Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
amarah Daichi


__ADS_3

di pagi hari yang cerah lisa membangun kan jeny yang masih terlelap "bangun sayang.. hei" bisik lisa "umm?? " jeny membuka mata nya lisa langsung mencium wajah jeny "lisa apa kau " kata jeny "ada apa? " kata lisa "tidak ada" kata jeny "katakan saja jika kau ingin bicara" kata lisa "aku lupa apa yang mau ku katakan" kata jeny "kalau begitu aku akan bicara pada mu" kata lisa "jangan sekarang aku harus ke kantor" kata jeny sambil berdiri dan pergi ke kamar mandi lisa terdiam "ada yang dia sembunyikan dari ku" kata lisa.


di dalam mobil..


jeny memakan cake nya dengan tenang tanpa bicara sepatah kata pun sementara lisa hanya menatap nya "boleh aku mengatakan sesuatu? " kata lisa "hum" jeny menganggukkan kepala nya "aku tidak ke bar aku beneran ke apartemen da-" kata lisa "berhenti" kata jeny sambil mengeluarkan ponsel nya "mama mu menelpon ku" kata jeny "halo ma" kata jeny "jeny apa kau sibuk? " kata Alfie "ya.. katakan saja ma ada apa? " kata jeny "mama ingin mengajak mu ke sebuah tempat" kata Alfie "hum.. aku akan segera menyelesaikan pekerjaan mu lalu aku akan menemui mu" kata jeny "baik lah mama akan menunggu mu" kata Alfie "ya ya hum ma aku harus kerja apa kau mau bicara pada lisa? lisa ada di dekat ku" kata jeny "tidak mama tidak ingin bicara dengan lisa bye" kata Alfie "aku akan turun bye" kata jeny "jen" kata lisa "ya" kata jeny "maaf" kata lisa "maaf? " kata jeny "aku yakin kau sedang marah pada ku jadi aku minta maaf" kata lisa "tidak papa aku tidak marah tapi mungkin lain kali aku yang akan menguncap kan kata itu lain kali tidak usah katakan itu ya aku mencintai mu" jeny pergi keluar dari mobil "kau tidak membalas nya? " jeny berbalik menatap lisa "oh.. aku juga mencintai mu" kata lisa "semangat" jeny pergi menjauh "tuhaaan aku harus apa? jeny kelihatan nya marah namun dia tidak mengatakan nya aku harus ke rumah boy untuk minta solusi" kata lisa.


layar menunjukkan beberapa grafik dengan angka "kita perhatian grafik yang berwarna biru ini" kata Daichi dim memperhatikan Daichi yang sedang berbicara di depan.


jari jemari jeny terlihat begitu aktif di atas keyboard nya dengan mata yang terlihat begitu fokus bahkan dia tidak sadar rekan kerja nya memperhatikan nya "jeny.. oh jeny... " kata rekan kerja nya "jen" jeny tersentak kaget "aih.. shh aku kaget" kata jeny "kau serius sekali hari ini ada apa? " kata nano "aku sedang memikirkan kata kata yang cocok untuk iklan selanjutnya maka nya aku tidak bisa fokus ke yang lain " kata jeny ponselnya bunyi jeny mengangkat panggilan video dari lisa "kau sedang apa? " kata lisa "sedang berfikir" jeny lanjut mengetik "kau tidak merindukan ku? " kata lisa "oke oke fokus lah aku akan diam" kata lisa "kau tidak kerja? " kata jeny "sedang kerja aku sedang memperbaiki laporan" kata lisa "aku akan pergi dengan mama mu nanti jadi jangan jemput aku" kata jeny lisa terdiam "aku akan menjemput mu di rumah mama" kata lisa "tidak perlu aku akan pulang langsung setelah selesai, oh ya ingat hari ini kita tidur di rumah ku" kata jeny "nona investor dari Korea menelpon" kata asisten lisa "jawab saja hum.. kuatkan volume nya" kata lisa.


