
di pagi hari yang cerah seperti biasa fudo bangun lebih awal dia langsung keluar dari kamar membuka sedikit pintu kamar riki terlihat jeny masih tidur fudo langsung tersenyum lalu pergi ke dapur untuk memasak .
lisa membuka matanya melihat sekitar nya "iya sudah ku duga kalau jeny akan ke sana kau tunggu saja di sana aku menunggu Agnes datang untuk menjaga lisa. aku dan joe akan ke bandara segera " kata boy "jeny? jeny di bandara" kata lisa dalam hati "kalau begitu aku harus ke bandara " lisa memejamkam matanya kembali saat boy kembali duduk di samping nya "kau jangan kawatir jeny akan datang" kata boy sambil mengusap rambut pendek lisa.
pintu di buka terlihat Agnes dan bob datang "cepat boy joe sudah di luar" kata bob "oke jaga lisa ya jangan biarkan dia pergi" kata boy "oke pergilah hati hati" kata bob.
di ruang makan
"minum ini" kata fudo sambil memberikan segelas susu coklat untuk jeny "kalian akan pergi nanti? " tanya jeny "iya tuan fang akan mendatangi acara pelelangan jadi kami harus ikut mengawasi nya" kata fudo "tidak papa kau sendirian? " kata riki "iya" kata jeny "ayo makan yang banyak" kata endo.
pesawat mendarat dengan mulus joe langsung berdiri dan turun bersama boy "danmi bilang jeny masih belum kembali karena dia tidak percaya kalau lisa beneran di rawat di rumah sakit" kata boy "tidak papa kita akan bicara pada nya baik baik" kata joe "taxi taxi!! " seru boy taxi kuning langsung berhenti "ayo cepat" kata joe.
"dua ratus juta"
"dua ratus lima puluh juta"
"wah.. hebat apa ada lagi? "
"tiga ratus juta"
"tiga ratus juta sangat hebat apa ada lagi"
danmi menatap layar ponsel nya "apa masih lama acara nya? " fang menatap danmi "ada apa dengan mu? " tanya fang "aku.. aku ingin ke toilet" kata danmi "pergilah bodyguard ku akan mengantar mu" kata fang "oke" danmi pergi "baik seperti nya tidak ada penawaran lagi? "
"lima ratus juta" semua orang menatap ke arah fang "wah.. tuan fang.. dia menawar lima ratus juta apa ada lagi? jika tidak maka ini akan menjadi milik tuan fang".
__ADS_1
danmi masuk ke dalam toilet dan langsung mengeluarkan ponsel nya dan langsung menelpon boy
" bagaimana kalian sudah sampai? "
"kami sedang dalam perjalanan sesuai dengan alamat yang kau berikan, kau dimana? kau mengatakan akan menemui kami? "
"aku tidak bisa aku masih ada urusan dengan kakak ku kalian jalan saja sesuai dengan alamat yang ku berikan ke kalian, setelah sampai cuma satu apartemen berwarna hijau di sana masuk saja jeny ada di dalam"
"oh oke oke nanti kami akan menelpon jika jika kami nyasar"
"iya tidak masalah".
lisa berhenti melangkah dia mengusap wajah nya dengan frustasi di bandara " mereka bilang jeny ada di bandara tapi kenapa tidak ada atau.. bandara lain? "kata lisa " lisa berhenti kah ku mohon"kata bob "benar kau harus istirahat" kata Agnes "tidak" lisa menatap bodyguard nya "pergi ke semua bandara cari jeny sampai ketemu" kata lisa "baik nona" kata bodyguard nya "pulang lah jen" kata lisa.
"sraaakk" jeny merobek hasil lukisan nya "kenapa kenapa kenapa?" kata jeny terlihat di lantai sudah penuh dengan kertas yang sudah di robek jeny "aku tidak ingin melukis mu!! tapi kenapa otak dan tangan ku tidak mendengar kan ku" kata jeny "kenapa aku masih mengingat mu" kata jeny "tok tok" jeny mendengar suara pintu "astaga jangan jangan kakak ruangan ini berantakan" jeny langsung memungut sampah yang dia buat dan buru buru memasukkan nya ke dalam plastik "kakak gak boleh tau kalau aku menyukai lisa" kata jeny sambil menyingkirkan sampah nya lalu berjalan ke arah pintu .
