Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
mencari jeny


__ADS_3

jeny mendengar suara langkah mendekat ke arah nya "kenapa kau bisa di lantai? " tanya adsila sambil memperhatikan jeny yang bersandar di kaki sofa nafas jeny tersengal sengal "apa kau masih kuat untuk mengamuk lagi" kata adsila sambil berjalan mendekati jeny lalu membuka sebotol minuman "untung nya aku cukup baik, aku masih mau memberi mu minum" adsila memegang dagu jeny "aih.. hah! " jeny mencoba melawan "diam! " kata adsila lalu dia menuang minuman itu ke mulut jeny "uhuk.. uhuk.. uhuk" jeny batuk adsila memperhatikan air yang mengalir ke leher jeny "aku ingin ke toilet" kata jeny "hum.. aku tidak dengar? " kata adsila "aku ingin ke toilet.. biarkan aku pergi" kata jeny "apa kau bicara begitu pada lisa? sama sekali tidak tau sopan santun ya.. " kata adsila "aku jarang bicara dengan lisa"kata jeny " kenapa aku jadi deg deg kan melihat anak ini"fikir adsila "tolong biarkan aku ke toilet" kata jeny "kau baru saja ke toilet tadi pagi jangan coba menipu ku" ujar adsila "gluk" adsila menelan liur nya melihat baju jeny yang basah "gak gak boleh kenapa aku jadi suka pada nya, aku harus menyiksa nya" kata adsila dalam hati "sial tali apa yang dia pakai kenapa sulit sekali membuka nya" fikir jeny suara bel terdengar adsila langsung berdiri jeny mencoba bergerak kembali namun ikatan nya begitu kuat membuat nya susah untuk bergerak "sial, kau benar-benar melakukan hal gila" terdengar suara seorang pria "kau menculik nya? " kata pria itu yang tak lain adalah cary "kaya gak asing suaranya" fikir jeny "kenapa? kau mau melaporkan aku ke polisi? " tanya adsila "hum.. tidak.. tapi kau melakukan hal gila bahkan walaupun ayahku menghabisi banyak orang aku tidak pernah membantu nya apalagi melakukan hal seperti ini" kata cary "kau diam saja tidak usah banyak bicara untuk sekarang dia adalah boneka ku" kata adsila "iya iya terserah mu, ngomong ngomong aku ini tamu mu mana minum ku" ucap cary "haah kau ini" adsila pergi cary memperhatikan jeny kelihatan nya adsila benar benar menyiksa nya bahkan tubuh jeny terlihat lusuh bajunya juga basah "hei jangan pergi bawa dulu ke toilet" kata jeje "hei kau dengar aku? " tanya jeje cary menatap gadis dengan mata tertutup di depan nya cary mendekati jeny "kau mau ke toilet? " tanya cary "hum.. kemana wanita itu? " kata jeny "dia sedang membuat minuman" kata cary "kau hum..bantu aku jalan ke toilet perut ku sakit" kata jeje cary mengangkat tubuh jeny ke toilet "kau sudah di toilet" kata cary "bisa keluar bentar? " kata jeny cary pun keluar .


Daichi menenangkan lisa yang terlihat sangat sangat cemas "kita bahkan belum menemukan nya aku kwatir" kata lisa "sabar lisa kita juga lagi berusaha" kata Agnes "gimana kalau kau telpon adsila kita sudah mencari nya juga namun dia juga menghilang" kata joe lisa mengusap wajahnya lalu mengambil ponsel nya namun tidak ada jawaban dari adsila "aku lupa dia sudah ganti nomer" kata lisa "nona pakai ini" bright menyerahkan selembar kertas yang terdapat nomor adsila "oke oke" lisa langsung menelpon nomor adsila yang baru "halo" kata lisa "lisa.. akhirnya kau menelpon ku ada apa kau merindukan ku" lisa terlihat ingin muntah boy dan yang lain membantu menyemangati lisa "adsila bisa kita bertemu? " tanya lisa "oh.. benar kah? " kata adsila "ya" kata lisa "aku mau" kata adsila "di hotel caily " kata lisa.


cary melihat adsila tersenyum lebar "siapa yang menelpon mu? " tanya cary "lisa" kata adsila "kau tau dia mengajak ku untuk bertemu , dan ini saatnya balas dendam aku akan kembali memanfaatkan kan nya lalu membuang nya kalau bisa aku mau dia mati" kata adsila "lisa dalam bahaya" fikir jeny "jadi kau akan pergi padahal aku baru datang" kata cary "ck.. kau ini kita bisa bertemu kapan pun" kata adsila "hari ini adalah kesempatan emas " kata adsila "baiklah kita berangkat bersama" kata cary adsila menatap jeny yang baru saja dia pukuli dengan rotan lalu pergi.

