
hujan turun dengan deras di sertai angin yang sangat kencang, "kau diam dulu di sini jangan kemana mana aku akan cari bantuan" kata boy "hati hati hujan loh" kata jin "iya jaga mobil nya" boy naik ke atas motor "ayo pak cepat" kata boy "bisa bisa nya rusak di saat yang tidak tepat" kata jin di dalam mobil.
fudo berhenti melangkah dia melihat riki duduk di dapur sendirian terlihat seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu "kenapa anak itu? " fikir fudo "aduh" endo menabrak fudo "bisa jalan tidak sih buang saja kaki mu jika tidak bisa memakai nya" kata fudo "kau juga kenapa berdiri di sini" kata endo "terserah aku" fudo pergi "dasar tukang nyolot" kata endo "eh ngapain riki di dapur " endo berjalan ke dapur mengambil camilan "kau sedang apa? " tanya endo "riki.. hello" kata endo "hah? oh.. aku aku sedang ngopi" kata riki "kau melamun pasti memikirkan sesuatu" kata endo "ah... tidak kok" kata riki "guys aku lapar" amin datang "kita masih ada pizza biar aku panaskan" kata riki "oh oke" kata amin.
boy turun dari motor "ini rumah nya kan pak? " kata boy "iya mas cepat mas hujan makin lebat bahaya jika kita ada di jalan" kata tukang ojek "oke" boy berjalan ke arah sebuah rumah "permisi.. pak saiful.. pak saiful" kata boy sambil mengetuk pintu "pak saiful.. " kata boy sampai pintu akhirnya terbuka "duh.. lama banget aku sudah basah, kata boy " cari siapa ya? "seorang wanita keluar "uh?? " boy terdiam sesaat "maaf ya hum.. pak.. pak saiful ada? " tanya boy "pak saiful siapa? " kata wanita itu "yang buka bengkel di jalan cempaka" kata boy wanita itu tertawa "salah rumah kak, rumah pak saiful gak di sini " kata wanita itu "oh.. maaf ya" kata boy "iya tidak papa tapi kalau gak salah rumah pak saiful bengkel sudah pindah ke gang sebelah" kata wanita itu "oh ya.. terimakasih oh ya aku aku boy" kata boy "oh.. aku bintang" kata wanita itu "kalau begitu permisi dulu ya" kata boy "duh... malu banget salah rumah" kata boy.
sebuah mobil berhenti jin langsung ketakutan "mati aku siapa itu" kata jin "boy kenapa kau lama sekali bagaimana jika ada orang datang dan membunuh ku bagaimana? aku kan gak jago bertarung" kata jin "tok tok" kaca mobil di ketuk "ha... Tuhan... aku pasrah" kata jin "tok tok tok" jin semakin ketakutan "ada orang? " seseorang bertanya dari luar, dengan ragu ragu jin menurunkan kaca mobil .
__ADS_1
"Aaaahh" jeny melompat ke arah lisa "aih.. aih.. ada itu ada" jeny menatap lisa "ada apa? " kata lisa "ada kecoak aku kaget" kata jeny lisa tersenyum lalu meletakkan jeny ke atas ranjang "dimana? " kata lisa "tadi tadi lari ke dekat cermin" kata jeny lisa segera memeriksa nya "tidak ada kok" kata lisa sambil menatap jeny "kau takut? " kata lisa sambil tersenyum meledek "ah.tidak siapa yang takut dengan kecoak aku sudah bilang aku tadi cuma kaget" kata jeny "oh ya kalau begitu diam dan jangan bergerak kecoak nya tepat di bahu mu" kata lisa "hah? " jeny langsung mematung lisa mendekati nya "aku akan mengambil nya" kata lisa "aih" jeny menatap lisa yang mencium pipi nya "tidak ada aku cuma bercanda" kata lisa "yang benar saja " kata jeny "hahaha kau bilang kau tidak takut lalu kenapa kau terlihat ketakutan dan bahkan tadi kau melompat ke arah ku" kata lisa "lisa aku tidak takut sungguh, aku cuma reflek saja" kata jeny "oh.. ya.. ya cuma reflek aku percaya deh" kata lisa sambil memeluk jeny.
