Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
memakai trik yang sama


__ADS_3

di tengah malam fudo berjalan ke dapur mengambil air minum "kaya nya aku mendengar suara" kata fudo sambil meletakkan gelas yang dia pegang lalu berjalan ke adalah suara "kaya nya dari kamar riki" kata fudo.


"jeny.. jen... jeny.. jeny jangan tinggal kan kakak mu" fudo membuka pintu "hei jen.. " terlihat riki tidur sambil mengigau "riki" fudo mendekati riki "riki.. hei sadar lah" kata fudo "ei.. jen.. jeny... " fudo terlihat sedang berfikir bagaimana membangun kan riki "aku tarik aja atau aku tendang mana yang lebih efektif tendangan atau tarikan haahh" fudo menarik tangan riki dengan kuat "haah" riki langsung memeluk fudo dengan nafas seperti orang di kejar hantu, fudo diam mendengar riki yang seperti nya menangis . "hah" endo kembali menutup pintu "ada apa? " kata amin "sstt.. mereka berpelukan" bisik endo "masa" kata pam "jangan jangan" kata endo "jangan seuzon" kata amin.


"ada apa dengan mu? " tanya fudo "maaf.. maaf" kata riki sambil melepaskan tangan nya "tidak masalah" kata fudo "kau mimpi buruk? " tanya fudo "iya.. aku merasa sesuatu yang buruk terjadi pada adik ku" kata riki "tenang lah itu cuma mimpi" kata fudo "kau tidak tau jika mimpi di atas jam dua belas itu bisa jadi kenyataan" kata riki "cih kau percaya mitos, dengar ya apapun mimpi mu itu tergantung cara fikir mu jika kau menganggap nya nyata maka itu akan terjadi jika kau menganggap nya hanya bunga tidur itu kan menghilang begitu saja. tidur lah besok baru telpon jeny" kata fudo "uh" riki mengangguk " bentar aku ambil kan air"kata fudo.


"fudo keluar ayo cepat sembunyi" kata pam "lari" kata amin fudo keluar dari pintu mata nya langsung melihat ke arah sebuah pintu "aku akan membunuh kalian besok" kata fudo lalu dia pergi ke dapur "dia tau kita ngintip" kata endo "sulit sembunyi dari fudo" kata endo tak lama kemudian fudo kembali dengan sebotol air mineral dia masuk ke dalam kamar riki "ini minum lah biar tenang" kata fudo "terimakasih" ucap riki.


pesawat mendarat dengan mulus semua penumpang langsung bersiap untuk turun saat pintu pesawat di buka. "ayo jen" kata lisa "hum.. " jeny membuka mata nya "mau bisa lanjut kan tidur mu di mobil" kata lisa "ah.. tubuh ku tidak bertenang rasa nya" kata jeny lisa tersenyum dan langsung mengeluarkan sesuatu dari saku jaket nya "nih " kata lisa "wah.. terimakasih" jeny langsung meminum susu kotak dari lisa "ayo turun" kata jeny "sudah ku duga" kata lisa.


