil melihat riki tertawa sendiri di ruang tamu "aku curiga"kata jeny "curiga apa?"kata pam "jangan jangan dia kerasukan arwah leluhur"kata jeny "coba panggil dia lagi jika tidak dengar kita harus ikat dia dan bawa ke ustad"kata pam jeny mengangguk lalu menghampiri riki "kak..kakak...kakak...hei..kakak"jeny langsung melihat ke arah pam sambil menggelengkan kepala "oke aku ambil tali"bisik pam dari jauh jeny mengangguk "IKATTTT IKAT...DIAA KAK PAM!!"seru jeny riki terkejut "ada ada...ada apa ini hei aku bukan maling"kata riki yang bingung "IKAT TERUS JEN.. TAHAN DIA BUKAN RIKI"kata pam "ahhh apa yang kalian lakukan...lepas"kata riki "SIAPA NAMA MU WAHAI SYAITONNN!!"seru jeny "aku kakak mu adik bodoh ..pam..aku teman mu"kata riki . Jeny dan pam saling tatap lalu menatap riki yang terikat "kau syaiton dari mana?"tanya jeny "syaito katamu..DASAR ADIK KURANG AJAR KAKAK SENDIRI DI BILANG SYAITON...AWAS KAU AKU BAKAL MELEMPARKU KE PANTI ASUHAN"kata riki "kak pam dia beneran kerasukan, karena kak riki tidak pernah bicara dengan nada tinggi"kata jeny "aku siapkan mobil dan kita bawa dia ke seorang ustad"kata pam "sungguh ..demi tuhan aku riki . Apa salah ku aku hanya melihat foto di album"kata riki "lalu kenapa kau tertawa"ujar jeny "tentu saja aku tertawa karena aku teringat masa kecil mu yang menyebalkan"kata riki "aku belum yakin kalau dia belum sadar"kata jeny "aku juga berfikir begitu"kata pam "jeny kau suka ice cream coklat, perman kapas, lolipop ,makanan ringan"kata riki "dia sedang menebak makanan mu"kata pam "gini deh aku katakan pada kalian kalau aku akan traktir kalian makan di mana pun"kata riki "kak pam menurutmu dia sudah sadar"kata jeny "sudah, sepertinya dia sudah sadar"kata pam "jadi"jeny menatap pam "kita lepaskan dia dan bersiap pergi makan"kata pam "baik"kata jeny sambil naik ke atas pam melepaskan ikatan di tubuh riki "sialan kau"kata riki "habisnya kau tertawa sendiri dalam waktu yang lama jika kau tidak kerasukan kau pasti habis minum"kata pam "aku hanya teringat masa kecil nya jeny malah di ikat"omel riki. Hujan turun mendadak "kak..aku selesai"kata jeny "hujan batal makan di luar"kata riki "apa"kata jeny "hujan turun tidak tepat waktu"kata pam, jeny melihat dari jendela ternyata beneran hujan "hei kan kau punya mobil kak pam"kata jeny "kau benar"kata pam "ku fikir dia lupa"kata riki dengan wajah pasrah.


__ADS_2