
hari ini reno dan dio sudah ada di bandara. dengan membawa dua mobil mereka duduk berdua sambil memakan camilan, perlahan reno tersenyum "lihat itu" kata reno "mana? " dio melihat apa yang di tunjuk "kak riki!!!! " seru reno "Hai.. kalian berdua di sini? " kata riki "kami yang menjemput mu, jeny sedang ada pemotretan jadi tidak bisa menjemput mu hum.. itu" kata reno "itu tuan fang dia ikut ke sini untuk bertemu adik nya" kata riki "oh.. " kata reno "halo tuan fang kita bertemu lagi" kata dio "hah? " reno menatap dio "kau ternyata di sini" kata fang "saling kenal? " amin terkejut "sesama rekan bisnis tidak mungkin tidak saling kenal" kata fang "benar itu " kata dio.
di tempat lain..
evan menatap mata jeny sambil mengulurkan setangkai bunga berwarna ungu, cahaya flash menyilaukan mata seketika "oke hasil nya bagus" kata fotografer nya
jeny melihat ke arah lisa yang berdiri di dekat tas nya "panas" ujar lisa ketika melihat seorang wanita membantu jeny dan evan untuk segera berpose.
jeny duduk sementara evan menundukkan badan nya di belakang jeny "yang di promosikan kemeja kenapa foto nya seperti orang mau nikah" batin lisa dengan perasaan jengkel, "terimakasih ya kalian membantu ku lagi" kata Sulis "iya tidak masalah" kata evan "ayo ganti baju selanjutnya" kata jeny "oh ya, kau benar" kata evan. lisa menatap sai yang mendekati nya "tuan Daichi menelpon" bisik sai "oke" kata lisa.
__ADS_1
"halo adik ku.. apa kau sedang bersama jeny? sudah ku duga kami di sini sudah menyiapkan segala nya kapan kalian datang? aku dengan yang lain juga sudah sampai di bandara, astaga kau ini bagaimana kakak ipar mu datang bukan nya ka jemput" kata Daichi "kakak aku harus menjaga jeny" kata lisa "ayolah.. jeny bukan anak kecil lagian di sana ada evan dan yang lain nya " kata Daichi "jangan menceramahi ku, apa ada yang kurang di sana? apa semuanya aman? " tanya lisa "aman.. aman" kata Daichi "kakak aku mendengar suara kendaraan kau tidak di lokasi? huh.. kau pasti sedang menggoda goda gadis prancis ya" terka lisa "tidak tidak.. aku cuma.. huh.. cuma cari perlengkapan yang kurang" kilah Daichi "jangan bohong suara mu saja terdengar gugup hayo.. " kata lisa "ayolah lisa jangan menggoda ku" kata Daichi "tidak papa aku suka jika kau mendapatkan seorang gadis di sana" kata lisa "doakan saja ya aku harus pergi. kau urus kakak ipar mu itu dan pastikan semua nya baik baik saja" kata Daichi "aman " kata lisa.
rita langsung tersenyum melihat siapa yang datang "Hai bibi" riki merangkul nya "hai.. apa kabar " kata rita "baik, bagaimana dengan mu? apa jeny sudah pulang? " tanya riki "belum" kata rita "apa kolam ku baik baik saja? " kata amin "kolam? kau serius? kau menghawatirkan kolam mu? " kata fudo "jeny bilang akan membunuh semua ikan ku" kata amin "periksa saja sana" kata endo.
fotografer masih terus mengambil foto "bentar bentar aku mau -- haa hatching" semua nya tertawa melihat jeny bersin "maaf maaf" kata jeny "tidak papa" evan memerikan jeny selembar tisu "terimakasih" kata jeny "ayo ayo lanjut" kata Sulis sambil membenarkan topi yang di pakai jeny "oke mulai" kata jeny.
