Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
niat jahat adsila


__ADS_3

jeny membawa tas nya turun dari taxi dia melihat ada sepatu di luar rumahnya "griitt" pintu di buka terlihat boy sudah di dalam rumah "dari mana kau? " tanya boy "jalan jalan bentar" kata jeny sambil melepaskan sepatu nya "seharusnya kau memberi tau aku biar aku bisa menemani mu" kata boy "aku sudah besar kemana pun aku mau aku bisa pergi" kata jeny "eh.. tumben dia bicara begitu" fikir boy "kenapa melamun" jeny menepuk bahu boy "aih.. aku sedang membuat kue coklat untuk mu" kata boy "oh.. " kata jeny "responnya? oh.. mungkin karena jeny masih belum tau benar tentang ku dia kan masih hilang ingatan" kata boy dalam hati lalu dia tersenyum melihat ke arah jeny "boy.. mana kue nya aku lapar" kata jeny "oh.. ya ya tunggu bentar lagi aku akan mengeluarkan nya dari oven" kata boy sambil tersenyum dia berjalan ke arah oven melihat kue yang dia buat mulai mengembang .


"dia kenapa? " tanya fudo "riki sedang gelisah jeny tidak mengangkat telpon nya" ujar pam "riki" fudo menepuk bahu riki "duduklah minum dulu" kata fudo "iya duduk lah dari tadi kau berdiri jalan kesana ke sini" kata amin "oke" riki duduk fudo memberinya segelas minuman "jangan panik aku akan menelpon nya" kata fudo "aku tidak tau apa yang terjadi dua hari dia tidak mengangkat telpon dari ku" kata riki.


lisa berjalan dengan asisten nya menuju sebuah ruangan "halo" lisa langsung duduk asisten nya meletakkan sebuah dokumen ke depan lisa "halo nona saya utusan dari peru--" lawan bicara lisa terdiam "iya lanjut saja" lisa menoleh dia juga langsung terdiam "lisa" kata wanita itu lisa langsung membuang muka terlihat wajah lisa yang semula nya ceria sekarang terlihat seperti orang marah besar "bawa kembali dokumen nya" kata lisa asisten nya mengangguk "lisa.. aku.. " kata wanita itu lisa langsung berdiri "lisa.. aku minta maaf" kata wanita itu sambil menarik tangan lisa "pergilah" lisa menyuruh asisten pergi "lepaskan tangan ku! " lisa menarik tangannya dengan kasar "aku tau kau pasti masih marah padaku.. lisa.. ku mohon.. aku benar benar menyesal meninggalkan mu" kata wanita itu "jangan dekati aku adsila!! " ujar lisa "lisa aku masih mencintai mu" kata adsila "keluar dari tempatku!! di sini tidak menerima orang seperti mu!! " kata lisa setelah bicara dia langsung pergi.


boy melihat ponsel jeny berbunyi "kakak" terlihat ada panggilan masuk boy langsung mengangkat nya "halo kak" kata boy "oh.. kenapa ponsel jeny ada padamu? " kata fudo "dia kan sahabat ya terserah ku kenapa kau menelpon nya? " kata boy "karena dia adiku" kata fudo "jangan banyak bicara dia hanya punya satu kakak" kata boy "jangan membuat ku kesal!! di mana jeny" kata fudo "jeny!!! kakak menelpon!!! jeeenyyyy!! " seru boy "ya!! " jeny datang dengan memakai jubah mandi "halo" kata jeny "gimana kabarmu? " kata fudo "baik-baik saja kak, gimana dengan mu" kata jeny "kakak tentu saja baik" kata fudo lalu dia memberikan ponsel nya ke riki "aku kau marah? " tanya riki "cya... kakak bicara apa?" kata jeny "kenapa tidak angkat telpon? " kata riki "kau yang kenapa, ayolah.. kenapa suara mu berubah? " kata jeny "kau membuat ku cemas" ucap riki "aku kemarin mengaktifkan mode jangan ganggu karena aku sedang bermain game dan aku lupa menonaktifkan nya" kata jeny "dasar adik nakal" kata riki.


