Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
kejadian di masa lalu yang terulang kembali


__ADS_3

"semangat semuanya ini hari terakhir kita latihan"kata pelatih di depan "baik"sahutnoara penari "ayo mulai lagi karena besok kita semua akan tampil"kata pelatihnya "kalian ingin minum atau makan sesuatu?"tanya lisa "kenapa kau bertanya belikan saja aku dua truk es krim coklat dan makanan enak buat yang lain"kata jeny "es krim saja yang di kepala mu"kata boy "kalian suka es krim?"kata jeny "tentu saja"kata para penari "baik baik"kata lisa.


pelatih membawa para penari ke lapangan agar penyusunan formasinya lebih bagus "maju "kata pelatihnya "ayo musik"kata pelatih boy segera menyalakan musiknya jeny dan yang lain mulai menari.


"akkh"riki duduk "kau terluka semalam, jadi jangan banyak gerak"kata fudo "gimana amin?"tanya riki "mereka menculik amin"kata pam "kita harus menolongnya sekarang"ucap riki "tidak..bukan kita tapi aku dan pam yang akan menolongnya, kau tetap di sini"kata fudo "kenapa?"kata riki "apa kau tidak merasakan sakit hah? Perutmu di tusuk bodoh"ujar pam "tap--"kata riki "jangan membantah makan obat mu kami akan berangkat"fudo segera memakai rompi anti pelurunya .


jeny mulai berbaring satu pria datang di susul dengan yang lain sampai terakhir "yeaahh..bagus banget"kata agnes dan joe mereka berdua baru datang dua puluh menit yang lalu "keren banget sih"kata joe "rumm..brum."dua mobil truk datang dan juga satu mobil berukuran sedang "makanan datang"kata lisa lalu dia berjalan ke arah jeny "dua truk es krim kan?"kata lisa sambil tersenyum "wah...es krimnya banyak banget"kata mereka "lisa kau membeli es krim sebanyak itu?"kata agnes "gila sih"kata pelatih lisa masih diam dan menatap mata jeny "sesuai permintaanmu"lisa tersenyum "d..di..dia...sung..sungguh...sungguh..membawa nya"fikir jeny lisa terkekeh melihat wajah jeny "ayo semuanya makan piza dan snack nya minuman biasa ada es krim juga ada"kata lisa, "hei..mengapa kau membawa es krim sebanyak itu?"boy menghampiri lisa "lihat, lisa membelikan mereka es krim sebanyak ini"agnes masih sibuk merekam "mereka yang minta"kata lisa "tolong ambilkan satu"kata agnes seorang penari pria mengambilkan agnes satu es krim "apa kau suka di bawakan es krim sebanyak ini? Pasti kalian akan semangat berlatih lagi"kata agnes "ini karena jeny "kata penari pria itu "kok jeny?"tanya agnes "tadi jeny bilang bawakan saja dua truk es krim ke sini dan langsung datang es krim nya"kata pria itu.


Riki berdiri membalut perutnya dengan kain "aku juga harus menolong nya"kata riki sambil memakai rompi anti peluru lalu segera pergi.fudo memakai baju salah satu bodyguard nya zeky "kalau tidak percaya kalian datang ke sini, pria itu mengatakan choi lah yang menyuruhnya"terlihat zeky sedang menelpon seseorang di ruangannya fudo segera lanjut berjalan "buggg"pam memukul para penjaga pintu belakang "itu amin"pam melihat amin penuh dengan luka "penyusup!! Ada penyusup!"kata para pengawal "dorr..dorrr...dorrr"pam melepaskan tembakan lalu membawa amin pergi. Zeky yang mendengar keributan segera keluar dan baru membuka pintu sudah banyak mayat berserakan di dekatnya "angkat tangan mu!"kata fudo zeky melihat ke atas ada seorang pria di atasnya .