"halo nona lisa kenapa sulit sekali menelpon mu? kami menghubungi berkali kali dan baru dapat informasi kalau kau kembali mengganti nomor ponsel mu"


"maafkan aku tuan, nomor ku di bajak orang orang yang tidak ku kenal jadi aku terpaksa mengganti nomor"


"kenapa yang menjawab telpon ku asisten mu? "


"mulai sekarang dia yang akan menjawab telpon dari siapapun, karena ponsel nya ada pada nya"


"oh baik lah bagaimana kalau kita membahas proyek kita"


jeny menatap layar ponsel nya melihat lisa sedang bicara pada orang di telpon.


dim keluar dari ruangan rapat dia berjalan menatap jeny sedang berkerja Daichi berdiri tak jauh dari dim "nona dim memperhatikan jeny? " kata Daichi dalam hati "Hai jen" dim menghampiri jeny "mau makan siang bersama? " kata dim jeny menatap dim "seperti nya lisa benar" fikir Daichi "kak dim? " jeny berdiri "mau makan siang bersama? " kata dim "hum.. maaf tidak bisa karena aku harus pergi" kata jeny "jen aku dengar suara dim" kata lisa "iya kak dim ada di depan ku sekarang" kata jeny "menjauh lah dari pacar ku Bajingan" kata lisa dengan bahasa thailand "aku tak akan segan membunuh mu jika kau mencoba coba mendekati nya" kata lisa "lisa kau bicara apa? " kata jeny "tidak sayang aku bicara pada asisten ku" kata lisa "dengar ya aku benar benar akan membunuh mu!!! " kata lisa "lisa kau bicara dengan nada tinggi pada asisten mu? " kata jeny "iya dia melakukan kesalahan" kata lisa "jangan terlalu kasar orang yang sudah menyadari kesalahannya jangan di hujat karena dia berhak mendapatkan satu kesempatan lagi" kata jeny "iya sayang maaf aku tidak akan memarahi nya lagi" kata lisa "dengan ya jika lisa memarahi mu katakan saja pada ku aku akan membantu mu" kata jeny "nona dim" Daichi menghampiri dim "ya tuan Daichi aku cuma melihat lihat oh ya bagaimana kalau kita makan bersama? " kata dim sambil berjalan pergi dengan Daichi.


setelah selesai kerja jeny langsung pergi dengan taxi menemui Alfie di sebuah tempat "ma" jeny menghampiri Alfie "jeny akhirnya kau datang" kata Alfie "ma ada apa? kau datang ke sini dengan siapa? " tanya jeny "aku datang sendiri aku ingin bebas hari ini" kata Alfie "oke lalu kenapa memanggil ku? " kata jeny "nama mau mengajak mu membeli sesuatu untuk kejutan ulang tahun" kata Alfie "ulang tahun? ulang tahun siapa? " tanya jeny "ulang tahun Daichi dia pernah bilang dia ingin meminta kejutan di bar terbesar di kota ini" kata Alfie "oh.. jadi apa yang akan kita lakukan sekarang ma? " kata jeny "beli pakaian dan hadiah" kata Alfie "oke oke bagaimana kita berangkat sekarang" kata jeny "lebih bagus" kata Alfie.

__ADS_1


"ahh.. Mmm.. bagaimana ya" kata boy "ayolah boy jeny terlihat sedikit asing pada ku dia sedikit berubah sekarang" kata lisa "kalau aku jadi jeny aku akan sangat marah meskipun itu bukan salah mu karena yang aku lihat bekas lipstik dan bau Akohol di tubuh mu" kata boy "lalu bagaimana agar jeny memaafkan ku" kata lisa "bagaimana kalau kau bersikap lebih manis? " kata boy "sudah tapi dia selalu menghindar" kata lisa "ajak dia dinner" kata boy "buat suasana romantis " kata boy "contoh nya? " kata lisa "jin kemarilah" kata boy "oih" jin dengan snack di tangan berjalan mendekati boy "bagaimana suasana romantis" kata boy "tersedia lilin di sekitar tempat duduk mu, kelopak bunga berwarna-warni dan juga lampu estetik hanya ada dua orang di kursi itu dan makanan serta hadiah dan kata kata manis dan cinta" kata jin "bagus pergi sana " kata boy "oke oke " kata lisa "semoga berhasil" kata boy.