lisa menatap luar jendela "huff.. " dia perlahan menarik nafas lalu membuka ponsel nya seketika dahinya berkerut "kenapa hanya memakai jubah mandi " lisa langsung berdiri dan keluar dari ruangan nya "lisa" adsila kelihatan nya menunggu lisa di parkiran "awas aku sibuk" kata lisa "apa kita tidak bisa mengulang kembali kisah kita? " kata adsila "apa kepala mu kosong? " kata lisa mata adsila berair "aku tau aku salah seharusnya aku berfikir dulu waktu itu. aku benar benar masih mencintai mu" kata adsila "kita balikan ya? " kata adsila "maaf aku sudah mencintai orang lain" lisa menarik tangan nya lalu masuk ke dalam mobil "lisa.. lisa.. tunggu.. beri aku kesempatan lagi" kata adsila tapi lisa tidak menanggapi nya "lisa bilang dia sudah mencintai orang lain" adsila menangis "siapa dia? " kata adsila.


jeny mendengarkan suara riki yang sedari tadi bicara terus pada nya "jangan lakukan hal itu lagi ya ku mohon" kata riki "hm" kata jeny "ayolah berjanji" kata riki "iya.. aku janji" kata jeny "griit" pintu terbuka "Hai jen" sapa lisa "eh.. siapa yang kau masuk? " kata jeny "siapa? " tanya riki "lisa datang" ujar jeny "oh.. baguslah dia teman mu kan? " kata riki "tidak" kata jeny lisa melihat boy tertidur pulas di sofa "haha.. lalu siapa lisa jika dia bukan teman mu? " kata riki "dia temannya boy" kata jeny sambil melihat lisa ke dapur "yang lain baik baik saja kan? " kata riki "iya tapi mereka sibuk kerja"kata jeny " tidak papa kakak juga akan segera pulang biar kita bisa bersama"kata riki "kita sudah sering bicara tidak perlu pulang jika belum waktu nya" kata jeny riki terkejut mendengar ucapan adiknya lisa memperhatikan jeny dari pintu dapur "hei jen kenapa kau hanya menggunakan jubah mandi? " kata lisa "buka urusan mu" kata jeny "ya" lisa duduk sambil mengupas kulit mangga "kakak aku mau tidur bye" kata jeny "tidur? " kata riki "iya tadi aku habis jalan jalan sekarang aku mengantuk" kata jeny "oke oke" kata riki.


lisa melihat jeny meletakan ponsel nya "kau jalan jalan tanpa mengajak ku? " kata lisa "buat apa aku mengajak mu" jeny langsung pergi naik ke atas tangga "jeny gimana kita jalan jalan lagi? " kata lisa tapi jeny tidak menjawab nya.


jeny melepaskan jubah mandinya lalu memakai baju kaos lengan pendek dan celana pendek "kau bahkan menjauh dariku mengabaikan ku " kata jeny "jadi mengapa aku tidak mengabaikan mu kak" kata jeny.


"makan buah jen" kata lisa saat melihat jeny datang "kenapa kau tidak membawa teman ku" kata jeny sambil berjalan ke dapur mengambil sebotol minuman dari kulkas lalu duduk bersebrangan dengan lisa "maksudnya mu dea? " kata lisa jeny tidak menjawab "maaf deh.. lain kali aku akan bawa mereka" kata lisa dia melihat jeny kesulitan membuka minuman botol nya "minuman apa ini? " fikir jeny "begini cara nya" jeny menoleh ketika dia melihat tangan lisa menyentuh tangan nya dari belakang "jangan lihat aku lihat botol nya pertama tangan mu ke sini buka segel biru ini dengan menarik nya" kata lisa "dia wangi banget" kata lisa dalam hati "lalu pegang botolnya" kata lisa sambil menggerakkan tangan jeny untuk membuka tutup botol "crekk" tutup botol terlepas "gampang kan? " kata lisa jeny melihat lisa "jangan bicara di dekat telinga ku! " kata jeny "oh.. maaf" lisa melepaskan tangan jeny boy yang melihat itu hanya bisa diam mematung "eh boy kau sudah bangun" kata lisa "pemandangan apa barusan? " fikir boy "boy kau yang membeli minuman ini? " tanya jeny boy mengangguk "itu minuman terbaru ku lihat bagus dia di lapisi tiga segel jadi di jamin higenis" kata boy "sial tangan ku sakit membukanya" kata jeny "aku akan mengajari mu nanti" kata boy dia masih menatap lisa "aku tidak bisa berfikir jernih lagi" kata boy dalam hati.

