Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
mencairkan es batu


__ADS_3

"aaaihh.. " jeny memegang tangan lisa "tahan" kata lisa sambil menempelkan kapas ke hidung jeny. "ahh.. ini sakit banget" rintih jeny "katakan pada ku siapa yang mengajari mu naik mobil? " tanya lisa, "kak danmi" kata jeny "benarkah" kata lisa "iya dia yang mengajarkan kepada bagaimana naik mobil menjalankan mobil, dan menabrak mobil orang lain" kata jeny "menabrak mobil orang lain? " lisa syok "iya kak danmi mengajar kan hal itu pada ku" kata jeny "dan kau, astaga seharusnya kau tidak mempelajari itu memang nya siapa yang mau kau tabrak " kata lisa "waktu itu kami mau menabrak John tapi yang terjadi aku malah menabrak mu" kata jeny sambil tertawa kecil "aku suka kalau kalau kau yang menabrak ku" kata lisa "benarkah? lainkali aku akan menabrak mu dengan helikopter kakak" kata jeny "kau mau aku mati? " kata lisa sambil tersenyum.


"tidak, anggap saja itu sebuah hukuman karena kau ceroboh dalam melakukan hal lain kau menaiki taxi yang sudah rusak " kata jeny "jadi hukuman ku harus di tabrak dengan helikopter? ayolah itu bukan hukuman! itu nama nya eksekusi mati bagaimana aku yang memilih hukuman untuk ku?" kata lisa "aku tidak yakin" kata jeny "hukuman yang kau pilih pasti tidak benar dan pasti sangat mudah" kata jeny "tidak kok " kata lisa "baik katakan" kata jeny "aku bisa memberimu ciuman jangka panjang tanpa jeda" kata lisa "apa itu hukuman? " kata jeny dengan bingung "iya itu hukuman juga loh" kata lisa "itu nama nya cari kesempatan dalam kesempitan" kata jeny "ayolah akan ku buktikan aku bisa mencium mu tanpa jeda" kata lisa sambil tersenyum "tapi aku tidak mau! aku sedang sariawan" kata jeny "ayol--" lisa dan jeny menatap ke arah pintu "nona ada seorang gadis mencari mu" kata rai "siapa? " kata jeny "ada gadis bernama ara ingin bertemu dengan mu nona jeny" kata rai "oke tunggu" kata jeny "siapa? " lisa menatap jeny "kau fikir aku tau? aku saja tidak tau maka nya aku mau lihat" kata jeny.


jeny mengamati gadis yang duduk di sofa, "hei kau.. hum.. siapa ya lupa" kata jeny "aku ara adik nya hong su" kata ara "oh ya, ada apa? " tanya jeny "aku butuh bantuan mu " kata ara "aku? jika butuh bantuan pergi ke kantor polisi aku bisa apa? tapi katakan dulu apa masalah nya" kata jeny "ini soal joe" ara menceritakan semua dari awal bertemu sampai pertemuan selanjutnya dan hadiah serta bunga dan rencana pertemuan namun joe tidak pernah mau menemui nya satu kali pun "oh jadi ini soal joe" kata jeny sambil memperhatikan ara yang duduk di depan nya "iya kata Agnes kau bisa mengatasi nya" kata ara "ku fikir tentang apa" kata lisa "diam lah lisa pergi sana!! buat minum untuk nya" kata jeny "baik lah" lisa pergi. "bentar biarkan aku berfikir, tapi kau Beneran menyukai teman ku" kata jeny "iya aku sungguh-sungguh" kata ara "mari lakukan satu hal malam ini semoga berhasil" kata jeny.


malam harinya..


joe terlihat sedang santai di sofa sambil makan sosis panggang , "ayolah setidaknya temui dia sekali " kata bob "benar kasihan tau" kata Agnes "kenapa tidak kalian saja, jangan buang buang waktu ku" kata joe dengan ketus.

__ADS_1


awan hitam perlahan menutupi bulan tetapi ara masih berdiri menunggu joe yang tak kunjung datang, air hujan perlahan menetes dan lama lama semakin deras.


