
"aku tidak berbohong kak terserah mu jika tidak percaya"ucap jeny "iya adik ku sayang kakak percaya kok kakak juga senang kalau kau tidak mabuk"kata riki "tapi aku ingin ke sana, aku ingin melihat boy dia bilang tadi dia sudah berkerja padahal kata kaka arman dia baru boleh beraktivitas berat saat tiga sampai empat hari tapi baru dua hari dia sudah bekerja"kata jeny "sama siapa?"tanya riki "aku pergi sama bob cuma dia yang nganggur malam ini"kata jeny "baiklah hati hati ya ingat jangan mabuk mabukan lagi"kata riki sambil menatap mata jeny.
__ADS_1
Seorang pria masuk dengan beberapa bodyguard di belakang nya "sial mau apa dia"fikir boy sambil mengaduk ngaduk minuman di meja "di mana dia?"pria itu menghampiri boy "tentu saja di rumah nya"kata boy, pria itu melangkah lebih dekat lagi "ke yakin dia tidak akan mau bertemu dengan mu"kata boy dengan penuh tekanan "hei"wajah boy langsung tegang "kenapa"jeny menepuk dahi boy "a aduh "boy mengusap dahi nya "aku mau minuman yang biasa "jeny langsung duduk di kursi depan boy "aku juga sama"kata bob "hei jen"pria itu tersenyum "sepertinya aku mengenalmu oh john yang waktu itu kan"ucap jeny "wah ingatan mu lumayan juga ya"kata john "boy cocktail satu"seorang wanita dengan jaket kulit datang dan langsung duduk di antara lisa dan john "aih lisa angin apa yang membawa mu ke sini bukan nya kau mau berbisnis"kata boy sambil menyerahkan minuman ke jeny dan bob "bisnis itu membuat kepala ku mau pecah"kata lisa sambil menatap jeny "bersulang jen dan kau "ucap lisa "aku bob"kata bob sambil menyentuhkan gelas nya ke gelas lisa "jeny aku ingin mengundang mu minum bersama di ruang vip"kata john sambil berdiri dan menatap jeny "aku sibuk jadi terimakasih undangan nya"ucap jeny "huuufff untung saja"fikir boy john tersenyum lalu mengulurkan tangan nya "kau yakin tidak mau minum bersama ku"ucap john "hei bung dia tadi kan sudah bilang dia sibuk"ucap bob "apa aku bertanya pada mu"kata john "jeny "ucap john lagi "pranhk"gelas jeny jatuh "oh maaf jen tidak sengaja"kata lisa "ah baju ku basah"kata jeny dengan kesal "maaf maaf aku ada baju di sini ayo ikut aku tolong maafkan aku"kata lisa sambil mengedipkan sebelah mata nya ke boy "cerdas"kata boy dalam hati "kau sangat menyebalkan"kata jeny sambil berjalan karena tangan nya di tarik lisa "ini pasti rencana mu"kata john "aku menjaga nya"kata boy "meskipun kau akan mematahkan tulang ku aku tidak akan takut"kata boy john tampak kesal.
__ADS_1
"kau masih marah"kata lisa sambil melihat wanita yang berjalan di depan nya "karena kau sengaja"ucap jeny setelah selesai ganti baju "oh jeny aku benar benar tidak se.."lisa melihat john sudah ada di depan mereka "terima ini sebagai tanda pertemanan kita jen"john mengulurkan buket bunga mawar merah yang indah, jeny terdiam ingatan jeny menerawang jauh ke masa lalu di mana mawar merah berserakan di sekitarnya dengan cairan merah yang keluar dari mobil putih yang bersimbah darah dengan pengantin wanita yang sekarat darah di mana mana "jeny"ucap lisa "no no no"jeny meletakan tangan nya ke telinga nya "dasar pembawa sial!" "pembunuh!!" "kau pembawa kutukan!!"ternginga suara suara di telinga jeny . John melihat gelagat aneh jeny "jeny"john maju tapi jeny mundur muka nya pucat dan nafas nya sesak "jeny jangan takut kalau tidak mau bilang saja"kata lisa "ayolah jen"kata john "tidak!"jeny menepis tangan john sampai bunga itu jatuh lalu jeny pergi dengan cepat "pembunuh!!" "maaf" jeny terus berjalan seperti orang kerasukan "jen"jack yang membawa minuman terkejut melihat jeny "minum minum"jeny mengambil minuman yang di bawa jack satu gelas dua gelas tiga gelas di minum nya dengan cepat "tolong minum minum"ucap jeny panik dia sampai jatuh dan duduk di tangga "minum"ucap jeny "ini ini"jack ikutan panik sambil memberi jeny minuman "kelihatannya itu jeny"ucap bob boy menoleh apa yang di tunjuk bob "astaga"boy lari "hah hah minum"kata jeny "jen jeny sadar hei"boy menahan tangan jeny yang mencoba meraih minuman lagi "minum hah tolong"ucap jeny "sssttt sttt"boy mengeluarkan botol obat lalu memberikan dua butir pil ke jeny lalu merangkul nya erat erat "jeny!"lisa baru datang dia melihat jeny di rangkul boy "tenang tenang aku di sini"kata boy sambil mengusap air mata jeny sambil meniup pelan kepala jeny "minum tolong"bisik jeny "iya minum nanti tenang dulu"kata boy sambil menatap wajah jeny "ada apa ini?"bob menatap lisa "aku juga gak tau"kata lisa "jen"ucap boy pelan "iya"kata jeny "you ok"kata bob pelan "ok"jeny duduk terlihat di wajah nya kalau dia sudah tenang "pergilah duduk aku akan membuat kan mu jus"kata jack "beri aku whiskey"kata jeny "oke whiskey satu ayo berdiri "kata boy jeny pun berjalan "kau lakukan apa dengan dia"bob menarik kerah lisa "apa yang terjadi dia sudah lama tidak begini"kata boy "sungguh aku tidak tau jeny mengalami sesak saat pria jelek tadi memberi jeny buket bunga"kata lisa "bunga?"bob dan boy serentak menatap tajam lisa "bunga apa"kata boy "mawar merah"kata lisa "jangan jangan jeny"bob langsung melihat jeny yang duduk di kursi sambil menikmati whiskey yang di bawa jack "dia masih belum melupakan nya"kata boy "melupakan apa"lisa bingung.
__ADS_1
__ADS_1
Jeny di baringkan di sebuah tempat tidur kelihatannya kamar itu memang khusus untuk jeny , beberapa barang jeny ada di sana termasuk foto jeny. "lihat itu ada bola"ucap jeny "hei jen angkat sedikit tubuh mu agar aku bisa membuka baju mu "ucap lisa "baju mu basah dan bau"ucap lisa sambil membuka perlahan baju jeny lalu mengambil baju jeny di lemari dan memakaikan nya ke jeny "aku merasa cuaca sangat panas"fikir lisa "minum lagi"ujar jeny "aku suka melihat mu mabuk ketimbang kau sadar karena angkuh mu kelewatan batas"kata lisa sambil mengelap dahi jeny dengan tisu basah "kamar mu bisa membuatku terbakar panas sekali"kata lisa pintu terbuka "kau mengganti baju nya?"kata boy "ya baju jeny basah jika tidak di ganti dia bisa masuk angin"kata lisa sambil berdiri "kenapa muka mu merah"kata boy "akh merasa kamar ini tidak ada pendingin nya panas sekali"lisa pergi keluar kamar "panas? Iya juga ya"kata boy sambil menutup pintu.
__ADS_1