
rita meletakkan beberapa makanan di meja sambil melihat jeny memakai sepatunya "sarapan dulu jen" kata rita "iya bibi" kata jeny
"tok.. tok.. "
"permisi.. paket"
rita langsung berjalan ke arah pintu "iya" kata rita "permisi nyonya apakah ini rumah nona jeny? " tanya seorang kurir paket "iya" kata rita "siapa bibi? " tanya jeny "ada paket untuk nya" kata kurir "iya mana paket nya? " tanya rita "bentar" kurir itu berbalik "masuk masuk!!!! " terlihat ada mobil pengantar barang masuk "ayo turun kan pelan pelan!! " kata kurir itu beberapa orang menurunkan sesuatu yang di tutup kain berwarna hitam "astaga besar sekali" rita membuka pintu lebar lebar agar para kurir mudah memasukkan barang yang di pesan jeny "mohon tanda tangan nya" kata kurir "iya iya aku atau jeny? " kata rita "nona jeny" kata kurir "bibi ini paket dari siapa? " tanya jeny "loh.. kau ini bagaimana? bukannya kah yang memesan nya? " tanya rita jeny menandatangani kertas yang di beri kan kurir itu "ini dari siapa? " tanya jeny "pengiriman nya ada di barang itu kami permisi" mereka pergi "ahh.. aku tau ini kerjaan boy, bibi bantu aku tarik kain nya" kata jeny "iya" kata rita "sraaakk!!!! " jeny tertegun menatap apa yang di balik kain hitam itu "wahh.. indah nya" kata rita terlihat patung yang terbuat dari kaca yang berhias emas dua patung yang sangat indah patung berambut pendek sedang berlutut di hadapan patung berambut panjang "aku mencintai mu" ada tulisan di bawah patung nya "ini dari siapa? " kata rita "kring... kring" jeny menatap telpon rumah yang ada di dekat nya "tidak papa bibi biar aku saja" kata jeny "baiklah bini mau lihat sup ikan nya dulu" rita pergi ke dapur "halo" kata jeny "kau sudah menerima hadiah nya? " jeny langsung terlihat kesal "apa maksud mu dasar brengsek! " kata jeny "kau ini tidak peka" kata lisa "aku sedang melamar mu. huf.. sebenarnya aku mau ke sana bersama patung itu tapi sial nya aku ada rapat mendadak" kata lisa "apa kau tidak waras? cepat bawa patung bodoh mu ini" kata jeny "aku akan membawa nya asal kau mau ikut bersama ku" kata lisa "**** you" kata jeny "aku benci kamu" kata jeny "iya aku tau I love you aku harus rapat aku akan menemui nanti istri ku" telpon mati "apa!! aku belum siap bicara dasar bodoh" kata jeny.
danmi menghentikan mobil nya "aku harus beli minuman buat jeny kalau tidak dia akan mengamuk" kata danmi sambil keluar dari mobil tiba tiba matanya menatap seorang wanita yang sedang memilih milih bunga "aku ingat dia itu" kata danmi sambil berjalan ke arah wanita itu.
__ADS_1
"jrazzz" air mengalir perlahan "aku harus kasih kabar baik ini ke kak riki" kata boy sambil menggosok gosok leher nya "kalau jeny bekerja aku juga gak menyangka dia berniat untuk kerja padahal kak riki bilang diam lah adikku aku yang akan kerja kau cukup urus dirimu dengan baik" kata boy "oiii boyyy" boy mematikan air "ooii boyy" terdengar suara jin "oiii.. aku lagi mandi tunggu" kata boy "cepat lah.. Jack sudah menunggu" kata jin "ya elah cuma pergi beli jaket aja minta di temanin" kata boy .