bright langsung menghampiri jeny dan lisa "biar saya yang bawa koper nya nona" kata nario "baik" kata lisa "mari nona" kata sai "ayo jen" kata lisa "sebentar" kata jeny sambil menatap layar ponsel nya "kakak menelpon ku" kata jeny "oh" kata lisa "halo kakak.. apa kabar? " kata jeny "kau dimana? " kata riki "aku ada di bandara bersama lisa " kata jeny "apa kau baik baik saja? " tanya riki "haa.. aku baik baik saja apa kau merindukan ku? " tanya jeny "tentu" kata riki "aku akan mengirimkan foto untuk mu aku benar-benar sangat senang di hari pertama aku menemui naruto kun, hari kedua aku membuat boneka salju kakak tau aku tersungkur karena kaki ku rasa nya ada delapan, hati ketiga aku mencoba wahana, ke empat aku benar benar merasa hebat kau tau aku bermain di rumah hantu dan bertemu hantu dan juga hantu ternyata tidak mengambang tapi berjalan, lalu aku bermain wahana lainnya, hari ke lima aku jalan jalan dan pulang kembali ke sini aku membelikan mu sebuah baju keren " kata jeny "kau terdengar begitu bahagia" kata riki "ya.. jika aku sedih itu tandanya stock makanan di kulkas sudah kosong" kata jeny "aku senang mendengar nya" kata riki "kalau begitu cerita kan tentang mu hari ini" kata jeny "aku hari ini tidak bertugas aku sedang bersantai di teras bersama yang lain" kata riki "kau sudah makan kan? " kata jeny "sudah, pam dan endo masak ikan mas tadi" kata riki "wah.. enak tuh oh ya kak aku akan menceritakan sesuatu pada mu kalau boy sekarang tidak akan jomblo lagi" kata jeny "benarkah? " kata riki "iya dia mengatakan pada ku dia bertemu seorang gadis saat hujan badai nama gadis itu bintang" kata jeny "dan boy berani mengungkapkan nya meskipun wanita itu belum mengambil keputusan" kata jeny "nah... dia mungkin akan menerima boy dan boy tidak akan jomblo lagi lalu bagaimana dengan mu" kata riki jeny menatap lisa "aku juga tidak akan jomblo kedepan nya lebih baik perhatikan dirimu kau sampai kapan sendirian aku butuh kakak ipar" kata jeny "ya ya kau akan mendapatkan nya nanti" kata amin "benarkah? " kata jeny "iya kau tenang saja aku akan mencari kan mu kakak ipar" kata endo "oh.. aku menyanyangi kalian".


sesampainya di rumah jeny langsung masuk ke dalam kamar " ahh.. lelah nya"kata jeny, lisa masuk ke dalam kamar dia menatap jeny yang berbaring di ranjang "kau terlihat lelah hum.. aku bisa memijat mu" kata lisa "hum.aku akan tidur sebentar jangan lupa bangun kan aku ya" kata jeny "baik lah tidur lah " lisa berjalan ke dekat jeny lalu berbaring "kenapa kau malah ikut ke sini? " tanya jeny "salah ya aku menemani tidur? " kata lisa "tidak " jeny langsung memeluk bantal nya "jen " kata lisa "apa? " kata jeny "aku sedang ingin tidur dan jangan berisik " kata jeny "aku ada di dekat mu tapi kau malah memeluk bantal " kata lisa jeny langsung memutar tubuh nya ke arah lisa "peluk aku" kata lisa jeny langsung memeluk lisa sampai dia tidur dengan pulas.


keesokan harinya..


jeny duduk di ruang makan "selamat sarapan nona" kata rai "iya" kata jeny "jen kau melihat jam tangan ku? " kata lisa sambil berjalan di tangga "aku meletakkan nya di atas ranjang" kata jeny "oh bagus lah" kata lisa "aku hafal kebiasaan mu kau selalu melupakan jam mu" kata jeny "iya itu sebab nya Tuhan mengirim mu untuk ku" kata lisa "cepat duduk" kata jeny "selamat makan" kata lisa.


asisten Daichi datang sambil membawa beberapa berkas ke ruangan Daichi "tuan berkas sudah siap" kata asisten nya "siapakan pertemuan nya " kata Daichi "siap pak" kata asisten nya.

__ADS_1


"apa kak dim ada datang ke sini? " tanya jeny pada rekan kerja yang ada di sebelah nya "tidak ada, kau lupa ya nona dim kan tidak berkerja sama lagi dengan perusahaan ini" kata rekan kerja nya "oh iya juga" kata jeny.


dengan kesal dim masuk ke dalam mobil "aku sudah bilang pada mu untuk meluangkan waktu sehari untuk ku, aku mau menemui jeny " kata dim "maaf nona tapi jadwal anda sudah tersusun, mungkin lain kali akan saya usahakan meluangkan jadwal anda" kata lop "kapan!! dia semakin dekat dengan lisa" kata dim "akan saya usahakan secepatnya nya beberapa hari kedepan nya" kata lop "sial itu terlalu lama" kata dim "tiga hari nona tiga hari sekarang kita selesai dulu semua nya selama tiga hari lalu anda bisa menemui jeny setelah nya" kata lop "oke semua pertemuan ini harus selesai dalam tiga hari, aku harus mendapatkan jeny ini sudah lewat dari target ku" kata dim.


