
jeny membuka mata nya melihat sekitar nya melihat pintu lalu tiang impus nya "hum? " jeny melihat seseorang tidur di atas sofa "boo.. y" kata jeny sambil berusaha untuk duduk "booy.. bagun lah.. " kata jeny sambil memegang bahunya yang terasa sakit "booy.. " kata jeny lisa membuka matanya mendengar suara jeny "booy.. kenapa tidak ada air" kata jeny lisa langsung menyingkirkan jaket milik boy yang menutupi tubuhnya jeny langsung diam "kau sudah bangun" lisa berdiri menghampiri jeny "kau haus... " lisa melihat sekitar nya tidak ada sebotol air pun "sebentar aku cari minum" lisa pergi keluar tak lama kemudian kembali lagi dengan membawa peper bag lalu duduk di dekat jeny dan mengeluarkan sebotol minuman lalu membukanya dan memasukan sedotan ke dalam botol itu "hum.. minum lah" kata lisa jeny menatap lisa mata nya terlihat merah "aku membeli makanan " lisa mengeluarkan makanan yang dia beli "kau harus makan" kata lisa sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan ke dekat mulut jeny "hum.ayo buka mulut mu" kata lisa jeny menatap wajah lisa lalu tangan lisa yang ada di depan nya "kau tidak mau makan? ayolah buka mulut mu" kata lisa jeny perlahan membuka mulut nya dan menerima makanan yang di berikan oleh lisa "kau sangat menggemaskan" kata lisa dalam hati jeny melihat lisa tersenyum manis sambil melihat ke arah nya "ayo makan lagi" kata lisa sambil menyuapi jeny "apa lisa sakit juga? " fikir jeny sambil memperhatikan tangan lisa yang gemetaran "sehabis makan kau akan minum obat, dokter yang menyuruh nya" kata lisa "boy dan yang lain.. " kata jeny "bob mengantarkan Agnes karena Agnes demam mungkin kelelahan dia selalu menangis" kata lisa "dan boy pergi ke rumah mengambil baju untuk kita kalau joe aku tidak tau tadi dia di sini " kata lisa "griitt" pintu terbuka joe melihat lisa sedang menyuapi jeny "kau sudah sadar lisa? " kata joe "apa maksudnya? " kata lisa "lisa kelelahan tidak tidur beberapa hari kami menyuruh pulang tapi dia gak mau dia masih bersikukuh menjaga mu sampai dia pingsan" kata joe "kenapa kau jujur sekali" kata lisa dengan nada penuh tekanan "kau bilang apa joe? " kata jeny "lupakan jen, ayo lanjut makan" kata lisa joe terkekeh melihat wajah lisa memerah karena malu "uhuk! " jeny memegangi dadanya "kenapa? sakit lagi? " lisa meletakkan piring nya dan memegangi bahu jeny "tahan jen aku panggil dokter" kata joe "uhuk.. " jeny terlihat ingin muntah "tidak papa tidak papa kau mual? " kata lisa "huek.. " lisa langsung meletakan tangan nya di depan mulut jeny joe datang "ouh.. " cepat cepat mengambil tempat "buang ke sini " kata joe lisa mengangguk "kau bersihkan dulu tangan mu" kata joe "hum" lisa mengangguk "jaga dia ya" lisa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tangan nya "apa masih mual? " tanya dokter "sedikit" kata jeny "tidak papa itu akan membaik setelah kau meminum obat mu jangan kwatir" kata dokter joe langsung mengambil obat jeny "ayo minum obat mu dulu" kata joe dokter pun pergi "apa Agnes baik baik saja? " tanya jeny "dia cuma demam bob sudah menjaga nya" kata joe "apa luka mu masih terasa sakit? " tanya joe "masih saat aku bernafas rasanya sangat menyakitkan" kata jeny "kalau begitu berbaring lah agar tidak terlalu sakit" kata joe "tidak mau" kata jeny lisa datang "kau sudah maka lisa? " tanya joe "hum.. sudah" kata lisa "halo" boy datang "lisa ini aku bawa makanan kau makan dulu jangan sampai seperti semalam" kata boy "hei je kau sudah makan" kata boy jeny mengangguk "cepat makan lisa" kata boy "iya lisa makan lah dulu" kata joe lisa mengangguk "ayo aku juga belum makan" kata joe "kalian makan saja dulu aku akan menjaga jeny" kata boy.
