Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
jeny mengusir john


__ADS_3

Malam yang gelap hanya terlihat beberapa bintang di langit musik terdengar sangat keras banyak orang orang yang menari dan minum dengan bahagia boy menatap layar ponsel nya yang berdering dua kali ada nomor asing mengirim pesan pada nya "akan ku buat kau lebih sengsara dari sebelum nya jika berani memberitahu semuanya pada jeny" boy langsung memblokir nomor itu lalu melihat ke jeny yang asyik dengan minumannya lagi lagi ponsel kembali berdering seketika boy tegang "sial ayo berfikir"kata boy dalam hati jeny melihat ke ponsel nya ada beberapa pesan masuk salah satu nya dari boy "dasar bodoh"jeny berjalan ke arah boy lalu menjitak kepala boy "hei bodoh aku ada di dekat mu kenapa kau malah mengirim pesan kepada ku?"ucap jeny "hehehe ada sesuatu yang penting sahabat ku"kata boy "ada apa"kata jeny "aku ada memesan paket tapi alamat nya agak jauh dari sini bisa tolong ambilin"boy berkedip "merepotkan saja kirim alamat nya"kata jeny lalu pergi.


"stop stop woi"ucap jeny ke tukang ojek "oke oke "tukang ojek pun memberhentikan motornya di dekat halte bus jeny pun turun lalu memberi uang "maaf ini berlebihan"kata tukang ojek nya "ambil saja"kats jeny sambil mengusir tukang ojek tersebut jeny melihat langit yang mendung "mana sih kurir nya lama banget minta di pukul"kata jeny sambil mondar mandir "halo boy mana kurir nya lama banget"kata jeny "sabar tunggu di situ dua puluh menit lagi nyampe kok"kata boy saat di telpon oleh jeny "kau menyebalkan "jeny mematikan panggilan nya "dia bilang sebentar lagi! Ternyata dua puluh menit lagi"ujar jeny kesal lalu dia duduk di kursi yang tersedia di situ "duh.. Lama banget"kata jeny hujan rintik rintik mulai turun.

__ADS_1


"huff.. Tenang tenang semoga aja kurir nya lama"ucap boy sambil melihat ke sana ke sini john datang dengan bodyguard nya dengan gaya khas nya dia menatap tajam ke boy seakan akan siap menerkam nya.


Kurir datang ke halte sebelah melihat ke sana ke sini seperti mencari seseorang "sepertinya itu kurir nya"fikir jeny lalu dia melangkah ke halte di sebrang "hei bodoh aku menunggumu dengan lama saat datang malah belok nya ke sini"kata jeny dengan kesal "maaf maaf nona sesuai titik lokasi nya"kata kurir "ya ya berapa"kata jeny "seratus delapan puluh enam"ucap kurir tersebut tak lama kemudian kurir pergi "harus telpon ojek lagi tapi aku bosan kalau menunggu di sini setidak nya sambil jalan deh siaps tau ketemu kafe"kata jeny sambil melangkah "hum"jeny terdiam dia melihat ada tangan yang membungkus tubuh nya dengan jaket "kau sedang apa hujan hujanan begini?"tanya lisa sambil memayungi jeny "astaga aku hampir menendang mu lisa! "ucap jeny "heh jawab pertanyaan ku"kata lisa "aku baru mengambil paket boy"kata jeny "kalau begitu ayo bareng sama ku aja naik mobil ku "kata lisa hujan semakin deras "aku pesan ojek "kata jeny "cancel aja kau akan kehujanan naik ojek ayo cepat kita sama sama ke tempat boy"kata lisa wajah jeny menjadi tegang "tunggu! Boy tumben tumbenan nyuruh aku jemput paket sejauh ini dan kalau boy sendiri bisa bisa"fikir jeny "kenapa melamun ayo"lisa merangkul jeny dan menuntun nya ke mobil "oke aku ikut lisa aja biar cepat"fikir jeny "ayo naik"lisa membuka pintu mobil depan jeny menatap lisa sekilas lalu membuka pintu belakang dan masuk ke dalam "dasar aneh"fikir lisa sambil duduk di belakang kemudi dan menyalakan mobil nya.

