Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
lean atau lisa


__ADS_3

"ahh.. rasanya kaya ringan ya ternyata" kata jeny dalam hati sambil meneguk minuman nya "ini tidak akan memakan terlalu banyak waktu john akan berakhir secepatnya" kata jeny dia melihat kanan kiri "seharusnya aku tempat kerja boy tapi terlanjur ke sini.. kemana kak lean ya kok gak ada muncul? kenapa di saat aku mabuk dia baru muncul" fikir jeny "pulang deh bosan juga di sini hari ini aku bahagia jadi aku tidak mau mabuk" kata jeny.


jeny berjalan mencari taxi "perasaan aku cuman minum beberapa botol kok kepala ku jadi berat rasanya aku gak mungkin mabuk kan? " fikir jeny "gak kok mungkin cuma sakit kepala biasa makanya sedikit berat" jeny lanjut jalan lagi "hei" mobil hitam berhenti "aku taxi kau mau ikut dengan ku? " kata seorang wanita berambut pendek "hum boleh" kata jeny sambil membuka pintu mobil itu "kau pulang bersama ku" lisa datang menarik tangan jeny "hei apa maksud mu menarik penumpang ku?" tanya wanita itu "apa kau bilang? kau masih bertanya jangan fikir aku tidak tahu kau memesan minuman untuk nya yang kau campur dengan obat" kata lisa wanita itu terdiam lalu pergi "jeny" kata lisa jeny sudah jatuh ke pelukan nya lisa mengangkat jeny "kau memang selalu kurang waspada" lisa meletakkan jeny ke dalam mobil nya "jalan shin" kata lisa dia teringat saat dia baru datang ada wanita tadi mencampur segelas minuman ke gelas yang akan di berikan ke jeny ingin mencegah tapi gelas itu sudah sampai ke jeny.


di kamar jeny..


lisa membaringkan tubuh jeny ke atas ranjang "greb" lisa terkejut tangan nya di genggam oleh jeny "kak lean" kata jeny lisa diam tidak bergerak "uhh.. " jeny duduk tangannya melepaskan tangan lisa lalu membuka baju nya dan lanjut tidur lisa merasakan keringat di kepala nya mulai menetes ke wajahnya dia memungut baju jeny dan memasukkan ke dalam keranjang "byurr" lisa mencuci wajah nya berkali-kali "kenapa kau menyebut lean? kenapa bukan aku? dan kenapa kau seenaknya buka baju di depan ku" kata lisa dia kembali mencuci wajahnya "tahan lisa.. tahan... ayolah berfikir jernih" kata lisa setelah terasa nyaman lisa keluar dari kamar mandi sambil membawa sebaskom air dan handuk kecil "kapan dia membuka celana nya? " fikir lisa sambil berjalan mendekati jeny memungut celana panjang nya "hei jen berbaring lah dengan benar dan lurus" kata lisa tetapi jeny tidak menjawab apapun lisa membenarkan posisi tidur jeny "kau seharusnya berterima kasih pada ku" lisa memeras handuk kecil lalu mulai membersihkan wajah jeny "kau lihat kan? dimana kau berada kau selalu menarik perhatian semua orang pria wanita sama saja!! jika aku telat datang pasti wanita itu sudah menggigit mu" kata lisa "apa kau tidak memikirkan perasaan ku? " ucap lisa "pokoknya kau aku tidak mau tau hanya aku yang boleh menggigit mu selain aku tidak boleh" kata lisa lalu dia menutupi tubuh jeny dengan selimut.


