Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
gagal menyerang


__ADS_3

jeny melihat ke sana ke sini lalu melihat jam "kenapa kau diam? " tanya john "aku sedikit kurang enak badan" kata jeny "jadi kau akan memutuskan nya bukan? " kata john "hum? " jeny menatap john "aaku.. " kata jeny "hei john!! " seorang pria datang "Hai Hai" kata john


"siapa dia john? "


"dia jeny teman ku dan juga akan menjadi rekan ku"


"woah.. halo jeny aku teman akrab nya john"


jeny tersenyum "ayo ayo bersulang!! " john mengangkat gelasnya tinggi tinggi "john " kata jeny "ada apa? " kata john "aku akan pergi " kata jeny "kemana? " kata john "aih john biarkan dia pergi lagian wanita lembut seperti nya tak seharusnya ada di sini" john menatap jeny "aku ada urusan mendadak jika selesai aku bisa langsung ke sini jika tidak aku akan menelpon mu ok" kata jeny lalu dia pergi


"kau yakin dia akan jadi rekan mu? "


"kau jangan remeh, dia mampu menjatuhkan empat pria dalam satu serangan ****** pirang itu akan kalah dalam sekejap di tangan nya"


"tapi wanita itu terlalu mungil"


"jangan lihat dari segi ke mungilan nya dia bisa jauh lebih bahaya jika jatuh ke tangan orang lain".


" kemana jeny kok belum datang? "kata boy " iya kemana dia coba telpon lagi"kata Agnes "dia akan datang" kata lisa "tapi ini sudah sangat mendung bisa kehujanan kita nanti" kata bob "kau tidak akan mati karena hujan" kata joe "aku juga tau" kata bob "kita tunggu sebentar lagi" kata lisa "tidak perlu" semuanya menoleh ke asal suara terlihat jeny dengan dress berwarna navi dan dengan sepatu hak sampai ke betis nya "Hai" kata Agnes "aku sudah jarang melihat mu begini" kata boy "kemari lah jen" kata joe "kenapa belum pesan makanan" kata jeny "kami ingin kau datang baru pesan makanan agar makanan tidak dingin" kata Agnes "ayo.. aku sudah lapar" kata bob "pelayan!!! " kata lisa "siap nona silahkan" kata pelayan sambil menyerah kan beberapa buku menu.


