Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
toko sweet


__ADS_3

seorang wanita berjalan dengan dua polisi di depan nya "silahkan " kata polisi itu wanita itu mengangguk lalu berjalan dua langka dan menatap seorang wanita berambut pendek yang sedang duduk di sel tahanan "nona dim" kata wanita itu "lop sial kenapa kau lama sekali" kata dim sambil berjalan mendekati lop "aku mau bicara empat mata" dim menatap dua polisi di dekat lop dua polisi itu langsung pergi.


"lop telpon yang lain aku sudah bosan dengan cara halus seperti ini dan juga jeny sudah tau segala nya" kata dim "dengar kan rencana ku" kata dim "baik nona" kata lop kemudian dim mengatakan rencana pada lop.


"sraak" jeny membuka tirai jendela cahaya matahari langsung masuk ke dalam kamar "jen" kata lisa yang berbaring di atas ranjang dengan perban di tangan nya dan juga leher nya "ada apa? kau butuh sesuatu lagi? " tanya jeny "lihat dada ku ada sesuatu di dalam" kata lisa "bentar" jeny duduk di dekat lisa "apa yang kau rasakan? " tanya jeny "gak tau coba periksa" kata lisa jeny membuka kancing kemeja lisa "tidak ada apapun" kata jeny "ada " kata lisa dengan wajah nya yang sangat menyakinkan "tapi aku tidak menemukan apapun" kata jeny "iya soal nya aku mau memberi tahu mu kalau jantung ku semakin berdegup kencang saat melihat mu" kata lisa "AHHHHH" sai melihat ke atas "aku dengar suara" kata sai "iya seperti nya suara nona lisa" kata rai.


"aduh.. jen" kata lisa sambil meringis "itu akibat nya jika kau terus menerus bertingkah konyol" kata jeny "ya.. tapi kau menekan luka ku itu sungguh tidak lucu" kata lisa "tidak ada yang menganggap nya lucu" jeny kembali berdiri "aku akan berangkat" kata jeny "kemari lah" kata lisa "kali ini apa lagi? " kata jeny "bentar" kata lisa jeny kembali mendekat lisa langsung menarik tangan jeny membuat jeny terjatuh ke atas tubuh lisa "apa lagi ini? " kata jeny "aku mencintai mu" kata lisa jeny tersenyum "aku juga" kata jeny "kau yakin kau akan pergi kerja dan meninggalkan ku yang sedang sakit" kata lisa "aku cuma sebentar saja lalu langsung kembali pulang" kata jeny "cium aku dulu" kata lisa "tidak aku sudah mencium mu ratusan kali pagi ini" kata jeny "kurang" kata lisa "baik lah" jeny mencium lisa "aku akan berangkat jangan kemana mana selama beberapa hari sampai luka mu benar-benar pulih" kata jeny "baik lah istri ku" kata lisa.


"ya ya ya.. bagus lah jika sudah siap, sekarang telpon jeny dan beritahu semuanya " kata fudo sambil menuang masakan nya ke atas sebuah piring "iya.. aku juga akan menelpon jeny nanti, oh ya biaya nya akan aku tranfer nanti setelah jeny memeriksa tempat nya" kata fudo "oke oke aku matikan telpon nya" kata fudo "kau serius sungguhan membuat toko untuk jeny? apa kau tidak waras" kata riki "nih simpan kan ponsel ku aku harus memasak lagi" fudo melempar ponsel nya ke arah riki "ups.. " riki menangkap ponsel fudo "kau belum menjawab pertanyaan ku fudo " kata riki "apa lagi yang kalian ribut kan" amin duduk di kursi "kau gila, aku tidak mengizinkan adik ku untuk berkerja aku mau dia bersenang-senang saja kau malah membuat kan dia sebuah toko" kata riki "bicara lagi aku akan menjadi kan mu menu makan malam" kata fudo "aih.. kau tidak mengerti" kata riki "pagi pagi suami istri sudah bertengkar" kata endo "suami istri apa nya!! jangan menambah emosi ku semakin naik ya" kata riki "ayolah riki dewasa sedikit, aku yakin niat fudo baik. toko itu akan di kelola jeny dia hanya duduk dan menunggu pembeli tidak ada yang salah justru jeny kemungkinan akan sangat bosan sendirian di rumah, dan juga akan sangat bagus jika jeny berbaur dengan orang lain " kata pam "betul juga tuh" kata amin "terserah" kata riki sambil pergi "dia sangat mirip dengan jeny, dulu jeny juga sering marah marah seperti itu" kata pam "adik kakak wajar lah sama" kata endo.


lisa menatap hasil rekamannya selama dia bersama jeny. "kenapa kau memakan cery ku!! " terlihat wajah jeny di layar laptop lisa "aku cuma mencoba nya sedikit"


"sedikit apanya masa satu box gak ada satu yang tersisa lihat lah cuma tangkai nya saja"


"maaf"


"aku benci dirimu aku marah"


"ayolah aku janji besok beli lagi"


"tidak mau malam ini kau tidur lah di kamar lain"


"astaga cuma karena cery"


"iya aku benar-benar kesal" terlihat jeny pergi "sayang sayang cuma bercanda buka pintu nya, ini cery nya masih utuh aku cuma mengerjai mu, ayo buka pintu nya... "


lisa tersenyum melihat vidio yang dia rekam sendiri.