"hahahaha kalah kan sudah ku bilang kau tidak Kan mencapai target kemenangan mu" kata Jack "haa.. ayo sekali lagi " kata boy sambil menyusun kembali catur nya "ayo" kata Jack "kali ini kau jauh dari target kemenangan mu ada apa dengan mu? " kata jin "benar juga aku baru sadar" kata Jack "kebetulan saja nih" kata boy "guys lihat" kata jin sambil menunjukkan layar ponsel nya "apa itu? " kata boy sambil fokus ke permainan catur nya "aku baru tau kalau sweet itu jeny" kata jin "astaga... kemana aja kau" kata boy "dia ku rasa sibuk dengan pria besar itu " kata Jack "jangan panggil dia pria besar nama dia hong su" kata jin "aduh gawat kalian jangan berisik bentar ya" kata Jack "ada apa? " tanya boy "bela menelpon ku" kata Jack "oke" kata jin "jangan usil" kata Jack "iya aku sudah menemukan target ku cepat lah" kata boy. "halo sayang" kata Jack "ahh.. ayo.. minum lagi" kata boy "oh tidak aku sedang bermain catur sayang" kata Jack "oih Jack.. di mana ****** ***** mu wanita itu akan datang ke kamar" kata boy "hahaha" jin tertawa melihat ulah boy "Hai coco Jack" boy meniru suara wanita "tidak sayang aku beneran main catur loh" kata Jack "coco ayo kita langsung main saja" kata boy "boy jangan begitu" kata Jack "coco ayo minum lagi sebelum main" kata boy "tidak sayang aku aku jujur" Jack berdiri "sial kalian" kata Jack "hahaha.. aku tidak ikutan" kata jin "ummach" kata boy "mati lah aku dia marah" kata Jack "hahahaha" jin tertawa keras "sayang dengar kam saja aku, itu boy sayang sungguh" kata Jack "target kena" kata boy sambil tertawa "sayang maaf maaf aku pulang aja deh jangan marah ya" kata Jack "hahahahha.. mampus lah" kata jin.


malam harinya..


jeny meletakkan ponsel nya ke atas meja "lisa" kata jeny "kemana dia? " jeny berdiri dan keluar dari kamar "sai dimana lis? " tanya jeny "di ruang kerja nona" kata sai "astaga belum selesai juga tadi katanya sebentar saja" kata jeny sambil masuk ke dalam ruang kerja "lisa... " lisa menoleh dan langsung tersenyum "ada apa? " kata lisa jeny melangkah mendekati lisa "kau bilang cuma sebentar" kata jeny "ya ku fikir cuma satu file yang harus di periksa ternyata ada empat file " lisa menarik tangan jeny "aku ngantuk" kata jeny "kau bisa tidur duluan" kata lisa "tidak mau" kata jeny "sini duduk di pangkuan ku peluk aku" kata lisa sambil menarik tangan jeny ke leher nya jeny tersenyum sambil melingkar kan tangan nya ke leher lisa "tunggu sebentar lagi aku akan menyelesaikan nya" kata lisa "baik" kata jeny "tetap lah peluk aku dan tidur lah " kata lisa "aku akan menunggu mu saja, hum.. sakit gak aku duduk di paha mu sambil memelukmu" kata jeny "aku tidak merasakan apapun tenang saja" kata lisa sambil terus memeriksa file nya laptop nya.


beberapa foto di tempel di dinding riki mundur selangkah memperhatikan foto yang baru dia tempel "sangat lucu" kata endo sambil melihat foto jeny sedang membuat boneka salju "jelas lah dia mirip seperti ku" kata riki "hah mirip apa nya" kata amin "bilang saja kau iri pada ku karena aku punya adik yang menggemaskan" kata riki "lebih baik sekarang tidur" kata fudo "ya aku setuju" kata endo.


lisa menutup laptop nya lalu memegang tangan jeny "sudah tidur" kata lisa sambil menatap wajah jeny . lisa langsung berdiri sambil menggendong jeny "nona" kata bright "tidak papa, kalian istirahat saja kita harus berangkat pagi besok" kata lisa "baik nona" semuanya langsung pergi.