makanan yang mereka pesan pun datang lisa tak berhenti tersenyum sambil melirik ke arah jeny "makan lebih banyak daging" boy meletakan dua potong daging ke piring jeny "kau juga" kata jeny "kebiasaan kalian tidak berubah ya" kata lisa Agnes terkekeh melihat wajah lisa "hei.. kenapa kau terlihat kesal pada ku? " kata boy "tidak kok" kata lisa "segera minta maaf ku rasa dia sedang cemburu" kata bob "aih.. tidak perlu" kata jeny "Hai jen" seorang pria datang "Hai cepat duduk kau sangat terlambat sekali" kata jeny "di mana? " kata pria itu "pelayan ambil kursi satu lagi" kata joe "siapa dia? " tanya boy "kau akan tau nanti" kata jeny pria itu menerima kursi lalu duduk di dekat jeny "halo.. aku genta calon pacar nya jeny hum.. kami masih tahap pdkt" kata genta "uhuk.. uhuk.. uhuk.. " sontak yang lain langsung tersedak mendengar ucapan genta "gak salah aku menyewa nya kan? " fikir jeny "apa? " kata lisa "genta cepat makan aku rasa badai akan datang" kata jeny "iya hum.. bisakah kita satu piring saja " kata genta "aku tidak keberatan" kata jeny "hei.. itu kan ada piring satu lagi" kata lisa "jeny teman mu yang satu ini terlihat mengerikan" kata genta "karena dia bukan teman ku" kata jeny "dia temannya sahabat ku ini" kata jeny "apa apaan ini" fikir lisa "uhh." kata Agnes "kau kenapa? " kata joe "hujan akan turun kita harus makan cepat" kata boy "lihat lisa bodoh.. " bisik Agnes "lisa ayo makan lagi" kata bob "aku rasa aku ken--" kata lisa "Hai lisa" ada seorang datang "kau siapa? " kata lisa "kau lupa pada ku? " kata wanita itu "kau bilang kita akan menikah" kata wanita itu "apa? " kata jeny "jeny" boy menarik jeny agar jeny kembali duduk "hei jangan sembarangan bicara! " kata lisa "iya kau ini siapa dan dari mana" kata bob "aku ini kekasihnya lisa kami akan menikah di Singapura" kata wanita itu "dengar.. dengar kau jangan bicara sembarangan" lisa menatap ke arah jeny "aku sungguh tidak kenal dia" kata lisa "ayo lisa kita pergi" kata wanita itu "hei!!! aku akan membunuhmu jika bicara lagi!! shin!! shin!! " seru lisa "siap nona" shin dan nario datang "siapa wanita ini? " kata lisa "kami tidak tau nona dia datang tiba-tiba" kata shin "dia mengaku kenal dengan mu" kata nario "lisa kau setega itu pada ku" kata wanita itu "dengar siapa yang menyuruh mu? " kata lisa "iya lisa saja tidak kenal kau" kata boy "lisa kau bilang kau mencintai ku dan kita akan menikah sekarang kau berbohong apa itu karena ada mereka? " kata wanita itu "ayo genta" jeny langsung pergi "jeny.. jeny tunggu" kata lisa tapi wanita itu langsung menarik lisa jeny melihat nya "hei" boy menarik wanita itu yang hendak mencium lisa "hei!! " Agnes menarik wanita itu "jeny" lisa tidak lagi melihat jeny di tempat itu "aku akan kejar jeny" kata joe "hei siapa kau sebenarnya? " kata boy wanita itu tersenyum "katakan! " perintah boy "boy tolong kejar jeny aku akan tangani ini sebentar" kata lisa "baiklah" kata boy "plok.. plok.. plok" lisa menoleh ke arah seorang pria yang datang dengan banyak bodyguard nya "kau suka pertunjukan yang ku buat?" kata john "kalian semua pergi lah " kata lisa "tapi lisa" kata bob "tidak papa aku juga punya bodyguard" kata lisa "bawa semua pergi kau dengar kan Agnes" kata lisa "baik baik baik" kata Agnes lisa menatap john "apa rencana mu? " kata lisa "apa lagi? " kata john "kau sengaja melakukan ini kan? kau benar-benar Brengsrek!!! " kata lisa "jauhi jeny" kata john "kau lah yang harus nya menjauhi jeny aku tau niat buruk mu dan prilaku buruk mu!! " kata lisa "aku dan kau akan tau apa yang akan terjadi setelah ini" kata john "aku akan membunuhmu" kata lisa kedua belah pihak saling mengacungkan senjata nya "maaf maaf tuan tolong jangan berkelahi" kata seorang pria yang tiba tiba datang "wanita seperti mu adalah wanita yang menjijikkan" kata john


"tolong tuan aku sudah menelpon polisi"


"polisi sudah ada di depan"


"kita pergi" kata john lisa mengangkat panggilan "cepat datang! " kata boy "oke" lisa memasukan ponsel nya dan berjalan ke luar .


"terimakasih sudah mengantar aku pulang" kata jeny "iya gak papa tapi kau baik bak saja kan? " tanya genta "iya terimakasih atas kerja sama nya" kata jeny sambil menyerahkan amplop ke genta "terimakasih" kata genta "jeny kau " kata joe genta langsung pergi "kenapa kalian masih di sini? " tanya jeny dia juga melihat boy sudah ada di belakang nya "karena kami ingin mengatakan sesuatu tapi kau tidak membuak kan pintu untuk kami" kata boy "aku ngantuk aku harus tidur" kata jeny "tunggu dulu jen, di sana tadi cuma salah paham lisa di jebak" kata boy "itu benar" kata bob "lalu? " kata jeny "kami takut kau salah paham" kata Agnes "pulang hujan akan turun" jeny pergi "jeny" kata boy "jangan marah pada lisa" kata boy "buat aku marah" jeny melihat mobil lisa datang "aku ngantuk" jeny pergi dan mengunci pintu "bagaimana? " kata lisa "kami tidak tau dia terlalu dingin dan sedikit bicara" kata joe "kami sudah mencoba menjelaskan semua nya" kata boy "jeny!! jeny!! " lisa mengetuk pintu "jeny!! " kata lisa "jeny aku bisa jelaskan semuanya" kata lisa "jrassss" hujan mulai turun "kalian pulang saja naik mobil ku aku akan tetap di sini" kata lisa "kau bisa masuk angin ayo pulang" kata boy "tidak boy kalian pulang dulu cepat lah" kata lisa "tidak lisa ayo.. besok aku temani kau bertemu jeny" kata boy "tidak boy ayolah tolong biarkan aku menyelesaikan ini" kata lisa "hum.. baiklah telpon aku nanti" kata boy sambil masuk ke dalam mobil di susul yang lain mereka pun pergi "jeny!! " kata lisa lalu dia berlari ke tengah hujan menatap jendela kamar jeny "JENY AKU TAU KAMU BELUM TIDUR.. AKU AKAN TUNGGU KAMU BUKA PINTU AKU GAK AKAN PERGI!!! " seru lisa .


