Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
jeny pergi ke klub bersama john


__ADS_3

danmi memasukan beberapa barang ke dalam bagasi mobil sambil sesekali melihat jeny yang sedang melompat lompat sambil memakan coklat di trotoar "kenapa aku merasa aku ini baby sitter yang mengasuh bocah lima tahun" kata danmi "kau mau beli apa lagi? " jeny mendekati danmi "aku akan beli beberapa alat gym di depan" kata danmi "aku tidak ikut aku tunggu di sini saja" kata jeny "oke jangan kemana mana" kata danmi sambil pergi jeny berjalan ke arah kursi pada jangan yang tak jauh dari mobil "jeny" sebuah mobil hitam berhenti terlihat john muncul di pintu mobil dia turun menghampiri jeny "kenapa kau di sini? " tanya jeny "aku kebetulan lewat mau ke kantor kalau kau sedang apa? " tanya john "aku.. aku sedang membeli minuman sambil melihat lihat" kata jeny "kau akan terlambat" kata jeny "hum.. santai saja kantor nya milikku jadi kapan pun aku bisa datang sesuka ku" kata john jeny meminum minuman nya "oh ya apa kau masih suka ke klub? " tanya john jeny mengangguk "bagaimana kalau nanti malam kita ke klub" kata john jeny terlihat sedang berfikir "jika tidak bisa hari ini kita bisa pergi lain waktu" kata john "malam ini" kata jeny "oh.. kalau begitu boleh aku minta nomor ponsel mu? " kata john jeny terdiam "hum.aku tidak punya ponsel" kata jeny "serius? apa kau bercanda? " kata john "aku sunguh tidak memiliki nya aku pakai milik teman ku jika butuh" kata jeny "dan juga telpon umum" kata jeny "hum kalau begitu ambil ini di kartu ini ada nomor ponsel ku jika kau siap kau bisa telpon aku dan aku akan menjemput mu nanti malam" kata john jeny tersenyum singkat "tidak perlu aku akan tunggu di kursi ini jam delapan" kata jeny john tersenyum "kalau begitu sampai bertemu nanti malam" kata john jeny mengangguk sambil menatap john pergi "hei amak bodoh kau mengoda orang? " danmi menjitak kepala jeny "kakak aku tidak menggoda orang lihat" jeny menunjukkan kartu nama milik john "dia mengajak ku pergi" kata jeny "itu bagus kau bisa cari peluang kapan harus membalaskan semuanya" kata danmi.


lisa masuk ke dalam rumah "bibi jeny kemana? " tanya lisa "dia sudah pergi" kata rita "ku fikir dia akan pergi dengan mu" kata rita "hum.. dia tidak mengatakan akan pergi kemana? " tanya lisa "tidak dia hanya bilang ingin pergi saja" kata rita "oh.. baik lah bibi aku akan kembali" kata lisa.


malam harinya...

__ADS_1


lisa menutup laptop nya lalu mengambil jasnya yang tergantung "nona" seorang pria datang "ini dokumen yang harus di periksa karena besok pagi akan di berikan kepala perusahaan yang berkerja sama pada kita" kata pria itu "hum letakan aku akan memeriksa nya" kata lisa "astaga.. aku kan mau menemui jeny" kata lisa dalam hati dia menatap beberapa tumpukan dokumen di depan nya.


john turun dari mobil bersama dengan jeny "apapun yang terjadi perhatikan dengan jelas cari informasi dari nya" jeny teringat perkataan danmi "aku harus cari informasi dari john" kata jeny dalam hati "klub ini sangat bagus" kata john jeny melihat pemandangan di depan nya "ku fikir kau mengajak ku ke klub tempat aku biasa datang" kata jeny "aku tidak membawa mu ke sana karena takut kau salah paham seperti waktu itu" kata john "sekarang ayo masuk" kata john.


john menuang minuman ke gelas jeny "gawat.. aku gak mau minum bagaimana ini" fikir jeny "bersulang" kata john "bersulang" kata jeny "tuan son bagaimana aku ini? aku tidak ingin minum" fikir jeny john memperhatikan jeny yang diam dan memperhatikan gelas nya "ada apa? kau mau yang kadar alkoholnya tinggi ? " tanya john "uhm.. ini saja tidak papa aku meminum dari kadar rendah ke tinggi" kata jeny "kalau begitu minum lah" kata john jeny mendekatkan gelasnya ke bibirnya "maaf tuan son" kata jeny dalam hati.