"hari ini aku akan mengabadikan momen ku dengan jeny, hari ini aku ulang tahun dan aku tau jeny akan memberi ku kejutan uh ponsel ku berdering ternyata jeny menelpon ku. halo jen"


"lisa.. aku harus pergi dengan kak Daichi dan beberapa rekan lainnya untuk pertemuan rapat di luar kota kau pulang lah sendiri oh ya aku sudah memesan hadiah dan kue untuk mu aku sangat sibuk nanti ku telpon lagi, semoga hari mu menyenangkan di party nanti malam"

__ADS_1


"apa? kau serius? hei jen jen.. astaga dia mematikan telpon"


"saat ini aku ada di party ku aku sengaja merekam nya agar jeny tau kalau dia melewati hari yang baik "


"selamat ulang tahun lisa"


"happy birthday lisa"


"selamat ulang tahun"


"jahat sekali kamu jen semua orang menguncap kan selamat ulang tahun ,tapi aku merasa kesepian jeny kau sungguh tega itu ada boy "


"lisa cepat ke sana kue nya sudah siap kita akan bernyanyi bersama oh ya jeny bilang kurir pengantar hadiah nya mengalami kendala jadi besok hadiah baru di antar ayo sekarang tiup lilin di sana"


"hei boy kenapa di party ku ada beberapa boneka aku merasa ini tidak cocok ada di party aku kan sudah dewasa"


"itu jeny yang minta kemarin ya kan boy"


"ayo naik sini "


"semua nya ayo nyanyi bersama happy birthday lisa"


"tiup lilin nya tiup lilin nya"


"yeaay... lisa kau harus berfoto aku akan mengirimkan nya ke jeny"


"foto apa boy"


"foto aja lisa cepat pose"


"tunggu boy lebih bagus jika lisa foto di antara empat boneka itu "

__ADS_1


"apa? "


"ayolah lisa cepat demi jeny"


"baik lah"


"senyum tahan oke lagi lagi"


"ayolah boy berapa foto yang akan kau ambil"


"sebanyak-banyaknya"


terlihat lisa terkejut karena boneka di samping nya bicara "boy"


"happy birthday nona lisa"


"jeny, astaga kau berkamuflase dengan sangat baik aku bahkan tidak menyadari kalau ini kau".


lisa tersenyum lebar " aku akan mencintai jeny.. cepat kah kembali dari kantor "kata lisa lalu dia lanjut menonton hasil rekamannya.


di dalam mal


sambil menatap boy bintang berjalan di samping boy " yang itu kaya nya bagus"kata boy "eh? kau menatap ku? " kata boy "hum.. ti.. tidak" kata bintang, "guys kalian di sini rupa nya, udah dapat apa yang kalian cari " kata Jack "belum kami masih melihat lihat" kata boy "oke sampai ketemu nanti kami mau ke lantai selanjutnya" kata Jack "oke jangan lupa telpon kalau udah selesai" kata boy "iya, ayo sayang" kata Jack sambil menggandeng tangan bela lalu pergi menjauh boy menunduk "enak sekali dia sudah dapat pacar bisa gandeng tangan " kata boy dalam hati "ayo boy" boy melihat ke arah tangan nya yang di genggam bintang "oh ya ayo" kata boy.


"tuan hong su ambil sereal itu" kata jin "tuan hong su" kata jin hong su meletakkan barang yang dia pegang lalu berjalan mendekati jin "yang mana? " kata hong su "yang itu tapi ak-- aaahh" jin terkejut di saat hong su mengangkat tubuh nya "sudah sampai kan? " kata hong su "kau menakuti ku" kata jin "aku mau membantu mu ayo cepat ambil " kata hong su "baik" kata jin sambil mengambil beberapa kotak sereal yang dia mau "terimakasih" kata jin setelah selesai "cuma itu? " kata hong su "apa nya? " kata jin "lupakan" kata hong su "nanti akan ada kejutan untuk mu saat kita sampai di rumah" jin tersenyum sambil melompat untuk mencium hong su.


jeny memasukan ponsel nya ke dalam saku "sampai ketemu besok jen" kata beberapa rekan kerja nya "iya sampai ketemu besok" jeny pergi setelah tiba waktu nya pulang kerja.


terlihat bright sudah menunggu nya di luar "ayo nona" kata bright "oh ya bright nanti kita berhenti ke satu tempat" kata jeny "siap nona" kata bright.