jeny menatap lisa yang berdiri di tengah hujan deras .


"aku mau kau berpura-pura menjadi orang yang sedang ingin menjadikan aku pacar mu"

__ADS_1


"maksudnya pdkt seperti itu? "


"iya bisa kan"


"tentu saja nona jeny, aku itu seorang pacar sewaan apapun bisa aku lakukan jangankan berpura-pura pdkt, berpura-pura jadi suami juga bisa"


"lakukan akting mu dengan benar lisa itu orang yang licik"


"aman nona jeny"


"panggil aku jeny "


"baiklah jeny aku genta siap membantu mu"


jeny menatap lisa masih berdiri di tempat nya dan tidak bergerak dan terus bicara di deras nya hujan "JENY.. JOHN MENYURUH WANITA ITU UNTUK MEMBUAT KITA BERTENGKAR AGAR KAU MEMBENCI KU DAN MENJAUHI KU!! AKU BERSUMPAH JENY.. AKU TIDAK SALAH!! AKU TIDAK SALAH!! BAIK LAH AKU SALAH.. AKU MINTA MAAF JENY.. TOLONG DENGAR KAN AKU JENY... AKU BISA JELASKAN SEMUANYA.. AKU TIDAK MENCINTAI SIAPAPUN KECUALI DIRI MU.. AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU.. APAPUN YANG TERJADI AKU TETAP MENCINTAI MU" lisa terus bicara "Ctarrr!!! " suara petir terdengar keras jeny menutup tirainya dan naik ke atas ranjang nya.


"AHH.. JENY.. jeny.. kau pasti sangat marah pada ku" kata lisa air mata yang mengalir di pipinya langsung bercampur dengan air hujan.


malam semakin larut namun hujan tak kunjung berhenti boy menatap ponsel "kenapa lisa tidak menelpon ku? " fikir boy "halo shin kau tarik paksa lisa untuk pulang ini hujan nya tidak berhenti aku takut dia sakit" kata boy "iya tuan kami sedang menjemput nona lisa" kata shin.


suara petir kembali terdengar jeny membuka matanya "huh" dia menarik nafas panjang lalu duduk menatap ke arah jam "hujan belum berhenti juga" jeny berdiri lalu berjalan ke arah jendela terlihat lisa masih ada di tempat nya jeny menatap nya cukup lama tanpa berkata apa apa.


tubuh lisa mulai gemetaran matanya merah "Tuhan.. apa lagi yang harus ku lakukan? " fikir lisa "bahkan jeny tidak melihat ke arah ku sama sekali" kata lisa "kau mau sampai kapan di situ? " lisa menoleh ke arah pintu "jeny" kata lisa sambil berjalan ke arah jeny "plak!! plak!! plak!! " lisa memegang pipinya "apa yang kau lakukan? " tanya jeny "jen.. ak" lisa terdiam ketika jeny melempar handuk ke arahnya "masuk " kata jeny sambil masuk ke dalam rumah "huff.. huff" lisa meniup jemarinya "jen.. ak--" kata lisa "jika kau mau mati jangan di depan rambut ku" kata jeny sambil melempar selimut ke sofa "jeny aku minta maaf" kata lisa jeny berhenti berjalan di atas tangga "kau bilang apa? " kata jeny "maaf soal semalam aku.. aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita itu dia bukan siapa siapa aku, aku hanya mencintai di--" ucap lisa "diam dan berhenti berbohong! " kata jeny "jangan naik ke atas ! tidur dan besok kau harus pulang! " kata jeny sambil pergi kembali ke kamarnya lisa melihat baju di atas sofa dia mengambil baju itu lalu pergi ke kamar mandi.


jeny berbaring di atas sofa


"jeny lisa tidak bersalah lisa tidak mengenal wanita itu"


"jeny ini salah paham! "


"jeny john yang menyuruh wanita itu agar kita bertengkar"


jeny mengusap wajahnya "aku ini kenapa? " fikir jeny "aku tidak mencintai nya kan? " kata jeny.