"rikiiiiii!!!! ada pesan!!! " seru pam "aaa... aku lagi mandi" kata riki "lisa bilang jeny merindukan mu kau harus jaga makanan mu!! dan juga jangan lupa istirahat" kata pam "oke.. aku dengar balas pesannya.. aku cinta kamu gitu" kata riki "okee" kata pam fudo membuka selimut nya "eiii.. suara kalian!! " kata fudo "maaf" kata pam "ku bunuh kau nanti" kata fudo "lanjutkan tidur mu byeee" kata pam "paaa... m handuk mu!! " seru amin "iya iya aku lupa" kata pam "kau selalu saja meletakkan handuk mu di sofa" kata amin "iya iya jangan ngomel" kata pam "jika sekali lagi aku lihat handuk mu di sofa aku akan bakar handuk mu" kata amin "dorr!! " terdengar suara tembak dari kamar fudo "AAAHHH!! " jerit amin dan pam bersamaan "fudo!! kau membuat ku kaget!! " seru riki dari kamar mandi "bisakah kalian diam sebelum ku bakar tempat ini? " kata fudo "baik!! " kata yang lain.
boy membersihkan wajah jeny dengan tisu "apa lisa memperlakukan mu dengan baik" kata boy jeny menatap boy "tidak" kata jeny "kenapa? " boy terlihat terkejut "aku tidak akan di sini jika lisa tidak mendekati ku" kata jeny boy menunduk lalu mengusap wajahnya perlahan "pacar lisa hampir membunuh ku" kata jeny "adsila mantan pacar lisa, dia memang orang yang sangat nekat tapi kau jangan kwatir kak Daichi sudah mengurus nya dan mengirim nya ke tempat yang jauh dan aku akan menjaga mu" kata boy "aku tidak mau melihat lisa" kata jeny "kenapa? " kata boy "aku hanya tidak mau melihat nya! " kata jeny "cukup kau saja yang ada di dekat ku" kata jeny "tapi ini bukan sal--" kata boy "kau lihat apa yang terjadi pada ku? orang itu memukuli ku tiap saat gara gara lisa, orang itu hampir membunuh ku, dan bahkan dia mau membawa ku aku tidak mau lisa ada di sini!! aku tidak mau melihat nya" kata jeny "oke oke.. oke.. aku akan menemui lisa" kata boy jeny mengangguk pelan.
joe mengusap rambutnya di tambah lagi dia melihat wajah sedih lisa "aku tau ini berat untuk mu tapi.. mungkin saja jeny masih shock masih trauma dengan kejadian itu di tambah lagi kita gak tau adsila mengatakan apa saja pada jeny" kata boy lisa terlihat putus asa dia membungkuk memegang lutut nya yang terasa lemas mendengar apa yang di katakan boy "lisa" kata boy dia tidak tega melihat lisa dalam kondisi seperti ini "tuhaaa... n kenapa berat sekali" kata lisa "dia mungkin masih tertekan dari cara dia bicara padaku dia terlihat ketakutan dia menceritakan siksaan yang dia dapat dari adsila karena dirimu" kata boy "tidak papa" joe menepuk bahu lisa "saat ini kau harus bersabar" kata boy "aku tidak bisa jauh darinya" kata lisa "kau tidak akan jauh darinya" kata joe "maksud mu? " kata boy "lisa masih bisa melihat jeny dari jauh, lisa.. kau harus bertahan ini hanya sementara sampai jeny tenang" kata joe "semangat" boy menenangkan lisa.
jeny menatap ke arah pintu bayangan lisa muncul di ingatan nya di saat lisa datang menolong nya, menenangkan nya, dan bahkan menjaga nya jeny menunduk perlahan menarik nafas nya dalam dalam "dengan begini kau mau tidak mau kau harus menjauh dariku"ucap jeny.
malam hari..
__ADS_1
lisa berdiri dan bersandar di dinding di luar kamar jeny " sudah malam kau tidur lah"kata boy "hum" jeny mengangguk "booy.. ponsel ku hilang bagaimana aku bisa menghubungi kakak" kata jeny "kau bisa pakai ponsel ku" kata boy "apa kau akan bilang ke kakak kalau aku terluka? " kata jeny "tidak.. aku tau kau pasti melarang ku" kata boy sambil tersenyum "besok aku pakai ponselmu untuk menghubungi kakak" ucap jeny "ya.. sekarang tidur lah" kata boy sambil mengusap rambut jeny dengan lembut. "pakai jaket" joe menyodorkan sebuah jaket hitam ke lisa "aku tidak kedinginan" kata lisa "pakai saja, dan cobalah untuk duduk kakimu bisa patah kalau kau berdiri terus" kata joe "kalian? " boy berdiri di pintu "gimana dengan jeny? " tanya joe "dia tidur bisa aku minta kalian jagain dia dulu aku mau mandi" kata boy "pergilah" kata joe lisa sudah masuk ke dalam kamar jeny "kenapa? kenapa kau ingin aku menjauh darimu" kata lisa dalam hati dia duduk di kursi yang ada di samping jeny memperhatikan wajah jeny yang tertidur "apa yang di katakan adsila pada mu? sampai sampai kau ingin aku menjauh dari mu" kata lisa.
