Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
pemenangnya sudah di tentukan


__ADS_3

dim tersenyum sambil meletakkan selembar kertas "lisa sedang membutuhkan seorang client, cari seseorang bawa ke hadapan ku. aku akan merencanakan sesuatu dan kali ini jeny akan benar-benar membenci mu lisa" kata dim sambil tersenyum.


di sebuah restoran..


terlihat di meja yang dekat jendela lisa dan jeny duduk berdua "kenapa lama sekali" kata lisa sambil menatap ke arah pria yang tak jauh dari mereka "ku rasa sebentar lagi" kata jeny sambil menikmati es krim coklat di depan nya "ya ku rasa sebentar lagi restoran nya akan tutup karena kau tidak berhenti makan" kata lisa, seorang wanita dengan dress pink datang "Hai" kata wanita itu "jen.. jen. dia datang" kata lisa "mana, oh.. wanita yang memakai dress pink itu. wajah boy langsung berubah" kata jeny "kaya nya aku pernah lihat saat di.. di acara ulang tahun kakak" kata lisa "oh.. jadi kau memperhatikan gadis gadis di sekitar mu ya dan saat aku menatap mu kau langsung pura pura melihat ku" kata jeny "oh. tidak kok" kata lisa "mencurigakan dasar mata keranjang aku tidak mau es ini lagi, makan nih" kata jeny "astaga" lisa menepuk dahinya "sayang jangan marah ya.. aku nggak sengaja kok melihat nya aku kan cuma mencintai mu apapun untuk mu baik lah aku akan menelpon dokter untuk menyiapkan operasi ku" kata lisa "kau mau operasi apa? " kata jeny "operasi mata aku akan menyuruh dokter membuang mata ku agar aku tidak bisa melihat siapa yang lewat agar kau bahagia" kata lisa "tidak waras" kata jeny "aku cuma mau kau senang" kata lisa "lalu saat pernikahan orang orang akan mentertawakan mu masa pengantin nya tidak punya mata" kata jeny "tapi aku takut kau cemburu di saat ada gadis lain yang kebetulan lewat di depan ku" kata lisa "ya lihat saja lihat saja semua nya tapi jika kau berani tersenyum dan menggoda mereka aku akan mencungkil mata mu dengan tangan ku" kata jeny "iya iya nih makan lagi" kata lisa "tidak mau kau makan saja aku mau lihat boy dan wanita itu" kata jeny "baik lah " kata lisa "kau mau pesan makanan lain? " kata lisa "aku mau soft cake coklat" kata jeny "oke" kata lisa.


"hari ini kau terlihat semakin cantik" kata boy bintang tersenyum "kurasa kau memang suka memuji mu dari awal pertemuan kita ke dua" kata bintang "aku sebenarnya tidak suka memuji seseorang namun entah mengapa saat melihat mu mulut ku tidak bisa berhenti mengeluarkan kalimat indah" kata boy "oh ya kau mau pesan apa? pesan saja" boy menyerahkan buku menu ke bintang "kau saja" kata bintang "tidak kau saja" kata boy "ku rasa mereka tidak akan makan" kata jeny "ya kelihatan nya begitu" kata lisa "ayolah bintang pesan saja" kata boy "kau saja" kata bintang "oke kita pesan bersama, kau suka apa kalau aku lebih suka udang" kata boy "aku aku suka salmon" kata bintang "baik kita pesan sekarang" kata boy "iya" kata bintang sambil tersenyum "ternyata kita salah" kata jeny sambil memakan buah kering "baru pertama kalinya aku melihat boy gugup" kata lisa "nama nya lagi jatuh cinta " kata jeny "tapi aku gak gugup kok " kata lisa "memang nya kau sedang jatuh cinta? " kata jeny "ya aku jatuh cinta terus " kata lisa "ehh.. yang benar saja? " kata jeny "ya aku jatuh cinta terus pada mu, dan kau tau aku gak bisa berhenti jatuh cinta pada mu" kata lisa "aih.. apa kau sedang menggoda ku, dengar ya tujuan kita datang cuma untuk menemani boy yang mau ketemuan" kata jeny "ya cuma menemani tapi ku rasa pelayan yang tadi sedang mengeluh di belakang karena kau terus memesan makanan dari tadi" kata lisa "aku mencintai makanan ku" kata jeny "lalu aku?" kata lisa "aku mencintai mu setelah naruto ku" kata jeny "ya" lisa menepuk kening nya lalu menatap boy yang sedang makan dengan bintang.