keesokan harinya..


jeny melambaikan tangan nya kearah lisa "semangat ya" kata lisa "bye" kata jeny "aku berangkat" kata lisa sambil masuk ke dalam mobil "Hai jen" sapa rekan kerja nya "Hai juga" kata jeny.


dengan hati hati joe berjalan sambil membawa nampan dengan dua ramen di atas nya dia berjalan ke arah sebuah meja "silahkan " joe tersenyum "hei joe" joe menatap siapa yang barusan menyebut nama nya "kak cika" kata joe "Hai apa kabar lama gak bertemu jadi kalian kerja di sini" kata cika "ya" kata joe "ra, makanan gue udah dateng nih lain kali kalau libur lu ke sini ya" kata bintang "hum.. bintang hei" kata seseorang di layar telpon joe berbalik dan siap untuk pergi "hum.. mas mas" kata bintang "ya" kata joe "hum.. saya mau jus buah naga satu ya" kata bintang "oke mohon menunggu" kata joe sambil berjalan pergi "ini tidak seperti biasa nya kau memesan jus buah naga" kata cika "ini ara yang minta ada ada aja ngasih ide" kata bintang "bintang... itu cowok yang gue cerita kan ke lu ya ampun pas gue ke sana kok gak ketemu ya" kata ara "oh.. maka nya lu tadi nyuruh gue pesen jus lagi " kata bintang "iya tadi aku cuma sekilas lihat nya maka nya aku mau memastikan nya dan ternyata itu dia" kata ara "bagus dong lu bisa datang kalau ku libur" kata bintang "mintain nomor nya dong" kata ara "gila lu, gak mau ah" kata bintang "usaha sendiri dong" sahut cika.

__ADS_1


sambil memegang tas jeny berdiri di pinggir jalan bersama nano "panas juga ya cuaca nya hari ini" kata nano "iya nyari tadi juga agak susah nih" kata jeny tanpa mereka sadari ada yang mengawasi mereka dari dalam mobil yang tak jauh dari mereka berdiri "sekarang" kata orang yang ada di dalam mobil "haah lama kak kita pesan tadi online saja" kata jeny sambil mengeluarkan ponsel nya "oke" kata nano "duaagg"jeny jatuh ketika ada mobil menabrak nya " jeny"kata nano beberapa orang turun dari mobil "ayo ikut kami" mereka menarik jeny "tolong!! tolong!! " seru nano jeny berusaha melawan "akhh" jeny kesakitan ketika kakinya terluka "diam ikut kami" perintah salah satu dari orang itu sampai ada yang datang membantu jeny dan nano "jeny.. kau baik baik saja? " tanya nano "iya" kata jeny tak lama kemudian orang orang itu pergi menjauh jeny meringis kesakitan.


di dalam mobil lisa melihat layar ponsel nya "sudah waktu nya pulang nih pasti dia sudah menunggu ku " kata lisa "nona itu kan nona jeny" kata sai "berhenti kan mobil nya" kata sao "dim! " lisa langsung keluar dari mobil "nona lisa" kata nano "kau berani nya" lisa langsung maju menyerang dim tapi dim sama sekali tidak membalas serangan lisa "lisa..isa jangan lisa... LISA!! " jeny berdiri di antara dim dan lisa "apa yang kau lakukan" kata jeny "dengar jeny ini ulah nya dia pasti menyuruh seseorang untuk melukaimu" kata lisa "beraninya kau bicara begitu, kak dim datang untuk menolong ku" kata jeny "jen kau baik baik saja" dim menahan jeny yang terlihat kesulitan berjalan "hei ka--" kata lisa "ada apa dengan mu? " kata jeny "kau yang menyuruh orang untuk menjebak ku kan" kata lisa sambil maju hendak menyerang dim namun jeny menghalangi nya "CUKUP LISA!! aku tidak tau apa yang terjadi pada mu aku di begal dan kak dim membantu dan mau malah menyerang nya apa kau fikir itu pantas? " kata jeny "tidak papa jen, hum.. bagaimana kalau kita ke rumah sakit" kata dim "iya" kata jeny "kak nano taxi nya datang ka bisa pulang duluan" ucap jeny "tapi kau" kata nano "tidak papa ada lisa di sini" kata jeny "baik hati hati ya aku duluan" kata nano "oke kau cukup licik " kata lisa "lisa hentikan" kata jeny "kak dim aku ikut dengan mu" kata jeny "apa? " kata lisa "dengar lisa kalau mau kau bisa ikut kalau tidak juga tidak papa, ayo kak dim" kata jeny "ayo pelan pelan" kata dim "dia memang licik" kata lisa dalam hati "jen aku ikut" lisa masuk ke dalam mobil dim "bagus lah"kata dim " apa yang terluka? "lisa menatap jeny yang duduk di samping nya " kaki ku"kata jeny "hahaha.. lisa lisa kau cukup bodoh dan juga mudah terpancing emosi" kata dim dalam hati.