di dalam sebuah mal


dengan wajah bahagia Alfie memilih milih pakaian "waw" jeny melihat sebuah jam tangan berwarna biru gelap "hum.. tolong aku mau lihat itu" kata jeny "wah.. ini bagus banget pasti cocok untuk kak Daichi" kata jeny "jeny" kata Alfie jeny menoleh "lihat mana yang bagus? " kata Alfie "hu... kanan ma" kata jeny "hum.. ma lihat yang itu, setelan itu cocok untuk kakak" kata jeny "oh iya coba aku mau lihat itu" kata Alfie.


lisa kembali ke kantor nya dia duduk di kursi "coba perlihatkan pada ku tempat yang bagus untuk dinner" kata lisa "baik nona" kata asisten nya "eh jeny suka naruto aha... " kata lisa dalam hati "perlihatkan pada ku tempat yang paling bagus di Jepang untuk dinner yang ada unsur naruto nya" kata lisa.


roy membawa barang barang milik jeny dan Alfie "akhirnya selesai ma" kata jeny "iya nih capek banget" kata Alfie jeny membuka bagasi mobil dan membantu roy memasukkan barang barang yang baru di beli "uh?? " seorang anak laki-laki menabrak Alfie "maaf bibi" kata anak itu jeny tersenyum "iya" kata Alfie "hei.. kenapa kau lari lari" kata jeny "aku main dengan kakak ku, eh.. bola ku menggelinding ke arah jalanan" kata anak itu "tidak papa" jeny menggerakkan tangan nya agar dia bisa mengambil bola yang ada di jalan "lihat kan aku dapat bola nya" kata jeny "haha kakak baik" kata anak itu "nona!! " roy yang sedang menutup pintu bagasi langsung berteriak "buuaggg!! " mobil putih menabrak tubuh jeny mobil itu langsung cepat cepat pergi "akhh" jeny meringis "kakak!! " kata anak laki-laki itu "jeny!! " kata Alfie "nona" roy mendekati jeny "jen" seseorang datang "kak-- dim.. " jeny langsung kehilangan kesadaran nya "kita bawa dia ke rumah sakit" kata dim "iya iya tolong anak ku" kata Alfie dim mengangkat tubuh jeny ke dalam mobil nya.


di rumah sakit..


dim menyudutkan lop ke dinding "kau ini menyetir bagaimana? kau bisa membuat dia mati!! kau lupa aku mencintai nya" kata dim "maaf maaf nona aku minta maaf" kata lop "uh.. ku urus kau nanti" kata dim.


"dokter bagaimana keadaan jeny? " kata dim "dia baik baik saja dia kehilangan kesadaran karena kepala nya terbentur dia akan sadar nanti, dia cuma mengalami luka goresan saja" kata dokter "oke baik lah" kata dim "boleh aku masuk untuk melihat nya" kata dim "silahkan" kata dokter.


Daichi merapat kedua tangan nya "maaf kan adik ku ya, dia sudah berfikir buruk soal mu padahal kau baik karena menolong jeny " kata Daichi "tidak masalah tuan, karena kalian sudah datang aku akan pergi karena ada urusan lain" kata dim "iya iya sekali lagi terimakasih dan aku benar benar minta maaf" kata Daichi "santai saja tuan" kata dim.


sesampainya di rumah jeny langsung di bawa ke kamar oleh lisa "kau tunggu di sini aku akan ke bawah membuatkan susu hangat untuk mu" kata lisa "iya pelan pelan saja jalan nya" kata jeny .


