Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
hari yang di nanti kan banyak orang


__ADS_3

pam menatap tiga pria yang berjalan ke arah nya "Hai endo astaga lama gak melihat mu kau makin jelek saja" kata pam "pam" kata riki "tidak papa riki kaya gak tau anak sialan ini" kata endo "di mana fudo" kata riki "ada urusan sebentar, kami menahan tuan bernarz di rumah mu " kata pam "ya sesuai keinginan endo" kata riki "ayo ayo aku udah lapar" kata amin "ya elah" kata pam "haha.. padahal dia tadi baru makan di pesawat" kata endo "sudah sudah ayo cari tempat makan" kata riki.


"permisi tuan" kata ansel John menatap ansel "laporan akuntansi" kata ansel "berikan pada ku" kata jeny "hm" kata ansel jeny meletakkan map hitam itu ke meja dekat John "kau mau periksa sekarang atau nanti" kata jeny "nanti" kata John "baik lah kalau begitu" kata jeny sambil menyingkirkan map hitam itu dari meja "John" fareed John diam "apa yang terjadi sekarang kenapa semua nya kacau" kata fareed "semua nya menghianati kita apa kau tidak sadar dan masih bertanya pada ku apa yang terjadi? " kata John "aku sudah menyelidiki semua nya mereka sama sekali tidak menculik papa" kata fareed "jangan sok tau!! pergilah aku ingin sendiri" kata John "tapi kita harus memperbaiki semuanya" kata fareed "jeny! " kata John "siap! mohon maaf tuan fareed tuan John ingin sendiri" kata jeny "kita harus bereskan kekacauan John meskipun tanpa papa" fareed berbalik lalu pergi.


malam harinya...


jeny berdiri di depan pintu rumah John "1-2-3" jeny menghitung dalam hati ponsel nya berbunyi .


John meneguk segelas wine "tuan John" jeny datang John menoleh "seseorang menelpon ku dan mengatakan dia melihat tuan besar dan sekarang tuan besar ada dengan nya" kata jeny "benarkah? " kata John "iya" kata jeny "siapkan mobil kita akan jemput dia" kata John.

__ADS_1


di depan laptop lisa memperhatikan layar laptop nya "astaga padahal aku ingin menemui jeny tapi malah lembur" kata lisa. "pelanggan hari ini sangat ramai sekali ya" kata Agnes "iya nih gak bisa jenguk jeny deh" kata bob "lain kali aja" kata joe.


"klik" pam menyalakan layar di depan bernarz "selamat menyaksikan tuan bernarz" kata pam "kau mau apa? " kata bernarz "kau akan tau nanti" kata riki.


di sebuah tempat terpencil terlihat gedung yang sudah rusak parah dan tidak terawat mobil berhenti John langsung ke luar "kenapa di tempat seperti ini? " tanya john "orang itu yang mengirim alamat nya aku tidak tau" kata jeny "periksa sekitar ini" kata John "siap tuan" kata para pengawal "kerja bagus rekan kecil" kata fudo sambil mengeluarkan ponsel nya "tuan fareed kenalkan aku fudo aku menemukan seorang pria tua dan juga dia meminta ku menelpon mu" kata fudo.


"iya dimana dia"


"cari dia sampai dapat"

__ADS_1


John menatap jeny "jadi kau bersekongkol dengan mereka? " kata John "tentu" kata danmi sambil mengacungkan senjata nya ke kepala John "dorr dorr dorr dorr dorr dorr dorr" jeny ditarik fudo danmi maju menyerang John "hiaaa" riki menyerang fareed dengan brutal "ini untuk adik ku" kata riki "dasar brengsek" fareed menendang riki "ups" amin menghindari tembakan yang mengarah ke arah nya "aku sangat lapar.. " kata amin "hati hati" kata fudo "iya kak" kata jeny "tetap di dekat ku" kata fudo dengan pistol dan katana di kedua tangan nya "aku akan membunuh mu!!! " kata danmi "dasar tentara gadungan" kata John sambil membalas pukulan dari danmi "uhh" riki mencekik fareed "jleb" fareed menusuk pinggang riki "hahahha... beraninya kau menyentuh ku" kata fareed sambil memukul riki "buagg" amin memukul fareed "riki" kata endo "tidak papa cuma luka ringan" kata riki sambil melepaskan bajunya dan mengikat kan nya ke pinggang nya suara tembakan dan jeritan terdengar jelas di malam itu korban berjatuhan sangat banyak amin kembali berdiri dia mengusap darah yang ada di wajah nya"aku suka hari ini"amin memungut senjata yang ada di tangan bodyguard John yang telah tewas "uhh" danmi kembali mendorong John mereka memperebutkan pisau yang di tangan danmi "kau tidak akan bisa membunuh ku" kata John "akan ku buktikan" kata danmi "aku membuka pakaian adik mu dengan pisau seperti ini" kata John "dasar Brengseek" danmi memukul wajah John tapi John berhasil merebut pisau itu "srakk" baju danmi sobek akibat pisau itu "kak danmi" kata jeny "dorr dorr dorr dorr" John terdiam melihat kakak nya tewas di depan nya jeny menatap tubuh fareed terjatuh "JENYYYYY" seru John "jeny" riki terkejut melihat adiknya "hadapi aku dulu" kata pam .