__ADS_1


jeny berusaha menggerakkan tubuhnya yang terikat "kakak.. kakak.. kakak.. aku kesakitan" kata jeny. "aku merasa hal buruk terjadi pada adikku" kata riki "kenapa? " kata pam "ponsel nya sama sekali gak bisa di hubungi dan juga gak ada kabar" kata riki "mungkin saja ponsel nya rusak" kata fudo "dia kan bisa telpon aku pakai ponsel yang lain" kata riki "lihat" fudo menunjukkan ponsel nya "kak ponsel jeny mengalami kerusakan saat kami jalan jalan ada orang yang menabrak nya dan ponsel nya jatuh ke jalan dan di tabrak kendaraan yang lewat. sekarang jeny masih bingung memilih ponsel baru dia bilang dia sangat merindukan mu" riki membaca pesan yang ada di layar ponsel fudo "adikmu itu pemilih biar dia beli ponsel baru dulu" kata pam "huff" riki menghembuskan nafas lega tetapi dalam fikiran nya dia merasa adiknya memanggilnya.


lisa keluar dari mobil "kalian tetap di sini jaga jaga oke" kata lisa "iya aku akan ikut untuk mengawasi pergerakan adsila" kata Daichi "iya" kata boy Lisa dan Daichi serta boy pergi "jangan menangis lagi nes" kata bob di dalam mobil "aku kwatir bob, kenapa jeny banyak sekali cobaan nya" kata Agnes "sudah lah, aku cari minum dulu agar kau tenang kau jangan kemana mana" kata bob sambil membuka pintu mobil lalu pergi "jeny... di mana kamu" Agnes tidak bisa berhenti menangis.


bob masuk ke sebuah toko besar membeli beberapa minuman dan juga makanan lalu pergi "brukk!! " bob menabrak seorang pria "aduuh.. lihat lihat dong" kata pria itu "oh.. maaf maaf" bob memperhatikan pria di depan nya yang tak lain adalah cary "bob? " pria di samping cary langsung mendekati bob "aih.. paman. apa kabar paman liam? " bob berjabat tangan dengan pria di samping cary "baik, kenapa kau di sini bukan kah kau bilang kau kerja setiap hari" kata liam "beberapa hari ini aku tidak kerja paman karena ada masalah" kata bob "kenapa? ayo kita cerita sambil makan di cafe itu" kata liam "iya paman oh ya paman ini siapa? " tanya bob "ini cary masa kau lupa kau yang menolong nya waktu itu" kata liam.

__ADS_1


liam minum sambil menatap bob yang terlihat kelelahan "cary apa kau masih mengenal nya? " tanya liam "aku merasa tidak asing ayah tapi aku gak ingat" kata cary "dia orang yang menyelamatkan mu waktu kau sekarat, dia juga yang mendonorkan darahnya agar kau hidup " kata liam "oh.. jadi ini orang nya" kata cary "aku juga bahkan lupa paman kalau cary sudah sebesar ini, tapi dia sangat berbeda " kata bob "cary dulu cool dan mirip paman bob tapi sekarang kok slay kaya cewek muka nya" kata bob dalam hati "iya aku juga heran" kata liam "ayah.. ini namanya perubahan" kata cary "paman.. aku tidak bisa lama lama aku meninggalkan teman ku tadi" kata bob "jadi aku harus pergi lanjut mencari teman ku yang hilang" kata bob "hilang? " kata liam "hum, iya paman kau pasti ingat jeny aku pernah membawa nya saat mengantar paket mu" bob menunjukkan foto jeny "oh.. gadis yang suka nonton film anak anak" kata liam "iya paman dia menghilang selama tiga hari bahkan polisi tidak bisa membantu " kata bob "kenapa kau tidak cerita pada ku? aku bisa membantu mu. kau lupa pada ku" kata liam "haha.. tidak paman aku tidak lupa tapi ku yakin kau sibuk" kata bob "jangan begitu aku akan menyuruh anak buah ku membantu mu" kata liam "iya paman hum.. aku pergi dulu" kata bob lalu dia pergi cary mengambil foto yang di tinggalkan bob "huff" air yang di dalam mulut cary keluar membuat liam reflek berdiri para bodyguard pun langsung sigap "ini kan" kata cary.