__ADS_1


keesokan harinya...


boy datang ke rumah jeny pagi pagi sekali "bibi lisa ada di dalam? " tanya boy "ada masuklah dia terlihat sedang sakit aku sudah membuatkan nya teh panas" kata rita "terimakasih bibi dia semalaman berada di tengah hujan " kata boy "bibi tau" kata rita "bibi melihat nya bibi gak tau kalau cinta lisa benar-benar membuat ku terharu" kata rita "boy" lisa melihat boy berjalan ke arahnya "kau baik baik saja? " kata boy "aku sedikit flu " kata lisa "tap.. tap.. tap" jeny datang "jeny" kata lisa "bibi aku makan" kata jeny "iya makanan sudah siap" kata rita "ayo lisa" kata boy "bibi tidak jadi aku akan makan roti ini saja aku harus berangkat pagi" kata jeny sambil memakan sepotong roti dengan buru buru lalu menatap boy "aku harus berangkat boy" kata jeny "jeny" kata lisa "kau marah pada ku kan? " kata lisa jeny tetap melangkah pergi "jeny" lisa menarik tangan jeny "apa lagi? kau harus pergi dari rumah ku" kata jeny "kau belum memaafkan mu" kata lisa "apa yang salah dari mu? " kata jeny "aku membuat mu marah dan cemburu? " kata lisa "apa kau sadar? apa yang kau ucapkan" kata jeny "aku sadar maafkan aku.. aku salah ini semua salah ku" kata lisa "plak! " boy terkejut "kau fikir aku cemburu? aku sudah genta dia mencintai ku dan aku akan belajar mencintai nya bukan mencintai mu" kata jeny "jika kau berfikir aku cemburu maka kau salah! " kata jeny lalu dia berbalik air mata mengalir di pipinya "aku benci kamu lisa ngomong ngomong selamat menempuh hidup baru" jeny langsung pergi "tenang aku akan mengejar nya" kata boy "tidak perlu" kata lisa "kenapa? " kata boy dia melihat air mata lisa mulai menetes "dia sedang marah lagian ini bukan salah nya juga" kata lisa "tapi ini juga bukan salah mu" kata boy "benar" kata lisa "ini salah john" kata lisa dalam hati.


danmi menatap pam "pam.. aku akan pergi me jemput seseorang kau diam saja di sini atau jalan jalan terserah mu deh tapi jangan ikut aku" kata danmi "tapi bagaimana jika tuan fang bertanya" kata pam "kak dengar aku cuma pergi sebentar oke jangan salahkan pam oke kau dengar kan atau aku harus berteriak" kata danmi "**** you.. berhenti bicara dasar sialan" terdengar suara fang di telpon "aku akan pergi sudah lah kau tuli" danmi mematikan telpon nya "oke pam sampai nanti" kata danmi "baik lah" kata pam.


lisa terlihat sedang menahan amarahnya "cepat cepat" kata lisa "iya nona" kata shin "aku harus beri dia pelajaran" kata lisa "bruakk!!!! " lisa terkejut ada mobil yang menabrakkan "hei" kata roy terlihat john berada di dalam mobil itu "mari bersenang-senang" kata zach "kendalikan mobil nya shin" kata roy "aku tau" kata shin "dorr!! " mobil lisa hilang kendali "dor dorr dorr dorr dorr" adu tembak pun terjadi sampai ke dua mobil sama sama hilang kendali "bruaaggg" mobil lisa menabrak sebuah mall "nona" kata rai dia sudah lebih dahulu menarik lisa keluar dari mobil "aku baik baik saja" kata lisa "hari ini aku ku habisi kau" john keluar dari mobil "dorr dorr dorr dorr dorr" hisao melepaskan tembakan rai langsung merangkul lisa dan membawa nya untuk berlindung karena terjadi adu tembak di antara kedua belah pihak john juga berlindung "bawa nona pergi" kata nario "tidak! aku ingin menghajar nya sekarang!! " kata lisa "berlindung nona" kata shin "hajar terooss" kata fong "huahahahha" kata aniel "bagus maju terus" kata john "greb" lisa terkejut di tarik shin "ayo nona mereka terus bertambah" kata shin korban terus berjatuhan "lisa!! " kata john sambil melihat sekeliling "ini akibat nya jika kau mencoba menarik jeny dari ku" kata john "JENY ADALAH MILIK KU! " kata lisa sambil berdiri john tersenyum "mari kita bertarung" kata john "kau fikir aku takut" kata lisa "kalian diam" kata john .


