Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
mencari pear


__ADS_3

fudo melihat hasil rekaman CCTV di rumah jeny terlihat dim datang bersama rekan rekan nya, dim masuk ke kamar jeny duduk di atas ranjang sambil mencium selimut jeny "dia datang lebih dahulu berarti ini sudah di rencana kan" kata fudo sambil melihat rekaman CCTV yang terus lanjut memperlihatkan jeny yang sedang mengunci pintu "kak dim? " terlihat jeny terkejut melihat dim yang sedang duduk santai di sofa "sial mereka main keroyokan" kata boy "dimana asal dim? " tanya fudo "thailand" kata boy "kita harus ke sana" kata fudo "tapi dia tidak ada di sana " kata lisa "tapi akan ada petunjuk di sana dan, boy telpon riki katakan jeny baik baik saja " kata fudo.


jeny membuka mata nya terlihat dim masih tidur di samping nya "dia masih tidur" jeny melihat sekeliling nya "dimana ponsel nya" fikir jeny dia langsung mencari ponsel milik dim "kenapa gak ada sih? " kata jeny sambil melihat ke sana ke sini sampai akhirnya , dia melihat ponsel dim ada di ranjang dekat tangan dim "aku harus hati hati setidak nya aku harus tau ini dimana" kata jeny sambil berjalan pelan pelan "kenapa aku jadi takut pada nya" fikir jeny. pelan pelan dia mengulurkan tangan nya untuk mengambil ponsel milik dim "semoga dia tidur dan lebih baik jika Tuhan membuat nya mati sekarang" kata jeny "aih.. " jeny terkejut dim menarik nya tiba-tiba dan langsung memeluk nya dengan erat, dim tersenyum jeny memberontak agar dim melepaskan nya "gak ku sangka kau mau menyambut ku di pagi hari seperti ini" kata dim sambil mencium pipi jeny "aih.. lepaskan aku!! akh.. " jeny sama sekali tidak bisa melawan sedikit pun "selamat pagi" kata dim "lepaskan aku kak dim" kata jeny "aku punya penawaran sebelum pernikahan" kata dim "kau akan melepaskan ku? " jeny berharap jawaban nya iya! "bagaimana kalau kita bertunangan terlebih dahulu" kata dim "sial!! " jeny berusaha melepaskan dirinya "akhh" dim kesakitan di saat jeny menggigit lengan nya.


jeny langsung berdiri "aku tidak akan bertunangan dengan mu" kata jeny "aku tidak memaksa" kata dim sambil menyingkirkan selimut dari tubuh nya "kau mau mandi sekarang? " tanya dim "tidak sesuai rencana" kata jeny dalam hati "aku tidak akan mandi jika kau masih di sini" kata jeny "ayo mandi bersama" kata dim "aku akan menenggelamkan mu di bathup" kata jeny dengan spontan "aku harus membuat nya kesal ku harap dia melupakan ponsel nya" kata jeny dalam hati , dim mengambil jubah mandi di dalam lemari "ayo mandi" kata dim sambil berjalan mendekati jeny seketika jeny mundur melihat lihat sekeliling nya untuk melindungi diri "akhh" jeny terseret di saat dim menarik rantai nya "di sini kau hanya punya satu pilihan yaitu patuh pada ku" kata dim.


pintu mobil di buka, fang keluar dari mobil dia langsung berjalan dengan beberapa bodyguard di belakang nya "ku harap tidak ada serangan hari ini" kata riki dalam hati "ayo jalan kenapa berhenti" kata pam "iya" kata riki "selamat datang tuan fang" seorang pria berjabat tangan dengan dengan fang "kita lanjut kan saja pertemuan yang waktu itu tertunda" kata fang "iya mari masuk" kata pria itu "kalian tunggu di sini pam kau ikut masuk ke dalam" kata fang "baik tuan" kata pam. riki melihat kanan kiri "ada apa? " kata amin "telpon bunyi seperti nya jeny kirim pesan" kata riki "lihat saja aku akan memperhatikan sekitar" kata endo "bagaimana jika fudo marah" kata riki "fudo tidak ada dia sedang menjaga jeny di sana" kata amin "pergilah ke toilet" kata endo "oke aku akan kembali dua menit" kata riki.