John menatap jeny yang sedang makan "waktu tinggal beberapa hari lagi jika jeny tidak bisa ku dapat kan aku bisa dalam bahaya" fikir John "kau kenapa tidak makan? " tanya jeny "aku sudah kenyang" kata John "oh ya.. jeny" kata John "iya" kata jeny "kau ada kegiatan penting tidak? kaya pekerjaan" kata John "ada cuma tidak setiap hari" kata jeny "bagaimana kalau kau ikut kerja dengan ku jadi sekertaris ku" kata John jeny terdiam "kau bilang apa? " tanya jeny "aku mau kau jadi sekertaris ku" kata John "buf.. hahaha.. kau bercanda? aku bahkan tidak bisa membuat laporan saat kuliah sekarang kau mau aku jadi sekertaris mu ku yakin perusahaan mu akan bangkrut" kata jeny "hahaha.. aku percaya pada mu ku yakin kau tidak akan membuat ku kecewa" kata John "hum.. kau terlalu serius" kata jeny "ya aku sedang tidak bercanda" kata John "hum" jeny menunduk "aku.. aku akan fikir kan dulu" kata jeny sambil tersenyum.
malam harinya...
jeny mengacak-acak rambut nya "kakak kita harus lakukan lakukan sesuatu " kata jeny "ulur waktu saja" kata danmi "kau enak saja bicara nya besok kalau John tanya gimana" kata jeny "bilang beri aku waktu beberapa hari" kata danmi "kak danmi" danmi menatap jeny sambil membuka sekaleng minuman "hum.. kalau ada orang bilang melamar mu bagaimana" kata jeny "uhuk.. uhuk.. uhuk uhuk" jeny melongo melihat danmi "anak bodoh.. jika ada yang melamar ku aku akan menerima nya apalagi kalau aku tau dia mencintai ku kau ini bodoh sekali begitu saja tidak tau astaga apa yang di makan mama mu waktu dia hamil kau? " kata danmi "aahh... kau malah mengomeli ku!!! " kata jeny "bukan mengomeli tapi aku benar-benar geram pada mu" kata danmi "kan aku bertanya karena aku tidak tau" kata jeny "dasar otak bebal tapi kenapa kau bertanya begitu? " kata danmi "bodoh amat aku mau pulang aku kesal pada mu aku gak mau latihan lagi bye" kata jeny.
"ci.. ciki. ciki bum.. bum" jeny berjalan ke arah pintu "pam.. pam.. kak danmi hari ini aneh kenapa dia begitu" fikir jeny sambil mengambil kunci "eh??? " jeny mengerutkan dahinya lampu di rumah nya tiba tiba mati "sial sekali" kata jeny "tau gitu aku pergi saja ke klub" kata jeny sambil mengambil ponselnya dari saku "tap!! " seluruh lampu tiba tiba menyala membuat jeny berkedip kedip kebingungan "welcome jeny" terlihat lisa dengan jas hitam memegang bunga berwarna biru "brengsek sialan!!! apa yang kau lakukan di rumah ku" jeny melemparkan sepatu nya ke arah lisa "hei jen ini kejutan" kata lisa "kejutan apa? kejutan mu gak akan mengubah apapun dasar penipu! pergi sana dan bawa patung bodoh mu" kata jeny "jeny dengar aku" kata lisa "aku gak mau dengar apapun itu hei hei kalian cepat bereskan semuanya ini aahh.. aku gila aku harus ganti rumah" kata jeny "jeny dengar kan aku" lisa menarik tangan jeny "apa lagi?? kau mau aku membunuh mu juga? aku akan melakukan nya kau tau itu!! " kata jeny "kau tidak membaca tulisan di patung itu " lisa menatap patung itu "aku mencintaimu menikah lah dengan ku" jeny terlihat menatap lisa dengan kesal "aku tidak bisa baca dan itu tidak berguna jika kau tidak membawa nya aku akan menjual rumah ini!! " kata jeny "aku akan pergi bersama kakak ku!! " kata jeny "aku tau kau tidak mencintai ku setidak nya beri aku kesempatan" kata lisa "kesempatan apa? kau hanya menambah masalah baru" kata jeny "beri aku satu kesempatan untuk bersama mu" lisa menarik kedua tangan jeny "setidaknya biarkan aku bicara " kata lisa "lima menit" kata jeny "jadilah kekasih ku jen" kata lisa "kita mulai dari awal cinta akan datang untuk mu" kata lisa "sudah selesai? " tanya jeny "sekarang bereskan semuanya" kata jeny "kau tidak membalas perasaan yang baru ku katakan? " kata lisa "tidak penting dan ku rasa aku sudah mengatakan nya berkali-kali kan. aku tidak akan bersama mu aku membenci mu lisa! bereskan semuanya" kata jeny "dan jangan sentuh aku! " kata jeny "aku tidak akan pergi jauh dari