pintu terbuka jeny seketika terdiam "hei jen jen" joe menahan pintu saat jeny hendak menutup nya "jen.. jen.. tenang lah ku mohon" kata boy sambil menyingkirkan tangan jeny dari pintu "akhh" tangan boy terluka karena terjepit "maaf " kata joe "tidak papa" kata boy "astaga aku benar benar menghawatirkan mu" boy memeluk jeny "kalian mau apa? dan dari mana kalian tau? aku aku ada di sini? kata jeny " kami mencari mu kemana mana jen"kata joe "benar semua nya mengkhawatirkan mu" kata boy "kembali lah bersama kami" kata boy jeny langsung mundur "aku tau kau masih marah pada lisa tapi kau harus tau kebenarannya" kata boy "aku tidak ingin pulang aku aku.. mau dengan kakak" kata jeny "ya.. kau bisa dengan kakak mu tidak ada yang melarang tapi bersiap lah kau mendengar berita kematian dari kak Daichi karena adik nya yang akan mati" kata joe jeny terdiam "biarkan aku menjelaskan apa yang terjadi" kata boy "jangan bicara biarkan aku bicara dulu kami tidak akan memaksa mu sungguh" kata boy "bentar" jeny pergi mengambil kotak p3k untuk mengobati luka di tangan boy "kau mau mendengar kan kami kan? " kata boy "bicara lah" kata jeny "saat malam itu" kata boy
boy menceritakan semuanya dari awal joe menunjuk seorang wanita yang mencium lisa dan jeny memarahi lisa kemudian pergi menghilang joe juga menceritakan sisa nya apa yang terjadi setelah jeny pergi selama ini tentang pencarian orang hilang, lisa yang tidak mau makan dan lain nya. joe mengeluarkan ponsel nya "lihat" jeny menatap foto seorang wanita yang ada di luar mobil menerima uang dari orang yang muka nya tidak terlalu jelas tapi dia ada di dalam mobil lalu joe menunjukkan foto lisa di rawat di rumah sakit jeny terdiam .
malam harinya..
danmi berjalan ke arah kamar yang akan di tempati boy dan joe "tinggal lah di sini" kata danmi setelah sampai "kau yakin ini kamar? " kata boy "ya ini kamar kalian mau satu kamar atau dua kamar? " kata danmi "satu kamar saja" kata joe "bersihkan lah diri kalian biarkan jeny berfikir terlebih dahulu" danmi memanggil pelayannya "layani keperluan mereka jangan sampai mereka tidak nyaman siap kan segala nya" kata danmi "aku pergi dulu aku akan ada di ruang tamu nanti" kata danmi "oh oke" kata boy sambil masuk pelayan datang mengantarkan pakaian dan perlengkapan lainnya "kamar nya rasa nya seperti satu rumah" kata boy "ku rasa lebih, kamar ini lebih luas dari rumah ku dulu" kata joe "kakak nya kaya banget pasti pejabat" kata boy "kenapa kau bisa berfikir begitu? " joe membuka sepatunya "jangan bilang kau berfikir kakak nya seorang pejabat yang... " kata joe "iya heheh" kata boy "ku bunuh kau nanti boy jika bicara sembarangan" kata joe.
angin malam bertiup membuat rambut jeny bergerak dengan lembut, bintang bertaburan sangat indah membuat siapa pun akan terpana bila memandang nya "tap"jeny menoleh ketika ada yang menutupi tubuh nya dengan jaket " suka melihat langit? "tanya pam jeny mengangguk pelan " aku juga suka"kata pam sambil melihat langit "mau dengar cerita ku? " kata pam "mau" kata jeny "dulu aku suka menatap dan bicara pada bulan yah.. seperti orang gila padahal aku tidak bicara sendirian" kata pam "apa bulan bisa menjawab mu ketika kau ajak bicara? " tanya jeny "ini bukan tentang bulan nya tapi tentang orang yang menatap bulan tapi dari tempat yang berbeda, aku sedang bicara dengan mereka" kata pam "kedengaran nya konyol kan? tapi aku berfikir saat aku berbicara seperti ini " pam menatap bulan "aku tau kau di sana sedang menatap bulan sama seperti ku tapi aku sedang apa di sana? " kata pam "lalu apa kau dapat Jawaban nya? " tanya jeny "dapat aku barusan mendengar nya" kata pam "apa? tapi.. tapi.. tapi aku tidak dengar? " kata jeny "jika ingin mendengar nya kau harus menggunakan hati dan perasaan" kata pam "memang nya apa jawaban yang kau dapat? " tanya jeny "banyak salah satu dari orang yang menatap bulan menjawab ku, ada yang menjawab aku merindukan pacar ku, ada yang menjawab aku sedang memikirkan nasib ku, aku ingin dia kembali, aku sedang menunggu mu kau ada di mana?, dan banyak lagi" kata pam "kenapa menatap ku kau juga bisa coba" kata pam jeny menatap bulan "aku harus mengatakan apa? " tanya jeny "apa saja" kata pam "apa kau ingin melihat ku? " tanya jeny.
