Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
party di bar


__ADS_3

pagi hari yang cerah riki dan yang lain mengantar jeny ke bandara, fudo meletakkan tas jeny ke dekat boy "lain kali jika ingin datang telpon aku" kata pam "jaga adik ku ya" kata riki "pasti kak" kata boy "berangkat lah nanti pesawat nya pergi duluan" kata amin "iya kakak.. terimakasih" kata jeny "terimakasih apa, maaf ya kakak kakak mu terlalu sibuk cuma bisa membawa mu jalan jalan beberapa hari saja" kata endo "aku sudah sangat senang sekarang giliran kalian yang datang menjenguk ku" kata jeny "iya kami akan ke sana setelah mendapat cuti" kata riki "pergilah sekarang" kata pam "bye bye kakak" kata jeny "bye bye" kata fudo sambil melambaikan tangan nya "ayo" joe menarik tangan jeny.


pesawat lepas landas riki tersenyum melihat nya "Tuhan aku mau kau menjaga adik ku" kata riki "awas" fudo menarik riki "ada apa? " kata amin "ada orang yang hampir menabrak riki dengan mobil nya" kata pam "kok aku gak sadar" kata endo "jika kalian terlalu lama melihat ke atas kalian akan lupa dengan keadaan di sekitar kalian ayo cepat kita kembali tuan fang akan menunggu kita" kata fudo.


"tenang lah lisa" kata Agnes "apa dia mau bertemu dengan ku" kata lisa "tentu saja" kata bob "dia akan langsung memeluk mu" kata Jack pesawat mendarat dengan mulus "ayo jen" kata boy "hum" jeny mengangguk sambil menggandeng tangan boy.


danmi melihat sekitar sambil berjalan di samping joe. "aku haus" kata jeny "iya setelah ini kita akan beli minuman" kata boy jeny menghentikan langkah nya dia melihat lisa berdiri tak jauh dari nya boy "itu.. itu jeny" kata jin lisa langsung melihat ke arah yang di tunjukan oleh jin "jeny" kata lisa dia langsung berlari secepatnya yang dia bisa bahkan sesekali dia harus menabrak orang yang lewat di depan nya "lisa hati hati" kata Jack "ugg" lisa kembali terjatuh "nona" kata roy "jeny.. " lisa berdiri dan kembali berlari "jeny" lisa berhenti di depan jeny darah menetes dari dahinya "hum.. boleh.. boleh aku aku memeluk mu" kata lisa jeny maju selangkah mengusap darah di wajah lisa "tolong jangan pergi dari ku" kata lisa tangan nya terus bergerak ingin memeluk jeny tapi dia menahan nya "aku.. aku merindukan mu.. hm.. bo.. boleh peluk? " kata lisa "kenapa kau harus bertanya terlebih dahulu" kata jeny lisa langsung memeluk jeny "jangan tinggal kan aku jeny.. jangan tinggal kan aku... ku mohon tetap lah dengan ku.. jangan pergi jeny.. jangan pergi" kata lisa "jangan tinggal kan aku... " kata lisa "kenapa kau menangis? " tanya boy "jangan harap aku menangis" kata joe "aku melihat air mata mu tadi" kata boy "aku tidak menangis" kata joe "bob" kata Agnes "tidak papa semua akan baik baik saja" bob memeluk Agnes yang menangis "Jack" kata jin "haa-ah kau itu cowok jangan mudah menangis" kata Jack "aku terharu " kata jin "jen.. jen jangan pergi lagi ya" kata lisa "lisa.. " kata jeny "aku aku bersedia menerima semua amarah mu tapi tapi jangan pergi ya" kata lisa "maaf" kata jeny "aku yang minta maaf... sungguh aku aku yang salah" kata lisa "lisa.. aku aku terlalu marah" kata jeny "ya ya tidak papa kau kau berhak marah.. bahkan kau kau bisa memukul ku jika kau mau aku aku tidak akan melawan aku akan Terima semua nya" kata lisa "bisa kita pulang semua orang menatap kita" kata jeny


"seperti nya itu gadis yang dia cari"


"mungkin gadis itu mencari kekasih nya"


"hei gadis selamat ya apa itu yang kau tunggu dari semalam"


lisa menatap seorang pria dan langsung tersenyum "iya aku mencari nya dan dia dia sudah datang" kata lisa "hei gadis mungil wanita di depan mu ini sudah hampir gila mencari mu untung nya kau datang" kata pria itu jeny tersenyum "terimakasih sudah membantu nya" kata jeny "ayo kita pulang" kata boy.

