Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
tahanan nona lisa


__ADS_3

Jeny menatap lisa yang duduk di dekatnya lalu menatap boy juga yang ada di sebelahnya dia duduk di antara ke dua temannya yang terlihat tidak akur,boy tersenyum saat mengetahui jeny menatap ke arahnya "apa kau ingin mengatakan sesuatu?"bisik boy jeny menggelengkan kepalanya lalu dia menatap ke arah lisa "hum..sepertinya lisa dan boy masih bertengkar"fikir agnes sambil melirik ke arah tempat boy dan lisa duduk "mengapa kau menatap ku?"kata lisa "kalian berdua kenapa?"kata jeny dengan cepat lisa langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela pesawat "boy..kalian tidak seperti biasanya? Apa kalian bertengkar?"kata jeny "bukan urusanmu!"kata boy dan lisa bersamaan "oh..kalian marah pada ku ya?"kata jeny boy langsung menatap jeny "tidak jeny..oh ya ngomong ngomong apa kau terluka semalam?"bisik boy "jangan jawab dia!"kata lisa jeny menjadi bingung, dia menatap ke arah agnes yang tak jauh dari nya "hum..lisa..apa ini gara gara kejadian itu?"kata jeny "tidak papa aku kan memang salah"kata boy "bagus lah nyadar"kata lisa "ya ampun"guman jeny "lisa, boy tidak salah waktu itu aku yang menyuruh boy pergi mencari minuman "kata jeny "jangan bicara padanya jen"kata boy "apa boy dan lisa bertengkar?"kata dea "kelihatannya iya"kata joe. Pesawat mendarat dengan mulus boy segera berdiri "ayo!"lisa dan boy sama sama memegang lengan jeny lalu keduanya saling adu tatapan tajam "hei..kalian ada apa?"kata reno "aku tau aku salah dan aku juga sudah minta maaf apa kau tidak mengerti?"kata boy "aku tidak peduli dengan maaf mu"kata lisa "apa masalahnya?"tanya ezra "kalian membuat ku pusing"jeny menarik kedua tangan nya lalu pergi "gara gara kau ini!"kata lisa "seharusnya aku yang bilang begitu"kata boy "hei hei ..jangan berkelahi"kata bob "ayo kita selesaikan"kata ezra .


Agnes melihat ke segala arah "kemana tadi jeny pergi?"kata agnes "gimana ada dia?"kata reno "dia cepat sekali perginya"kata agnes "tuh kan!"kata dea "aku mengajak mereka liburan kan buat bersenang senang"jeny berhenti berjalan dia melihat sekitarnya dan baru menyadari dia sudah pergi terlalu jauh. "jeny mengajak kita liburan agar kita bisa bersenang senang tapi kalian malah bertingkah seperti anak kecil"kata ezra "ayo cepat sayang...jeny menghilang"kata dea "aku kesal"kata lisa "huf..sekarang gini"joe pun membantu mereka menyelesaikan masalah .


Agnes dan reno terlihat cemas "jeny...jeenyyy!!"kata agnes "astaga..kemana dia?"kata reno "ayo cari lagi"kata agnes "JEENYYY"kata reno "ayo sayang cepat"kata dea "iya iya sayang"kata ezra, joe masih menatap dua orang di depannya "baik..aku juga minta maaf"kata lisa "jadi kau maafkan aku"kata boy "iya"kata lisa "bagus lah, dasar payah"kata joe.


Riki memakai topi nya "dia akan ketemuan di lokasi itu"kata pam "ayo cari mobil kita harus kelokasinya sekarang"kata fudo "kita harus mendapatkan salah satu dari mereka"kata amin "itu pasti"kata riki.