satu hari berlalu


asisten lisa menyimpan beberapa dokumen yang telah di periksa oleh lisa "nona pertemuan nya sudah di atur" kata asisten lisa "iya" kata lisa sambil mengetik sesuatu di laptop nya "oh ya ada satu client yang mengirim pesan mengatakan kalau dia bisa bertemu dengan anda di malam hari" kata asisten lisa "berikan data tentang nya aku mau lihat" kata lisa "baik nona" ucap asisten nya.

__ADS_1


nano membantu jeny membersihkan wajah jeny yang baru saja melakukan pemotretan "terimakasih kak nano" kata jeny "iya sama sama nih minum dulu" kata nano "jeny" lisa datang "lisa? kebetulan sekali aku juga baru selesai" kata jeny "hum.. jeny " kata lisa "iya" kata jeny sambil berdiri "aku duluan ya" kata nano "iya kak, terimakasih ya" kata jeny "bye" nano pergi "ada apa lisa? kita pulang sekarang yuk" kata jeny "dengar jeny.. aku masih ada pertemuan sampai jam setengah sembilan" kata lisa "apa? " kata jeny "hum.. aku ke sini menjemput mu dan mengantar mu pulang lalu kembali ke kantor" kata lisa "jadi kau akan lembur? " kata jeny "ya tapi tidak terlalu malam" kata lisa "tadi Agnes menelpon ku untuk mengajak ku makan malam bersama tapi tidak papa deh.. aku akan pergi sendiri boleh kan? " kata jeny "tentu ayo, tapi apa Agnes menjemput mu? " kata lisa "iya dia akan datang nanti ke rumah" kata jeny.


malam hari nya..


sambil memakan coklat jeny jalan menuruni tangga "jeny bibi pulang dulu ya" kata rita "iya bibi hati hati ya" kata jeny "iya " rita pergi keluar pintu. suara mobil terdengar "itu pasti boy" jeny berjalan membuka pintu "Hai jeny ku" kata boy "kau tidak kerja? " kata jeny "hari ini aku mengambil cuti agar bisa makan bersama kalian" kata boy "apa bintang mu ikut? " tanya jeny "dia ada urusan dengan kak cika jadi tidak bisa ikut" kata boy "ayo guys aku sudah lapar" kata bob "iya iya" kata jeny sambil mengambil tas lalu menutup pintu.


lisa menjabat tangan pria di depan nya sambil tersenyum "halo saya lisa dari starblue " kata lisa "halo nona lisa saya dari perusahaan qin" kata pria itu "baik silahkan duduk" kata lisa.


dari dalam mobil dim menatap jeny keluar dari mobil boy bersama beberapa teman nya yang lain perlahan dim tersenyum "dengar akn aba aba ku jeny sudah tiba dan dia akan masuk ke dalam kau harus bersiap siap untuk berakting dan aku akan siap menjadi pahlawan untuk jeny" kata dim.


lisa mengerutkan dahinya mendengar perkataan pria di depan nya "maaf sebelumnya, tapi entah mengapa aku ragu kalau kau bukan dari perusahaan qin" kata lisa "apa yang kau bicarakan nona lisa? " kata pria itu "perusahaan qin tidak pernah membahas hal seperti ini pada ku " kata lisa.