mu" kata lisa "aku akan ada di dekat mu" kata lisa sambil duduk di lantai "bright!! bright" jeny melihat sekeliling "bright aku mau kau menyingkirkan semuanya" kata jeny "hum.. aku.. ak" bright kebingungan "kenapa kau tidak mau? aku akan menelpon jasa angkat barang untuk membantu mu" kata jeny "tapi.. tapi nona hum.. kemana barang barang ini akan di pindah kan" kata bright "ke rumah nya lah kemana lagi aku tidak mau melihat sampah ini" kata jeny "jika kau tidak mau tidak papa aku akan pergi aku tidak mau tinggal di sini!! " kata jeny "baik baik nona aku akan singkirkan semuanya" kata bright "dan juga bos mu ini bawa dia " kata jeny "aku tidak pergi aku akan tetap di sini" kata lisa "oh.. oke pilih saja kau di dalam aku akan di luar" jeny memakai kembali sepatu nya "jen jeny!! " lisa berdiri lalu mendatangi jeny "kenapa kau keras kepala? " kata lisa "kau lah yang keras kepala!! berapa banyak masalah lagi yang datang ke dalam hidup ku gara gara kau" kata jeny "aku tau aku tau aku selalu menyebabkan banyak masalah aku minta maaf" kata lisa "maaf? kau fikir itu gampang? " kata jeny "bagaimana soal pekerjaan palsu ku!! kenapa gak sekalian kau katakan pada boy kalau aku ini bersandiwara di hadapan mereka aku sudah menjadi penjahat" kata jeny "kau tidak menjadi penjahat jeny" kata lisa "oh ya.. aku telah menciptakan banyak kebohongan dan juga rencana pembalasan. padahal kakak ku seorang polisi " kata jeny "jeny dengar... kau tidak jahat kau melakukan hal benar jika aku jadi kau aku juga akan melakukan pembalasan, tapi jeny.. berikan aku kesempatan untuk cinta mu" kata lisa "tidak akan" kata jeny "jika kau memberi aku kesempatan aku akan melakukan apapun un-" kata lisa "apapun? " kata jeny "lalu kenapa kau tidak menyingkirkan semuanya? aku risih dengan semuanya kau tau! itu cinta tidak terlalu penting dalam kehidupan ku" kata jeny "aku tidak senang lisa, kepala ku semakin sakit karena ulah mu" kata jeny "shin bereskan semuanya" kata lisa "baik nona! " kata shin "sekarang kau senang? " tanya lisa "belum karena kau masih ada di sini" kata jeny "aku akan pergi tapi aku akan kembali esok" kata lisa "roy antar aku ke bar chino" kata lisa sambil melangkah ke mobil "nona ini sudah malam kau ingin ke bar? " kata nario "aku ingin mabuk hari ini dan berharap ada yang membunuh ku besok" kata lisa sambil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
jeny membuka mata nya lalu menyalahkan lampu mengambil ponselnya "hum.. masih jam dua" kata jeny tiba-tiba mata nya melihat motivasi lima jam lalu "jen aku sudah mengabari yang lain kalau kau di Terima kerja dan akan menunjukkan tempat kerja mu" jeny membaca pesan dari boy "astaga mati lah aku" jeny mengusap wajahnya "jika aku meminta John untuk berpura-pura jadi bos ku aahh.. tidak tidak.. semuanya bisa dalam bahaya" kata jeny "lalu aku minta bantuan siapa ya.. kak danmi ah.. tidak deh.. ohhh bright dia kan pasti tau dan punya kenalan ah.. ya ya aku bisa minta bantuan darinya" jeny menelpon bright "ya nona jeny" kata bright "bright kau belum tidur? " tanya jeny "belum nona aku masih menemani nona lisa di bar" kata bright "apa?? kau masih di bar? " tanya jeny "iya nona oh ya ada apa malam malam begini menelpon ku? kau seharusnya tidur nona" kata bright "bright aku tidak bisa tidur" kata jeny "apa kau bisa membantu ku, aku butuh bantuan" jeny pun menceritakan maksudnya "hum.. aku akan cari besok nona semoga aku bisa membantu mu" kata bright "oh.. baiklah aku akan tutup telpon nya" kata jeny "baik nona selamat malam" kata bright "hum.. bright " ucap jeny "iya nona" kata bright jeny terdiam cukup lama bright terlihat kebingungan "nona" kata bright "hum.. bright hum" suara jeny tidak terdengar jelas "bawa dia pulang, kau juga pulang ini sudah larut" kata jeny lalu dia memutuskan panggilan duduk bersandar mengusap wajahnya perlahan mengusap usap rambutnya terlihat seperti orang frustasi.