jeny membuka matanya "huh? " jeny menatap sesuatu di meja kecil di dekat ranjang nya terdapat susu kotak dan mini cake dengan krim coklat "good morning" jeny meraba ranjang nya masih terasa hangat "jangan jangan kak lean" jeny segera berdiri membuka kamar mandi lalu turun buru buru membuka pintu melihat kanan kiri "kak lean!! kak lean!! " kata jeny "jeny kau sedang apa?" tanya rita "bibi tidak lihat seseorang baru pergi? " kata jeny "tidak ada " kata rita "pagiii" boy datang dengan nafas ter sengal sengal seperti habis di kejar hantu "boy apa kau melihat seseorang baru keluar dari gerbang ku? " tanya jeny "tidak ada kau baru bangun ya mandi sana biar kita sarapan bersama" kata boy "kau datang sepagi ini hanya untuk sarapan bersama ku? " tanya jeny "iya ayo cepat" kata boy "huuh" jeny pergi "bibi aku tidak terlambat" kata boy "iya kali ini kau tidak terlambat" kata rita, jeny menatap susu kotak di samping ranjang nya "aku yakin itu kak lean tapi bagaimana dia tau kesukaan ku? jangan jangan lisa" kata jeny "tidak mungkin.. " kata jeny "pasti kak lean" kata jeny sambil duduk memakan mini cake itu.


boy menyiapkan piring untuk jeny "aku tadi malam ingin menemui mu tapi aku malah ketiduran" kata jeny "kau tidak perlu datang kau pasti kelelahan" kata boy "ayo makan lebih banyak" kata boy "kau juga makan lebih banyak" kata jeny "oh ya bagaimana pekerjaan mu? " tanya boy "aman dan nyaman" kata jeny "bagus lah aku selalu mendoakan mu" kata boy "tapi kenapa tadi mau bertanya apa aku melihat seseorang? " tanya boy "aku tadi malam seakan-akan melihat seseorang" kata jeny "kau selalu saja begitu" kata boy.

__ADS_1


lisa meletakan map yang dia pegang "aku masih kepikiran kenapa jeny jadi sering menyebut lean ketimbang nama ku" kata lisa sambil memutar mutar pena yang dia pegang "aku tau lean itu aku juga tapi tetap saja rasanya sedikit menyakit kan hatiku kalau nama lain yang di sebut" kata lisa.


jeny menyeret seorang pria ke hadapan john "ini orang nya kan? " kata jeny "ya" kata john sambil tersenyum "kau asisten terbaik ku jen" kata john "ku rasa tidak ada asisten kerja nya begini" kata jeny dalam hati.


hari demi hari berlalu jeny selalu ada di sisi john membunuh dan merampas apapun yang john mau "haaah" jeny melompat ke hadapan john lalu mengacungkan senjata ke pria di depan john "jeny datang" kata jeny dan setelah nya hanya suara tembak yang terdengar.


jeny keluar dari mobil bersama beberapa orang lain dengan baju yang sudah kotor jeny membuka bagasi mobil lalu menyeret orang yang ada di dalam mobil john "john ampuun.. ampun" kata empat orang yang di bawa anak buah john "ampun john"


"john., jangan habisi kami"


"cih bahkan seorang pengedar besar seperti mereka juga takut pada john kalau orang orang seperti ini mati aku tak akan menangis" kata jeny dalam hati "jeny kau tau hukuman apa yang pantas buat mereka? " tanya john "hukuman mati" kata jeny "setidaknya negara ku tidak membutuhkan orang orang yang suka merusak generasi muda dengan menjual obat terlarang" fikir jeny "masukkan mereka ke kolam lintah jangan dan biarkan satu orang pun lolos" kata john.

__ADS_1


danmi menatap ada taxi yang datang "pasti jeny" kata pam "kakak!! " jeny muncul dengan kain panjang yang melilit seluruh badan "kakak!! " seru jeny "astaga kenapa kau begini? " tanya danmi "aku mau pulang tidak bisa bibi rita masih ada di sana lihat" jeny menarik kain yang menutupi seluruh tubuhnya terlihat tubuhnya sudah berlumuran darah "kejutan!! " kata jeny "****" pam langsung mengambil selang di dekat taman dan langsung menyemprot kan air ke tubuh jeny "kejutan apanya? " kata danmi "kemana kak fudo? " tanya jeny "dia sibuk dari pagi belum kembali" kata danmi "ahh.. ken--napah-- waj--jahku-- juga di siraaamm!! " seru jeny "ini pakai handuk bersihkan tubuhmu di kamar mandi" kata danmi "siapkan kue coklat untuk ku" kata jeny.


