
"griit" pintu kamar mandi terbuka lisa keluar dengan jubah mandi berwarna merah "kau tidak sarapan? " tanya lisa ".. hm.. aku ingin mengatakan sesuatu" kata jeny "ada apa? " kata lisa sambil duduk di samping jeny "soal.. kemarin.. ak. aku.. ak" kata jeny "aku.. " kata lisa "aku.. mi--" jeny terdiam ada ketukan di pintu "nona tuan muda datang" kata pelayan "iya iya" kata lisa "kakak mu datang? " kata jeny "iya ayo lanjut kan kau mau mengatakan apa tadi? " kata lisa "aaku akan katakan nanti" kata jeny "katakan saja" kata lisa "kakak mu akan menunggu mu" kata jeny "oke " kata lisa sambil membuka lemari dan segera memakai pakaian "ayo ke bawah" kata lisa "tidak mau" kata jeny "kau tidak sarapan? " kata lisa "aku.. " kata jeny "kau malu bertemu dengan kakak ku? " tanya lisa "hm.. iya" jeny mengangguk "oke lah aku akan antar sarapan mu nanti" lisa pergi keluar kamar.
"aku dengar jeny ada di sini " kata Daichi "dia ada di kamar" kata lisa "kenapa gak di ajak turun? " kata Daichi "aku membeli kan nya cake nih " kata Daichi "astaga kakak.. cake dari mana ini? " kata lisa "dari pesan online gimana bagus gak " kata Daichi "bagus tapi aku gak yakin rasa nya" kata lisa "enak lah aku juga beli dua satu untuk aku coba yang satu untuk jeny" kata Daichi "kenapa struk harga nya masih nempel" kata lisa "aku lupa melepaskan nya cepat lepas " kata Daichi "kau sudah sarapan kak? " tanya lisa "udah sih aku langsung pergi saja hari ini aku ada meeting penting" kata Daichi "oke deh" kata lisa.
jeny melihat lihat ponsel nya "lowongan kerja wah.. ini bagus nih" kata jeny "griittt" lisa masuk ke dalam kamar "ayo sarapan kakak sudah pergi " kata lisa "apa kau mengusir nya? " tanya jeny "tidak.. " kata lisa "dia datang cuma mengantar kan sesuatu untuk mu" kata lisa "apa? " kata jeny "ayo lihat ke bawah" kata lisa "tapi sungguhan kakak sudah pergi" kata jeny "iya.. maka nya ayo lihat" kata lisa jeny berdiri dan berjalan mengikuti lisa "woah" jeny melihat cake empat tingkat dengan hiasan angsa putih jeny langsung tersenyum seketika melihat cake setinggi itu "lisa ada nama ku di sini" kata jeny "tentu saja dia memang membeli nya khusus untuk mu" kata lisa jeny tersenyum menatap cake itu "astaga aku tidak mengatakan terimakasih pada kakak mu " kata jeny "aku sudah mewakili mu sekarang ayo sarapan dulu nanti perut mu sakit" kata lisa "iya" kata jeny sambil duduk di kursi "makan lah" kata lisa sambil menyiapkan sarapan untuk jeny.
mobil berhenti di depan rumah lisa
__ADS_1
"jeny!! " jeny mendengar suara fudo dia langsung berlari ke arah pintu "kakak" kata fudo "bagaimana kabar mu" kata riki "aku baik baik saja" kata jeny "bagus lah tapi dimana lisa? " tanya riki "dia kerja hum kakak.. aku.. aku juga mau kerja" kata jeny "kau ini bicara apa jika aku lumpuh kau baru bisa kerja aku masih hidup masih sehat" kata riki "tapi aku mau kerja juga setidaknya kerja dari pagi sampai siang" kata jeny "tidak bisa! kau harus di rumah apa uang ku kurang untuk mu? " kata riki "diam kau" fudo menyingkirkan riki "apa alasan nya kau ingin kerja? " tanya fudo "aku ingin kerja apa saja kakak.. masa aku di rumah terus aku kan bukan anak kecil" kata jeny "baik kau bisa lakukan apa saja" kata fudo "bagaimana aku menjadi mata mata seperti mu" mata jeny "tidak bisa setidaknya kau harus menjadi aku ada ide aku akan membangun toko dan kau bisa bekerja di sana" kata fudo "boleh" kata jeny "aku akan pergi mencari tempat untuk toko itu dan kau persiapkan dirimu" kata fudo "baik" kata jeny "toko apa yang mau kau bangun" kata riki "diam jangan ikut campur" kata fudo "apa? " kata riki.
di teras jeny duduk sendirian "udah jam sembilan kenapa lisa gak pulang pulang" kata jeny ponselnya berbunyi "halo jen" kata lisa "lisa" kata jeny "aku masih ada rapat sebentar kau bisa tidur duluan karena aku pulang agak lebih lama" kata lisa "tap--" kata jeny "aku matikan rapat udah di mulai sampai nanti" kata lisa "lisa aku belum siap bicara" kata jeny "apa yang harus ku lakukan? apa aku tidur? atau ngapain ya enaknya" kata jeny.