__ADS_1


lisa masuk ke dalam sebuah ruangan melihat dekorasi ruangan itu yang hampir sempurna "bagaimana nona" ujar sai "bagus jangan lupa isi hiasan tema naruto nya" kata lisa "kau sedang apa? " lisa menoleh melihat boy di pintu "boy kau datang ke rumah ku" lisa menghampiri boy "buat siapa ruangan itu? " tanya boy "bukan buat siapa siapa aku hanya ingin sesuatu yang baru" kata lisa "kau mencoba menipuku" boy menunjuk sebuah foto di dalam ruangan itu "jangan bilang kau--" kata boy lisa terdiam "kau jangan salah paham ayo kita ke sana" lisa berjalan di susul boy ke ruang tamu "kenapa kau menatap ku begitu? " kata lisa "kenapa ada foto jeny di dalam ruangan itu" kata boy lisa terkekeh "percayalah hum.. itu hanya hum.. ya ya ku akui itu untuk jeny kau tau kan terkadang aku mabuk jeny mengantar ku pulang dia tidur di sofa tidak mau tidur dengan ku jadi aku buat ruangan khusus untuk nya jadi dia tidak perlu tidur di sofa" kata lisa "aku percaya tapi... entah mengapa aku merasa lisa memperlakukan jeny bukan seperti teman" fikir boy.


keesokan nya..


jeny melihat rita sedang memilih berbagai macam ikan "jeny kemana teman mu yang wanita itu? " kata khong "dia kerja paman" kata jeny "bibi kamu ambil lah ikan lain buat keluarga mu" kata jeny "iya jen" kata rita.


boy meneguk kopinya lagi lagi dia terbayang wajah lisa ketika menatap jeny "aku yakin.. lisa kayanya suka dengan jeny" kata boy "dari cara menatap nya saja sudah beda tapi.. kok aku bingung sendiri ya" kata boy.


rita memasukan beberapa sayuran ke dalam keranjang belanja sementara jeny berjalan di belakang nya setelah selesai belanja mereka pergi membeli makanan "Hai jen! " jeny menoleh terlihat lisa dengan jas hitam "ya ampun aku kira siapa tadi" kata rita "halo bibi " kata lisa "halo juga" kata rita "kebetulan sekali ya kita bertemu aku sedang membeli beberapa makanan kalian sedang apa? " kata lisa "kami juga sedang membeli beberapa makanan setengah jadi" kata rita "oh.. bibi barang yang kau banyak sekali " kata lisa "shin kemari lah bawa barang barang nya" kata lisa "tidak usah" kata jeny "ai.. aku membantu bibi bukan membantu mu sini bibi" kata lisa "kau baik sekali lisa" kata rita "dasar sok baik menyebalkan sekali" kata jeny dalam hati "mencurigakan sekali dia pasti ada maunya" kata jeny dalam hati "nanti bareng saja ya aku akan antar kalian kebetulan pekerjaan ku sudah selesai" kata lisa rita mengangguk .


shin membuka pintu rita keluar "ayo jen" jeny menoleh lisa sudah membuka kan pintu untuk nya jeny pun keluar shin langsung membawa barang barang belanjaan lisa juga membantu shin membawa dua tas belanja ke dalam rumah jeny duduk rita langsung membuat jus "taruh di mana ini bibi? " tanya lisa "ah.. di situ aja biar bibi yang menyusun" kata rita "tidak papa bibi aku ingin membantumu hari ini" kata lisa "baiklah tarus di atas itu" kata rita "baik" lisa terlihat sangat bersemangat.