__ADS_1


"kau terlihat gelisah"kata lisa sambil melihat kaca di depanya "biasa saja"kata jeny dengan ketus "jangan terlalu kasar ya aku bisa menurunkan mu di jalan"kata lisa "hei dengar ya turun kan saja aku lagian aku gak butuh tumpangan mu"kata jeny "oh ayolah lisa jika aku di turunkan makin lama aku melihat boy bagaimana nanti kalau ada yang menghajar boy walaupun ada pengawal tetap saja"kata jeny dalam hati. Lisa terkekeh melihat wajah jeny yang sedang kesal "eh kenapa lisa jadi baik pada ku"fikir jeny "hei kau mau sampai kapan di dalam mobil?"jeny terkejut melihat lisa sudah tidak ada di kursi depan lalu dia melihat ke samping lisa sudah berdiri dan membuka pintu untuk nya .


"prang!!"suara kaca pecah "aaaaaa!!"beberapa orang berteriak ada darah yang mengalir di wajah boy "tenang"ucap seorang pria yang melindungi boy sampai dia terluka dan darah nya mengalir sampai menetes ke wajah boy, jeny menatap john lalu menatap boy "hai jen"kata john "ada apa ini?"kata lisa "ini tidak seperti yang kau fikirkan"kata john sambil menghampiri jeny "plak!!!"jeny menampar keras wajah john "kamu fikir aku bodoh "ucap jeny "dia bodyguard mu kan!!"seru john " tenang!! Aku juga baru datang dan aku melihat bodyguard ku berkelahi"kata john "cih omong kosong!! Menjauh dari ku sekarang!!! Aku tidak mau melihat mu!!"ucap jeny john seperti kehabisan kata kata dia mengepal tangan nya "tenang jen, tenang sungguh aku tidak menyentuh berteder mu itu "kata john "bawa bodyguard mu SEKARANG!!!"seru jeny "baik baik sesuai permintaan mu "kata john sambil mengajak semua bodyguard nya pergi "boy you ok"kata lisa "ok tapi tuan ini terluka"kata boy sambil menahan tubuh pria yang menolongnya tadi "hei kau"jeny memanggil pengawal boy yang satu nya "tolong bawa dia ke rumah sakit hum lisa pinjam mobilmu"jeny mengambil kunci dari saku lisa lalu memberikannya ke pria itu "emi bawa abi ke rumah sakit telpon aku kalau urusan biaya dan suruh xie dan hong su untuk menggantikan posisi kalian"bisik jeny "ayo boy angkat pria itu"kata jeny "oh oke oke"kata boy "heh"lisa berdiri di sisi jeny . Jeny menatap wanita tinggi di sampingnya "sekarang kau makin berani ya"kata lisa "nanti aku ganti minyak mobil mu"kata jeny , lisa terkekeh melihat jeny jadi jutek lisa melingkarkan tangan nya ke bahu jeny "baik lah jika kau tidak menggantinya aku akan menghukummu sampai kau berteriak ampun"kata lisa. Jeny menepis tangan lisa "dasar pelit!"kata jeny lalu dia menghampiri boy "duduk"jeny menarik boy lalu mengelap darah di wajah boy "dasar tengil"ujar lisa sambil memesan cooktail pada jin . "apa kau terluka?"kata jeny "tidak saat salah satu bodyguard john menyerangku pria baik tadi langsung melindungi ku"kata boy "kau terlalu panik"kata lisa yang datang menghampiri jeny dan boy "apa dia yang sering membuat mu terluka"kata lisa "nah iya juga"jeny menepuk punggung boy "argg sakit jen, tidak kok waktu itu yang menyerangku bukan mereka"kata boy "jika kau berbohong aku akan mencabut nyawamu"kata jeny "puffff uhuk uhuk"lisa tersedak mendengar ucapan jeny "sebenarnya kau itu malaikat atau manusia"kata boy "aku bisa menjadi apa saja tergantung siapa orang di depan ku"kata jeny "jaaack!! Antar anggur merah ke sini"kata jeny "ku fikir dia akan lupa dengan minumannya"fikir lisa sambil menatap jeny "ini minuman mu "kata jack "kau duduk lah dengan lisa aku akan lanjut kerja lalu mengantar mu pulang"kata boy sambil mengusap kepala jeny lalu pergi .

__ADS_1


__ADS_2