jin keluar dari mobil "hum.. bagaimana" kata jin "mesin nya mati ada yang konslet di sini ,bentar" pria di dekat jin berjalan ke arah mobil nya mengambil sesuatu "dia beneran bisa memperbaiki mobil nya? " fikir jin "oih!! " jin langsung memegang telinga nya ketika petir bersuara dengan keras "hei" kata pria itu saat melihat jin meringkuk ketakutan "masuk lah kedalam mobil" kata pria itu "tunggu tunggu jangan jangan" pria itu menatap jin yang sangat ketakutan "tidak papa tenang lah.. " kata pria itu "mobil ini kita tinggal saja" kata pria itu sambil membawa jin masuk ke dalam mobil nya "mobil nya" kata jin "tidak papa besok aku yang akan ambil" kata pria itu .
hujan semakin deras boy dan tukang ojek diam dia halte "haah.. bagaimana ini" kata boy "aduuh.. basah kuyup deh" kata tukang ojek "pak percaya mitos gak" kata boy "apa? " kata tukang ojek "dengan tatapan kita bisa jatuh cinta" kata boy "kurang ajar kamu belok ya" tukang ojek pergi "eh pak bukan" kata boy tapi tukang ojek tetap pergi meninggalkan nya "pak.pak.. pak saya gimana" kata boy sambil melihat tukang ojek pergi "ya elah kan aku bahas cewek tadi yang namanya binatang eh bintang" kata boy "haaah.. aku gimana pulang nya" kata boy.
lisa menatap jeny yang sudah tidur di samping nya "sungguh menggemaskan" kata lisa "rasa nya aku ingin cepat cepat menikahi dirimu " lisa kembali memeluk jeny "hum? " jeny bangun "lisa" kata jeny "ada apa kenapa kau bangun? " tanya lisa sambil duduk "kita dimana? " tanya jeny "di kamar ada apa? kau mimpi buruk? " kata lisa "hum" jeny mengangguk "tenang lah aku di sini" kata lisa "ada seseorang yang menangkap ku dan mengikat ku" kata jeny "iya" lisa memeluk jeny "aku akan ambil minum agar kau tenang" kata lisa "tidak" jeny menahan tangan lisa "jangan pergi" kata jeny lisa langsung kembali duduk "aku ada bersama mu oke, bagaimana kalau tidur lagi" kata lisa jeny mengangguk dan kembali berbaring "lisa.. jangan pergi ya" kata jeny "iya.. aku akan memeluk mu ayo tidur" kata lisa sambil mengusap rambut jeny "jangan takut aku ada di dekat mu" bisik lisa.
__ADS_1
jin menatap dirinya di depan cermin "ouh.. aku merasa buruk" kata jin "pas kan? " seorang pria masuk ke dalam kamar "pas apa nya? " jin berbalik "aku seperti orang orangan sawah sekarang" kata jin "oh ya hum.. ini.. yang ini bukan bekas mu kan? aku sudah memakai nya" kata "apa? " kata pria itu "****** *****" kata jin "ukuran kita berbeda jelas itu tidak cocok untuk ku aku kebetulan salah beli kemarin" kata pria itu "bagus lah" kata jin "haha.. kenapa baju mu bisa sebesar ini? " kata jin "kau tidak memakai celana nya? " kata pria itu "aku memakai celana pendek nya saja dan ini juga aku ikat sedikit, ini sangat besar" kata jin "dan kau masih menyangkal kalau kau itu pria bertubuh mungil" kata pria itu jin terdiam "jangan sembarangan bicara ya" kata jin pria itu membuka bajunya "berikan handuk nya pada ku" kata pria itu "ambil saja" kata jin pria itu langsung pergi ke kamar mandi "astaga aku harus menelpon boy" kata jin.