__ADS_1


sesampainya di rumah..


jeny langsung mengobati luka di wajah lisa sementara yang lain pergi pulang "boy bilang malam ini harus di rayakan, kau tidak keberatan kita merayakan nya di bar tempat boy berkerja? " kata jeny "jadi kita akan merayakan nya? " tanya lisa "kau tidak mau ya" kata jeny "bukan tidak mau aku mau" kata lisa "aku dengar kau di rawat" kata jeny "ah.. itu mereka saja yang menipuku mengatakan aku sakit dan membawa ku ke rumah sakit untuk di rawat" kata lisa "kau bodoh ya jangan bilang aku tidak tau , kau tidak makan dan juga tidak minum kau mau mati ya" kata jeny "kau tau kan aku akan mati saat kau meninggal kan ku" kata lisa sambil menatap wajah jeny.


malam harinya..


beberapa gelas berisi minuman di letakan ke atas meja "selamat hari pertemuan" kata boy "bersulang untuk jeny dan lisa" kata jin "bersulang" sahut yang lain "Agnes jangan minum banyak banyak" kata jeny "iya belum juga minum" kata Agnes "ahh.. segar banget" kata bob "jangan mabuk aku tidak akan membantu mu" kata joe "hahaha.. ayo ayo minum lagi bersulang" kata Jack .


tak jauh dari mereka terlihat ada lop yang sedang bicara dengan beberapa orang "oke Pak senang berkerja sama dengan anda" kata lop "iya kalau begitu kami pamit dulu sampai bertemu di thailand" kata orang itu "baik " kata lop sambil menjabat tangan rekan bisnis nya "eh?? " lop menatap jeny yang sedang menari "itu kan orang yang di cari sama nona " kata lop.


jin berlari mengejar seseorang dia terus mengejar orang itu "tuan tuan hong su" kata jin "astaga dia berjalan sangat cepat" kata jin "tuan.. tuan hong--" jin terdiam "apa? kemana dia pergi? kaya nya dia berjalan ke arah sini tapi kok ini sepi banget" kata jin "kau mengikuti ku? " hong su muncul dari sebuah ruangan "hum.. um.. ak.. aku.. " kata jin "aku" jin menyodorkan paper bag yang dia pegang "apa ini? " tanya hong su "hum.. in.. ini.. ini.. ba.. baju mu" kata jin "benar kan dia menemui tuan hong su" bisik boy "muka tidak jelas tapi tidak papa aku akan bantu" kata jeny "bagaimana cara nya? " bisik boy "lihat ya" kata jeny sambil pergi ke arah jin "baju? " kata hong su "iya baju yang beberapa hari hum.. wak.. waktu minuman tumpah" kata jin "sudah.. sudah ku cuci" kata jin "bruagg"seseorang menabrak hong su membuat tubuh nya langsung menabrak jin " waw"kata boy jin membeku wajah nya sangat dekat dengan wajah hong su "uh? " hong su langsung menarik dirinya dan mengusap bibir nya "aku.. " jin merasa sangat gugup "hei" hong su terkejut melihat jin yang terlihat seperti nya akan pingsan "hei.. pria mungil kau baik baik saja? " kata hong su "hei" kata hong su tapi terlambat jin benar benar pingsan "bagaimana ini? " kata hong su "gawat dia pingsan" boy langsung kabur "nona jeny? " hong su menatap jeny yang lewat "hong su?? " kata jeny "jadi.. jadi yang.. yang di sukai jin adalah bodyguard yang ku suruh mengawasi boy" kata jeny dalam hati "nona jeny pria ini" kata hong su "aku.. aku harus apa ya" fikir jeny "hum.. kenapa dia? " tanya jeny "tidak tau dia tiba-tiba pingsan" kata hong su "bawa saja dia pulang ke rumah mu boy tidak akan kenapa kenapa dia akan aman karena aku di sini kau bisa pulang ajak yang lain pulang" kata jeny "oh... oke" hong su mengangkat tubuh jin dan membawa nya pergi.