__ADS_1


"nah kan sudah ku duga itu pasti utusan si musang" bisik boy "jelas lah" kata joe "Hai " seorang wanita menghampiri jeny "apa aku mengenal mu? " tanya jeny "aku pengikut mu kau sweet kan? aku melihat postingan mu kau jatuh dan itu terlihat menggemaskan " kata wanita itu "oh.. Hai maaf ya" kata jeny "iya aku akan membawa kan mu sesuatu" kata wanita "tidak usah ka--" kata jeny "tidak papa bentar ya aku akan membawa kan mu hadiah" wanita itu pergi "hei hei" jeny berdiri "bentar ya" jeny mengejar wanita itu "hei tunggu" kata jeny "tung--" jeny hampir terjatuh "hati hati" joe mengikuti jeny " hei dengar jangan bawa apapun aku tidak akan menerima nya"kata jeny "oh.. kenapa? " kata wanita itu "aku tidak butuh apapun oke, jangan lari lagi aku lelah" kata jeny "baik apa kau mau bikin konten bersama ku satu aja satu video aja" kata wanita itu "oke lebih baik ayo buat dimana? " kata jeny "di sana" wanita itu menunjuk ke sebuah arah "boleh ak-- bentar" jeny mengamati seseorang "di sana!!! " seru wanita itu.


pria di depan lisa perlahan berdiri dan menatap lisa lalu dia mengeluarkan sesuatu dari saku nya "lisa mau kah kau menikah dengan ku? " tanya pria itu "lisa!! " jeny menghampiri lisa dan langsung mendorong pria itu "siapa kau? " kata jeny "jeny dengar aku--" kata lisa "diam!! siapa kau!! " kata jeny "aku kekasih lisa" kata pria itu "hei beraninya kau berbohong pada istri ku" kata lisa "istri apa?? " jeny menatap lisa "jika aku istri mu lalu pria ini siapa!! siapa dia!! kau dengar dia baru mengatakan kalau dia kekasih mu!! " kata jeny.


dim tersenyum wanita yang mengaku penggemar jeny tadi menghampiri nya "tugas selesai nona dim" kata wanita itu "pergilah aku sudah tranfer bayaran nya" kata dim.


"apa apaan ini! apa lagi ini?? " kata jeny "jeny tenang lah" kata joe "jeny.. aku akan mengungkapkan segala nya" kata lisa "sudah terungkap!! kau tetap saja tidak berubah aku membenci mu!! " jeny melepaskan cincin di jarinya "jeny.. jeny jangan" kata lisa "kau akan menikah dengan nya kan? nih ambil semoga bahagia" jeny pergi "grebb" joe langsung menahan pria itu dan membawa nya pergi "jeny!! " kata boy "jeny!! jeny tunggu" kata boy "jeny..... " kata Agnes "jeny berhenti lah" boy menarik jeny ke pelukan nya "boy... lisa memiliki kekasih lain" kata jeny "dengar jangan menangis " kata boy "tapi dia menyakiti ku lagi" kata jeny "jeny tenang ada sesuatu yang harus kau lihat" kata bob.


dengan marah lisa berjalan menghampiri dim yang sedang berjalan keluar dari tempat itu terlihat dim berjalan ke arah mobil nya "dim!! " kata lisa sambil menarik dim "ada apa lisa? " kata dim dengan tenang "ini ulah mu kan? jeny sekarang pergi dari ku!! kenapa kau tidak pernah puas!! " kata lisa "aku tidak akan puas sampai jeny menjadi milik ku!! gara gara kau jeny tidak melihat ke arah ku lagi" kata dim .


boy membawa jeny "tenang lah aku akan menghabisi lisa kali ini" kata boy "boy" kata jeny sambil berhenti berjalan "hei.. kenapa kau menangis lagi" kata boy "tenang lah ada aku di sini" kata Agnes "cepat boy" kata bob.