"halo boy.. kau dimana? " kata jin sambil duduk di tepi ranjang "aku di halte tukang ojek meninggal kan aku di sini" kata boy "astaga.. aku aku akan menjemput mu" kata jin "mobil nya kan rusak" kata boy "pakai mobil.. " jin melihat pria itu keluar dari kamar mandi "aku dengar suara orang kau.. kau baik baik saja kawan? " kata boy "aku ada hum... " jin menutupi ponsel nya "aku ada dengan nya" bisik jin "apa? lalu mobil nya bagaimana" kata boy "aku tinggal" kata jin "tapi aku akan menjemput mu" jin melihat pria itu menatap ke arah nya "gluk" jin menelan liur nya "hei anak monyet aku sedang bicara pada mu" kata boy "halo halo.. jin.. astaga" kata boy "aku aku dengar hum.. apa. apa yang kau katakan? " kata jin "jangan lihat dia jin aku gak mau pingsan lagi" kata jin dalam hati "aku aku akan menjemput mu" kata jin "tuan.. tuan hong su aku.. " kata jin "ada apa? " hong su memakai kaos dalam "teman ku.. teman ku terje.. ter.. " kata jin "biar aku bicara dulu" kata pria yang tak lain adalah hong su "hum.. o.. oke" kata jin "bisakah kau bicara dengan lancar saat di depan ku tanpa terbata bata seperti anak balita" kata hong su "apa? " kata jin "ya.. kau selalu gugup saat di depan ku, seperti nya kau menyukai ku? " kata hong su , jin terdiam bahkan satu kata pun tidak bisa keluar dari mulut nya "ya.. kau sekarang bukan hanya gugup tapi kau sekarang menjadi patung" kata hong su sambil tersenyum dan perlahan membungkuk mencium jin "aku juga menyukai mu" kata hong su.
boy menepuk dahinya "mati kedinginan aku di sini siapa yang harus ku telpon" kata boy "bahkan jin tidak bersuara lagi" kata boy ,sebuah mobil berhenti di depan halte "boy? " seorang wanita keluar sambil membawa payung "kak.. kak cika astaga demi Tuhan aku mencintai mu Tuhan " kata boy "kau sedang apa hujan masih lebat" kata cika "kak aku terjebak hujan tukang ojek meninggal kan ku" kata boy "ayo masuk ke dalam mobil " kata cika "terimakasih kak tapi kenapa kau bisa lewat di sini bukan nya rumah mu arah ke sana ya" kata boy "aku sedang ingin mengunjungi sahabat ku ayo kau ikut juga " kata cika "baju ku basah kak" kata boy "tidak papa kita nanti cari pakaian untuk mu ayo, kau bisa sakit jika di sini ayo cepat" kata cika "oke" kata boy "alhamdulillah awas kau jin ku jitak kepala mu sampai botak besok" kata boy dalam hati.
hujan mulai sedikit reda cika berhenti di depan toko pakaian "kau diam di sini aku akan membeli pakaian untuk mu" kata cika "hum.. tapi " kata boy "tidak papa diam saja" cika keluar dari mobil "toko se sepi itu memang nya mau melayani pembeli" fikir boy, tak lama kemudian cika datang dan mereka melanjutkan perjalanan sampai tiba di sebuah rumah "loh? ini kan? " kata boy dalam "ayo turun ganti baju mu aku cuma ngobrol sebentar lalu pulang" kata cika "iya" kata boy "ini rumah gadis tadi duh.. " kata boy dalam hati "bintang... bintang!!! " kata cika sambil mengetuk pintu "iya iya" bintang membuka pintu "kau" kata bintang saat menatap boy "hum" boy tersenyum "kalian saling kenal? " kata cika "ayo masuk dulu" kata bintang "hum.. bintang ini boy teman nya adik nya riki yang ku cerita kan waktu itu" kata cika "oh " kata bintang "boleh aku pakai kamar mandi nya? " kata boy "boleh, kamar mandi nya ada di sana. ayo aku antar" kata bintang "tidak usah aku saja tunjukkan saja di mana jalan nya" kata boy "di sana belok kanan ada stiker beruang coklat di pintu nya" kata bintang "oke " boy pergi "kapan kalian saling kenal? " kata cika "tadi pria itu datang ke sini mencari pak saiful yang punya bengkel di jalan cempaka" kata bintang "dia salah rumah " kata bintang "oh ya ampun" kata cika "aku buatkan kalian minuman dulu" kata bintang "jangan repot repot" kata cika
__ADS_1
boy datang dengan kemeja hitam dan jaket "lebih baik? " kata cika "iya " boy duduk di dekat cika "ini minum dulu " kata bintang "terimakasih oh ya boy ini sahabat ku " kata cika "iya kak, hum.. tadi tadi aku ke sini ku fikir ini rumah pak saiful" kata boy "hahaha.. ya ampun ada ada saja" kata cika sambil tertawa kecil "ya aku aku minta maaf pada mu ya soal tadi" kata boy "iya tidak papa santai saja" kata bintang "duh.. deg deg kan" kata boy dalam hati, dia berusaha untuk tetap tenang dan tersenyum mesikpun dia sangat gugup saat ini.