Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
bisnis dan cinta


__ADS_3

map biru di letakan ke atas meja "ini luar biasa peningkatan perusahaan kita semakin tinggi " kata Daichi "saya juga kaget tuan" kata asisten Daichi "waw.. menakjubkan" kata Daichi "kemungkinan ini karena nona jeny tuan dia benar-benar totalitas dalam mempromosikan produk kita sehingga produk kita terus meninggi tingkat pemesanan nya" Daichi mengangguk "ya.. bisa jadi siapkan angpao dan bingkisan untuk satu kantor" kata Daichi "baik tuan" asisten Daichi pergi "kakak" lisa datang "lisa? ada apa? " kata Daichi "aku mau bicara soal dim" kata lisa "baik duduk lah dan katakan saja apa yang mau kau katakan aku akan mendengarkan mu" kata Daichi lisa langsung menceritakan awal mula bertemu dim di thailand sampai dim muncul di Indonesia dan lisa juga menceritakan apa tujuan dim yang sebenarnya Daichi terdiam mendengar kan cerita adik nya "apa itu benar? " kata Daichi "kakak aku ini adik mu masa kau ragu dengan cerita ku" kata lisa "dim sengaja mengajak mu bekerja sama terus menerus bukan karena dia ingin perusahaan nya dan perusahaan mu maju atau apalah.. dia hanya ingin jeny dia berkata langsung di depan ku kau tau dia bilang apa? 'saat ini jeny memang milik mu tapi kedepan nya tidak' Ayolah kak apa yang kakak fikir kan kenapa kakak mau bekerja sama dengan nya" kata lisa "aku tidak tau apa apa" kata Daichi "tapi ini sudah terlanjur sulit membatalkan nya karena ah.. bagaimana ini" kata Daichi "kita harus cari cara agar dim pergi" kata lisa.


"jangan lupa di coba sebelum kehabisan" kata jeny "oke cut" kata pria yang memegang kamera "akhirnya" kata jeny "ini minum dulu" kata dim "loh kak dim kapan kau datang? " kata jeny "dari tadi, aku baru saja menemui tuan Daichi jadi sekalian melihat proses pembuatan iklan" kata dim "ini susu coklat untuk mu" kata dim "terimakasih tapi aku sudah punya" jeny membuka tas nya dan menunjukkan tiga susu kotak rasa coklat "lisa menyiapkan nya untuk ku jadi aku harus menghabiskan nya " kata jeny "hei kalian juga istirahat lah dulu ayo minum" kata jeny dim meletakkan susu kotak yang dia bawa "Hai jen coba wafel ini" kata rekan kerja nya "wah.. aku coba ya" kata jeny "hum.. manis aku suka" kata jeny "ini dari nona dim dia yang bawa" kata rekan kerja nya "oh.. aku mau lagi dong" kata jeny . lisa yang berdiri di dekat pintu langsung mengambil ponsel nya yang berbunyi terlihat jeny mengirim pesan "belikan aku wafel seperti ini nanti ya" lisa tersenyum "tentu kau mau berapa wafel atau aku harus membeli nya dengan toko nya" lisa membalas pesan jeny "kenapa kau senyum senyum" kata nano "pasti pacar nya kirim pesan" kata rekan kerja nya yang lain "aih.. ketahuan aku" kata jeny "lain kali kenalkan kami dengan pacar mu" jeny tersenyum "haah.. pasti akan aku kenal kan tapi jangan di rebut ya" kata jeny "setampan apa pacar mu itu? " kata yang lain "hum.. sangat tampan, hum.. senyuman nya manis, maka nya aku belum mengenal kan nya pada kalian aku takut kalian langsung jatuh cinta pada nya" kata jeny "ahh.. aku jadi penasaran" kata yang lain "bentar ya " jeny pergi "kau sedang apa? " tanya lisa di telpon jeny langsung tersenyum "aku sedang istirahat kau sudah makan siang? " kata jeny "jen" jeny berbalik "kak dim ada apa? kau ingin tanya sesuatu? " tanya jeny "aku ingin kita makan siang bersama " kata dim "sambil melihat hasil rekaman semalam" kata dim "um.. aku akan panggil kak nano dulu" kata jeny "kenapa? " kata dim "hum.. aku tidak ingin ada salah paham lagi" kata jeny "lisa? tapi ini kan bisnis? pekerjaan? apa lisa se posesif itu? apa dia melarang mu? " kata dim "aih.. tidak aku.. jika berdua aku tidak bisa " kata jeny "alasan nya? " kata dim "aku ingin menjaga perasaan lisa, kau kan tau aku dan lisa adalah sepasang kekasih dia menjaga hatinya begitu juga dengan aku dan kalau kita pergi berdua aku takut seperti semalam hum.. salah paham itu tidak enak, lebih baik kita bawa rekan kerja yang lain seperti kak nano " kata jeny "ya ya aku tau itu tentang cinta kalian tapi ini kan bisnis seharusnya --" kata dim "aku mengerti kak dim tapi.. oh kenapa kau mengajak ku? kau isa memilih rekan kerja yang lain kan cuma melihat hasil rekaman selesai " kata jeny dim terdiam "hum.. bukan aku tidak mau kak dim aku cuma ingin hal baik" kata jeny "aku tidak mau hal buruk terjadi seperti semalam karena salah paham lisa jadi memukul mu aku benar benar merasa bersalah pada mu maka dari itu aku mencari jalan aman" kata jeny "oke baik lah.. aku akan pergi dengan hum.. siapa yang ka sebut tadi? " kata dim "kak nano" kata jeny "baik lah aku akan ajak dia saja " kata dim "oke maafkan aku ya" kata jeny "tidak masalah lain kali aku juga akan membawa rekan satu lagi agar tidak terjadi salah paham sampaikan salam ku pada lisa" kata dim "oke" kata jeny sambil melihat dim menjauh "apa itu dim? " tanya lisa "iya dia mengajak ku pergi melihat hasil rekaman sambil makan siang tapi aku tidak pergi dengan nya" kata jeny "kenapa? " kata lisa "kenapa? " kata jeny "aku tidak mau kau salah paham lagi" kata jeny "oh ya bagaimana kalau kakak tau kau tidak ingin pergi dengan dim kau kan sedang berkerja di sana" kata lisa "aih.. aku bukan tidak ingin pergi dengan nya aku ingin pergi tapi tidak berdua ya setidaknya bawa dua orang atau satu orang lagi " kata jeny "agar di saat kau cemburu mereka bisa membantu ku menjelaskan kejadian nya agar tidak seperti waktu itu dengar ya aku tidak mau tangan mu melukai orang lain" kata jeny "kau dengar aku tidak" kata jeny "iya iya sayang aku mendengar kan mu" kata lisa "kau juga jangan dekati wanita lain di sana ya jika aku melihat mu macam macam aku akan langsung menendang mu" kata jeny "siap sayang... kau sudah makan siang? " tanya lisa "jangan mengalihkan pembicaraan" kata jeny "iya iya.. aku tidak akan berbuat macam macam bright ada di dekat ku kau bisa tanya pada nya aku mencintai mu" kata lisa "aku juga mencintai mu" kata jeny.


