
cincin terpasang di jari manis di sambut dengan tepuk tangan dan tangisan haru dari orang orang yang hadir "wah.. mereka sudah sah" kata jeny "iya kita juga akan begitu" kata lisa "jeny aa... " seru reno "haai" jeny melambaikan tangan nya "aih.. mereka berciuman lagi" kata jeny "kau mau ciuman juga" lisa menutup mata jeny "tidak" kata jeny.
reno menghampiri jeny "selamat" kata jeny "maaf ya mendadak" kata reno "kau benar-benar membuat ku sangat terkejut" kata jeny "benar tuh" kata joe dengan ketus, "aku hampir tidak percaya" kata boy "aku langsung panik mencari hadiah" kata Agnes "haha santai saja, melihat kalian datang saja aku sudah senang" kata reno "hadiah mu aku antar ke penginapan mu" kata lisa "iya terimakasih" kata reno "kenapa diam saja ayo menari" kata dio "sana menarilah dengan suami mu" kata jeny "oke aku tinggal dulu kalian juga menari lah" kata reno "aku sudah sangat lelah" kata jeny "aku akan makan saja" kata bob "gak heran" joe pergi lebih dulu "aku juga mau menari" kata ara "apa? " joe menghentikan langkah nya. "ayolah ara mau menari tuh" kata lisa "pergi saja sana" kata joe "dia pacar mu bego" kata Agnes "ajak adik ku menari atau aku tidak merestui kalian" kata hong su "gak butuh" joe membawa ara pergi "kau bilang apa! " kata hong su "hahaha" boy tertawa, "jangan ambil hati joe memang begitu" kata jeny "lihat Reno dan dio berdansa" kata jin "ayo kita berdansa juga" kata hong su "apa? " jin di tarik pergi .
"huam" lisa menoleh melihat jeje menguap "kau sudah mengantuk? " tanya lisa "iya sedikit mengantuk eh, lisa lihat itu" jeny menunjuk sesuatu "apa? " lisa melihat apa yang di tunjuk jeny namun tidak ada apapun "sebenarnya apa yang mau ka--? jeny !! jeny " lisa melihat sekeliling nya lalu teman teman nya, dan jeny menghilang "jeny? " lisa segera pergi mencari jeny "hei bintang kau lihat jeny? " lisa cemas "tidak" kata bintang "kemana dia" kata lisa "boleh aku minum Alkohol setelah ini? " kata reno "jangan banyak banyak" kata dio sambil menarik tangan reno "aku gak menyangka hidup ku akan berubah drastis" kata reno dalam hati "terimakasih sudah menerima ku" kata dio "terimakasih sudah membawa ku ke dalam dunia" kata reno "waduh" joe menutup mata ara di saat mereka berdua sedang menari "ada apa? " kata ara "jangan menari lagi ada adegan dewasa" kata joe setelah melihat dio mencium reno.
__ADS_1
dengan muka cemas lisa menghentikan langkah nya "yang lain sibuk lalu kemana jeny ku" kata lisa "aih.. sudah lama aku tidak minum Alkohol" kata jeny "waw kau jago minum juga" kata wanita di sebelah jeny, "hyahaha aku cuma ingin minum saja" kata jeny "ayo ayo kita bersulang" kata beberapa di dekat jeny "ayo gadis mungil bersulang" kata mereka "oke! oke bersulang! " kata jeny "kau tinggal dimana? " tanya wanita di samping jeny "aku Indonesia" kata jeny "oh.. wanita di Indonesia sangat lucu, imut dan cantik" kata wanita itu "wanita thailand juga sama " kata jeny "aku harus cari jeny kemana? " fikir lisa "ayo minum lagi" kata orang orang di sekeliling jeny.