rita meletakan tiga jus di meja "ini jus mu jen" kata rita "iya bi" kata jeny "kenapa bright tidak ada? " fikir jeny saat dia melihat shin membawa masuk barang barang belanjaan "bi, jeny suka makan apa? " kata lisa dengan suara yang sangat pelan "dia suka kue manis" kata rita "bibi aku mau buat makanan untuk nya" kata lisa "kau yakin? kau mau membuat apa? " tanya rita "gimana kalau Sandwich buah itu kan sedikit manis" kata lisa "baiklah bibi akan bantu" kata rita sambil tersenyum.


seorang wanita sedang duduk sambil melihat layar ponsel nya terlihat foto lisa dengan jas merah maron "Hai beb" "jangan makan makanan pedas terus nanti kau sakit perut" "aku pulang" "beb aku kerja dulu kau jangan nakal ya" "selamat hari valentine" "Hai beb aku sayang kamu" wanita itu mengusap air matanya "lisa.. jangan marah lagi padaku" kata wanita itu "aku mau memelukmu lisa.. maafkan aku" kata wanita itu dia kembali teringat di saat dia meninggalkan lisa demi orang lain "salah aku apa? ayolah beb katakan.. jangan begini. jangan tinggal kan aku" lisa menahan tangannya "karena aku tidak cinta kamu selama ini aku hanya manfaatkan kamu lisa!! kau tidak seperti dia kau sangat payah aku akan menikah dengannya aku sudah lama mencintai nya" kata wanita itu "ayolah beb.. jangan begitu ku mohon.. jika aku salah aku minta maaf" lisa berlutut "aku sudah menyiapkan kejutan ini untukmu, aku ingin kita menikah kenapa? kenapa kau lakukan ini pada ku adsila aku membeli semuanya untuk mu ka bilang akan menikah dengan ku" kata lisa "tapi tidak mau!! aku mencintai dia dari saat aku belum bertemu dengan mu" kata adsila "kau tega sekali padaku apa kau benar-benar tidak menginginkan ku?" ujar lisa "iya.. sekarang ku mohon pergilah lisa.. kita sudah bukan siapa siapa lagi ku mohon lisa.. pergi jauhi aku" kata adsila "kau tidak memberi ku kesempatan? kau membuang ku begitu saja? " kata lisa "karena aku tidak cinta kamu" kata adsila setelah memohon dalam waktu yang lama lisa akhirnya berdiri menghapus air matanya "aku akan menjauh ketika aku keluar dari gedung ini jangan pernah temui aku lagi, jangan pernah berharap untuk kembali " kata lisa "hahaha kembali tidak akan" kata wanita di samping adsila "lihat saja diri mu seperti apa? " kata wanita itu sambil mencium adsila. "ahh... lisa.. aku menyesal" tangis adsila dengan kuat.


jeny melihat lisa datang membawa makanan "makanan datang " kata lisa tapi dia tidak melihat jeny di tempat nya "pasti dia sedang menonton" kata lisa sambil pergi dan benar saja dia melihat jeny duduk di sofa sambil menonton televisi "hinata terlalu baik untukmu naruto " terdengar suara dari televisi "Hai jen nonton sambil makan itu menyenangkan loh" kata lisa "wah.. kau masih suka menonton kartun ya" kata lisa jeny tidak menjawab "makanlah ini sudah siang" kata lisa "bisa diam? pergi sana" kata jeny "heii.. kau mengusir ku ya" kata lisa "ya" kata jeny "berani sekali kau pada ku" lisa mendekatkan dirinya ke jeny "aku punya penawaran untuk mu, gimana kau makan roti buatan ku lalu aku akan mengajak mu liburan" kata lisa "terserah mu, ka mau ke mana aja, ke negara mana pun aku akan mengantarkan mu" kata lisa tetapi jeny tetap tidak peduli "baiklah kau mau apa agar kau memakan rotinya? " kata lisa "nyawamu" jeny menatap lisa "oh.. hum.. boleh boleh saja kalau mau ambil saja nyawaku " kata lisa "kenapa dia terlihat memaksa ku untuk memakan roti itu mencurigakan" fikir jeny "ayolah ambil nyawaku setelah kau makan rotinya" kata lisa "aku tau " kata jeny dalam hati "aku mau makan ramen bukan roti" kata jeny "ohh.. ramen ya" kata lisa jeny mengangguk "oke" lisa pergi "orang menyebalkan seperti mu harus di kerjain" kata jeny .