"kami akan langsung pulang" kata Daichi "oh.. hati Hai kak" kata lisa "iya" kata Daichi "ayo ma" kata Daichi "jaga menantu mama ya" kata Alfie "iya ma" kata lisa "bright sao, roy antar mereka pulang" kata lisa.


jeny melihat lisa datang dengan segelas susu hangat dan pencake "minum susu dulu" kata lisa "ponsel mu bunyi lisa" kata jeny "iya bentar" lisa berdiri mengambil ponsel nya "ya ada apa " kata lisa "nona lisa client kita membatalkan kerja sama karena anda pergi saat pertemuan" kata asisten lisa jeny langsung menatap lisa "tidak papa kita masih bisa mencari orang lain " kata lisa "tapi kenapa anda tiba-tiba pergi? " lisa terdiam sesaat "pacar ku kecelakaan aku harus mengutamakan dia baru yang lain kau tenang saja kita akan temukan orang lain untuk berkerja sama perusahaan lain kan banyak tapi pacar ku tidak dia satu satunya yang aku punya dan yang paling berharga" kata lisa "aku matikan telpon nya" kata lisa "lisa kau.. " kata jeny "ada apa? ayo makan pencake nya " kata lisa "aku suapin ya" kata lisa "lisa kau kehilangan client mu begitu saja? " kata jeny "jangan perduli kan aku" kata lisa "masih ada yang terasa sakit tidak? " kata lisa "kepala ku sedikit sakit tapi itu akan membaik nanti" kata jeny "jika sakit katakan saja" kata lisa "aku akan menjaga mu semalaman" kata lisa sambil mengusap rambut jeny "jangan bergadang karena hal yang tidak penting " kata jeny "kau harus tidur di samping ku" kata jeny "tapi jika kau merasakan sakit bangun kan aku ya" kata lisa "tentu" kata jeny.


keesokan harinya..

__ADS_1


jeny menatap wajah lisa tanpa bicara apapun jeny tersenyum sambil terus memperhatikan lisa "terus menatap ku begitu maka jangan salah kan aku jika kau tidak dapat keluar dari kamar nanti nya" lisa membuka mata nya "aku aku tidak menatap mu" kata jeny lisa langsung memberi ciuman singkat ke jeny "jangan coba menipu ku sayang" kata lisa "iya iya aku menatap mu" kata jeny "seharusnya jangan jujur, kan aku tidak bisa menghukum mu pada hal aku ingin menghukum mu tadi" kata lisa "lihat lah kau tidak waras aku ini pacar mu dan sedang sakit dan kau malah mau menghukum ku" kata jeny "hehe maaf maaf" kata lisa "aku mau mandi aku mau menyelesaikan desain ku" kata jeny "hum? kau akan ke kantor? " kata lisa "iya.oh ya kak dim mengirim pesan tadi pada mu dia mengingat kan kalau kita akan makan malam seperti yang sudah di janji kan" kata jeny sambil menunjukkan ponsel nya "kau menyimpan nomor nya? " kata lisa "iya karena kan kakak berkerja sama dengan nya" kata jeny "oh.. iya juga jadi kita akan makan malam dengan nya? " kata lisa "iya, dan kepala ku sudah aman kau mau mandi bersama? " kata jeny lisa mengerutkan dahinya "apa? aku tidak dengar? " kata lisa "ah.. tidak jadi" kata jeny "aih.. ayolah ulang sekali saja" kata lisa "ayo.. lah" ucap lisa "mandikan aku langsung Jawab saja ya atau tidak" kata jeny "tidak" kata lisa "oke" kata jeny "tidak nolak" lisa langsung membawa jeny ke kamar mandi "tunggu dulu aku belum buk baju" kata jeny dari dalam kamar mandi .