Kaca dan benda lainya mulai hancur dan berserakan akibat tendangan fudo yang begitu kuat. Pam meletakan amin ke dalam mobil lalu lanjut pergi menolong fudo "arrggh"zeky terlempar jauh "dorr..dorr..doorr!!"fudo segera menunduk melindungi dirinya dari tembakan "sial kau choi awas kau, setelah ini ku bunuh kau!"guman zeky "dorr dorr dorr duaarrr"pam membalas tembakan dan juga melempar peledak ke arah lawannya fudo berdiri sambil membawa sebuah meja sebagai tameng "hiaaa"zeky maju melempar fudo dengan vas "dorr dorrr prang!! Gubrak!! buggg"suara tembakan, kaca pecah terdengar saling sahut menyahut "mana anak itu"zeky melihat sekeliling nya "tuk!"zeky merasakan sebuah senjata sudah menempel di kepala nya "ada kata kata terakhir?"tanya fudo "jangan sombong!"zeky langsung berbalik dan memukul fudo kedua senjata mereka sama sama terjatuh fudo melancarkan tendangan nya dengan cepat "bruaggg"fudo terjatuh ke arah dinding "mati kau"zeky buru buru lari mengambil senjata nya fudo juga tidak mau kalah "crek!!"ketika keduanya saling siap untuk menembak peluru mereka malah habis "buaggg"fudo melemparkan senjatanya ke arah zeky lalu dia maju menyerang zeky dengan membabi buta "bruagg"pam melempar dua orang sekaligus "buaggg buagg"fudo mundur darah mengalir dari pelipis nya yang terluka "hahahah huahhahaha"zeky memegang tongkat besi "tuan!!"satu pengawal melempar senjata "huahahaha..sekarang akulah pemenang nya"kata zeky sambil melepas beberapa tembakan fudo menghidarinya tetapi dia malah terjatuh punggungnya terkena kaca "ada pesan terakhir?"tanya zeky "uhuk. Uhuk.."fudo terlihat menahan sakit "kenapa diam?"kata zeky "karena kau yang harus menjawabnya!!!"riki sudah berdiri di samping zeky "kau"zeky mengarahkan senjatanya ke kepala riki "ayo tembak kalah berani"kata riki "kau akan menyesal"zeky melepas satu tembakan "DDOORRR!!!" fudo memejam kan matanya tidak ingin melihat riki tertembak "aw"kata riki ternyata dia menahan lobang pistol itu dengan tangannya "buaggg"zeky ambruk karena di pukul dengan tongkat kasti yang di bawa riki "dor!!"zeky masih melepas satu tembakan lagi ke perut riki "sialan"riki segera menghajar zeky dengan tenaga penuh.


Jeny duduk dekat boy "kakak kemana sih, di telpon kok gak bisa"kata jeny "mungkin dia kerja jen"ujar boy "kan udah siang pasti dia lagi istirahat"kata jeny. Tak lama kemudian ponselnya pun berbunyi "halo adkku sayang"kata riki "kakak, kok susah banget sih di telpon aku kan jadi kesal"kata jeny "iya maaf kakak salah, tadi ponselnya ketinggalan di rumah makan"kata riki "hh..kok bisa sih...kakak kau ceroboh banget"kata jeny "iya oh ya kau sedang apa?"tanya riki "aku sedang latihan buat besok, kau pulang tidak?'"tanya jeny riki melihat darah di perutnya semakin deras mengalir "kakak besok tidak bisa, ada tugas menangkap penjahat besar"kata riki "oh..ya ampun...kau harus hati hati kak"kata jeny "iya nanti kakak telpon lagi ya, kakak harus ke kantor lagi"kata riki "baik kakak ku jangan lupa makan dan jaga kesehatan"kata jeny.


Riki menahan sakit dia membuka bajunya "fudo kau aman?"kata riki "hm ya"kata fudo sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


Malam harinya .....


Fudo dan riki di rumah sakit karena luka mereka sangat parah amin juga sedang di periksa.