"pertama tentang desain yang akan di tampilan di produk kemasan nya " kata lisa di depan banyak orang sementara jeny melukis di ruang tamu, makan, melihat lihat buku dan Piala milik lisa. "desain pertama yang harus kita perhatikan" kata lisa "ini udah jam sebelas lisa belum pulang juga da--" jeny terkejut tiba tiba hujan turun "ya ampun hujan deras" kata jeny dia segera pergi di lantai bawah "nona anda butuh sesuatu? " tanya pelayan "aku ingin sesuatu yang hangat untuk di minum" kata jeny "oh.. bright " jeny melihat kanan kiri mencari bright "nona" bright datang "ada apa nona? " tanya bright "lisa belum kembali tidak bisakah kau menelpon nya" kata jeny "baik" bright mengeluarkan ponsel nya "haah" jeny terkejut ketika ada suara petir "nona nona duduk lah" kata pelayan sambil membawa jeny untuk duduk di sofa "minum lah susu coklat hangat ini" jeny mengangguk "bright bagaimana? " tanya jeny "tidak aktif nona" kata bright.
"jeny takut petir" kata riki "tapi kan dia di rumah lisa dan ada lisa di sana jangan kawatir" kata danmi "astaga petir nya kuat banget " kata endo "berdoa saja siapa tau kau nanti di sambar petir" kata fudo "fudo jangan begitu" kata riki "si mulut lacip kalau bicara seenaknya" kata amin "tidak papa tapi bagaimana dengan rumah mu riki kan lagi di renovasi luar dalam" kata endo "kan ada tukang nya" kata pam .
__ADS_1
di dalam bar boy terlihat masih membuat minuman "duh.. hujan hujan gini jadi kepikiran sama mereka aku" kata boy "sama siapa? " kata Jack "sama jeny, lisa dan yang lain" kata boy "mereka kan bersama gak sendirian" kata jin "tapi jeny takut petir di antara yang lain" kata boy.
"hum.. " Agnes terbangun dari tidur nya ketika mendengar suara petir "hujan ya " dia menoleh me arah "jam dua" Agnes berdiri dan keluar dari kamar terlihat joe duduk di ruang tamu sendirian "joe kau tidak tidur? " tanya Agnes "cuaca begini aku tidak akan bisa tidur" kata joe "sejak kapan hujan nya turun" kata Agnes "dari jam sebelas" kata joe.
di ruang tamu..
"halo kalian dimana? " jeny menatap bright yang sedang bicara di telpon "kalian terjebak macet? oh.. tapi kalian baik baik saja semuanya aman kan? " kata bright "oke lah hati hati" bright kembali duduk "apa yang terjadi? " tanya jeny "ada pohon besar tumbang ke tengah jalan membuat nona lisa terjebak dalam kemacetan" kata bright "apa.. " kata jeny "di saat cuaca begini bukan kah bahaya jika ada di jalanan? " fikir jeny "bright tidak kah ada yang bisa kita lakukan? mereka terjebak dan itu sangat bahaya di jalanan tentu banyak pepohonan dan mereka --" jeny berhenti bicara "akses terbuka" ada suara sistem di pintu "griittt" pintu terbuka terlihat lisa dengan kondisi basah kuyup dia menatap jeny "lisa" jeny berdiri pelayan langsung mengambil kain untuk mengeringkan tubuh lisa "jeny kenapa kau tidak tidur? " tanya lisa "kau.. baik baik saja? " tanya jeny.
__ADS_1
di dalam kamar..
lisa selesai mandi "kenapa kau berdiri dari tadi? " tanya lisa "hum" jeny berjalan ke dekat ranjang lalu duduk "masih takut? " kata lisa "takut? aku tidak takut" kata jeny "kau terlihat begitu pucat" lisa berjalan mendekati jeny menyentuh wajahnya jeny "dingin" kata lisa "aku dengar kata bright kau terjebak macet tidak bisa jalan" kata jeny "iya, setelah aku melihat ramalan cuaca akan terjadi badai di sertai hujan aku langsung meninggalkan rapat " kata lisa "kau meninggalkan rapat? apa yang ka fikir kan? " kata jeny "aku memikirkan mu yang ada di rumah jadi aku buru buru pulang dan menyuruh asisten ku melanjutkan rapat tapi hujan sudah turun mobil tidak bisa melaju cepat karena hujan deras angin nya juga kencang sial nya kami terjebak di jalan kerena pohon besar yang tumbang di tengah jalan" kata lisa sambil menatap jeny "aku tidak menunggu lagi aku lari keluar dari mobil " kata lisa "jadi kau?? kau" kata jeny "aku ingin menemuimu segera jadi aku lari keluar mobil sampai aku menemukan sebuah sepeda di depan toko china jadi aku membawa nya agar lebih cepat aku tidak mau kau ketakutan seorang diri. kau takut petir kan? " kata lisa "jadi ini karena aku? " kata jeny dalam hati "jadi" lisa memegang tangan jeny "apa kau masih takut? " tanya lisa jeny menatap tangan lisa lalu perlahan menggeleng kan kepala nya "terimakasih" kata jeny "hum apa? "kata lisa " terimakasih "kata jeny " buat apa? "kata lisa " kau melakukan hal yang seharusnya tidak kau lakukan "kata jeny " kau berlari di tengah hujan karena aku takut petir"kata jeny lisa tersenyum mengusap rambut jeny "kau akan melakukan apa saja untuk orang yang cintai meskipun itu bahaya karena yang ada di fikiran mu bukan bahaya yang akan menimpa mu tetapi orang yang kau cintai akan merasa aman itu sudah cukup membuat kau tenang" kata lisa "blezz ctarr"jeny menunduk ketika petir kembali bersuara dengan keras lisa langsung menarik jeny ke pelukan nya " aku terkejut "kata jeny " tidak papa tidak papa"kata lisa sambil mengusap punggung jeny di pelukan nya .