__ADS_1


riki masuk ke dalam toilet dan langsung mengeluarkan ponsel nya dia langsung tersenyum "selamat pagi kakak, aku baik baik saja kak fudo ada bersama ku, dia bilang kau sangat cemas pada ku. aku baik baik saja aku akan liburan dengan kak fudo untuk menenangkan fikiran kau semangat ya aku menyayangi mu" riki tersenyum "aku juga menyanyangi --? " riki terdiam ketika melihat fudo di cermin "aku akan membunuh mu karena menggunakan ponsel untuk kepentingan pribadi di saat bertugas" riki langsung berbalik "aku ti--" namun fudo tidak ada di belakang nya "jangan jangan nanti..mampus aku" riki menyimpan ponsel nya dan segera lari keluar dari toilet.


dengan lembut dim merapikan rambut jeny, air mata jeny menetes "jangan sedih aku tidak bisa melihat mu menangis" dim mengusap air mata jeny "aku akan ganti perban mu dulu" kata dim "aku benar-benar tidak bisa melakukan perlawanan dengan baik jika aku masih terhubung dengan rantai sialan ini" kata jeny dalam hati "aih.. " jeny meringis kesakitan "tahan sedikit" kata dim .


fudo keluar dari sebuah gedung besar dia berjalan ke arah lisa "benar dia tidak ada di sini dia katanya menemui seseorang di bernama pear di Filipina kita harus ke sana" kata fudo "apa? " kata boy "tidak papa ayo, sai segera pesan tiket ke Filipina kita akan cari pear tapi siapa pear ini? " kata lisa "dia orang kepercayaan dim dia tau dim ada di mana" kata fudo "baik" kata lisa sambil membuka pintu mobil.


enam minggu berlalu..

__ADS_1


"begini saja kita berpencar agar lebih cepat menemukan pear " kata fudo "kau yakin? " kata boy "aku benci ini karena aku tidak tau bahasa Filipina" kata joe dengan wajah dingin nya "kita bagi saja joe kau bersama boy aku akan dengan lisa dan kalian semua juga bagi tim satu tim dua orang" kata fudo "telpon jika sudah menemukan nya" kata lisa "baik nona" kata sai "mulai" fudo menarik lisa pergi "kau tau bahasa Inggris? " tanya boy "aku cuma tau ****" joe pergi "tunggu dong" kata boy.


dim melepaskan jeny "aku akan pergi sebentar lalu kembali lagi" kata dim lalu dia berbalik dan pergi jeny mengusap bibir nya lalu pergi ke kamar mandi "lisa" kata jeny.


fudo menatap lisa yang tiba tiba berhenti berjalan lisa melihat kanan kiri "jeny" kata lisa "aku mendengar jeny memanggilku kak" kata lisa dengan wajah berkaca kaca "ku rasa iya tapi sekarang kita harus cari pear itu" kata fudo.


"aku mau mempercepat pernikahan ku, pear suruh cepat ayah mu menyelesaikan urusan nya dan nikah kan kami berdua" kata dim "kau tenang saja dim aku akan katakan pada ayah ku nanti" kata wanita cantik berambut panjang. " barusan wanita itu yang masuk mobil itu menyebutkan nama dim" kata joe "hah? " boy berbalik "kejar dia" joe melihat sekeliling nya "taxi gimana gimanaa manggil taxi di sini" kata joe "dasar bodoh" boy memberhentikan mobil di jalan "ayo cepat masuk" kata boy "oke" kata joe.

__ADS_1


"ayah ku akan segera ke sana beberapa minggu lagi" kata pear "baik lah" kata dim.


jeny bersandar dan duduk di lantai kamar mandi "lisa kau harus segera datang, kau tau kak dim sering mencium ku dan itu membuat ku takut aku tidak bisa melakukan apapun ketika dia menarik rantai ini aku hanya bisa menangis" kata jeny sambil mengusap air matanya "kakak... aku takut" kata jeny.


__ADS_2