
jam menunjukkan pukul sebelas
jeny duduk di sebuah ruangan "kenapa kau tidak mengundang ku? " jeny menatap boy di layar ponsel nya "bukan hanya kau tapi semua orang!! di situ cuma kami berdua , aku mengatur semua dengan bantuan lisa. kau tau tempat nya sangat bagus di saat air naik ke atas aku langsung berlutut dan melamar nya" kata boy "lisa tau? " kata jeny "iya aku akan kirim vidio nya ke grup" kata boy "Hai sayang" lisa datang dan langsung duduk di dekat jeny.
"kau tidak mengatakan pada ku soal boy melamar bintang" jeny menyipitkan mata nya ke lisa "oh.. itu buat kejutan dan boy melarang ku memberitahu mu" kata lisa "jeny kau masih di kantor lisa? " tanya boy "aku selalu di sini sejak beberapa minggu yang lalu, dia tidak ingin aku jauh dari nya " kata jeny "bagus lah kalau begitu" kata boy "bagus apa nya, ini sangat menyebalkan " celetuk jeny "kau mengatakan apa" lisa mencium jeny "lisa" kata jeny "apaaa.. " kata lisa "berhenti mencium ku! bagaimana kalau asisten mu datang nanti" kata jeny "hahaha.. lisa.. jeny itu malu malu tapi mau" ledek boy.
__ADS_1
"hei boy aku tidak seperti mu ya" tukas jeny "benarkah, tapi tadi pagi kau belum mencium ku" kata lisa "aku akan mencium mu nanti" kata jeny "boy ayo" terdengar suara bintang "bintang kau mau kemana" jeny menahan lisa yang terus mencium nya "kami akan belanja, kulkas kami kosong. kau kapan ke rumah ku? kinder joy dan coklat mu masih ada di kulkas" kata boy "ha.. aku " jeny menatap lisa "ke rumah boy yuk" kata jeny "cium aku dulu" kata lisa "tidak mau" kata jeny "jadi kau tidak mau mencium ku? " lisa terlihat terkejut "jeny kami berangkat dulu ya" kata boy "oke oke!! bye boy hati hati hei bintang belikan aku es krim " kata jeny "siap kawan nanti aku akan datang ke rumah mu" kata bintang, "oke bye" lisa mematikan telpon nya "aih.. lisa apa yang kau lakukan? " kata jeny "aku mau mencium mu" kata lisa "tidak mau.. gini, gini di rumah saja" kata jeny "benar? kalau di rumah aku mau lebih dari ciuman" jeny langsung diam "ayolah kau benar-benar banyak mau" kata jeny "aku ini suami mu, wajar kan aku meminta nya lagian melayani ku adalah tugas mu" kata lisa "kata siapa" bantah jeny "benarkah? kau masih bertanya kau tau aku sudah merencanakan hukuman ringan kali ini" kata lisa "ayolah hukuman dari mu gak ada yang benar" kata jeny "malam ini akan lebih benar kalau aku menghukum mu, kau ingat borgol yang pernah ku pakai untuk menahan mu saat liburan? " kata lisa "ingat, hee.. jangan jangan kau mau " kata jeny "mau gunakan borgol dalam hukuman nanti malam" kata lisa "aih.. tidak mau, ada ada saja kau mau menyakiti ku?" kata jeny "tidak, ayolah coba gaya baru" kata lisa.
"gaya apa? " reno menatap dio "gaya hum.. aku tidak bisa mengatakan nya tapi aku bisa mengajar kan nya pada mu dengan itu" dio menunjuk sebuah kursi di sudut kamar "itu kursi dari lisa " kata reno "iya " kata dio "tunggu dulu ini gaya apa yang kau maksud? " reno bingung "gaya menyenangkan mu" bisik dio "astaga kita baru melakukan nya semalam " kata reno dengan wajah syok, "ayolah aku akan ajarkan padamu gaya yang bagus dengan kursi itu" kata dio "kau mau kita melakukan nya di kursi? " kata reno "itu memang fungsi dari kursi itu" kata dio "hah? benarkah? " reno tidak percaya "iya dan lagian kita masih memiliki.." dio mengeluarkan sesuatu dari lemari "buket bunga indah dan sekotak hum.. lihat saja deh" kata dio "what's??? buket dari lisa dan dari Jack ini ...ini bukan bunga ? apa ini! astaga!!" kata reno .