keesokan harinya...
"jeny ponsel berbunyi tuh" kata rita "iya bibi" jeny meletakan sendok nya "ini ini" rita meletakan ponsel jeny ke atas meja "terimakasih bibi" kata jeny terlihat di layar ponsel jeny nama bright "nona jeny apa aku mengganggu mu? " tanya bright "tidak jadi bagaimana? " tanya jeny "ada perusahaan baru yang masih belum terlalu aktif mau bisa memakainya dan kita akan cari orang orang untuk menyamar sebagai bos dan karyawan" kata bright "terimakasih bright, hum " kata jeny "aku akan membantu nona" kata bright "ah.. baik lah terimakasih ya tapi kau tidak pergi dengan lisa? " tanya jeny "tidak nona aku sedang dalam perjalanan ke rumah mu" kata bright "baiklah cepat lah kita sarapan bersama " kata jeny.
boy mengetuk pintu dengan sangat semangat "iya iya sabar" bob membuka pintu "ayo cepat jeny sudah menunggu lama" kata boy "iya tapi joe lagi pakai baju" kata Agnes "joeee!!! cepat" kata boy "teriak lagi aku penggal kau!! " seru joe dari dalam kamar.
bright menatap jeny yang terlihat gugup "nona semuanya akan baik baik saja" kata bright "hum.. walaupun ka sudah menyiapkan semuanya aku.. aku merasa tidak enak" kata jeny "tidak enak bagimana? " tanya bright "kebohongan kali ini jauh lebih besar " kata jeny "jenyyy" terlihat mobil putih mendekat "jeny aku datang" kata boy "aih.. boy jangan berteriak telinga sakit mendengar suara jelek mu" kata jeny "jadi kita pergi sekarang atau" kata bob "sekarang aja yuk" kata jeny mereka pun berangkat.
__ADS_1
setibanya di lokasi mobil langsung berhenti "oh ya tumben sekali hum.. pengawal lisa ada dengan mu" kata Agnes "iya aku juga baru sadar" kata joe "oh si bright hum.. " jeny menatap bright "saya memiliki tugas mengkawal nona jeny" kata bright "oh yaya.. iya dia dia benar" kata jeny "mati aku bright kenapa bicara begitu" fikir jeny "ayo nona silakan" kata bright "wah... gedung ini luas ya" kata Agnes "Hai jeny apa kabar " sapa beberapa orang "Hai Hai juga aku baik" kata jeny "Hai jeny bos tadi mencari mu" kata seorang pria sambil berjalan melewati jeny "kalian sudah melihat nya kan hum.. aku mau kerja dulu" kata jeny "iya iya" kata boy jeny pergi "aduh.. aku bahkan tidak tau di mana ruangan nya" kata jeny "nona sebelah sini" kata bright "oke" jeny masuk ke dalam sebuah ruangan terlihat ada seorang pria berkumis dan berkacamata "selamat siang " kata jeny "jangan kaku" pria itu tersenyum "hum.. iya" kata jeny sambil duduk boy melihat lihat sekitar nya "ini bagus banget" kata boy "lebih baik kita cepat pergi sebelum kita mengganggu kerja orang, seharusnya kita lihat nya dari luar bukan masuk" kata joe "hum benar juga " kata bob "ayo kita pulang" kata joe "kita sudah beberapa jam di sini" kata bob terlihat jeny berjalan sambil menyerahkan beberapa map ke seorang wanita "jeny" kata joe "aku akan kembali" kata jeny sambil berjalan ke arah teman teman nya "ada apa? " tanya jeny "kami mau pulang" kata joe "oh aku antar sampai mobil" kata jeny "kau sangat beruntung jeny" kata bob "kak riki juga pasti bangga" kata Agnes "hum.. semuanya" kata jeny saat di depan mobil "apa? " kata boy "hum.. aku tidak mau kakak tau kalau aku kerja bisakah kalian merahasiakan ini dari nya" kata jeny "kalian tau kak riki tidak akan membiarkan aku kerja" kata jeny "kami mengerti" boy tersenyum lebar "baiklah hati hati " jeny melambaikan tangan sampai tempat temannya benar-benar jauh.