sesampainya di kantor


jeny langsung duduk di depan meja nya "kenapa kau tidak pergi? " kata jeny "biarkan aku melihat mu dulu" kata lisa "pergilah aku harus fokus kerja" kata jeny "kiss" kata lisa dengan suara yang sangat pelan "apa! lisa" jeny berdiri dan langsung menyeret lisa keluar "kau ini aku malu tau" kata jeny "kenapa malu" kata lisa "bagaimana kalau mereka mendengar apa yang kau ucapkan tadi" kata jeny "tidak masalah " lisa langsung mencium jeny "lisa" kata jeny "cepat sana berangkat" kata jeny "sekali lagi" kata lisa "apa? " kata jeny "pagi jen" dim datang "kak dim, kau lihat ada kak dim di sini" kata jeny "apa masalah nya" lisa menarik jeny dan kembali mencium nya "maaf nona dim aku tidak bisa menahan nya" kata lisa "oh.. tidak masalah" kata dim sambil tersenyum "pergilah lisa" kata jeny "iya iya" kata lisa "oh ya kak ada apa? " kata jeny "aku ingin meminta desain nya jika sudah jadi" kata dim "oke ada di dalam masuk saja" kata jeny "hei" lisa menghadang lop "kau.. " kata lisa "dia gadis yang di CCTV" kata lisa dalam hati "lisa kenapa masih belum berangkat" kata jeny "iya sayang" kata lisa "cepat sekarang aku melihat mu atau kau akan tidur di kamar mandi" kata jeny "aku berangkat" lisa langsung masuk ke dalam mobil "untung saja" kata dim dalam hati.


malam hari nya..


di sebuah ruangan yang sudah di hias dengan baik dan tertata sangat rapi dengan lampu warna warni dan juga beberapa lilin dan meja yang penuh dengan berbagai hidangan dim duduk dengan tersenyum lebar dia menatap lisa dan jeny duduk di hadapan nya "silahkan" kata dim "terimakasih atas undangan makan malam nya" kata jeny "iya terimakasih nona dim" kata lisa "santai saja kita kan teman" kata dim "kak dim dimana pacar mu itu aku pernah mengatakan nya pada ku kalau kau ada pacar" kata jeny "dia sedang makan malam dengan teman nya dia sangat sibuk" kata dim "oh sayang sekali ku fikir aku akan bertemu dengan nya" kata jeny "ini makan" lisa mengambil beberapa lauk untuk jeny "jangan banyak banyak aku masih mau makan camilan nanti di rumah" kata jeny "baik baik" kata lisa "kalau begitu bantu aku menghabiskan nya ya" kata jeny "tentu" kata lisa sambil tersenyum manis "bersikaplah dengan normal" bisik dim "i..... iya nona" kata lop "kak lop kenapa kau terlihat begitu tegang? " tanya jeny "tidak kok" kata lop "kau baik baik saja kau terlihat buruk" kata jeny "aku baik baik saja jen" kata lop "kau akan menyesal mengundang kami makan malam" kata lisa dalam hati dia langsung mengambil tisu "makan lebih hati hati kau belepotan seperti biasa" kata lisa sambil mengelap mulut jeny "ya ya puaskan saja karena tak lama lagi jeny akan ku bawa jauh dari mu" kata dim dalam hati "akan ku perlihatkan kemesraan ku pada mu panas lah kau mati sana" kata lisa dalam hati "kau akan menangis pada akhir nya lisa" kata dim dalam hati.


jeny membungkuk sedikit "terimakasih kak dim kami harus pamit" kata jeny "iya sampai ketemu besok" kata dim "ayo" jeny jalan duluan "aku tau ada yang kau rencana kan, tapi akan ku pastikan rencana mu tidak akan berjalan mulus" kata lisa "kita lihat saja" kata dim dengan tenang.


di kamar..