di rumah sakit..


jeny di bawa ke ruang rawat oleh beberapa perawat dan satu dokter.lisa menatap tajam ke arah dim "aiss.. nona lisa" dim menatap lisa "tatapan mu bisa menembus jantung ku bahkan bisa membunuh ku, kau tidak salah karena memang aku yang menyuruh orang orang itu agar aku bisa dekat dengan jeny dan jeny akan membenci mu" kata dim "dasar licik" lisa menarik kerah baju dim "serang saja aku dan aku akan berteriak kau tau selanjutnya yang akan terjadi kan? jeny akan membela ku " kata dim sambil tersenyum "dia benar" fikir lisa "tapi aku dengan senang hati menerima pukulan mu karena rasa sakit nya akan hilang di saat aku melihat jeny memarahi mu" kata dim "lisa" jeny keluar dengan membawa tongkat penyangga "bagaimana dokter? " kata dim dan lisa bersamaan "nona jeny mengalami cedera ringan dia akan sembuh dalam dua hari kedepan" kata dokter "kak dim terimakasih" kata jeny "sebenarnya apa yang mereka bicara kan tadi , saat di dalam aku cuma melihat mereka yang seolah olah membicarakan sesuatu bahkan lisa tadi terlihat sangat marah tapi kenapa sekarang lisa terlihat biasa saja. pasti ada yang gak beres " fikir jeny "iya nona dim terimakasih sudah menyelamatkan istri ku dan mohon maaf tadi aku memukul mu karena ku fikir kau adalah bos begal nya eh ternyata kau adalah nona dim " kata lisa "iya tidak papa" kata dim "oh ya kak dim aku bawa flashdisk nya ini ambil lah " kata jeny "sekarang ayo pulang kau harus istirahat" kata lisa "oh ya nona dim sekali lagi terimakasih ya semoga lancar terus" kata lisa lalu dia menatap jeny "biar kan aku menggendong mu " lisa mengangkat tubuh jeny "nona dim tolong bawakan tongkat istri ku ya" lisa pergi "kenapa kau menyuruh kak dim kan bodyguard ada dengan kita sekarang" kata jeny "tidak masalah dia teman baik kita dia kan malaikat" kata lisa sambil meletakkan jeny ke dalam mobil.


malam harinya..


di dalam kamar jeny menatap lisa yang baru selesai mandi "kau mengatakan pada ku waktu itu kalau kau tidak akan memukul orang" kata jeny lisa menatap jeny "iya aku salah maafkan aku ya" kata lisa "kenapa kau terlihat seperti punya dendam dengan kak dim" kata jeny "tidak ada dendam kok tadi itu aku salah lihat" kata lisa sambil memakai jubah tidur nya "bentar ya boy menelpon ku" kata lisa "kau mau sesuatu aku akan buatkan" kata lisa "hum.. aku mau makan camilan saja" kata jeny "aku ambilkan" lisa keluar kamar "boy " lisa menceritakan semuanya yang terjadi "dengar lisa kau harus lebih mengendalikan dirimu jika kau melakukan hal seperti itu pandangan jeny akan terbalik dia akan menganggap mu yang jahat dan dim yang baik" kata boy "jadi aku harus apa? kau tau dim mengakui semua nya kalau itu rencana nya dia memang sengaja namun saat jeny datang dia langsung berpura-pura lemah lagi" kata lisa "soal ini diskusikan besok oke kita akan bicarakan dengan yang lain untuk mencari solusi" kata boy "oke" kata lisa "yang penting jangan pukul dim di saat ada jeny" kata boy "iya".


