Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
cika dan robi di usir


__ADS_3

jeny perlahan membuka matanya tubuhnya terasa sakit, dia melihat ada seseorang tidur di samping nya "auh.. " jeny kesakitan di saat menggerakkan tangan nya "Li.. lisa? " jeny melihat wajah lisa yang terlihat kelelahan tidur di kursi dengan kepala bersandar di dekat ranjang "hum? " lisa terbangun karena mendengar suara "eh.. eh jeny jangan banyak bergerak" kata lisa "kau mau duduk ya? " lisa langsung berdiri jeny belum menjawab lisa langsung membantu jeny duduk. "apa masih terasa sakit? " tanya lisa jeny tidak mengeluarkan suara "tunggu ya" lisa pergi keluar kamar jeny terlihat sedang memikirkan sesuatu tak lama kemudian lisa kembali datang dengan segelas air putih dan roti "dokter bilang obatnya harus di minum pagi hari, kau minumlah air dulu " kata lisa sambil mengangkat gelas mendekatkan gelas itu ke mulut jeny "minum lah" kata lisa jeny pun meminum nya "di mana boy? " tanya jeny "dia masih tidur, kau makan dulu lalu minum obat da--" kata lisa "aih.. " jeny ingin beranjak dari ranjang tapi tubuhnya benar-benar terasa sakit "kau mau kemana? " kata lisa "jangan dekati aku" kata jeny sambil memaksakan dirinya untuk berdiri "jeny.. jeny.. hei.. kau masih sakit ku mohon istirahat lah dulu" kata lisa "jangan katakan apapun" jeny berjalan ke arah pintu terlihat bright sedang berdiri di sana "nona" kata bright jeny hanya diam dan terus berjalan "nona" bright memegang tangan jeny "anda belum pulih, anda mau kemana? " tanya bright "bright antar aku pulang" kata jeny "hum... baik baik tunggu sebentar jangan kemana mana" kata bright jeny mengangguk tak lama kemudian bright datang membawa sesuatu "tangan mu cedera jadi harus pakai ini, agar pemulihan nya sedikit lebih cepat" bright memakai penyangga ke tangan jeny "aku mau pulang" kata jeny "iya iya saya antar" kata bright "ayo jalan pelan pelan" kata bright "kenapa kaki ku sakit sekali" fikir jeny "greb! " jeny terkejut lisa datang mengangkat tubuhnya jeny menatap wajah lisa "kalau ada apa apa hubungi aku oke" lisa meletakan jeny ke dalam mobil "ini obat mu, jangan banyak gerak tubuhmu belum pulih" kata lisa sambil menutup pintu mobil "bright tetap lah di rumah jeny sampai aku datang" kata lisa bright mengangguk.


sesampainya di rumah jeny langsung pergi ke kamar nya "nona" kata bright "ya?" jeny membuka pintu "obat mu, dan juga sarapan mu" kata bright "bawa masuk taruh di meja itu dan pergilah" kata jeny bright mengangguk lalu jeny mengunci kamar nya naik ke atas ranjang menarik guling untuk menutupi kepala nya semuanya berputar di kepala nya, wajah fareed, john, kecelakaan dea, orang orang yang membantai keluarga nya, wajah papa nya, dan lisa. "mau kah kau menjadi kekasih ku? " "jangan biarkan siapa pun menyentuh mu! " "kau mau apa? makanan atau liburan" "gimana rasa ramen buatan ku?" "ayo jen semangat" "jeny!! jeny!! ayo lawan imajinasi mu!! gerakan tangan mu!! berenang lah!! " "ambil apapun yang kau mau" "aku mencintai mu" suara lisa seperti radio yang di putar di telinga jeny "suatu saat kau akan menemukan seseorang yang memperlakukan mu seperti ratu, dia akan mencintaimu tanpa memperdulikan apa pun" suara dea juga terdengar . "seperti nya nona tidur " fikir bright yang masih berdiri di depan kamar jeny lalu dia pergi turun ke bawah.