Dea tersenyum dengan lebar "duh...bahagia sekali"kata agnes "iya dong dia akan menikah besok"kata bob "gimana persiapan jeny?"tanya reno"dia sudah sangat siap banget dong, tariannya juga wuih...keren pokoknya"kata agnes "duhh gak sabar lagi mau lihat jeny menari"kata bob.


lisa duduk di sofa dia langsung tertunduk saat setelah menceritakan tentang orang yang dia sukai ke mama nya alfie menatap anaknya "kenapa kau tidak cerita dari dulu?"tanya alfie "aku ingin bercerita ma, tapi aku selalu sibuk dengan kerjaan di kantor"kata lisa "kenapa kau tidak membawanya ke mari? Harusnya kau mengenalkannya ke mama"kata alfie "aku akan membawa nya nanti saat aku sudah berani menyatakan perasaanku ma"kata lisa sambil tersenyum "kau kelihatannya sangat menyukai nya" alfie sudah lama tidak melihat bertingkah seperti remaja yang baru mengenal cinta apalagi di saat anaknya mengalami kegagalan berkali kali dalam hubungan cinta nya "mama..dia sangat menggemaskan, imut dan juga cantik..aku tidak pernah bosan memandangnya saat berada di dekatnya tidak ada yang menarik selain wajahnya dan juga suaranya"kata lisa "rasanya aku selalu ingin dekat dengannya pergi kemana pun dengan nya, kami baru liburan bersama menghabiskan hari hari bersama nya dan juga temannya. Mama tau dia sangat lucu"kata lisa "oooh..."daichi datang dan duduk di sofa "kakak"kata lisa "jadi karena mau liburan dengan orang yang kau suka sampai sampai kau rela lembur beberapa hari semalam ya"kata daichi "dengar daichi cinta bisa membuat segalanya berubah, pantas saja papa lihat dia semangat kerja terus biasanya dia mengeluh kalau di suruh kerja"kata chio "duh...jangan bicara begitu"kata alfie karena melihat wajah lisa jadi merah "kapan kau kenal kan dia dengan papa, duh..papa sangat tidak sabar ingin melihat nya"kata chio "aku juga aku mau lihat dia seperti apa sehingga membuat es batu ku cair"kata daichi "kakak! Kau selalu saja begitu"lisa kesal "hahaha..ayo ceritakan lagi tentang dia"kata chio "papa dia anak yang baik, dan juga suka mengomeliku hehe dia bilang aku menyebalkan"kata lisa "memang iya kok"kata daichi "aku akan melemparmu ke segitiga bermuda kak"kata lisa "aduhhh kalian ini berkelahi saja"kata chio dia sangat senang karena biasanya lisa jarang bicara dan sudah lama lisa tidak bicara panjang seperti ini "apa kau tidak mempunyai fotonya?"kata alfie "humm..bentar"lisa mengambil ponsel nya tiba tiba lisa terlihat murung "ini"kata lisa "hum?"jeny melihat foto gadis sedang memakan coklat "dia seorang gadis?"kata chio "aku suka padanya pa"kata lisa "pantas saja dia bilang orang nya cantik ternyata dia seorang gadis"fikir alfie chio terlihat heran lisa hanya menunduk "ahhh..tidak masalah dia gadis atau pria yang penting adalah cinta"daichi mencoba mencairkan kembali suasana yang tadinya ceria jadi hening "kau menyukai seorang gadis?"kata chio sambil menatap lisa "iya pa, aku jatuh cinta padanya"kata lisa "wah dia terlihat cantik"kata daichi "mama suka juga melihat nya, kejarlah dia sampai dapat nak"kata alfie "mama tidak marah?"kata lisa "tidak, karena mama tau kau melakukan sesuatu yang tidak salah, cinta tidak salah"kata alfie karena dia tau sejak satu tahun lalu kalau anaknya menyukai seorang wanita bukan seorang pria tapi dia masih ragu untuk bertanya dan hanya berani cerita sedikit kesuaminya dan juga lisa jarang bicara sejak kisah cinta nya kembali gagal "papa marah!"kata chio "papa.."lisa menatap papa nya "papa"daichi ikut cemas "karena kau menyukai dia tetapi belum mendapatkannya"kata chio "huf. Sial untung papa ku kalau bukan udah ku lempar ke kolam"fikir daichi "kau harus dapatkan dia dengan secepatnya jangan sampai dia di ambil orang"kata daichi "aku ...aku gugup dan juga ..belum siap mengutarakan isi hatiku pada nya apalagi dia akan ulang tahun sebentar lagi"kata lisa "waah..bagus tuh tembak dia saat dia ulang tahun nanti aku bantu ngerangkai kata nya"kata daichi "mama akan bantu memilih kadonya"kata alfie "papa ngapain ya?"kata chio "nanti papa aku bantuin milih hadiah buat calon mantu hhahaa"kata daichi "humm..aku harus pergi ke rumah nya sekarang"kata lisa "ya ya pergilah nak, mama akan mendoakan mu"kata alfie "ya ya papa juga apa kau masih butuh uang dari papa untuk gadis mu itu?"kata chio "tidak papa..byeee"lisa melambaikan tangannya setelah memeluk orang tuanya dengan senang "lisa ku sudah kembali "kata chio "benar papa lisa jadi banyak bicara dan tidak marah marah lagi"kata daichi "gadis itu malaikat nya lisa dia mengubah lisa menjadi lebih bersemangat"kata alfie.