"gimana?"lisa melihat agnes "belum ketemu"kata agnes "sial!"kata lisa segera berjalan dengan cepat "ayo pencar cari jeny"kata joe. "biarin deh, mereka sih bikin aku kesal"kata jeny "tap tap"ada empat orang menghampiri jeny "siapa mereka"fikir jeny "jeny!! Jeny!!"kata bob "sial dia gak bawa ponsel"kata boy saat dia ingin menelpon jeny tetapi dia menemukan ponsel jeny ada di saku jaketnya "dia terlihat bingung"kata orang yang berjaket hijau "dan juga dia tidak mengerti bahasa kita"kata yang berjaket kuning "aku bisa tetapi tidak banyak"kata jeny "dia menjawab"kata si jaket merah "kau terlihat kebingungan"si jaket hitam mengulurkan sebotol minuman ke jeny "dia manis sekali"kata si jaket kuning sambil memegang dagu jeny "jangan begitu"si jaket hijau memegang leher jeny "kau haus kan?"kata si jaket merah "rambutnya bagus"kata si jaket hitam "aku tidak haus"kata jeny tetapi si jaket merah langsung membuka tutup minuman itu "heh! Jangan sentuh dia!"kata lisa "oi..oi..siapa dia?"kata si jaket hitam sambil menatap mata jeny "jangan sentuh dia"lisa sudah mendekat dan langsung menarik jeny ke belakang tubuhnya "berengsek sekali dia"si jaket hitam melepas topinya dan terlihat rambut panjang nya yang hitam "dia seorang wanita"kata jeny di dalam hati "apa kau terluka"kata lisa sambil melirik jeny sekilas "tidak, mereka baru datang dan menawari ku minuman"kata jeny "dengar tuh kami orang baik"kata si jaket merah sambil membuka topinya juga terlihat rambut pendek berwarna biru "seorang pria berani nya mengganggu gadis kecil!"kata lisa dengan bahasa jepang "tapi aku bukan seorang pria"kata si jaket hitam "ayolah..gak berguna lagi, kau bisa cari pacar yang lain "kata si jaket hijau "baik ayo"akhirnya mereka pada pergi menjauh lisa langsung berbalik menatap jeny yang terlihat santai "kau juga"lisa memegang bahu jeny "pergi seenaknya kau lihat kan orang orang langsung datang menggangu mu! Dan kau membiarkan mereka menyentuh wajah mu"kata lisa "kenapa kau memarahiku?"kata jeny "karena aku kwatir pada mu!"kata lisa boy melihat semuanya dari jauh "aku kesal melihat kalian"kata jeny sambil menepis tangan lisa "makanya aku pergi"kata jeny "kami tidak berkelahi lagi, kami sudah baikan"kata lisa jeny langsung menatap ke arah lisa "sungguh?"kata jeny "iya..makanya..kau jangan pergi seenaknya yang lain kwatir pada mu ku rasa onnie mu juga sudah panik dan menangis"kata lisa "onnie siapa? Teman kita tidak ada yang namanya onnie"kata jeny "ya ya aku lupa"kata lisa "baik..sekarang kita harus kembali, menemui yang lain"kata lisa "baik"kata jeny "tapi bisa ku minta satu hal dari mu?"kata lisa "apa tuh?"jeny menatap lisa sambil mengerutkan dahinya "jangan lakukan hal begini lagi, jangan pergi sendirian, dan juga jangan biarkan orang lain menyentuh wajah mu dengan se enaknya"kata lisa "hum.."jeny mengangguk lisa pun tersenyum lalu mengusap kepala jeny "heh kau barusan menyentuh kepalaku "kata jeny "aku kan teman mu apa salah nya"kata lisa "jadi kalau teman boleh?"kata jeny "tentu saja"kata lisa sambil berjalan "aku mau pegang kepala mu tapi tidak sampai"kata jeny lisa langsung berhenti berjalan "kenapa?"kata jeny lalu lisa menunduk "sekarang kau bisa pegang kepala ku kan"kata lisa "iya benar"kata jeny "entah mengapa, aku merasa lisa memperlakukan jeny dengan berbeda"kata boy "dia sangat sangat melindungi jeny sampai menampar ku, dan juga dia sangat perhatian ke jeny dan bahkan lupa dengan yang lain. Apa jangan jangan lisa menyukai jeny lebih dari teman, ahh..gak mungkin..lisa kan mantannya seorang pria masa tiba tiba dia suka sama cewek..gak mungkin lah"fikir boy "tapi..oh ya..jeny juga normal kok huff..mungkin aku terlalu jauh berfikirnya"tapi boy tidak bisa melupakan cara lisa menata jeny yang seakan akan tidak ada yang menarik kecuali wajah jeny "tapi..duh..kok aku sendiri yang bingung"kata boy.