Agnes berjalan ke arah sebuah meja sambil membawa pesanan pelanggan nya di keesokan harinya " selamat menikmati nona "kata Agnes " terimakasih "kata orang di depan Agnes " kenapa kau yang mengantar kan makanan ku aku kan mau nya pria yang itu"kata seorang pelanggan pada bob "maaf nona semua sedang berkerja jadi dia tidak bisa mengantarkan makanan mu " kata bob "hei pembeli adalah raja" kata wanita itu "dan penjual adalah dewa" joe berdiri di belakang boy "joe" kata bob "gak suka dia yang antar ya gak usah makan tinggal pulang saja, mau dapat pelayanan istimewa ya buat aja restoran mu sendiri ayo cepat bob pelanggan semakin banyak" joe menarik bob "kenapa kau kasar pada nya? " kata bob "wanita yang seperti itu memang pantas mendapat nya" kata joe.


hari menjelang siang lisa pergi dengan mobil nya ke restoran milik nya sendiri "selamat datang nona lisa" sapa beberapa pelayan lisa langsung berjalan ke arah ruang khusus pelayan terlihat di sana ada joe dan yang lain lagi makan "lisa" kata bob "Hai guys maaf aku telat" boy datang "tidak papa makan saja" ucap lisa.


nano duduk di dekat jeny "haduh jen kalau kaki mu masih sakit seharusnya jangan kerja dulu" kata nano "iya tuh bener" kata yang lain "ah.. aku bosan bila harus diam di rumah" kata jeny sambil mengambil ponsel nya "telpon reno deh" kata jeny dalam hati.


pintu di buka reno keluar dari ruangan bersama asisten nya "Hai ren" reno tersenyum "Hai dio kau datang lagi ke sini" kata reno "ya aku ada urusan di sekitar sini jadi aku mampir kebetulan udah siang bagaimana kalau kita makan siang bersama" kata dio "oh ya tidak masalah mau makan siang di mana? " tanya reno "di restoran china itu saja tak jauh dari sini" kata dio "oke" reno menatap asisten nya "kau bisa pergi aku akan pergi dengan nya" kata reno "baik tuan" asisten reno pergi.

__ADS_1


"Hai reno kau sudah makan siang? " tanya jeny "ini aku sedang makan siang bersama rekan bisnis ku ini dia" kata reno "Hai" sapa dio "Hai juga hati Hai ya teman ku tidak tahan pedas " kata jeny "hei jangan begitu" kata reno "aku juga sedang makan siang bersama rekan rekan ku" kata jeny "kau tidak makan di luar? " tanya reno "tidak, lisa punya kebiasaan buruk yaitu mengirim makanan ke kantor ku" kata jeny "dan Karena itu aku tidak makan di luar " jeny melahap makanan nya .


joe meletakkan sendok nya lalu menatap ke teman teman nya yang masih bicara "diam!! " perintah joe "iya ja--" semua nya diam dan menatap ke arah joe "kalian terlalu banyak bicara, mudah saja untuk menghadapi dim saat ini yaitu kita harus memakai cara yang sama pada nya" kata joe "cara yang sama? " Agnes tidak mengerti "kau juga harus berakting sama seperti nya yang suka berakting" kata joe "jadi aku harus berpura-pura baik? " kata lisa "ya lakukan apa yang dia lakukan dan ayo buat rencana untuk menjebak nya seperti yang dia lakukan pada mu" kata joe "tunggu tunggu jadi dim berakting lisa juga berakting dim menjebak lisa dan lisa juga harus menjebak dim" kata boy "ya belajar lah dari gerak gerik musuh mu lisa" kata joe "apa rencana mu selanjutnya? " kata bob "akan aku katakan "joe menatap teman teman nya dengan datar dan menceritakan semua rencana nya pada mereka.


__ADS_2