"kenapa dia terlihat ceria tidak seperti biasa dia ketakutan? " kata pam "aku juga tidak tau" kata danmi "jangan jangan!!! " kata pam dan danmi "dia ketagihan bunuh orang!! " kata mereka.


malam hari..


jeny memesan ruangan khusus untuk bersantai sambil menikmati minuman nya "duuh.. enak nya" kata jeny "hei hei.. aku kan pesan minuman non Akohol kok ini kaya nya mengandung Akohol" kata jeny "maaf nona mungkin saya salah ambil saya akan ganti" kata pelayan "tidak perlu tapi lain kali dengar kan aku ya" kata jeny "baik nona" pelayan itu pergi "padahal aku tidak berniat mabuk hari ini tapi tidak papa" jeny mengambil pisau dan garpu dan dia mulai makan.


fudo meletakan makanan di piring lalu membawanya ke ruangan khusus di bawah tanah "siapa kau? " tanya seseorang di dalam jeruji besi "makanan mu untuk tiga hari" kata fudo "siapa kau berani nya kau menyekap ku!! kau tau jika putra putra ku tau ka--" kata bernarz "kau akan mati sebentar lagi dan putra mu akan melihat jenazah mu sebelum mereka mati " kata fudo "apa katamu? " kata bernarz "bahkan menculik mu bukan lah hal sulit anak buah mu mudah di kecoh ibarat kata sambil memejam mata aku bisa. membunuh mu tapi jangan kawatir kau tidak akan mati di tangan ku tapi di tangan kami" kata fudo "kami??? " kata bernarz.


malam semakin larut jeny menatap ke arah pintu yang terbuka "jeny" kata lisa "kak lean itu kau ya? kau tau dari mana aku di sini? " tanya jeny sambil menyipitkan matanya "kak lean? kau kah itu? " kata jeny "iya" kata lisa "kak lean aku berfikir kau tadi siapa tiba-tiba datang" kata jeny "kenapa kau belum pulang? " tanya lisa "sebenarnya dari kemarin aku menunggu mu aku ingin melihat wajah mu dengan jelas" kata jeny "tapi kau datang saat aku mabuk tapi kali ini aku tidak mabuk" kata jeny "aku bisa tau kalau kau datang saat di pintu" kata jeny "kau tidak mabuk? " tanya lisa "tidak karena aku masih minum sedikit" kata jeny "oh baik lah " lisa duduk di dekat jeny "mau sudah melihat wajah ku? " tanya lisa "sudah tapi kenapa muka mu tidak rata? " kata jeny "ohh.. muka ku tidak rata" kata lisa "iya kau terlihat seperti apa ya muka ini abstrak" kata jeny "lalu bagaimana dengan lisa? " tanya lisa "kenapa kau jadi bahas lisa? " kata jeny "kenapa kau tidak suka? " kata lisa "hum.. kak lean.. aku jadi ingat lisa" kata jeny "kenapa karena aku menyebut namanya? " tanya lisa "bukan.. sebenarnya terkadang eh bukan... tapi sebenarnya aku ingin ke rumah sakit melihat lisa karena waktu itu aku meninggal kan dia di sana dan.. dia sedang sekarat aku tidak tau dia hidup atau mati " kata jeny "kau suka lisa atau tidak? " tanya lisa "kenapa kau jadi bahas lisa lagi? " kata jeny "kau terlihat begitu aneh saat aku menyebutkan nama lisa" kata lisa "hum.. sebenarnya aku masih kesal pada nya maka nya aku tidak mau membahas nya " kata jeny "kau tau sebenarnya aku tadi tidak ingin mabuk tapi pelayan salah antar minuman ku jadi aku minum semua nya haha.. kau mau minum kak" kata jeny "ini sudah larut ayo aku antar pulang" kata lisa "kau mau mengantar ku? " kata jeny "iya" kata lisa "tidak mau! " ucap jeny "kenapa? " tanya lisa "aku marah pada mu hari ini kau meninggal kan ku saat pagi hari orang berfikir aku berhalusinasi" kata jeny "tidak bisakah kau tetap bersama ku sampai sarapan pagi" kata jeny "kau mau aku sarapan bersama mu? " tanya lisa "iya" kata jeny "mau kan? " kata jeny "hum.. tidak masalah ayo pulang ini sudah larut" kata lisa "kau mau ku gendong? " tanya lisa "tidak tidak kau ini lama lama seperti lisa ya dia sedikit sedikit kalau tidak menggendong ku, memeluk ku mencium ku" kata jeny "jadi lisa pernah mencium mu? " tanya lisa "pernah haaah.. kau juga pernah mencium ku?? ya kan? " kata jeny "kapan? aku tidak pernah mencium mu" kata lisa "pernah aku ingat kok" kata jeny "sudah ayo masuk ke dalam mobil" kata lisa.