lisa meletakkan gelas nya "boy dimana jeny? " tanya lisa "aku di sini" jeny datang "jangan jauh jauh" kata lisa "ya elah" kata Jack "aku ada di satu tempat dengan mu gak akan ada masalah aku mau minum lagi" kata jeny "apa? " kata lisa "aku sanggup minum tanpa mabuk" kata jeny "ya ya " kata lisa "tapi kenapa jin lama sekali? " tanya Jack "hum.. jin pingsan" kata boy "apa? " kata yang lain "astaga lalu lalu dia di mana? " kata bob "tenang saja pria itu ada dengan nya" kata boy "hei bodoh bagaimana kalau pria itu macam macam" kata joe "benar juga" kata boy "jangan kawatir" kata jeny "hei..kenapa kau santai? " kata Jack "aku kenal pria itu" kata jeny "benarkah?" kata Agnes "hum.. ya aku kenal hong su jadi jin akan aman" kata jeny "dari mana kau kenal? " tanya lisa "hehehe" jeny tersenyum "aku kenal hong su di kantor bodyguard " kata jeny "kapan kau kesana? " tanya boy "seperti nya kau menyembunyikan sesuatu lagi" kata lisa "hong su bodyguard yang aku sewa untuk melindungi boy karena waktu itu boy sering mendapatkan serangan dari john" kata jeny "apa? " kata bob "kau menyewa seseorang untuk ku? " kata boy "iya aku sudah jujur loh" kata jeny "baik baik walaupun aku masih loading sedikit" kata boy "ayo bersulang lagi" kata joe "ayo minum" kata jeny sambil menatap lisa "jangan minum terlalu banyak" kata lisa "tentu " kata jeny sambil menyodorkan segelas minuman ke lisa "bersulang" kata joe "bentar mama menelpon ku" kata lisa "oke jangan lama lama" kata jeny "baiklah" lisa pergi "hei minuman ku di meja ada di mana kok tidak ada? " jeny menatap Agnes "itu apa jelas jelas ada" kata bob jeny melihat ke arah meja "oh.. apa aku salah lihat" jeny meneguk kembali minuman nya "ayo menari bersama" jeny menarik Agnes "hati hati jen" kata boy jeny menari dengan Agnes di tengah tengah kerumunan orang "aku akan ikuti mereka ini semakin ramai" kata joe "oke" kata bob "kau sudah mabuk bob jangan minum lagi" kata boy. jeny memperhatikan sekitar nya "kenapa? kenapa kepala ku? " kata jeny "Agnes" jeny tidak melihat Agnes ada di depan nya lagi "jeny!! jeny" Agnes terpisah dengan jeny "lalu siapa yang menarik ku jika bukan jeny" kata Agnes "grebb" seseorang memegang tubuh jeny "ahh" jeny tidak dapat melihat dengan jelas "Agnes" kata joe "dimana jeny" kata joe "tadi ada dengan ku tapi sekarang tidak" kata Agnes "tadi dia menarik ku" kata Agnes.


pintu di tutup "uhh" jeny merasakan ada air yang di usap kan di tangan nya "tahan sebentar ya" kata seseorang yang membawa jeny "Agnes" kata jeny "ups" orang itu menahan jeny ketika jeny hendak jatuh "bentar" orang itu mengangkat tubuh jeny "uh.. apa yang.. kau" jeny mendorong orang itu namun baru selangkah berjalan dirinya sudah jatuh "aku.. kenapa" kata jeny "sudah aku bilang tetap lah tenang" orang itu membantu jeny berdiri.

__ADS_1


lisa datang dan melihat jeny tidak ada di tempat nya "jeny dimana? " kata lisa "bersama Agnes" kata boy "oh.. bagus lah" kata lisa "gawat" joe datang "ada apa? " tanya bob "jeny menghilang" kata joe "iya padahal dia menarik ku tadi tapi tiba-tiba dia tidak terlihat" kata Agnes "apa" lisa langsung mencari jeny.


orang yang tidak lain adalah dim itu menatap jeny sambil tersenyum puas "duduk lah" kata dim "Agnes kenapa kita ada di tempat seperti ini" kata jeny "aku mau mengganti baju mu kau lihat baju mu basah" kata dim sambil membuka kancing baju jeny satu per satu "tidak mau aku.. " kata jeny "eh hati hati bentar" dim mengangkat jeny dan meletakkan ke atas meja "pegang bahu ku agar kau tidak jatuh" kata dim "kepala ku sakit" kata jeny.