"aih.. hujan! " kata jeny sambil terus mengunyah makanan nya "ara masih di luar" kata jeny "joe benar-benar tidak datang" kata lisa "aku akan lakukan sesuatu" jeny keluar dari restoran itu "sayang tunggu" kata lisa.


Agnes menatap joe memakai jaket nya "kau mau pergi? " kata bob "aku ada urusan" kata joe "tapi di luar hujan"kata Agnes "apa menurut kalian aku akan jadi mermaid? " joe pergi "anak itu kenapa? tadi tidak mau pergi! hujan turun dia pergi" kata bob "mungkin ada urusan beneran tapi apa dia tidak bisa mencair sedikit untuk ara? ku rasa dia bukan gadis yang buruk" kata Agnes.


dengan sedih ara menatap langit gelap, rambut nya sudah basah karena hujan "ara!! " jeny berjalan menghampiri nya "dia tidak datang" kata ara "tidak papa ini bukan hal buruk " kata jeny "kita akan gunakan trik onnie selanjutnya" kata jeny "ayo masuk ke dalam mobil" kata lisa "ayo" kata jeny sambil membuka pintu untuk ara tanpa mereka sadari ada pria dengan membawa payung hitam mengawasi mereka dari jauh perlahan dia membuang payung itu ke tong sampah.


"joe aku mau masuk" kata jeny "masuk" kata joe "apa segampang itu? " kata bob terlihat terkejut,karena tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke kamar joe dan jeny! dia semudah itu?.

__ADS_1


"oke" jeny membuka pintu "kenapa kau terlihat marah pada bob? apa ada masalah di antara kalian? " tanya jeny "tidak ada" kata joe. jeny melihat box besar tak jauh dari lemari joe "apa itu? " kata jeny "hadiah" kata joe "hadiah? untuk siapa? " kata jeny "hadiah dari seorang gadis" kata joe "keringkan rambut mu sini aku bantu, kau tau kau terlihat menakutkan saat sedang marah. memang nya bob mengatakan apa pada mu" kata jeny dengan lembut,"dia menyuruh ku menemui seorang gadis terus memaksa dan bodoh nya kenapa gadis itu pergi dan menunggu ku!! aku tidak menyukai nya" kata joe "lalu kenapa kau simpan hadiah dari nya? " tanya jeny Joe diam sesaat "tidak seperti biasa nya, aku ingat di saat ada gadis yang memberi mu hadiah kau selalu memberikan nya ke bob" kata jeny "hadiah dari nya terlalu banyak, bob akan mengumpulkan banyak sampah nanti" kata joe "benarkah? " kata jeny sambil mengusap usap rambut joe dengan handuk "jeny dia selalu berusaha mendekati ku aku harus apa? " kata joe "kenapa tidak kau coba saja? " kata jeny "kau mau aku mendekati gadis itu? " kata joe "bukan, aku mengatakan kalau hum.. setidaknya bicara pada nya sedikit" kata jeny "kau mau aku melakukan hal itu? " kata joe "bukan, setidaknya kau menghargai nya sedikit saja" kata jeny "coba bicara pada nya setidaknya bicara pada nya baik baik " kata jeny sambil tersenyum "seperti apa? " kata joe "katakan pada nya apa mau mu seperti tolong ya jangan dekati aku begitu atau ajak dia bertemu dan katakan apa yang kau rasakan, itu akan jauh lebih baik" kata jeny "aku tidak pernah melakukan itu" kata joe "maka lakukan lah sekarang" kata jeny "cuma itu solusi mu? " kata joe "ya bicara kan semuanya, dan itu akan selesai dan tidak akan menyakiti pihak mana pun " kata jeny "ya baik,aku akan lakukan" kata joe setelah menarik nafas panjang.