jas di letakan ke atas sofa oleh lisa sambil menatap jeny yang sedang membuka kulkas "apa boy" kata jeny "sungguh? jin jatuh cinta? aha.. dengan siapa? pria bertubuh besar? aku senang mendengar nya, ya aku juga tidak tau bagaimana cara nya agar pria itu suka pada jin, aku akan fikir kan nanti oke" kata jeny "ada apa? " kata lisa "teman boy sedang jatuh cinta dan minta tips agar pria yang di sukai jin suka pada jin" kata jeny "hum... begitu" kata lisa "mungkin dia fikir aku pakar cinta maka nya dia bertanya pada ku" kata jeny "hahah.. tidak papa mungkin dia ada benar nya" kata lisa "benar apa nya oh.. aku tau seharusnya boy bertanya pada mu" kata jeny "aku? " kata lisa "ya kau lah pakar cinta yang sesungguhnya katakan apa trik mu sehingga kau bisa mendapatkan ku? " kata jeny lisa tersenyum "kemari" lisa menarik jeny ke pangkuan nya "trik ku cuma satu yaitu mencintai mu dengan begitu besar melebihi apapun dan sampai kau luluh" kata lisa sambil mencium jeny "benarkah? jadi di mana cinta mu untuk ku? " kata jeny "kau tidak melihat nya? " kata lisa "tidak" kata jeny "lihat.. cinta mu ada di sini memangku mu dengan penuh kasih sayang" kata lisa "lalu jika kau cinta ku lalu di mana lisa ku? " kata jeny "lisa mu adalah cinta mu" kata lisa sambil tersenyum dan menatap mata jeny yang juga menatap ke arah nya.


"sousa kanashimi wo yasashisa ni jibun rashisa wo chikara ni" jeny masuk ke dalam kantor nya sambil bernyanyi "ya ya ada apa ini? " kata Daichi "hehe.. kakak" kata jeny sambil melihat kanan kiri "selamat pagi pak" kata jeny "pagi juga kau terlihat begitu bahagia" kata Daichi "aku senang karena lisa dan kak dim sudah berteman dengan baik tidak bertengkar lagi" kata jeny "oh.. tapi dim tidak berbuat macam macam kan? " tanya Daichi "tidak pak oh ya saya permisi dulu" kata jeny "lepas earphone mu" kata Daichi "oke" kata jeny "mobil lisa masih di luar berarti dia masih ada di sekitar sini" kata Daichi.


dim menatap lop yang di tahan polisi "aku sudah bilang kan, kau tidak akan bisa berbuat apa apa" kata lisa "pak dengar asisten ku tidak bersalah dia di fitnah" kata dim "oh ya? aku ada bukti nya" kata lisa "dengar aku akan membayar kalian berkali-kali lipat dari gaji kalian lepas kan asisten ku" kata dim dua polisi itu saling tatap "apa kalian mau di sogok dengan nya? " kata lisa "dia berusaha melenyapkan kan ku" kata lisa "aku akan langsung bayar tapi kalian pergi dari sini" kata dim dua polisi itu melepaskan lop lalu pergi "hei? " kata lisa "kau kelihatan nya sudah ingin berpisah dari jeny ya" kata dim.


Daichi meletakkan berkas yang akan di copy tiba tiba dia melihat ada dua polisi yang berjalan ke luar Daichi langsung berjalan menghampiri polisi itu "hei kenapa kalian ada di kantor ku? " kata Daichi.