__ADS_1


john menatap jeny yang meneguk sebotol minuman di depan nya "hum.. ini sangat menyegarkan " kata jeny "demi Tuhan rasa nya aneh" kata jeny dalam hati "kau memang kuat minum akohol" kata john "aku menyukai nya dan tidak bisa lepas dari nya" kata jeny "ngomong ngomong apa kamu sedah memaafkan ku" kata john jeny mengangguk "jika tidak aku tidak akan ada bersama mu" kata jeny "apa kau sering ke mari" kata jeny "ya bersama dua orang temanku" kata john "mu fikir kau tidak punya teman" kata jeny john tertawa "apa kau berfikir aku tidak memiliki saudara juga? " kata john jeny mengangguk "haha.. kau lucu sekali aku punya teman dan juga saudara aku punya kakak tapi tidak punya adik" kata john "orang tua" kata jeny "ada tapi ibu ku sudah meninggal karena tragedi bom" kata john "waw.. terdengar aneh" kata jeny "apa yang aneh" kata john "soal kepala ku udah terasa pusing" kata jeny dalam hati "kau tau jen, banyak orang yang ingin keluarga ku mati" kata john "jangan bersedih ayo bersulang" kata jeny.


lisa berjalan ke arah mobilnya sambil memperhatikan layar ponsel nya dan baru menyadari bright terus menelpon nya "ada apa? " tanya lisa setelah mengangkat telpon dari bright seketika wajah lisa menjadi tegang.


jeny meletakan gelasnya "john aku harus pulang aku punya sesuatu yang harus ku kerjakan" kata jeny "hum.. biar aku antar" kata john "oh.. tidak tidak.. aku akan pulang sendiri aku bisa pakai.. hum.. taxi" kata jeny "tapi kau terlihat sudah mabuk" kata john "belum aku belum mabuk sampai bertemu lagi" kata jeny "oke hati hati dan telpon aku jika ada sesuatu" kata john jeny mengangguk lalu pergi "aduh" jeny terjatuh menabrak sebuah mobil di parkiran "sial.. " jeny berusaha berdiri "astaga di mana jalan pulang" jeny berjalan sempoyongan "belum" ada mobil menghampiri nya "taxi? " kata jeny dua pria keluar dari mobil "supir taxi dua? " kata jeny "kau ingin pulang? " tanya salah satu dari pria itu "ya.. apa taxi? " kata jeny "ya ini taxi mari kami antar pulang" kata mereka "ya" kata jeny "jeny! " lisa datang dan langsung menarik jeny "siapa kau" kata jeny "mau apa kalian aku pacar nya" kata lisa dia pria tadi langsung pergi lisa menatap jeny "hei.. kau " kata jeny "jeny!! " lisa menahan tubuh jeny yang hampir jatuh.

__ADS_1


di rumah jeny...