"kerja bagus rapikan kamar mu" kata jeny "aku akan keluar" jeny berdiri "jeny" kata joe "apa? " kata jeny "sebenarnya aku tadi pergi ke.. keluar un.. untuk.. un.. untuk.. " joe gugup "untuk menemui nya? " kata jeny "ah.. bu.. bukan tidak.. ah.. lu.. lupakan" kata joe "kau ini tidak berubah ya" jeny pergi "bagaimana? " tanya Agnes "aman aku sudah bicara pada nya" kata jeny "hebat " kata bob "jadi apa kata nya? " kata lisa "pokoknya semua aman tapi sekarang kita harus menjalankan apa yang aku katakan, kau tau itu ara ingat kan? " tanya jeny "ingat" kata ara "kami akan pulang oh ya, apapun yang terjadi biarkan ara tidur di sofa " kata jeny "ha? dia tidur di sini" kata Agnes "sstt ini adalah rencana" kata bob "oh,iya iya" ucap Agnes "dengar jangan lakukan apapun biarkan ara di sofa lihat besok pagi apakah kulkas itu bergerak mengubah tempat tidur ara dan jangan beri ara selimut biarkan dia kedinginan" kata jeny "oke" kata bob "jeny" ara memegang tangan jeny "terimakasih ya" kata ara "kau akan mendapatkan nya" kata jeny lalu dia menatap lisa "kita pulang".


malam semakin larut namun hujan tak kunjung berhenti, joe yang belum tidur terlihat duduk di ranjang nya " haah aku lapar"joe berdiri membuka pintu "tumben sepi pada kemana anak anak" fikir joe.


lisa membuka mata nya ketika gadis yang ingin dia peluk menghilang dari ranjang "jeny" kata lisa "kemana dia" lisa langsung berdiri . "kalian tau kalau hujan hujan begini enak nya makan" kata jeny "benar itu nona" kata bright "ayo makan yang banyak" kata jeny "makan lagi" kata nario "huf.. panas" kata jeny "nona jeny.. itu" kata sai "iya makan saja enak kok" kata jeny sambil memasukan makanan dalam ukuran besar ke mulut nya, "bukan" kata bright "bukan berarti gak enak dong" kata jeny "itu.. nona lisa" kata sai. jeny langsung menoleh "hehehe lisa kemari lah" kata jeny "kau makan diam diam lagi" kata lisa "aku benar-benar lapar dan ingin makan ramen" kata jeny "ayo makan bersama" jeny tersenyum canggung, "tidak papa lanjut saja, santai saja" kata lisa ketika pengawal nya ingin pergi "jangan sungkan makan saja" lisa duduk di dekat jeny "nih makan lah" kata jeny "tangan ku lelah" kata lisa "aih.. aku mengerti cari saja alasan yang lebih jelas, tinggal bilang kau mau ku suapin kan? " kata jeny lisa tersenyum "tidak papa hari ini aku baik aku akan menyuapi mu ayo buka mulut mu" kata jeny.


joe berhenti melangkah. dia menatap seorang gadis tidur di sofa meringkuk kedinginan karena dia tidur tanpa selimut tanpa bantal, joe berjalan ke dapur mengambil beberapa makanan dan menyalahkan kompor untuk merebus air "sshh" ara kedinginan joe pergi ke kamar nya.

__ADS_1


"tek" joe mematikan kompor nya dan membuat segelas kopi dan segelas susu perlahan dia menoleh ke arah ruang tamu, wajah nya terlihat ragu ragu "aku harus apa" fikir joe "seperti nya aku harus ah tidak" kata joe.


ara membuka mata nya "hei" ara menatap seorang pria di depan nya "bangun lah" kata pria itu "joe" kata ara "kenapa kau ada di sini? " kata joe "aku tadi.. aku" kata ara "minum lah lalu masuk ke sana " kata joe "minum? " ara melihat ke meja terdapat segelas susu dan roti bakar "untuk ku? " kata ara, joe diam "terimakasih" ara meminum susu hangat itu "pergi ke kamar itu tapi jangan sentuh apapun atau kau akan kehilangan tangan mu besok" kata joe sambil memakan roti bakar yang baru dia buat "hum.. ak.. aku" kata ara "lebih cepat kau pergi maka lebih nyaman aku makan" kata joe "tapi itu kamar siapa? " kata ara tapi joe tidak menjawab apapun mau tidak mau ara langsung berjalan menuju kamar yang di tunjukkan oleh joe .


__ADS_2