"iya kau tau kan kita masih punya stok banyak. lebih baik kita gunakan sering sering dari pada kedaluwarsa" kata dio "kau gila ini sangat banyak kita- " kata reno "ya kita sering sering melakukan nya" kata dio dengan enteng "kau tidak waras aku tidak mau" kata reno "ayolah" kata dio "kita baru melakukan nya, kau mau membuat aku susah berjalan" kata reno "aku kan bisa menggendong mu" dio mengedipkan sebelah mata nya"semua orang akan mencurigai ku " kata reno "ayo kita tentukan, kita lakukan seminggu enam kali" kata dio "sial, kau fikir kau sekuat itu? " reno kaget "tidak ada yang tau jika tidak membuktikan nya" kata dio "aku tidak mau itu terlalu banyak!!" kata reno "lima kali dalam seminggu" kata dio "masih terlalu banyak dua kali saja" kata reno "terlalu sedikit" kata dio "aku butuh lebih dari itu" kata dio "empat" dio tersenyum "tidak " tolak reno "bagaimana kalau tiga" kata reno "sedikit sekali empat saja" kata dio "tiga" kata reno "empat" kata dio "tiga atau tidak sama sekali" seketika dio terdiam "iya tidak? " kata reno "iya sayang" kata dio sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
ara keluar dari kantor nya sambil membawa tas nya. dia tersenyum melihat joe sudah menjemput nya "Hai sayang" kata ara , dengan wajah tenang joe mengambil tas yang di bawa ara "cepat naik" kata joe "baik, oh ya kau sudah makan? " tanya ara joe tidak menjawab dia hanya memakaikan helm ke ara lalu menarik tangan ara agar memeluk pinggang nya.
"baiklah jika itu rencana mu aku akan kabari yang lainnya" kata boy "iya tapi enak nya kita bikin party di mana ya" kata lisa "di tempat yang bagus pastinya" kata boy "oke lah aku akan tanya pada kakak nanti" kata lisa "aku pergi dulu ya" kata bintang "oke bye" kata jeny sambil melambaikan tangan nya.
"lisa" kata jeny "hum " lisa menatap jeny "aku belum pernah ke ruangan itu, apa yang ada di sana " kata jeny "dimana" kata lisa "ayo aku tunjukkan " kata jeny sambil menggandeng tangan lisa "ini, kenapa pintu ini gak bisa di buka seingat ku ini adalah kamar di mana aku pertama kali datang ke rumah mu" kata jeny "memang.itu adalah kamar istimewa" kata lisa "istimewa? " kata jeny "iya aku sengaja mengunci nya agar kau tidak bisa masuk ke dalam" kata lisa "kau menyembunyikan sesuatu di dalam" kata jeny "tidak ada" kata lisa "aku mau lihat" rengek jeny "kamar istimewa ini akan di buka pada saat yang tepat" kata lisa "lisa.. aku mau lihat" kata jeny "kita akan membuka nanti" kata lisa "memangnya di dalam ada apa? " kata jeny "ada rahasia" kata lisa "buka ya sekarang" pinta jeny "baiklah ada sesuatu yang ku minta pada mu" kata lisa "baik" kata jeny "48 jam tidak boleh makan coklat mulai besok" kata lisa "hum.. oke" kata jeny dengan cepat "baiklah jika kau melanggar nya kau akan di hukum sampai pagi" kata lisa "huh? hum.. tunggu dulu" kata jeny "aku sangat mencintai coklat ku, tapi.. aku penasaran" kata jeny dalam hati "bagaimana? " kata lisa "buka saja" kata jeny "baik, jangan menyesal jika kau mendapatkan hukuman" lisa mengambil ponsel nya "bright bawa kunci kamar jeny ke sini" kata lisa.
__ADS_1
lampu di nyalakan jeny terdiam melihat sekitar nya dan juga patung besar yang pernah lisa berikan pada nya, dan banyak foto tergantung dan juga tertempel di dinding kamar itu juga di hias dengan sangat indah "aku mendekorasi ini sebelum kau menerima ku, dan aku mau menunjukkan nya pada mu saat kita sah nanti" kata lisa "kau melakukan ini" jeny melihat semua foto dirinya "iya hum.. ini bukti kalau aku tidak akan bisa berpaling dari mu, apapun yang terjadi" kata lisa sambil memeluk jeny dari belakang "oh ya, aku juga ada satu hal lagi yang akan ku katakan pada mu sebenarnya aku juga akan mengatakan saat kita menikah tapi ku rasa ini saat nya. dan aku harus mengatakan nya pada mu" kata lisa "apa?" kata jeny "dinding kamar yang berhubung ke kamar mandi sebenarnya dinding hum..dinding transparan hu.m dia bisa berkamuflase jadi dinding dan juga kaca, jadi aku bisa melihat mu mandi" jeny menatap lisa dengan wajah merah "aih..lisa aku malu kau benar-benar menyebalkan jadi selama ini--" jeny memukul lengan lisa "aku mencintai mu" bisik lisa.