__ADS_1


mobil putih berhenti di halaman rumah jeny "dimana dia? " kata lisa "nona jeny sedang tidur" kata bright "bagus lah" kata lisa "eh.. kalian" rita muncul dengan membawa gunting besar "pagi bibi" kata lisa "pagi lisa apa kau sudah sarapan? " tanya rita "sudah bibi " kata lisa "dimana jeny? " kata rita "di atas bi" kata lisa "oh.. aku lanjut dulu ya kalian bersantai saja" kata rita lisa mengangguk.


riki menundukkan kepala nya "minum ini! " amin sedang memaksa seorang pria kurus untuk minum sesuatu "ayo minum!! cepat!! " kata amin fudo menatap riki "kau baik baik saja? " kata fudo riki menatap fudo lalu mengangguk pam terlihat membalut kaki pria kurus itu dengan perban amin memaksa pria tua memakan sesuatu yang berada di dalam botol kecil riki memejamkan matanya di dalam hatinya sedikit tidak ingin melihat pemandangan di depan nya tetapi bayangan pembantaian keluarga nya membuat nya puas melihat pria kurus itu menderita "berikan pada ku" kata fudo amin memberikan semangkuk makanan ke fudo yang sudah membawa selang berwarna putih memasukan selang itu ke mulut pria kurus itu lalu menuangkan makanan di atas nya "ketahuilah, kami hanya melakukan apa yang kalian lakukan dulu" kata fudo dalam hati.

__ADS_1


"jeny.. kau baik baik saja jeny jawab aku" kata lisa "griitt" pintu terbuka sedikit terlihat setengah wajah jeny terlihat di pintu "kenapa kau di sini? " tanya jeny "aku ingin melihat keadaan mu" kata lisa "aku membawa makanan untuk mu boleh aku masuk? " kata lisa "bawa saja kembali" kata jeny lisa menarik nafas dalam dalam "ku mohon sebentar saja, aku juga ingin bicara dengan mu" kata lisa "enggak lama aku janji" kata lisa jeny terdiam sejenak lalu membuka pintu lisa langsung masuk meletakan makanan untuk jeny di atas meja lalu menatap jeny "kenapa dia menatap ku? " fikir jeny sambil merapatkan jubah mandinya "kau ingin bicara apa? " kata jeny tanpa menatap ke arah lisa "apa kau sudah meminum obat mu? " tanya lisa sambil melihat ke arah botol obat yang ada di atas meja kecil di samping ranjang lalu perlahan berjalan ke sana dan jeny juga menyadari "ai.. " jeny buru buru ingin mengambil botol itu tapi lisa sudah mengambil nya duluan lisa memperhatikan isi botol nya "kenapa kau tidak meminumnya? " tanya lisa sambil menatap jeny "bukan urusan mu katakan saja kau ingin bicara apa? jangan membuang buang waktu ku" kata jeny "kau harus minum obat nya jika kau ingin sembuh dan kau tidak meminumnya? bahkan makanan nya juga masih utuh, ada apa dengan mu? " kata lisa sambil berjalan perlahan mendekati jeny "kau marah pada ku? " ucap lisa jeny melihat kaki lisa bergerak ke arah nya langsung perlahan mundur "jangan dekati aku! " kata jeny "tidak bisa jen, katakan apa kau marah pada ku? kau juga meninggalkan ku di saat acara" kata lisa "dan ka--" kata lisa "karena aku tidak menyukai mu! " kata jeny dia berhenti mundur karena di belakang nya terdapat dinding "sekarang pergilah! " kata jeny "lihat aku jen" kata lisa jeny tetap tidak ingin melihat lisa "tap! " jeny melihat tangan lisa berada di samping nya "lihat mata ku" kata lisa "aku tidak mencintai mu! jadi pergilah dari ku, dan berhenti bersikap seakan akan kau peduli dengan ku" kata jeny sambil menatap lisa, "tidak masalah jika kau menolak ku dengan alasan kau tidak mencintai ku, tapi ku yakin suatu saat nanti kau akan menerima ku" kata lisa "tinggal kan aku" kata jeny "sekarang kita lupakan dulu soal itu, sekarang kita perhatian persoalan baru" kata lisa "tentang kesembuhan mu, tangan mu cedera ku yakin rasa nya tidak menyenangkan aku akan diam di sini untuk melihat mu makan dan meminum obat nya" kata lisa "tidak perlu! " kata jeny "perlu, jika kau tidak melakukan nya aku lah yang akan melakukannya" kata lisa sambil melangkah mundur dan duduk di sofa "cepat makan! " kata lisa jeny masih diam di tempat nya "aku akan memakannya nanti sekarang keluar lah lisa! ini kamar ku" kata jeny lisa menatap jeny "oh.ya satu lagi, pria yang waktu itu.. adalah tukang kue coklat langganan ku" kata lisa sambil mengeluarkan dua butir pil dari dalam botol "makan aku akan keluar" kata lisa jeny berjalan ke arah sofa duduk berjauhan dari lisa. jeny mulai memegang sendok dan mulai makan lisa hanya diam dan memperhatikan nya "kau puas? sekarang pergilah! " jeny meletakan sendok nya "belum" kata lisa sambil melihat ke arah piring di depan jeny "belum habis" kata lisa "habis kan saja sendiri, pergilah aku harus memakai pakaian" kata jeny "habiskan dulu atau aku akan diam di sini" kata lisa "ya.. kalau kau tidak mau tidak papa aku bisa tidur dulu" kata lisa jeny mengambil kembali makanan nya lisa tersenyum melihat jeny makan sampai habis "obat mu" lisa meletakan dua pil ke tangan jeny "hm" lisa mengangguk jeny langsung memasukan obat nya ke dalam mulut lalu meneguk segelas air "kerja bagus" kata lisa sambil merapikan sisa sisa makanan jeny "sekarang kau memakai pakaian mu aku akan keluar" lisa berdiri lalu pergi.