__ADS_1


"aduh aduh.. kenapa kau mendorong ku? " tanya jeny "siapa yang mendorong mu saat pintu terbuka kau langsung berlari" kata lisa "aduhh" jeny merangkak "kau sedang apa? " tanya lisa "lihat anak kucing itu ayo cepat tangkap dia" tanya jeny "kau mau ke mana itu kolam!! " lisa berlari mengejar jeny "jeny itu ai--" lisa mencoba menahan jeny tapi terlambat jeny sudah masuk ke dalam air lisa terkekeh melihat jeny masuk ke dalam kolam "aduh.. apa ini gempa tanah nya jadi cair" kata jeny lisa membuka jaketnya lalu masuk ke dalam kolam menarik jeny naik ke atas.


"sudah di bilang kan itu bukan kucing" kata lisa "kak lean sekilas tadi aku melihat mu mirip dengan lisa" kata jeny "iya iya" lisa meletakkan jeny ke dalam bathup "jrasss" lisa menyalahkan air "buka baju mu" kata lisa "jeny.. jeny..? " terlihat jeny sudah terlelap "sudah tidur" lisa membuka pakaian jeny "belum mabuk memang belum belum sadar bukan belum mabuk" kata lisa setelah selesai memandikan jeny lisa segera membalut tubuh jeny dengan jubah mandi "belum selesai malah tidur" lisa meletakkan tubuh jeny ke atas ranjang "rasanya aku jadi pelayan mu sekarang" kata lisa "tapi tetap saja aku merasa cemburu saat kau memanggil ku dengan nama lean walaupun itu aku sendiri" kata lisa sambil tersenyum dan menyelimuti tubuh jeny "kau hari ini membuat ku gemas " kau bilang wajah ku abstrak "kata lisa sambil mengusap rambut jeny " aku akan gantung jubah mandi mu"kata lisa "tapi jujur aku ingin bertanya pada nya dia sebenarnya suka aku jadi lisa atau lean? " lisa menghampiri jeny yang sudah terlelap "karena aku malam ini melayani dengan baik jadi biarkan aku mengambil upah nya" lisa menunduk mencium bibir jeny dengan lembut "terimakasih kerja sama nona jeny calon pacar mu akan selalu menjaga mu" kata lisa "ku harap kau melupakan lean dan mengingat lisa oke good night sayang" kata lisa "jika aku menatap mu terus maka aku tidak akan tidur sampai kapan pun jadi lebih baik aku tidur di samping mu" kata lisa sambil berbaring di samping jeny "humm.. " jeny berbalik ke arah nya membuat lisa terkejut jeny memeluk nya tiba tiba lisa tersenyum "mimpi indah jen" lisa membalas pelukan jeny sambil tersenyum senang.


__ADS_2