__ADS_1


Dea mulai menangis ezra mencoba menenangkan nya "jangan menangis nanti jeny akan ketemu"kata ezra "tapo aku kwatir pada nya"kata dea "kau kwatir pada ku?"dea langsung menoleh ke asal suara "jeny"dea merangkul jeny "kau kemana saja, dasar sialan aku rasanya ingin menarik telinga mu"kata dea "aku cuma jalan jalan sebentar kok"kata jeny "kau suka sekali membuat ku menangis"kata dea "aku berjanji akan membuat mu menangis terus"kata jeny "anak nakal"kata dea masih menangis.


jeny dan yang lainnya duduk menikmati makanan nya masing masing "apa kau marah padaku?"kata boy "tidak"kata jeny "hum..memang enak banget ya"kata bob "makan yang banyak bob"kata agnes "benar makan saja sampai kenyang"kata dea "kenapa kau hanya makan sedikit?"lisa menatap jeny "betul tuh makan daging nya"dea meletakan sepotong daging ke piring jeny "ikan ini juga enak"boy juga meletakan daging ikan ke piring jeny "aku merasa sangat kenyang sekali"kata jeny "sudah kukatakan jangan makan coklat terlalu banyak jadi saat waktu makan kau jadi tidak makan dan saat jalan nanti mau akan kelaparan"kata lisa "betul tuh"kata reno "aku gak makan coklat kok"kata jeny "lalu tadi"kata joe "cuma coba sedikit"kata jeny "mencoba katanya tapi di telan dan habis banyak pula tuh"kata boy yang lain jadi tertawa .


Jeny dudu sambil menikmati es krim coklat di tangan nya "aku tidak tau jalan ke lokasinya"bisik boy "aku juga lupa"bisik dea "jadi gimana nih"kata joe "aku tanya orang dulu"kata lisa "aku temani"kata bob "ayo"kata lisa sambil pergi menjauh "jika kakak mu tau kau makan es krim untuk ke enam kalinya dia akan menceramahimu"kata boy "dia tidak tau kok"kata jeny .


Fudo melihat sekeliling nya "udah belum?"kata fudo "sedikit lagi"kata riki sambil merakit sesuatu di tangannya "aku menangkap satu orang suruhan mereka"kata amin "kau di mana?"kata fudo "aku sedang menahannya bersama pam, ini di sekitar hum..apa ya..sepertinya tempat wisata"kata amin "tahan dulu dan hati hati senjata mereka bahaya"kata riki "iya iya oh ya kata nya dia akan bertemu di sini dengan choi"kata amin "waspadalah choi memiliki bodyguard yang kuat"kata fudo "greep!!"riki menepuk bahu fudo "baik lah"kata fudo ketika dia tahu riki sudah selesai merakit senjata nya.


Setelah memakan waktu yang cukup lama mobil pun berhenti "wuahhh"setelah turun dari mobil jeny sangat sangat terpesona dengan pandangan di depan matanya "kau suka?"kata dea "suka banget ayo masuk"jeny bersiap mau lari "eeehh"reno menari jeny "beli tiket nya dulu bodoh"kata boy "pakai tiket ya?"kata jeny "iya lah"kata agnes "ayo beli dulu"kata lisa.

