
jeny menatap gedung di depan nya sambil terus berjalan dia juga memperhatikan sekeliling nya "griiiitt" pintu di buka "masuk" kata fong jeny masuk ke dalam gedung itu "ya jeny selamat datang" john memutar kursi nya terlihat dia duduk santai sambil menikmati segelas wine "john" jeny mendekati john "plakk" gelas terjatuh ke lantai "hei" para pengawal john mengacungkan senjata "di mana lisa! dimana dia? "tanya jeny " kenapa kau jadi pemarah"kata john "jangan bertele-tele! " kata jeny "turun kan" kata john "zruuutttt... " zach melepaskan tali di dekat john "bruuaakk!! " lisa terjatuh dari atas "lisa" kata jeny "aahh.. " lisa mencoba untuk berdiri "hei.. " kata john di saat jeny hendak menolong nya "tahan dia" kata john "aahh.. lepas..lepas!!! " seru jeny "jangan sentuh dia" kata lisa darah mengalir dari dahinya "brengsek" jeny di ikat di tiang "kenapa kau datang jen" kata lisa dalam hati "lihat jeny... hari ini adalah penentuan keputusan mu" john menggerakkan jarinya beberapa pengawal bergerak menyeret lisa "hei.. hei.. hhhh.. john hentikan!! " seru jeny john tersenyum melihat jeny berteriak marah "sraakk" john memakai sarung tangan lalu mengambil bambu di atas meja "aih.. john.. jangan!! jangan jangaaaaann!!! " seru jeny "buagg.. buaagg.. buukhh" lisa meringis kesakitan "AAAIHHH JOHN.. KAU BENAR BENAR SIALAN" kata jeny "LISAAA.. " kata jeny "jika kau melawan aku akan menembak jeny" bisik john sambil menarik rambut lisa "jeny" kata lisa dalam hati dia menatap jeny yang berteriak marah "hentikan john!! " kata jeny "lepaskan dia" kata john para pengawal melepaskan lisa "buaag.. buaakkh.. buaakh.. " lisa kembali di pukuli tanpa ampun "lisa kenapa kau diam!! lawan dia!! lisa bangun kawan dia!! bukan kah ka hebat!! " kata jeny "praang... " botol bir pecah di kepala lisa.
"kemana jeny? " tanya danmi "katanya mau cuci muka tapi lama sekali jadi aku sedang menyuruh Agnes melihat jeny" kata bob "oh.. baiklah" kata danmi sambil duduk, boy terdiam melihat jeny berjalan ke arah api yang sekitar nya di penuhi serpihan kaca dan kawat berduri yang tajam "jeny" kata boy "sraakk" darah keluar dari lengan jeny yang tergores kaca "jeny.. jeny apa yang kau lakukan jeny.. JENYYYY!! " boy membuka matanya "boy.. kau kenapa? " tabay bob "hah.. hah.. hah.. " nafas boy terdengar seperti orang habis lari jarak jauh "seperti nya mimpi buruk kasih dia air" kata danmi "dimana jeny? " tanya boy "jeny ada dengan Agnes" kata bob "huff.. " boy menghela nafas lega.
lisa ambruk ke tanah menatap jeny dengan putus asa "lisa kenapa kau diam saja? balas mereka! " seru jeny "tap tap tap" john berjalan ke arah lisa dengan membawa pisau ditangan nya "tidak tidak.. john" kata jeny "jleb" john menusuk tangan lisa dengan santai "setrum dia" kata john "apa? " kata jeny "akhhh" lisa meringis kesakitan di setrum berkali kali sambil di pukuli "CUKUUUUP!!! " seru jeny sambil terus memberontak "crek" john mengarahkan pistol nya ke lisa "ihh" jeny melepaskan ikatan nya "lisa lisa" jeny berlari ke arah lisa "lisa.. lisa.. hisk hisk.. lisa" kata jeny "jen.. " lisa menatap jeny tatapan nya terlihat benar-benar lemah "seharusnya kau-- tidak---datang" kata lisa "kau bicara apa" kata jeny lalu dia menatap john "ku mohon hentikan kau bisa membunuh ku tapi jangan lisa" kata jeny "lisa tidak tau apa apa" kata jeny "dorr" darah mengenai wajah jeny.
bob menatap Agnes yang baru datang "jeny tidak ada di kamar mandi" kata Agnes "aku sudah cari ke mana mana" kata Agnes "apa? " kata boy "benar dia tidak ada" kata Agnes "ayo kita cari lagi" kata danmi "ayo" kata Agnes "aku juga mau cari" kata boy .