Boy melihat lisa masih duduk di sofa ruang tamu "loh,mana jeny?"tanya boy "dia bilang mau tidur duluan, sepertinya dia sedang kesal kak riki belum menelpon jeny lagi"kata lisa, boy segera naik ke atas menemui jeny "jeny"boy melihat jeny yang sedang murung "boy, kakak bohong"kata jeny "tidak jen, seorang kakak tidak pernah berbohong"kata boy "dia bilang akan menelpon tapi sampai sekarang belum ada"kata jeny "aku coba telpon dia ya"kata boy "apa dia tidak tau adiknya kwatir"kata jeny ponsel jeny berbunyi "maaf ya tadi kakak ada rapat mendadak"kata riki "bilang dong, aku tuh cemas tau"kata jeny "jangan marah"kata boy "pokoknya telponnya jangan di matiin"kata jeny "siap adikku"kata riki sambil melihat selang infus di tangannya.


Jeny latihan lagi sebentar lalu pergi bersama penari lainya untuk bersiap karena hari ini, adalah hari yang sangat di nantikan boy duduk di dekat jeny dia membantu persiapan para penari lainya "mobil sudah siap"lisa datang "waw..kau terlihat gagah "kata boy "ku fikir dia seorang pria"kata tukang rias lisa tersenyum dia mengenakan dalaman hitam dan jas blazer berwarna abu abu dan jam tangan di lengan kanan nya "aku curiga pada mu"kata jeny yang masih di rias "pada ku?"kata lisa "ya, kenapa rambutmu masih pendek saja tidak panjang panjang ku rasa kau bukan tomboy tapi kau pria sungguhan yang menyamar jadi wanita"kata jeny "sembarangan aja!"kata lisa.


"sudah keren "kata ezra "hahaha sudah sudah "kata reno "tunggu jeny"kata agnes "baik"kata yang lainnya. Tak lama kemudian ada suara mobil dari luar "itu lisa"kata joe "ayo kita segera ke sana"kata lisa "baik ayo guys"kata bob mereka memasuki mobil "ayo ayo aku sudah siap!!'kata jeny "wah kau cantik sekali dea"kata jeny "kau juga cantik sekali"kata dea "nanti saja memujinya penghulu sudah menunggu di sana"kata joe "kau selalu saja begitu"kata reno "aku bosan kalau lama lama"kata joe "ayo ayo"mereka pun masuk ke dalam mobil jeny masuk ke dalam mobil bersama para penari lain "kalian duluan saja aku akan membawa beberapa barang "kata boy "aku bantu"kata lisa beberapa mobil sudah berjalan duluan boy mengangkat lima box ke dalam mobil lisa juga terlihat sedang membantu "ahhh...sial"kata boy "ada apa?"lisa datang "ban nya bocor kita harus memperbaiki nya dulu"kata boy "gak papa aku suruh anak buah ku datang mengantar mobil"kata lisa.