adsila melihat lisa tidak menyentuh makanan nya "ada apa? " kata adsila "kau sakit? " kata adsila karena wajah lisa terlihat pucat "kau sudah siap" kata lisa "hum" kata adsila "kalau begitu kita ke kamar" kata lisa wajah adsila terlihat senang "serius secepat itu? " kata adsila lisa langsung berdiri "kau tetap romantis" kata adsila lisa langsung menarik adsila pergi menuju sebuah kamar lisa langsung menarik adsila saat sampai di dalam kamar adsila terlihat senang "kata kan di mana kau sembunyikan dia" mata lisa terlihat tajam dia menarik adsila agar dekat dengan nya "katakan" kata lisa "ap.. apa.. maksud mu? " tanya adsila "greb! " lisa memegang bahu adsila kuat kuat "aw.. lisa.. sakit.. haduh.. ada apa dengan mu" kata adsila "JANGAN MENGELAK!! DI MANA JENY" kata lisa.


mobil hitam berhenti liam memperhatikan gerak gerik anak nya yang mencurigakan dia segera turun "greeb buagg"liam menarik cary lalu menyudutkan nya ke dinding " aw ayah.. "ucap cary " kau menyembunyikan sesuatu dari ku? "kata liam " tidak ayah.. tidak "kata cary " kau keliatan nya mengetahui sesuatu saat di cafe tadi"kata liam "soal apa ayah" kata cary "kawan nya bob" kata liam "ingat tanpa bob kau sudah di dalam tanah sekarang" kata liam dia melepaskan cary lalu pergi cary kelihatan ketakutan dia langsung pergi ke kamar nya dia menelpon seseorang "ada apa sayang" terdengar suara pria di telpon "kak.. " kata cary dengan manja "iya.. ada apa? bukan kah hari ini kau sedang jalan jalan dengan ayah mu" kata pria itu "ayah tadi marah pada ku kak" kata cary "kenapa? kau melakukan sesuatu? " tanya pria itu "hum.. sebenarnya aku mengetahui sebuah rahasia tentang adsila kawan dekat ku. ayah bertanya aku tidak menjawab nya.. kak genta ayah keliatan sangat marah" kata cary "hu.. mm.. kau punya rahasia juga dan kau menutupi nya dari ku" kata pria yang di panggil genta oleh cary "kakak.. adsila itu orang yang nekad dia menyembunyikan seseorang di rumah nya dan seseorang itu adalah kawan dekat dari kak bob yang menolong ku bebrapa tahun lalu ayah menganggap kak bob adik nya jadi dia marah" kata cary "intinya.. adsila menyekap atau menahan seseorang yang orang itu adalah teman dari si bob" kata genta cary menganggukkan kepala nya "oh.. kau harus katakan itu pada ayah mu, itu hal salah bukan. dia menyekap seseorang" kata genta "dia melakukan itu karena dia cinta pada lisa" kata cary "itu bukan cinta cary.. dengar ya sayang jika kita mencintai seseorang tapi orang itu mencintai orang lain pastikan dulu orang nya seperti apa jika baik maka kita harus merelakan nya" kata genta cary mendengarkan semua yang di katakan pria bernama genta.

__ADS_1


"apa lagi yang harus ku katakan, kau seenaknya menuduh ku" kata adsila "karena aku tau kau orang yang seperti apa!! gak usah drama di depan ku itu tidak akan mengubah amarah ku" kata lisa sambil mendorong adsila ke dinding menyudutkan adsila dengan tatapan tajam "terus saja menuduh ku" adsila mulai menangis "kau tidak akan pernah percaya apapun yang keluar dari mulut ku!! aku selalu saja salah kita mungkin tidak memiliki ikatan apapun lagi tapi bukan berarti kau seenaknya membentak ku!! aku punya hati" kata adsila "oh ya" kata lisa "aku tidak tahan lagi" joe datang bersama boy "jika kau tidak mengatakan nya juga aku gak akan segan" boy mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya dan memutar sebuah vidio adegan di mana jeny di culik "itu.. itu bukan aku" kata adsila "lisa.. itu fitnah" kata adsila "bukan? " lisa terkekeh "dengar" joe mengulung lengan nya "aku tidak cukup baik jika soal teman ku" kata joe "kau akan menyesal jika kau berani menyentuh jeny" kata lisa "hei!! " pintu di buka "apa yang terjadi? " empat security datang adsila langsung mendorong lisa kuat kuat lalu mendekati security itu "pak... mereka mencoba menganiaya aku dan juga melecehkan ku" kata adsila "lisa!! " bob datang dan langsung mendekati lisa "maaf Pak kami salah orang kami kira wanita ini kawan kami" kata boy "iya kami mau mengerjai nya" kata Daichi yang juga baru datang "ooh.. kirain" kata security itu "tapi pak.. me.. " tangan adsila di pegang erat oleh joe "maaf ya" kata joe sambil tersenyum lalu berbisik "kematian mu di tunda" bisik joe mendengar itu adsila langsung pergi bersama dengan security itu. "ada apa bob? " tanya boy "ada kabar baik" kata bob.


__ADS_2