__ADS_1


"mengapa kita harus bertemu di sini?"kata choi "karena ada yang harus di bahas"kata abdian "benar, kemarin teman teman kita tewas lagi"kata dev "lalu?"kata choi "aku mencurigai ada seseorang yang ingin membasmi kita semua"kata abdian "maksudmu ada orang yang datang untuk balas dendam ke kita"kata choi "ya"kata dev "tuan"ada seorang pria menghampiri choi "katakan"kata choi "sekarang kita harus pergi, ada orang yang sudah menghabisi anggota yang lain dam mereka akan menghabisi anda di sini"bisik orang itu "ada apa?"tanya dev.


"aku suka sekali..halo petapa genit kau manis sekali..oh astaga shikamaru"jeny berlari lagi "dia hafal nama nama patung di sini"kata agnes "wajar saja ini semua tokoh dari film yang dia lihat tiap saat"kata bob "wah..keren sekali "kata jeny "dia sangat bahagia"kata dea setelah berkeliling dan berfoto mereka pergi ke sebuah tempat "paman aku mau ramen yang ini"kata jeny "baik"kata pria berbaju putih "aku rasanya hidup di dunia naruto"kata jeny "semua orang akan merasa begitu jika di berada di sini"kata pria itu "banyak cosplayer di sini ya"kata joe "cakep cakep lagi"kata bob "heleh..kau sedikit ada yang cakep matanya langsung bersinar"kata reno "ngomong ngomong yang baju hijau dan rambut nya kaya landak itu si--"jeny langsung menjitak kepala bob "kau bilang apa? Itu nama nya shikamaru"kata jeny "mati kau bob"kata agnes.


Setelah makan mereka pun lanjut berkeliling boy mengikuti jeny terus dan tidak pernah melepaskan jeny dari pandangannya "mereka kabur"kata riki sambil melepas sarung tangannya "iya, sepertinya rencana kita tidak berjalan mulus"kata fudo "riki..lihat itu"kata pam "jeny"kata riki dia melihat jeny sedang berfoto dengan pantung hinata "dia..dia menelpon ku"kata riki "angkat, awas jangan sampai dia melihat kita"kata pam "halo..adikku sayang"kata riki "kakak..lihat aku di atas kodok besar..bersama tuan jiraiya..yang ini tidak bisa bergerak yang kalau yang ini bisa karena dia seorang cosplayer"kata jeny "wahh..kau masuk ke dalam dunia film kesukaan mu adikku"kata riki "iya..kau seharusnya cuti..temani aku di sini"kata jeny "haha maaf ya"kata riki tiba tiba dia melihat fudo datang membawa sesuatu .


Jeny duduk di sebuah kursi bersama para cosplayer "wah..ada obito ayo foto"kata jeny "jeny aku sudah lelah"kata joe "nikmati saja"kata jeny "kau tadi menelpon siapa saat di atas katak tadi?"tanya boy "aku menelpon kakak"kata jeny "ayo berkemas kita akan cari hotel"kata lisa "kenapa kita tidak tidur di sini?"kata jeny "demi nama kak riki..hai jeny apa kau sudah tidak waras kau mau tidur di mana di sini?"kata joe "di bawah patung hokage itu"kata jeny "tidak tidak ayo cepat"kata joe.


Mobil meluncur pergi menjauh "huaah..panas"amin melepas topi dan baju yang dia pakai "jangan melamun kita baru saja bermain dengan adikmu"kata fudo sambil melepas masker di mulutnya dan wig putih dari kepalanya "aku tau..aku merasa sangat senang melihat nya"riki melepas topeng oren yang dia pakai, "aku merasa yang jadi obito tadi mirip kak riki deh, cara bicaranya sama persis"kata jeny "mungkin kebetulan"kata agnes.