__ADS_1


"bruagg" tubuh dim jatuh ke tanah lisa langsung menindih nya dan menghajar dim "cih" dim langsung membalas pukulan lisa dan membalikkan keadaan "bahkan hari ini aku akan membunuh mu" dim mengeluarkan pisau dari saku kemeja nya.


jeny berhenti berjalan ketika melihat joe sudah ada di parkiran sambil membawa pria yang bersama lisa tadi "joe ada apa dengan mu? " kata jeny "lihat ke sana jeny" kata joe "ayo" kata boy sambil menarik tangan jeny dan terlihat dim memukuli lisa yang ada di bawah nya "aku melakukan semuanya!! aku datang untuk jeny dan jeny tidak tau itu dan dengan polos nya dia malah tersenyum pada ku, dia mau menerima permainan yang ku buat" kata dim "tapi jeny akan mengetahui nya" kata lisa sambil menahan pisau yang hampir mengenai wajah nya "dia hanya tau kau lah yang berusaha menyakiti ku!! aku mengirim orang untuk membunuh mu, membakar toko mu, membakar apartemen mu, mengirim seorang wanita yang mengaku kekasih masalalu mu dan menuduh mu melakukan pelecehan, aku juga menyuruh seorang wanita sebagai mata mata di kantor mu dan jeny sangat pintar dia datang di saat wanita itu ada di atas paha mu, dan juga wanita di bar besar itu aku yang menyuruh nya, membawa jeny ke apartemen ku dengan mengatakan kalau kau yang menyuruh nya aku memberinya obat tidur agar dia berhenti menyebutkan nama mu" dim terus berusaha menusuk lisa "kau juga berusaha melakukan hal tercela pada jeny saat di bar" kata lisa "ya.. aku memberinya obat agar dia patuh dan mau bersenang-senang dengan ku dan kau menggagalkan semua nya, aku juga menyuruh orang untuk menabrak jeny agar di mata jeny aku pahlawan nya dan kau musuh nya dan ini yang terakhir pria itu aku juga yang menyuruh nya bersama wanita tadi ini akibat jika kau berani merebut apa yang harus menjadi milik ku" kata dim sambil memukul perut lisa "akhh" lisa kesakitan "buagg"lisa memukul tangan dim dengan kuat sampai pisau itu terpental membuat dim semakin marah dan langsung memukuli lisa bertubi-tubi " LISAAAA"dim terdiam saat mendengar suara jeny "sekarang kau tau siapa pemenangnya dalam permainan mu" kata lisa sambil menggenggam tangan dim yang mencekik nya "awas" jeny memukul dim lalu menatap lisa "lisa.. lisa.. you ok" kata jeny "sekarang kau tau semuanya" kata lisa dengan muka babak belur "kak dim apa yang kau lakukan?? " kata jeny "jeny ini tidak seperti yang kau lihat" kata dim "" plakk"dim memegang pipinya yang memerah akibat di tampar jeny "aku percaya pada mu dan kau ternyata menipu ku!! tega sekali kau!! aku dan lisa menjadi kacau karena ulah mu!! " kata jeny "karena aku mencintaimu" kata dim "plak" dim kembali merasakan rasa panas di wajah nya "kau melakukan semuanya" kata jeny dia langsung melampiaskan amarah nya sambil sesekali memukuli dim namun dim tidak melawan sama sekali dia hanya diam sampai polisi datang "aku membenci mu sampai kapan pun itu" kata jeny "aku akan mendapatkan mu" dim tersenyum polisi langsung memborgol nya jeny kembali menendang dim "ini untuk suami ku" kata jeny sambil memukuli dim beberapa kali sampai akhir nya dim di bawa pergi oleh polisi "lisa" jeny memeluk lisa "ini semuanya sudah di rencana kan aku sudah membuktikan nya pada mu sekarang" kata lisa "terimakasih joe" kata lisa "tangan mu.. berdarah" air mata jeny menetes "tidak papa" lisa memeluk jeny "kau percaya pada ku kan" bisik lisa jeny mengangguk "maaf" ucap jeny "tidak kau tidak salah" kata lisa "akhirnya" kata Agnes "untung jin gak ikut" kata boy dalam hati "semua berakhir " kata lisa sambil menatap jeny "tapi kau terluka parah hanya untuk membuktikan kebenaran nya, maafkan aku" kata jeny lisa langsung kembali memeluk nya dan mencium jeny dengan lembut "aku mencintai mu".


__ADS_2