"halo kakak, iya ini aku sedang di jalan menuju toko nya " kata jeny "nona kita sudah sampai" kata bright "oke, kakak aku sudah sampai aku akan memeriksa toko nya" kata jeny sambil keluar dari mobil "selama datang nona jeny" kata beberapa orang "waw warnanya bagus" jeny masuk ke dalam toko bersama bright "waw nona dalam nya sangat menakjubkan kan wallpaper dinding nya bagus seperti lukisan" kata bright "ini memang di lukis bright" kata jeny "aku akan menjual kostum dan segala perlengkapan cosplayer" kata jeny "kau suka? " kata fudo di telpon "suka banget kak" kata jeny "nona jeny kami akan memasang nama toko anda ingin toko ini di beri nama apa? " tanya seorang pria "aku mau toko ini hum" jeny berfikir sejenak "toko sweet" kata jeny "nama yang bagus" kata fudo "kakak terimakasih banyak aku tinggal mengisi toko nya" kata jeny "katakan saja kau mau apa aku bisa mengirim nya" kata fudo "tidak kakak aku akan cari sendiri aku mau menjual kostum anime" kata jeny "tidak papa kau tunggu saja" kata fudo "kakak" kata jeny "biarkan kakak mu membantu mu, toko sweet akan buka kami akan ke sana beberapa minggu lagi" kata fudo "benarkah? " kata jeny "iya jadi diam dan dengar kan kakak mu".

__ADS_1


pintu kamar terbuka jeny masuk sambil tersenyum ceria " Hai"kata lisa "Hai.. juga" jeny meletakkan tas nya "bagaimana apa masih terasa sakit? " tanya jeny "tidak kok ini akan membaik dua hari lagi" kata lisa sambil mencium jeny "bagus lah kau tau ada kabar baik" kata jeny dengan sangat antusias "apa? " tanya lisa "kakak akan datang beberapa minggu lagi mungkin dua minggu lagi karena toko ku sudah jadi" kata jeny "benarkah? " lisa tersenyum "iya nama toko ku adalah toko sweet dan kakak akan datang" kata jeny "itu bagus sekali aku akan menyiapkan tempat untuk menyambut nya" kata lisa "kaya yang datang raja saja bagaimana nanti kalau kakak curiga" kata jeny "dia tidak akan curiga, aku berencana akan mengatakan semua nya ke kakak saat kakak datang " kata lisa ,jeny menatap lisa dengan serius "kau tidak suka? atau belum siap? " kata lisa "kau serius berani mengatakan semua nya pada kakak? " tanya jeny "iya.. aku bahkan akan melamar mu di depan kakak, dan dengan sopan dan tersenyum aku akan mengatakan bahwa aku mencintai adik nya dan akan menjaga nya dengan baik" lisa memeluk jeny sambil beberapa kali mencium wajah jeny "tapi aku takut kakak tidak bisa menerima kita" kata jeny "bagaimana kalau kak--" lisa langsung kembali memeluk jeny "jangan kawatir setidaknya kita sudah mengatakan yang sebenarnya ku yakin kakak akan mengerti" lisa mencoba menenangkan kekhawatiran jeny "semua nya akan baik baik saja" kata lisa "kau terlihat begitu tenang aku tidak yakin kau berani mengatakan semua nya di depan kakak" kata jeny "aku berani jangan meragukan ku ya" kata lisa "kau membuat mu kembali tenang" kata jeny "jangan terlalu memikirkan hal sepele aku ada dengan mu dan di dekat mu kita akan melalui semua bersama, tapi satu hal yang harus ku pastikan sekarang" kata lisa "apa itu? " tanya jeny "apa kau akan menerima ku saat aku melamar mu besok di depan kakak? " lisa mengusap usap rambut jeny "kau yakin bertanya pada ku? " tanya jeny "ya aku menebak kau akan berkata iya tapi aku mau memastikan nya" kata lisa "kau meragukan ku? " tanya jeny "tidak" kata lisa "kau sudah tau jawabannya kenapa masih bertanya jelas saja aku mau" kata jeny "benar? kau mau menerima lamaran ku? " tanya lisa "tentu jika tidak aku tidak akan tinggal dengan mu sekarang" kata jeny "aku mencintai mu" lisa memeluk jeny.


__ADS_2