__ADS_1


Malam harinya mereka masih berada di jalanan menikmati makanan dan minuman dan juga permainan "haah..kemana lagi anak itu"kata boy "dia pergi lagi"kata joe "jangan diam saja ayo cari"kata bob tak lama kemudian mereka menemukan jeng sedang naik mobil "boy...aku sedang main"kata jeny "kau seharusnya memberitau ku!"kata boy "ayo sini main"kata jeny setelah selesai mereka pun membeli beberapa mainan "jen men--"boy menepuk dahinya lagi karena jeny sudah menghilang lagi "itu dia gak sih"kata agnes sambil menunjuk roller coaster yang melaju dengan cepat "astaga jenyyy!!"kata boy "oi...boyyy!!"jeny melambai dengan santai setelah selesai "aduh...capek ya"kata jeny "makanya jangan lari kesana ke sini"kata ezra "bet--"agnes terlihat pasrah karena jeny sudah pergi lagi "bagaimana caranya menahan dia?"kata bob "bright cari benda untuk menahan gerakan jeny"kata lisa "onniee...aku di sini"jeny melambai dia sedang bermain di komidi putar "ini terakhir ya..kita harus kembali ke hotel"kata dea "baik".tetapi .."mana dia?"tanya boy "entah lah"kata dea "ayo cari"kata reno "boy..boy..boooy aku di sini"boy menoleh ke sumber suara melihat jeny duduk santai "kau..itu berbahaya kau ngapain ayo seg--"terlambat wahana nya sudah mulai bermain "sudah ketemu?"kata lisa "lihat ke atas"kata boy "wuuuih"wahana itu bergerak naik lalu berputar putar dan turun lalu naik lagi "aku ngantuk guys"kata bob. Jeny turun dari wahananya "aduh..gempa bumi..mana ini jalan nya kok ada banyak"kata jeny "clik"lisa memborgol satu lengan jeny lalu satu lengannya sendiri "apa ini?"kata jeny "bagus lisa!"kata bob "aku tidak salah"kata jeny "kita harus kembali"kata lisa "tapi di sana"jeny tidak bisa melanjutkan perjalanan nya "aahhh..tangan ku kok bisa begini?"kata jeny.


Lisa menutup pintu kamar "lisa..kenapa kau memborgolku"kata jeny "karena kau tidak mau diam"kata lisa "aku harus ke kamar mandi nih, lepas dong"kata jeny "tunggu aku cari kuncinya"kata lisa "kau mencuri dari mana borgol ini? "kata jeny "aku melihatnya tadi di jalan jadi ku ambil saja lumayan kan buat menahan dirimu"kata lisa "kau terlihat bahagia sekali menahan ku ya? Sungguh sangat menyebalkan"kata jeny "bukan hanya bahagia tapi sangat sangat bahagia dan kau sangat cocok menjadi seorang tahanan maka dari itu kau harus bersikap dengan baik dan patuh nona tahanan , baik udah selesai"lisa menyimpan borgolnya "hei... Kau tidak mengembalikan nya ke yang punya?"kata jeny "tidak aku akan menyimpannya untuk menahan mu di tempat tidur"kata lisa "dasar gak waras"jeny pergi ke kamar mandi "dia bilang aku gak waras, padahal eh, tapi benar juga sih"fikir lisa "huaaamm.."jeny keluar dari kamar mandi lalu melihat tangan lisa "kenapa kau melihatku?"tanya lisa "di mana borgolnya?"kata jeny "di dalam lemari ada apa? Kau mau ku borgol lagi?"kata lisa "enak saja kalau ngomong!"kata jeny "awas kau jika coba coba memborgolku lagi aku tidak akan segan menendang mu"kata jeny sambil meletakan bantal guling ke tengah ranjang dan langsung pergi ke alam mimpi. "tuh kan kau pasti kelelahan, gaya nya mau menendang ku kalau ku peluk pun ku rasa dia tidak akan bisa melawan"lisa pun segera berbaring "good night jen".


__ADS_2