"semangat semuanya nanti kita akan tampil"kata pelatih "iya...kami akan selalu semangat"kata beberapa penari "kakak kok belum ada nelpon ya pagi ini"fikir jeny "kau sudah hafal nama dea belum, jangan sampai pas akad kau salah sebut hahaha kata bob "tidak munggkin lah"kata reno "bisa aja loh sekarang dia ingat pas akad pasti dia grogi"kata bob "kau ini bicara apa"joe menjitak kepala bob "doain biar lancar"kata joe "sudah sudah jangan berkelahi"kata ezra.

__ADS_1


Riki di rawat di rumah sakit karena kehilangan banyak darah, "gimana dokter?"tanya fudo yang berada di samping riki "pasien sudah bisa di selamatkan tetapi dia masih menjalani beberapa perawatan lagi"kata dokter "kalau temen saya yang lain?"tanya fudo sambil melihat ke arah riki "teman anda semua nya sudah baik baik bagaimana dengan anda tuan, luka anda juga cukup parah karena kaca"kata dokter "aku sudah sembuh"kata fudo.


"aduh..ren lama banget"kata lisa saat dua mobil baru datang "maaf nona "kata ren "ayo bantu pindahkan barang itu ke mobil yang ini"kata lisa "baik nona!"kata rai "boy kita naik mobil yang ini "kata lisa "oke oke tidak masalah"boy membantu bodyguard lisa memasukan box ke dalam mobil.


Seorang pria terlihat panik di dalam mobil "halo..john..gawat..aku di kejar polisi"kata fareed "kok bisa kak"kata john "panjang cerita nya mereka ingin menangkap ku karena tau aku itu keponakannya paman choi. Polisinya gak bisa hentikan itu bukan polisi yang biasanya kita bayar"kata fareed "baik aku akan menolong mu"kata john lalu dia segera membawa beberapa pengawal dan langsung pergi.


Seorang penari pria menyodorkan minuman ke jeny "kenapa diam saja, ayo minum apa kau gugup?"tanya pria itu "tidak "kata jeny "lihat lihat dia deketin jeny lagi tuh"bisik yang lain "aku malah tidak sabar ingin cepat cepat sampai"kata jeny "wah...aku juga semoga saja tidak lupa gerakannya hehe aku terkadang kalau gugup lupa segalanya"kata pria itu "hahaha kau lucu sekali, hum kakak ku bilang kalau kita gugup kita harus memejam kan mata dan ingat orang terdekat kita"kata jeny "kau punya kakak?"tanya pria itu "punya satu "kata jeny "tapi kok aku gak ada lihat?"kata pria itu "dia sedang pergi kerja"kata jeny.


"bzziikkkket!!"mobil hitam melaju dengan cepat "kak cepat pindah ke sini!"kata john "susah..dekat lagi!"kata fareed "brummm"mobil hitam mendekati mobil putih fareed segera pindah "ayo ambil dua jalan"mobil hitam belok ke kanan sedang kan mobil putih belok kiri "mereka berpencar"kata salah satu polisi "kita kepung saja aku kanan kau kiri dan kau jalan lurus itu ok"mobil polisi berpencar "apa kau gugup?"tanya ezra dea langsung menatap ezra lalu dia menggelengkan kepalanya "aku tidak merasa gugup lagi, karena kita akan hidup bersama selamanya"kata dea "ehem ehem...ngomong ngomong makanan nya apa saja ya?"kata bob " makan saja!"kata joe "haha ..makanan nya banyak"kata ezra sambil memegang tangan dea .