jeny mencari bright ke setiap ruangan melihat kesana ke sini "mungkin pria berkumis itu tau" jeny masuk ke sebuah ruangan "hei.. apa kau melihat bright? " tanya jeny "oh.. dia pergi mencari makanan" kata pria itu "duduk lah nona jeny mau minum? " tanya pria itu "hum tidak" kata jeny pria itu menuang minuman ke dalam sebuah gelas lalu meminumnya jeny menyipitkan mata nya memperhatikan pria itu ada benda hitam masuk ke dalam gelas "ada apa nona jeny? " tanya pria itu jeny berdiri menarik kacamata pria itu lalu rambut nya "nona lis--" bright terdiam saat melihat jeny ada di ruangan itu "bright kalian berkerja sama? mengerjai ku? " tanya jeny "uhm.. nona aku aku minta maaf aku.. aku tidak punya kenalan lain" kata bright "semua berjalan lancar bukan? " kata lisa "diam!! kau oh.. kau mengajari bright untuk berbohong? bright ini milik nya? " tanya jeny bright mengangguk "jika aku tau kau di sini aku lebih memilih semua nya tau kebohongan ku" jeny berjalan ke arah pintu "jeny" lisa mengejarnya lalu memberi isyarat agar bright pergi "aku melakukan nya Karena aku peduli pada mu " kata lisa "kau bilang apa? " kata jeny "aku peduli pada mu! dan juga aku mencintaimu" kata lisa "aku akan melakukan apa saja untuk mu" kata lisa "tapi ini tidak perlu aku tidak meminta nya" kata jeny "aku tau, tapi cinta membuat ku melakukan nya tanpa kau minta aku akan melakukan apapun untuk membuat mu senang, nyaman, bahagia, dengan berbagai cara" kata lisa "cinta membuat ku gila jen aku tidak dapat menahannya" kata lisa jeny membuka pintu "BRIGHT!! bright!! antar aku pulang" kata jeny lisa diam sesaat lalu mengikuti jeny dari belakang "bright " kata jeny "iya nona" bright lari mendekat "antar dia pulang pastikan dia aman" kata lisa "jangan sok peduli pada ku!! apa mereka orang suruhan mu juga? " jeny menatap para karyawan "tidak" kata lisa "kau berbohong lagi kan? " kata jeny "katakan siapa kalian! " kata lisa "kami karyawan asli dari perusahaan ini nona. maaf kami kurang sopan menyambut kedatangan mu" semua karyawan berdiri lalu membungkuk hormat pada jeny "kau menyuruh mereka? " kata jeny "Hai sayang aku diam saja dari tadi" kata lisa "cepatlah pulang dan istirahat kau kurang tidur kan" kata lisa "kalian semua lebih baik bubar jangan percaya pada penipu ini" jeny pergi di ikuti dengan bright "seberapa jauh kau lari aku akan tetap mengejar mu jen" kata lisa sambil menatap jeny berjalan menjauh.