__ADS_1
"aku ingin melihat mu jen" lisa menatap langit malam di Bandara "aku benar-benar ingin melihat mu, kembali lah pada ku aku gak bisa tanpa mu jen" bob menatap Agnes "hei lisa.. ini sudah malam pulang yuk" kata Agnes "aku tidak ingin pulang, jeny tidak di rumah" kata lisa.
pam menatap jeny "bagaimana? " tanya pam "lisa entah kenapa aku seakan akan melihat mu kau sedang duduk" kata jeny dalam hati. "dengar jeny banyak yang tidak tau kalau bulan adalah tempat komunikasi yang baik, kita buka hanya bisa bicara dengan satu orang tapi ribuan orang dimana emosi, perasaan, bahagia, sedih semua nya tersalurkan di sana" kata pam "sudah malam ayo tidur" kata pam "hei kalian di sini" fudo datang "kami melihat bulan" kata jeny "ada apa dengan bulan apa kurama membelah nya menjadi empat? " kata fudo "hei.. kakak tau kurama membelah bulan? " kata jeny "tentu saja aku juga tau" kata fudo "jeny" riki datang "ayo tidur ini sudah malam" kata riki "iya pergilah" kata pam jeny kembali menatap bulan "good night " kata jeny dalam hati .
"lisa" Daichi datang menghampiri lisa yang masih ada di bandara "pulang besok aku akan cari jeny lagi" kata Daichi "tidak kakak" lisa menggeleng kan kepala nya "aku akan di sini sampai bodyguard ku datang memberi laporan" kata lisa "mereka akan menemui mu di rumah" kata Daichi "tidak kakak.. please.. jangan paksa aku pulang aku tidak pulang sebelum bertemu dengan jeny" kata lisa "biarkan aku menunggu nya" kata lisa.
jeny menatap riki yang sudah tidur dia langsung duduk mengusap wajah nya "apakah aku harus kembali ke sana? " kata jeny dalam hati "lisa sedang sekarat karena memikirkan mu"
"kau lihat lisa dia bahkan harus menggunakan infus untuk bertahan hidup"
"lisa benar-benar mencintaimu"
"lisa tidak bersalah aku ada bukti nya"
"jeny aku bicara sebagai saksi awal nya aku juga sama seperti mu aku marah pada lisa saat mengejar mu aku melihat wanita itu menerima uang dari wanita lain yang ada di mobil aku langsung memanggil boy agar dia melihat apa yang aku lihat aku tidak jadi marah pada lisa karena aku tau saat itu lisa tidak salah"
"lisa benar-benar menderita saat kau pergi"
"kembali lah bersama kami"
jeny memegang telinga nya semua perkataan joe, boy dan danmi terngiang di telinga nya "apa yang harus ku lakukan? " fikir jeny.
keesokan harinya..
"joe joe.. joe.. hei joe" kata boy "duak" joe menendang boy sampai jatuh dari atas ranjang "aduh.. " kata boy joe membuka matanya "katakan" kata joe "jeny... jeny akan pulang dengan kita" kata boy "hah? " joe mengusap wajah nya "ulang" kata joe "hah.. nyesel aku bawa kau ke sini" kata boy "katakan atau aku akan menendang mu lagi" kata joe "jeny akan pulang dengan kita" kata boy sambil duduk di tepi ranjang "benarkah? " kata joe "ya aku aku juga kaget dan senang sekaligus akhirnya kita bisa memperbaiki semua nya" kata boy "kalau begitu ayo siap siap kita harus pulang oh ya kabarin yang lain" kata joe "oke " kata boy "oh ya arah kamar mandi nya yang mana nih aku lupa" kata joe "pintu arah kanan" kata boy "bagus aku ingat" joe pergi "ingat apa nya kau baru saja bertanya pada ku"kata boy lalu dia mengambil ponsel nya dan mengirim pesan ke yang lain kalau jeny akan kembali dengan mereka.
__ADS_1