__ADS_1


lisa menghidupkan kompor lalu mulai memotong daging dan sayuran lalu mulai memasak sambil melihat tutorial di YouTube "aduh" lisa meniup niup tangannya yang terkena panci "sial panas" kata lisa. jeny menoleh melihat lisa datang membawa nampan dengan mangkuk di atasnya "ramen datang" kata lisa sambil tersenyum terlihat muka lisa merah dan berkeringat jeny melihat isi mangkuknya "apa ini? " kata jeny "ramen spesial dengan irisan daging sapi dan sedikit sayuran" kata lisa "makan lah" kata lisa jeny mengambil sendok dan mencoba sesuap "tidak mau" kata jeny "hah.. tidak enak ya? " kata lisa jeny tidak menjawab "oh.. oke oke aku buatkan yang baru" kata lisa sambil membawa mangkuk itu pergi "duh.. kok enak banget ya" kata jeny di saat lisa sudah pergi "tidak.. tidak.. lisa memang harus di beri pelajaran " kata jeny "biar dia kapok dan gak ke rumah ku lagi" jeny mengeluarkan buku gambar nya lalu mulai menggambar sesuatu sambil melihat ponsel nya "lanjut kita ketika mendapatkan serangan begini maka kita akan menyerang bagian pangkal paha itu bagian vital yang membuat lawanmu langsung terjatuh" terdekat suara dari ponsel jeny.


lisa mengeluarkan beberapa bahan lagi dari kulkas kemudian memotong beberapa sayuran. jeny menoleh melihat lisa datang "ramen mu" kata lisa jeny melihat ramen nya dan mencobanya sesendok "uhuk.. uhuk.. makan saja! " kata jeny "salah lagi? " kata lisa "menjauhlah dariku" kata jeny "maaf" lisa pergi kembali ke dapur lagi "tutorial membuat ramen enak" kata lisa terlihat beberapa cara muncul "ooh.. mie nya buat sendiri" lisa langsung mencari tepung "biar saya bantu nona" kata shin "ssttt aku aja" kata lisa kemudian dia membuat adonan dari tepung "huf.. ramen kali ini pasti enak" kata lisa.


lisa dengan semangat membawa ramen buatan nya "jen--" lisa melihat jeny sudah tertidur di atas sofa "apa?? " kata lisa lalu dia melihat wajah jeny "hei jen... jen.. jeny" kata lisa tidak ada jawaban "ahhh... " lisa menepuk dahinya lalu mematikan televisi nya lalu membawa ramen nya kembali ke dapur.


keesokannya..


lisa keluar dari kantor nya terlihat adsila sudah bersandar di mobilnya "bright carikan mobil lain dan ambil mobil itu untukmu" kata lisa "siap" kata bright tak lama kemudian bright datang membawa mobil berwarna putih "mobil siap nona" kata bright "ayo kita berangkat" kata lisa.


jeny masuk ke dalam rumah nya terlihat kondisi rumah sangat rapi. jeny langsung pergi ke tepi kolam sambil membawa laptop nya dia menonton sambil mencatat sesuatu di buku kecilnya.