"aku juga lupa" kata son "hahaha.. ayo ayo duduk minum dulu" kata pam "kau" son memperhatikan lisa "yang.. mengajari jeny berenang waktu itu kan? " kata son "iya tuan" kata lisa "kau lupa juga dengan nya? dasar pria tua" kata jeny "hei jeny " riki menarik telinga jeny "aih.. kakak" kata jeny "jangan sakiti adik ku" fudo menarik telinga riki "astaga sama saja seperti dulu waktu anak anak ryu masih hidup" ucap son dalam hati "guys" danmi datang "tuan fang" kata fudo "tidak papa santai saja" kata fang sambil berjalan untuk duduk
"astaga.. wajah mu sekilas mirip papa" kata jeny dalam hati "adik mu" kata fang "iya tuan, mari tuan duduk" kata riki "astaga tuan fang" kata son "ah tuan son" fang menjabat tangan son "guys... aku datang" kata bob "asyik semua nya sudah ngumpul!! di sini ada acara apa ini? terutama ada makanan apa? " kata bob "bob" kata Winda "gak papa sudah biasa" kata boy "benar itu" kata Agnes "ku rasa amin dan bob adalah saudara kembar yang dimana pun berada selalu makanan yang paling pertama dia cari" celetuk pam "ku rasa benar" sahut fudo sambil melihat fang dan son pergi menjauh "aku minta dong kelihatan nya enak" kata bob "ambil saja" kata bela "dasar" kata jin.
__ADS_1
fang menatap danmi yang sedang berbicara dengan jeny "kakak yang ini enak juga" jeny menyuapi danmi dengan sepotong cake "kau benar!! ini enak kau juga harus makan" kata danmi sambil menyuapi jeny "um.. jeny ini terlalu banyak" kata danmi membuat fang tersenyum tipis
"jadi kau akan berangkat kapan? " tanya son "aku langsung berangkat sebentar lagi bagaimana dengan mu" kata fang "aku akan berangkat besok bersama anak anak itu" kata son "lisa!! tangkap kak danmi, dia barusan mencuri permen kapas ku!! " jeny berlari seperti seorang bocah yang bermain dengan orang tua nya "astaga itu kan cuma permen kapas" kata bintang "boy pukul pacar mu" kata jeny "hati hati jangan lari lari" kata riki "anak anak ryu seperti anak ku sendiri" kata son "ku fikir saat itu anak bungsu ryu benar-benar tiada" kata fang "itu semua berkat riki " kata son "ryu anak anak mu sudah besar kawan" kata fang dalam hati.
boy menghampiri lisa yang terdiam "ada apa lisa? " tanya boy "aku seperti nya pernah melihat tuan fang, tapi dimana ya..aku pernah melihat nya di sebuah foto" fikir lisa "aku ingat, foto yang ada di gudang waktu itu, foto tuan fang ada bersama tuan ryu dan foto beberapa orang lainnya benar itu, aku ingat jangan jangan tuan fang kenal dengan tuan ryu" kata lisa dalam hati "lisa.. helo" kata boy "hah? ya ya ada apa? " ucap lisa "astaga kenapa kau melamun" kata boy "pasti di kepala nya hanya ada jeny dan jeny" ledek reno sambil lewat di depan mereka berdua .
"kau ini" kata lisa "boy aku rasa aku pernah melihat foto tuan fang dan tuan ryu bersamaan " kata lisa "masa? " kata boy "memang iya karena tuan ryu dan tuan fang itu memang satu rekan kerja! mereka berdua sama sama menjadi seorang agen rah--" danmi terdiam menatap lisa sesaat lalu pergi "hahaha.. apasih" danmi pergi "dia bilang apa barusan" kata lisa "aku juga gak tau" kata boy "danmi" danmi menoleh "ya kak" kata danmi "kita harus pergi sekarang" kata fang "tuan fang hum.. tidak mau makan dulu" kata riki "aku akan makan bersama mu besok" fang menepuk kepala riki
"biar aku antar tuan" kata fudo "tidak perlu" kata danmi "kami pergi dulu" kata danmi "oh ya kami juga harus pergi" kaya dio "kalian juga? padahal kita lagi seru seru nya loh...ini momen langka kita ngumpul bareng" kata bob "ya kami sedang mengejar pesawat" kata reno "kalau begitu kita berangkat bersama saja" kata danmi "baik tidak masalah" kata dio "bye reno.. bye kakak" kata jeny "bye adik ku" kata danmi "hei kau bilang apa? dia itu adik ku" ujar fudo "adik kita semua" kata amin seketika semuanya langsung tertawa.
__ADS_1