"ayo ayo!! aku sanggup menghabiskan tuju gelas dalam beberapa menit" kata jeny "waw kau seorang pemabuk ya" kata mereka "iya tapi itu dulu, sekarang tidak. aku sudah mengurangi nya" kata jeny dengan senang "hari ini jangan mengurangi nya" jeny mengerutkan kening nya "kenapa? " jeny terdiam sesaat "ini malam yang bahagia" jeny tersenyum "kau benar, teman ku pengantin nya jadi aku akan mabuk hari ini" kata jeny "bagus sekali " jeny mengambil segelas minuman lagi "ayo bersulang, oh ya nama kalian siapa? bersyukur aku bisa ngerti sedikit bahasa Inggris jika tidak aku gak akan bisa ngobrol dengan kalian" kata jeny.
dio melingkar kan tangan nya ke pinggang reno "ayo bersulang untuk kita" kata dio "bersulang" kata reno "tunggu, itu lisa kenapa keliatan gelisah" kata reno "biar aku tanyakan" kata dio "Hai lisa ada apa? " tanya dio.
__ADS_1
jeny menyalakan air keran "aih.. padahal tadi baik baik saja" kata jeny "kau baik baik saja? " jeny menoleh "hum kau ya--" jeny memejamkan mata nya ketika ada gas di semprot kan ke arah nya "ccsss" jeny perlahan jatuh ke lantai "aih... kaki ku rasa nya lemas" kata jeny "aku akan bantu" wanita itu mengangkat tubuh jeny "teman teman jeny menghilang" kata bob "astaga" kata jin "jeny!!! jeny!!! " reno mencari jeny "lisa lisa.. ponsel nya jeny aku temukan di sini" kata reno "astaga kemana dia" kata lisa "itu seperti nya" sai melihat seorang wanita memasukan jeny ke dalam mobil "nona, sai menemukan jeny" kata bright "dimana? ".
tubuh jeny di baring kan ke dalam mobil " sayang sekali jika aku melepaskan barang bagus seperti mu"kata wanita itu "hei" jin menghadang mobil itu "jangan pergi!!" kata Agnes "siapa kalian" wanita itu keluar dari mobil "buagg"lisa langsung memukul nya " nona dia ada di dalam"kata sai "beraninya mau menculik istri ku" lisa marah "kau melepaskan nya jadi aku akan mengambil nya, dan dia juga tidak bilang kalau dia punya suami!!" kata wanita itu "berani nya ka--" boy menahan tangan lisa "tangkap wanita ini" kata boy.
pintu kamar di buka, lisa langsung masuk sambil membawa jeny "anak nakal" lisa langsung menutup pintu "hum? " jeny membuka mata nya ketika merasakan handuk dingin di wajah nya "kau baik baik saja? " lisa tersenyum "hum? " jeny memperhatikan sekitar nya "dimana ini" kata jeny "di apartemen " kata lisa, "aih lisa.. kenapa menarik celana ku aku cuma pakai celana -- pen--zzz" jeny memejamkan mata nya lagi "kau mabuk" kata lisa "siapa yang-- kau bilang-- mmaabbuk" jeny bicara tanpa membuka mata nya "benarkah? kau tidak mabuk? " kata lisa namun jeny tidak menjawab "kau sudah membuat ku kawatir" kata lisa "ahh" jeny menggerakkan tangan nya untuk menggapai sesuatu "aih.. lisa.. ahh.. apa yang kau-- la--" jeny meremas sprai nya lalu menggerakkan kaki nya "lisa" kata jeny "diam lah aku ingin memberi mu pelajaran" kata lisa sambil menatap jeny yang kelihatan nya kembali terlelap. lisa tersenyum "aih.. " jeny membuka matanya sedikit "uh.. " kedua tangan nya meremas sprai dengan kuat "jangan lisa" kata jeny , "ini adalah hukuman" kata lisa "uh.. ah.. lisa" jeny mencoba menarik lisa namun tidak bisa tenaga nya sudah melemah dia hanya sanggup menggerakkan sedikit kaki nya .
__ADS_1
"astaga jeny hampir saja di culik itu benar-benar membuat ku takut" kata Agnes "jangan kawatir dia sudah aman sekarang" kata evan "untung saja cepat ketahuan" kata bob "ayo kita istirahat kira harus kembali besok" Winda mengakhiri percakapan malam itu.