"ambil alih kemudi"kata john "oke"fareed menggantikan john menyetir john membuka kaca jendela "dorrr dorrr dorrr"dia menembaki tiga mobil polisi di belakang mobilnya "hei...**** you !!"kata polisi itu sambil membalas tembakan john "dorr dorrr dorrr"adu tembak pun terjadi "bluzzz...bruaagggg!!"satu mobil polisinya menabrak pohon besar "awas"kata fareed "aduh"john masuk kembali ke mobil "turun kalian!!"satu mobil polisi sudah di samping mereka "berikan padaku "john mengambil alih kemudi "KAU SUDAH DI KEPUNG!!"kata polisi itu fareed keluar melalui celah kaca mobil dia naik ke atas mobil dan melempar satu peledak ke mobil polisi yang di belakang lalu melompat ke mobil satunya "dorr dorrr dorrr"fareed menembaki polisi yang di dalam mobil "kak awas di depan !!"kata john ada enam mobil polisi yang sedang melaju dari arah kanan dan kiri fareed masuk ke dalam mobil polisi itu "AWAAS KAK ....ADA MOBIL DI DEPAN!!"seru john "sial"fareed membanting setir .


dea masih menatap ezra "dengar sayang kau hari ini makin bersinar"bisik ezra "kau juga semakin tampan"kata dea "eh..apa itu?"kata reno yang sedang menyetir "astaga!! Hati hati kata joe asap dan suara tembakan terdengar "wuuizzzz"mobil polisi meluncur di atas mobil mereka "mati kau!!"john menembak mobil pembuat besi yang tak jauh dari sana "DORR DORRR"besi besi panjang tersebut langsung melorot turun "ya allah"kata dea "sayang"ezra merangkul dea "bruaaggggg buaggg. .....duarrr..."mobil polisi melewati mereka mobil di depan langsung terbalik dan terbanting dengan keras "AAAHHHHHH"kecelakaan tidak dapat terhindar lagi "aw akh"jeny menguluarkan darah dari kepalanya dan langsung hilang kesadaran "gawat aku menabrak orang"kata freed "ayo kak cepat"john melihat kakak nya yang mau turun "biarkan saja ayo"john pergi.


Jeny membuka mata nya perlahan "hum"dia melihat satu penari yang ada di bawah nya mobil nya sudah mengeluarkan bau bensin "jeny!!"seperti ada suara dari luar jeny merangkak naik membuka pintu mobil kondisi mobil nya sudah miring "griit"pintu di buka jeny berusaha naik ke atas agar bisa keluar darah mengalir ke jalanan terlihat para penari pada tidak sadar kan diri jeny perlahan turun dari mobil "ahhh"agnes mengulurkan tangan dari kaca mobil yang sudah terbalik "huh..huk..huu"dea terlihat sedang sekarat tubuhnya sudah berada di luar mobil dengan ezra yang sudah tidak bergerak "onnie..hisk"kata jeny "astaga ada apa ini?"lisa berhenti jeny ingin berjalan tetapi dia tidak sanggup "astaga"kata boy "hum.."jeny kambali teringat masa lalunya "jeny..jeny"lisa segera menemukan jeny "jeny..tenang..ok"kata lisa "kaki.ku. Tidak- bergerak"guman jeny boy dan beberapa bodyguard mencoba menolong yang lain "onnie.."tubuh jeny perlahan hilang tenaga lisa menahan tubuh jeny yang hampir terjatuh "jeny..jeny..ini lisa..oke.tenang..tenang..tarik nafas"kata lisa sambil melihat mata jeny yang perlahan menutup. "dea...dea!!"kata boy tubuh dea berhenti kejang kejang dan matanya menutup perlahan "tolong"kata agnes yang masih terjepit "DUUUARRRR!!!"satu mobil meledak keras lalu terbakar bodyguard lisa menolong agnes dan yang lainnya "ahhhkh"joe di tarik keluar dari mobil "ahh..."boy terkejut melihat potongan kaca menusuk perut joe "ayo keluarkan dulu semuanya!! Mobilnya akan meledak"kata boy "dea..hisk hisk dea...tidak boleh DEAAAAA"agnes menangis histeris lisa mencoba menengkannya dan membawa agnes ke dalam mobil "jeny...jeny you oke..hisk hisk..jeny"kata agnes melihat jeny diam tidak bergerak di dekatnya.

__ADS_1


__ADS_2