"hei ada apa ini? " danmi menurunkan kaca mobil "di sana ada orang sedang berkelahi tuan" kata seorang tukang becak.


"benar di sana ada orang sedang berkelahi"


"mereka membawa senjata"


"bahkan mobil mereka hancur"


danmi turun dari mobil "biar aku lihat" kata danmi.


lisa dan John saling melangkah mendekati satu sama lain shin memperhatikan sekitar nya "awasi baik baik pria itu licik" kata shin "benar" kata roy "eh? " rai melihat sesuatu dari atap gedung "shin.. shin.. lihat ke atas" kata rai "apa? " shin melihat ke atas "nona lisa!!! mundur!! " seru shin sambil berlari ke arah lisa "dorr dorr dorr dorr " john melepaskan tembakan bersamaan dengan orang yang ada di atap gedung "zruuuttt" ada seseorang meluncur dengan sepeda "ahhkh"john melihat ada pisau yang menancap di lengan nya lisa menatap darah yang mengenai wajahnya " lain kali kau harus lebih hati hati"lisa melihat orang di depan nya orang yang baru saja menolong nya "kau" kata lisa.


"jadi kau sebenarnya siapa nya jeny"


"aku kawan dari sahabat nya jeny tapi aku menyukai jeny"


"apa kau sungguhan? "


"dan ku harap kau menjauh darinya"


"tenang lah.. aku cuma pelatih aku tidak akan jatuh cinta pada jeny"


"apa aku bisa percaya pada mu? "


"kau tidak percaya pada ku? aku bisa bantu kau dekat dengan jeny".

__ADS_1


"pelatih" kata lisa "john itu licik" kata danmi sebelum jatuh tak sadarkan diri.


jeny berlari dengan cepat melewati beberapa orang yang sedang ada di jalan "kak danmi!! ka danmi!! " jeny masuk ke sebuah ruangan "kak danmi... apa yang terjadi.. kak danmi.. " kata jeny "griit" pintu terbuka "jeny" danmi membuka mata nya "kak danmi.. ini aku.. ini aku apa yang terjadi" kata jeny "kenapa kau terluka separah ini bahkan kita belum menyerah john " kata jeny "ini gara gara aku" kata lisa jeny menatap lisa "bukan salahnya" kata danmi "apa yang terjadi? " kata jeny "john me--" kata lisa "kau menemui john? " kata jeny lisa menunduk "iya" kata lisa "dan kak danmi menolong mu? " kata jeny "iya" kata lisa jeny maju memukul lisa "kenapa!! kenapa kau lakukan ini!! kenapa kau mengacaukan semuanya!! seharusnya malam ini aku dan kak danmi akan membunuh john dan semua rencana nya gagal karena mu!! " kata jeny "sudah ku katakan jangan sok pintar tau apa kau soal john!! kau lihat dampak perbuatan mu!! kau lihat karena ulah mu!!! kau lihat... " kata jeny "jeny.. " kata danmi "diam kak aku sedang bicara padanya!! semuanya kacau.. hancur karena mu!! aku sangat sangat membenci mu.. kau menambah masalah ku!! kau lihat kan dampak nya!! apa kau sudah lihat!!! " seru jeny "maaf.. maaf.. maafkan aku.. aku salah" kata lisa "maaf maaf maaf dan maaf aku bosan mendengar nya!! pergilah lah pergi!! aku tidak mau melihat mu" kata jeny "pergi!!!! " seru jeny "maafkan aku jeny" kata lisa "pergi!! " jeny mendorong lisa keluar. lisa terdiam "jeny aku tau aku salah maafkan aku jeny!! jeny" kata lisa sambil mengetuk ngetuk pintu namun tetap saja jeny tidak membuka kan pintu untuk nya


__ADS_2