lisa terus menuntun jeny menuju kamar nya "lepas" jeny jatuh ke lantai "kenapa kau minum akohol lagi? " kata lisa "hu... m.. aduh.. eh ini rumah ku" jeny kembali berdiri "kenapa kau pergi dengan john bukan kah kau tau john itu seorang bajingan! waktu itu kau pergi dengan nya dan sekarang juga dengan nya" kata lisa "hei.. diam lah kau tau apa" kata jeny "iya aku tidak tau apa apa tapi apa kau tau apa yang kau lakukan kau pergi dengan john" kata lisa "karena john adalah teman" kata jeny "teman? lalu aku? " kata lisa "kau bukan teman ku " kata jeny "lihat aku jen apa kau tau aku siapa? " kata lisa "hum.. " jeny menyipitkan matanya "aku kenal suara mu lisa" kata jeny "lalu apa yang aku katakan tadi? " kata lisa "apa?..memangnya kau bilang apa? hei.. dari mana kau datang" kata jeny "jika john adalah teman mu lalu aku apa? " kata lisa "kau bukan teman ku john baru teman ku -- dan bagaimana kau menjadi temanku bila kau mencintai diriku" jeny kembali terjatuh "john tidak cinta pada ku tidak seperti dirimu" kata jeny "kau lupa john adalah orang yang sudah melukai boy sahabat kita" kata lisa "dan kau malah makan dengan nya dan sekarang minum de--" mulut lisa di tutup "hei diam lah" lisa menahan tubuh jeny yang mau terjatuh kembali "kau tau apa? kau tidak tau ya.. hanya aku dan kak danmi yang tau" jeny tersenyum "danmi? siapa danmi? " kata lisa sambil menatap lisa "pelatihku! kenapa kau banyak tanya? aku muak dengan mu lisa! kau menyebalkan" kata jeny "kau sudah sangat mabuk ayo aku bantu kau ke kamar mu" kata lisa "tidak tidak.. kau tidak boleh ke kamar ku!! " kata jeny "jeny.. tolong biarkan aku yang menjaga mu" kata lisa "hei.. kenapa kau selalu sok peduli" kata jeny sambil bersandar di dinding "karena aku mencintaimu walaupun ka tidak mencintai ku" kata lisa "kau bilang apa? " kata jeny sambil menarik kerah lisa "aku mencintaimu tapi kau tidak mencintai ku" kata lisa "siapa yang bilang aku tidak mencintai mu" kata jeny lisa terdiam "apa maksud mu jen? kau tidak mencintai ku kan dan kau selalu mengatakan kalau aku sok peduli padamu" kata lisa "kau memang sok peduli" kata jeny sambil mundur beberapa langkah "tapi apa kau pernah peduli sungguhan? tidak" jeny tertawa "kau bahkan tidak tau apa apa" kata jeny "apa yang tidak ku tau aku tau semua nya tentang mu" kata lisa "kau tidak tau perasaan ku!! " kata jeny "kau banyak berbohong lisa kau dan wanita itu saling mencintai aku mendengar nya langsung dan dia mengatakan nya, kalian juga pernah tinggal bersama hidup bersama namun kau tidak mengatakan itu pada ku!! aku juga melihat kalian berpelukan di toko itu" kata jeny "apa kau berfikir bagaimana perasaan ku saat itu? aku marah sampai sekarang" kata jeny "aku marah padamu dan aku ingin kau pergi jauh sana pergi lah dengan wanita itu" kata jeny lisa memegang tangan jeny dan menahan tubuhnya "wanita itu ingin aku mati karena dirimu aku marah.. aku kesal pada mu " kata jeny "kau bahkan tidak tau apa yang terjadi sesudah nya kau hanya bisa berkata jeny aku cinta kamu jeny aku suka kamu kau bohong" kata jeny "tidak jen aku tidak berbohong" kata lisa "aku benar-benar mencintaimu" kata lisa "tidak tidak" kata jeny "sudah hentikan basa basi mu sekarang bukan saatnya membahas cinta kita bahas perkataan papa pukul mereka" kata jeny "jeny.. kau tidak percaya aku cinta kamu" kata lisa jeny menggeleng kan kepalanya lisa langsung menarik jeny ke pelukan nya dan menciumnya "aku benar-benar tidak berbohong" bisik lisa "uh!! " jeny mendorong lisa "kau sedang apa? " kata jeny "membuktikan padamu kalau aku benar-benar mencintaimu dan ingin menikah dengan mu" kata lisa "aku tidak akan percaya padamu" jeny menabrak dinding di samping nya "jeny.. jeny.. kau tidak papa? " kata lisa "jangan bantu aku" kata jeny dengan mata setengah terbuka "kau pergi sana" kata jeny "tidak aku tidak mau" kata lisa "aku bantu kau ke kamar ayo" lisa membuka pintu kamar jeny "tidak usah! kau urus saja dia!! kau dan dia saling mencintai tapi kenapa kau mengatakan cinta pada ku kau sangat menyebalkan " kata jeny "adsila itu masa lalu jen kenapa kau terus membahasnya" kata lisa "karena dia pacar mu awas kau aku akan tetap marah padamu dan tidak percaya pada mu" kata jeny "biar aku bantu" kata lisa "tidak sana!! " jeny masuk ke dalam kamar lisa terdiam sesaat mencoba mencerna semuanya yang di katakan jeny "siapa yang bilang aku tidak mencintai mu" lisa teringat perkataan jeny tadi "eh.. berarti" lisa langsung masuk ke dalam kamar "jen" lisa melihat jeny tergeletak lantai "jen, katakan apa kau mencintai ku? jen? jeny.. jawab aku" kata lisa tetapi jeng sama sekali tidak menjawab apapun "jeny.. hei.. jeny jawab aku" kata lisa karena tidak ada jawaban lisa mengangkat tubuh jeny ke atas ranjang "danmi itu pelatih apa? dan apa maksud mu dengan mengatakan aku berbohong? dan apa artinya dari perkataan mu tadi kalau kau berkata siapa yang bilang aku tidak mencintai mu" kata lisa sambil melihat wajah jeny yang terlelap "kenapa kau mau pergi dengan john" kata lisa sambil mengusap keringat di wajah jeny perlahan dia membuka baju jeny dan mengambil handuk kecil untuk membersihkan tubuh jeny dan mengganti baju jeny "kau curang jen, kau belum menjawab pertanyaan ku kau malah tidur duluan dan membuat aku penasaran sampai besok pagi" kata lisa sambil menarik selimut jeny "percayalah jen aku mencintaimu melebihi diri ku sendiri" lisa menunduk mencium dahi jeny dengan lembut.


__ADS_2