beberapa hari berlalu...
boy membantu jeny turun dari mobil sementara bob membawa barang barang jeny "selamat datang di rumah" kata Agnes sambil menyalakan bom hias "kau bisa jalan? " tanya boy "kau fikir aku lumpuh? " jeny berjalan masuk ke dalam rumahnya "Hai jeny.. bibi merindukan mu" kata rita "jangan peluk bibi.. bahu ku masih sakit" kata jeny "iya bibi paham" kata rita "ayo duduk" kata Agnes "ku fikir kau masih demam" kata jeny "aku sudah sehat kok, kau kapan sembuhnya" kata Agnes "aku sudah sembuh" kata jeny joe menoleh melihat lisa yang ada di luar rumah menatap jeny dari jauh.
hari demi hari berlalu..
sesampainya di rumah...
jeny menatap vas di meja makan "bibi kenapa vas ini kosong? " tanya jeny "ooh... bibi lupa membeli bunga tadi, biasa lisa datang dan meletakkan bunga yang dia bawa tapi sekarang dia tidak datang datang" kata rita "nanti biar aku suruh boy membawa bunga" kata jeny "kau istirahat lah jen, bibi akan masak untuk makan malam" kata rita "kau tidak boleh terlalu lelah kata boy" ucap rita "iya bi, aku ke atas dulu ya" kata jeny "iya" kata rita.
__ADS_1
boy melihat box di depan nya "ini ponsel untuk nya? " tanya boy lisa mengangguk "tapi jangan bilang dariku, dia tidak akan menerima nya" kata lisa "besok mau ke rumah jeny kan? " kata lisa boy mengangguk "belikan beberapa bunga untuk vas kecil di meja makan, aku menyuruh bright untuk menggantikan ku hari ini. aku ada rapat dan lembur malam ini" kata lisa "kau keliatan kurang tidur dan sekarang kau bilang kau akan lembur" kata boy "apa kau waras? kau harus jaga kesehatan mu" ujar boy "kau fikir aku anak kecil, aku berangkat ke kantor dulu " kata lisa "lisa" kata boy lisa menoleh "jangan lupa makan dan pakai lah jaket ini, cuaca agak dingin jika kau sakit siapa yang menjaga jeny" kata boy lisa tersenyum lalu mengambil jaket milik boy "aku akan menjaganya" lisa pun pergi.
keesokannya..
jeny melihat boy sedang memasukan bunga ke dalam vas "tumben sekali" kata jeny "good morning" kata boy jeny berjalan menghampiri boy "oh ya lihat ini apa kau suka? " kata boy "wah.. ini ponsel terbaru" kata jeny "kau membeli ponsel lagi? " tanya jeny "ini ponsel untuk mu" kata boy "humm... " jeny menatap boy "iya ini milikmu aku sudah memasukkan data data mu dan nomor teman teman kita dan kakak" kata boy "jangan habis kan uang mu untuk ku nanti aku akan beli sendiri" kata jeny "jika kau tidak mau aku gak akan menemui mu lagi" kata boy "hm.. kau mengancam ku? " tanya jeny "bilang iya dulu atau aku pergi" kata boy "hm.. iya deh" kata jeny boy tersenyum "kalau begitu ayo kita sarapan" kata boy.
boy menatap jeny yang ada di samping nya "sudah lama kita tidak jogging" kata boy "apa luka di tubuh mu sudah pulih total? " tanya boy "sudah kok" kata jeny "pulang jogging aku traktir makan es krim coklat" kata boy "aku sudah lupa rasanya" kata jeny "maka nya nanti aku belikan untuk mu" kata boy "eh.. itu kaya" jeny melihat kembali pohon yang dia lewati "bukan ya? ku fikir tadi bright" fikir jeny sambil terus berlari di samping boy.
malam hari
lisa menatap ponsel nya terlihat jeny sedang melepas sepatu nya lalu membuka kulkas "dari mana dia? " tanya lisa jeny membuka kemeja nya lalu duduk di sofa "temani aku lembur ya" lisa meletakkan ponsel nya di depan nya lalu dia lanjut mengetik di laptop nya.
__ADS_1