boy mengusap wajah nya setelah mendengar kan semuanya penjelasan dari cika "apa kalian bercanda? " kata boy "mungkin ini terdengar bercanda tapi ini nyata jeny memang dingin dan itu real dulu aku tau pasti tapi tidak sekarang" kata cika "itu lah mengapa cika sempat kebingungan saat menghadapi sikap jeny " kata robi "sikap dingin nya yang sekarang hanya buatan" kata cika "tidak mungkin" kata boy "kita bisa lakukan rekaman sekarang , dan lihat ekspresi jeny pasti berbeda" kata cika "oke aku aka--" boy melihat lisa turun dari tangga sambil membawa nampan "sedang apa jeny? " tanya boy "sedang memakai pakaian" kata lisa "biar aku yang bawa jeny, eh.. lisa buatkan mereka minuman aku ak menemui jeny" kata boy "oke" kata lisa. tak lama kemudian jeny datang dengan boy "kata halo pada mereka" kata boy sambil menatap jeny tetapi jeny hanya diam saja boy langsung menatap cika seakan-akan berkata 'tuh jeny memang dingin seperti dulu ' boy menarik tangan jeny agar duduk "kak cika datang ingin melihat mu" kata boy jeny menatap cika dengan datar "halo jeny apa kabar? " kata cika sambil tersenyum "ku dengar kau mengalami cedera" kata cika jeny menatap lengan nya sendiri "dia gak mengubah ekspresi nya" kata cika dalam hati "apa kau ingin memeriksa ku lagi? " kata jeny "tidak... aku hanya ingin mengunjungi mu saja" kata cika "kau sudah makan jeny? " tanya cika jeny tidak menjawab "kau sudah selesai? " kata jeny boy menatap jeny "dia hanya ingin melihat ku, dan sekarang sudah melihat ku"kata jeny boy kembali menatap cika " dia masih menggunakan ekspresi dingin nya"kata cika dalam hati "ngomong ngomong gimana kalau kita makan di luar" kata robi "boleh juga tuh" kata cika "gimana jen? " kata boy "aku tidak lapar" kata jeny sambil melirik ke lisa lalu menatap cika "hum.. dia baru saja makan" kata lisa "gimana kalau kita minum saja sambil makan camilan biar aku pesan" kata lisa "boleh juga" kata boy "bentar ya" lisa berjalan menjauh memanggil bright "kau sudah minum obat? " tanya boy jeny hanya berkedip dua kali sambil menatap boy "aku mengantuk" kata jeny mendengar itu boy menarik jeny agar bersandar pada nya "kau mau tidur" kata boy jeny tidak menjawab "aku akan mengantar mu ke kamar" kata boy jeny mengangguk cika langsung berdiri setelah boy dan jeny terlihat jauh boy menutup pintu terlihat cika sudah di belakang nya cika membuka pintu kamar jeny sedikit untuk melihat apa yang di lakukan jeny di dalam kamar terlihat jeny berbaring di atas ranjang dan tidak bergerak sama sekali cika masih menunggu sampai setengah jam namun masih tidak ada pergerakan boy langsung menarik cika pergi dari sana "cukup! " kata boy lisa melihat boy "kalian berhenti mengada ngada" kata boy "tapi aku serius" kata cika "bukti sudah ada bukan? " kata boy "tapi ku yakin kami tidak salah" kata robi "cukup cukup! kali aku sudah sangat kesal ku rasa jeny ada benarnya kalau kalian membuat nya tambah tertekan kalian pulang saja sana sana" kata boy "boy.. tenang" kata lisa "lisa bawa mereka keluar" kata boy "oke oke" lisa menatap cika "maaf" kata lisa "oke oke gak masalah" kata robi sambil berdiri membawa kamera nya "kita pergi cika" kata robi sambil menarik tangan cika. "minum" lisa memberikan segelas air ke boy "duduk lah tenangkan diri mu" kata lisa ,jeny duduk lalu melihat ke arah pintu dan perlahan tersenyum .

__ADS_1


__ADS_2