di ruang bawah tanah..


suara jeritan terdengar menggema "fareeeedddd" seru bernarz "lari John!! lari" kata bernarz terlihat para bodyguard kakak beradik itu banyak yang tewas dan beberapa sisa nya sekarat tubuh John di banting Oleh pam "tidaaakkk" kata bernarz.


"kak" jeny mendekati pam "oke" kata pam jeny menatap John Dengan penuh kebencian dia mulai memukul John dengan tangan nya air mata nya perlahan menetes semua kakak kakak nya menatap jeny "haaaaahhh!! " jeny terus memukul John karena kehilangan banyak tenaga john terjatuh saat hendak membalas pukulan jeny "orang tua ku" jeny menendang John "kakak kakak ku" jeny memukul dada John "sahabat terbaik ku" kata jeny sambil terisak isak dia memukul john "haaaahhh" jeny meluap kan amarah nya "jen" riki hendak mendekati jeny tapi fudo menghalangi nya dengan katana nya "biarkan dia puas" kata fudo "bagaimana jeny bisa" kata riki "AAAHHH!! " jeny terus memukul John, dia menatap pisau di dekat nya jeng langsung mengambil nya "haaah" jeny mengayunkan pisau itu "tap" jeny berhenti merasakan bahunya di pegang seseorang terlihat dea tersenyum "berhenti lah" kata dea "apa yang terjadi? " tanya endo "dia berhenti" kata amin "onnie" kata jeny sambil perlahan berdiri "anak mama" jeny menatap mama nya ada di depan nya air mata jeny kembali mengalir deras "anak papa sudah menepati janji nya " kata ryu "adik ku sudah besar" jeny menatap kakak kakak nya dan juga teman teman nya "bisakah aku ikut dengan kalian.. aku kesepian" kata jeny "kami selalu ada di dekat mu" kata nana "maaf kan kami" kata Nepal "jadilah anak baik jen" kata nano "hei" dea mengusap air mata jeny "kau anak yang kuat jen" kata dika "anak baik tidak boleh menagis" kata amara "sudah cukup" kata dea sambil mengusap tangan jeny perlahan jeny melepaskan pisau yang dia pegang "onnie.. " kata jeny "onnie di dekat mu.. onnie tidak akan pernah meninggal mu" kata dea "tapi kenapa kau pergi.. aku merindukan mu" kata jeny "kami juga" kata ezra "jangan kotori tangan mu lagi ya" kata amara "mama... papa.. hisk hisk hisk hisk.. ajak aku bersama mu" kata jeny "ku fikir kau sudah pintar" kata Atsushi "kau tetap bodoh ya" kata hiro "riki merawat mu dengan baik kan? " kata chitoraza jeny terisak isak mengusap wajah nya "sekarang kau yang cengeng ya" kata dea "onnie.. " kata jeny riki berlari ke arah jeny dan memeluk nya air mata nya juga mengalir "jangan pergi" kata jeny "kakak di sini bersama mu" kata riki "jangan pergi... hisk hisk jangan pergi" kata jeny semuanya tersenyum sambil menatap jeny dan perlahan menghilang "Ahhhh... .. tidak.. jangan pergi" kata jeny fudo meneteskan air mata melihat jeny menagis dengan kuat John menatap pistol di dekat tangan nya perlahan dia memungut pistol itu "riki" kata amin "awas" kata pam riki langsung memutar tubuhnya "dorr" John melepaskan tembakan "kakak" kata jeny sambil menatap darah yang mengalir di wajah riki "tap" tangan John jatuh ke tanah fudo menekan dada John "berikan pada ku" kata danmi sambil mengambil katana dari tangan fudo yang baru saja menebas tangan John "jlebb" danmi menusuk jantung John "kakak" kata jeny "kakak akan ada di dekat mu maaf kan kakak yang tidak bisa menjadi kakak yang baik " kata riki sambil memeluk tubuh adik nya dengan erat.


seseorang turun dari pesawat dia membenarkan topi nya sambil tersenyum perlahan "aku akan menemukan mu secepatnya " kata orang itu sambil berjalan dan menyalahkan rokok nya dengan santai dia meniup kan asap nya ke udara "sampai ketemu sayang".

__ADS_1


__ADS_2