lop berdiri di dekat pintu sambil melihat lisa dan dim saling pukul "kau berhasil mengelabui kakak, dan pacar ku tapi jangan harap aku akan membiarkan itu terlalu lama" kata lisa dim berdiri sambil mengusap darah yang keluar dari hidung nya "kakak mu terlalu bodoh, dan sangat mudah untuk di tipu sama seperti jeny. aku datang untuk jeny bukan ber bisnis dan juga aku akan melenyapkan mu jika kau berani mengganggu ku. aku berpura-pura tertarik dengan bisnis kakak mu, mengajak nya berkerja sama, karena aku tau jeny ada di sini. kau waktu itu menggagalkan ku saat aku hendak mendekati jeny di thailand kau fikir aku akan mundur, kau salah aku tidak akan mundur aku mencari jeny di semua tempat dan kali ini kau tidak akan bisa menghalangi ku, karena jeny milik ku bukan milik mu" kata dim "aku sengaja membeli restoran agar rencana ku berjalan dengan lancar aku tau kakak mu sudah mulai curiga pada ku dan itu karena mu!! tapi untung nya lop menabrak jeny" kata dim "sehingga aku bisa cari muka di depan jeny sekaligus kakak mu aku sangat berterimakasih kau sudah membawa kakak mu waktu itu" kata dim "jadi kau yang menabrak jeny" kata lisa dengan marah "aku juga yang menyuruh lop merusak mobil mi karena aku berharap kau mati!! kau mati!! aku menyuruh orang orang ku menjebak mu seakan-akan kau mabuk dan berselingkuh tapi keliatan nya kau berhasil menyakinkan jeny " kata dim "tapi aku akan tetap membuat m--" pintu terbuka Daichi masuk dan berdiri di depan dim mengepal tangan nya "jadi kau melukai adik ipar ku? dan juga adik ku!! " kata Daichi dengan tubuh yang gemetar menahan amarah yang meledak ledak "tuan Daichi" kata dim "jangan bicara aku sudah mendengar semuanya!! " Daichi memukul dinding di dekat dim "kakak" kata lisa "hari ini.. aku akhirnya mengetahui kebusukan mu!! kontrak kita batal!! kerja sama kita aku tarik kembali!! dan satu lagi kau akan tau akibatnya jika berani menyakiti adik ku dan jeny" kata Daichi "anda salah paham tuan" kata dim "jelaskan semua nya di kantor polisi" kata Daichi "tuan Daichi aku yang salah" kata lop "diam!! " kata Daichi "aku akan pastikan kalian di penjara" kata Daichi "jaga mereka lisa " kata Daichi sambil mengeluarkan ponsel nya "inspektur" kata Daichi.


dim dan lop di bawa ke kantor polisi dengan lisa Daichi langsung berjalan untuk mengambil air minum "kakak" jeny meletakkan berkas yang dia pegang "tangan mu luka eum.. aku ambil obat mau masuk ke ruangan mu nanti aku ke sana" kata jeny Daichi tersenyum melihat jeny pergi mengambil obat "aku akan menjaga adik adik ku" kata Daichi.

__ADS_1


dengan kotak p3k jeny berjalan ke ruangan Daichi dengan cekatan dia membersihkan dan mengobati luka di tangan Daichi "kakak kau habis ngapain? kok bisa luka? " kata jeny "aku kaget melihat kecoak" kata Daichi "haduh.. pria seperti mu bisa di kaget kan oleh serangga jelek seperti itu" kata jeny Daichi tertawa "serangga jelek" kata Daichi "iya lihat saja betapa jelek nya dia jadi kau memukul kecoak nya? " kata jeny "iya " kata Daichi "kau ini bodoh, tidak perlu pakai tenaga dalam untuk menghadapi kecoak cukup lepas sepatu mu dan pukul dia" kata jeny "amarah ku menghilang langsung mendengar ocehan nya" kata Daichi dalam hati "jadi apa kau tidak kaget saat tiba-tiba ada kecoak di dekat mu? " kata Daichi "aku tidak takut aku tidak seperti mu" kata jeny "iya deh.. aku penakut" kata Daichi "luka mu sudah ku perban lain kali jangan pukul pakai tangan ya" kata jeny "oke " kata Daichi "tapi pukul lah pakai kepala mu hahaha.. " jeny pergi "anak nakal.. " kata Daichi sambil tertawa kecil "menggemaskan" kata Daichi.


__ADS_2