__ADS_1
"aahhk"fudo menatap ke arah riki " kenapa?"tanya amin "tangan ku kena staples" kata riki "ya ampun" fudo mengambil kotak p3k "kau ceroboh sekali" kata amin "tahan aku akan cabut isi staples nya" kata fudo "aahh" riki kesakitan "ambil obat itu min" kata fudo "ini" kata amin "anak bodoh" omel fudo sambil menempel kan plester ke jari riki "rasa nya aku.. mendengar jeny berteriak" ucap riki "rasa nya apa! jeny jauh bagaimana telinga mu bisa dengar" kata amin "nama nya juga anak bodoh" kata fudo.
jeny berdiri membawa lisa "ayo lisa kau harus kuat" kata jeny "masih keras kepala" kata john "kau pergilah" bisik lisa tubuhnya perlahan jatuh ke lantai "pergi" kata lisa dengan lemah "kau yakin akan pergi? " kata john lisa menatap jeny seolah olah mengatakan aku tidak papa pergilah jeny ku mohon "crek" jeny mendengar suara senjata yang siap untuk di gunakan jeny berhenti melangkah "dengar aku akan bergabung dengan mu" kata jeny "tapi tolong hentikan ini" jeny melihat kaki lisa mengeluarkan banyak darah akibat di tembak oleh John "tidak" ucap lisa sambil menggerakkan tangan nya untuk menyuruh jeny pergi jeny memejamkan matanya dan berhenti melangkah lalu berbalik "senang berkerjasama dengan anda" pria di depan nya tersenyum puas mendengar ucapan jeny yang sudah lama dia nanti Nantikan.
lisa berusaha untuk duduk bersandar di tiang jeny melangkah mendekati john "mari buat kesepakatan" kata jeny john mengangguk sambil menyerahkan kertas jeny terlihat menulis sesuatu di kertas itu "seperti yang ku tulis aku akan bergabung dengan mu tapi bila malam hari aku akan pergi aku ini seorang pemabuk malam hari aku harus ke klub dan.. " jeny membicarakan semuanya john mengangguk "aku sepakat apapun itu" kata john "yang terakhir " jeny menunjuk lisa tanpa menatap nya "dia tidak ada hubungannya aku bahkan baru mengenalnya jangan libatkan dia kau harus membawa nya ke rumah sakit" kata jeny "kenapa? " kata john "ku yakin dia masih memiliki keluarga " jeny berjalan ke arah lisa jeny menunduk sedikit lebih rendah sambil menatap orang di depan nya "aku sudah katakan sebelum nya" jeny mengelap darah dari hidung orang itu "kau akan terluka jika ada di dekat ku" jeny berdiri menatap john "aku akan membawa nya " kata jeny "boleh" kata john "jangan lupa besok kau sudah harus berkerja untuk ku" kata john sambil melempar pistol ke arah jeny lalu pergi fong membantu jeny mengangkat lisa ke dalam mobil "aku tidak bisa menyetir bantu aku bawa orang ini ke rumah sakit aku tidak mau ada polisi tau" kata jeny fong mengangguk.
"denyut nya terus menurun dan hampir hilang"
__ADS_1
"dokter jatung nya berhenti"
"ya ampun"
"cepat cepat"
air mata jeny turun mengalir perawat melihat jeny menatap dari jendela langsung bergerak menutup tirai "tidak mungkin" ucap jeny tangisan nya yang perlahan senyap berubah menjadi terisak isak ponsel nya jatuh di lantai jeny meremas rambut nya sambil menangis suara mesin itu terus mengiang di telinga nya .
__ADS_1