"bersulang" kata lisa "bersulang" kata dua orang di depan nya "saya gak menyangka bisa bertemu langsung dengan anda nona lisa" kata pria berjas hitam "saya juga" kata lisa "ngomong ngomong terimakasih nona lisa anda sangat membantu kami, perusahaan kami sudah hampir gulung tikar" kata pria itu lisa hanya mengangguk.


mobil berhenti "ada apa nona? " tanya hisao "tunggu dulu" kata lisa dia melihat sebuah toko "aku mau kesana " kata lisa "baik" kata bright sambil turun membuka pintu mobil lisa keluar dan pergi ke toko itu terlihat banyak kado dan juga balon "halo selamat datang di toko cinta" kata pelayan "nona di sini menjual kado valentine dan juga menyediakan baju couple bisa sablon dengan foto pasangan" ucap pelayan itu "kira kira kado apa yang bagus untuk hari valentine? " tanya lisa "biasanya orang membeli baju, terkadang kado atau sepatu dengan buket bunga nona" kata pelayan itu "hum? " lisa terlihat sedang berfikir "valentine sebentar lagi aku ingin sesuatu yang yang spesial buat menyatakan perasaan" kata lisa "oh.. anda manis banget gimana kalau buket bunga yang besar dengan boneka itu boneka ini terbuat dari kaca yang di lapisi emas" kata pelayan itu "ini juga kami menyediakan perhiasan couple anda bisa pilih kira kira pacar anda memiliki ukuran tangan berapa? " kata pelayan "dia wanita yang kira kira segini kayanya tangannya" kata lisa "WA.. wanita? " pelayan itu terkejut.


lisa berjalan ke arah toko kue "kue yang manis itu kue yang seperti apa? " fikir lisa "lisa! " lisa menoleh "lisa.. ka membiarkan aku menunggu mu di mobilmu" kata adsila "berapa semuanya? " tanya lisa "tuju juta delapan ratus" kata pelayan "ini" lisa memberikan kartunya ke pelayan itu "lisa kau tidak mendengar kan aku" kata adsila "lisa.. lihat ak--" kata adsila "aku muak dengan mu!! " lisa menatap tajam ke arah adsila "kenapa bisa kau datang kembali ke kemari? bukan kah kau mau hidup di luar negeri dengan pacarmu" kata lisa "jika kau mengganggu ku lagi aku gak akan segan menyuruh bodyguard ku mengusir mu" kata lisa "ini nona kartu nya" kata pelayan itu lisa pun langsung pergi adsila mengejarnya "lisa.. apa kau lupa kita pernah bersama, kita jalan bersama kit--" lisa memotong perkataan adsila "kau masa lakuku selamanya tetap di masa lalu tidak di masa depan aku tidak mencintai mu" kata lisa "bright!! " kata lisa bright yang selesai meletakkan kue di dalam mobil langsung berdiri di samping lisa "ka ingin aku melaporkan mu ke polisi atau pergi" kata lisa "kau sungguh tega pada ku? " kata adsila "menurut mu siapa yang lebih tega kau atau aku? ingat ingat saja" kata lisa "kau ada aku!!" kata lisa adsila terdiam "kau meninggalkan ku di saat aku melamar mu! kau menghina ku di depan wanita yang kau puja itu! kau bahkan diam saja di saat dia menghina ku!! kau kau mengusir ku setelah aku memohon pada mu!! kau bukan siapapun lagi bagiku!! " kata lisa "lis--" lisa mundur di saat adsila ingin memeluk nya "tolong jangan kotori tubuhku dengan tangan mu!!! Aku sudah mencintai orang lain" lisa mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan foto jeny "dia orang yang ku cinta ku harap kau jaga jarak atau aku membuatmu tinggal di penjara" lisa langsung masuk ke dalam mobil adsila melihat lisa pergi dia mengepal tangannya "siapa wanita itu!! akan ku beri dia pelajaran. beraninya dia merebut lisa dariku lihat saja nanti aku akan menemukan gadis itu dan membuatnya tidak bisa melihat ataupun berjalan aku akan merusak wajahnya haaaahhh" adsila terlihat sangat marah "awas kamu ****** sialan!! aku akan cari kamu sampai dapat aku akan hajar kamu sampai lisa tidak mengenalmu!!" kata adsila dengan marah.

__ADS_1


__ADS_2