"jeny.. jeny... jeny.. " lisa memperhatikan orang orang yang ada di kerumunan namun jeny tidak terlihat tiba tiba mata terfokus ke seorang wanita yang berjalan ke luar "hei hei" lisa mengejar wanita itu "hei" lisa memegang tangan wanita itu "aduh" kata lop "kalian pasti menculik jeny ku" kata lisa "bagaimana lisa" kata joe "tunggu joe ini asisten nya dim pasti mereka melakukan sesuatu" kata lisa "aku aku salah apa? " kata lop "mana mobil mu" kata lisa "itu" kata lop joe langsung memeriksa mobil milik dim "kosong lisa" kata joe "jangan jangan" kata joe "apa? " kata lisa "jeny ada di dalam bersama dim " kata joe "sial.. " lisa langsung masuk ke dalam "periksa semua kamar" kata lisa.


baju jeny jatuh ke lantai dim menahan tubuh jeny yang hendak terjatuh "lisa tidak tau betapa pintar nya aku, cukup dengan gerakan kecil menukar minuman mu kau langsung ku dapat kan" kata dim "lisa" jeny menyipitkan mata nya "lisa orang baik" kata jeny dim melemparkan dasinya "aih.. " jeny mendorong dim "kau mau apa" kata jeny "tidak apa apa" kata dim sambil menahan tangan jeny "diam lah dan nikmati" bisik dim "aih.. kau bukan Agnes" kata jeny "ya aku bukan Agnes" kata dim "aih.. lepaskan" kata jeny sambil mendorong dim "DIMM!! " lisa datang dan langsung memukul dim "uh? " lisa menangkap tubuh jeny yang jatuh lisa langsung memakainya jaket nya ke tubuh jeny "pegang jeny" kata lisa "oke" kata sai "berani nya kau" lisa memukul dim "kenapa? " kat dim sambil membalas pukulan lisa "huekk" jeny muntah "jen" kata lisa dim langsung pergi ketika lisa melepaskan nya "jen" kata lisa "lean" kata jeny "iya iya kau tidak papa? " kata lisa "tubuh ku terasa panas" kata jeny "kita pulang" lisa menggendong jeny.


didalam kamar..


lisa meletakkan tubuh jeny ke atas ranjang "aahh" jeny duduk "ada apa? " kata lisa "aih.. " jeny berusaha membuka jaket yang dia pakai "bentar bentar aku bantu" kata lisa sambil melepaskan jaket itu dari jeny "ahh.. air" jeny berdiri namun belum sempat jalan jeny sudah jatuh ke lantai "jeny.. " kata lisa "ah.. tubuh.. tubuh ku terbakar" kata jeny "apa yang terjadi" fikir lisa sambil membantu jeny berdiri "air.. " kata jeny "iya iya" lisa pergi mengambil air dan memberikan nya ke jeny "ahh.. kepala ku" kata jeny terlihat jeny sangat berkeringat "dim apa yang aku berikan pada jeny" kata lisa dalam hati "haa.. lisa.. lisa.. kau dimana" kata jeny "di sini di sini" lisa mengusap keringat jeny "ahh" jeny membuka koas dalam nya "akhh" jeny terlihat resah "jeny jeny katakan apa yang kau rasakan? " tanya lisa "aku.. terbakar.. " kata jeny "oh" lisa menyalakan ac untuk mendinginkan ruangan kamar nya namun jeny terlihat semakin resah lisa keluar dari kamar "dokter aku aku bertanya pada mu obat apa yang membuat peminum nya menjadi gerah, gelisah dan sakit kepala" kata lisa.


lisa masuk ke dalam kamar dia melihat jeny sudah ada di lantai "jeny" kata lisa "dim aku akan membalas mu" kata lisa sambil membantu jeny naik ke atas ranjang "lisa" kata jeny "tidak papa aku ada bersama mu sebentar" lisa melepaskan jas nya lalu mendekati jeny "aku akan menolong mu" kata lisa.


di dalam apartemen nya dim menghancurkan beberapa barang yang dia lihat "padahal sedikit lagi jeny akan menjadi milik ku" kata dim lop diam ketakutan "kau sama saja tidak berguna" kata dim dengan sangat marah "kali ini aku akan benar benar melenyap kan mu dari kehidupan jeny lisa sialan" kata dim sambil mengepal tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2