dengan kesal dim berjalan ke luar kantor terlihat lisa ada di sana berdiri sambil menatap ke arah nya "hahah.. pacar ku sangat mencintai ku jadi jangan coba coba merayu nya" kata lisa "puas kan saja tawa mu hari ini" dim pergi "tentu saja aku harus tertawa pacar ku menjaga perasaan ku dengan baik. berani dekati dia maka kau harus berurusan dengan ku" kata lisa.

__ADS_1


"HAAAAAHH" dim melempar barang barang yang dia lihat ke lantai apartemen nya "apa yang kau fikir kan jeny.. kau seharusnya memikirkan bisnis kita bukan cinta.. " kata dim "****... ****.. lisa mentertawakan ku.. aku tidak bisa diam saja.. jeny harus membenci lisa.. dia hanya boleh mencintai ku!! karena dia hanya milik ku!! " kata dim "lop!! loopp! " seru dim "siap nona" kata lop "kirim mata mata ke tempat kerja lisa kita harus hancurkan dia" kata dim.


Daichi membagi bagikan angpao dan juga bingkisan kepada seluruh karyawan nya "perusahaan kita terus meningkat karena usaha keras dari kalian" kata Daichi


"terimakasih pak bos"

__ADS_1


"terimakasih pak"


semua tersenyum senang "terimakasih pak " kata jeny Daichi tersenyum lebar menampakkan barisan giginya yang putih dan bersih "sama sama" kata Daichi "semoga bermanfaat untuk kita semua nya" kata Daichi "hum.. untuk hati selanjutnya kita akan mengadakan makan makan bersama kalian bisa diskusi tempat mana yang bagus" kata Daichi "wah beneran pak? " kata beberapa karyawan "iya aku punya lima tempat yang bagus" Daichi menunjukkan beberapa foto restoran "kalian bisa pilih nanti kabar kan kepada saya" Daichi pergi.


jeny tersenyum melihat lisa sudah menunggu nya "kau tidak mencium ku? " kata lisa "jangan gila, ayo masuk ke dalam mobil" kata jeny sambil masuk ke dalam mobil "kau benar-benar tidak mencium ku" lisa duduk di dekat jeny "jen" kata lisa jeny langsung menarik lisa dan mencium nya "apa kau senang? " kata jeny "aku senang" kata lisa sambil mencium jeny "" wafel nya? "kata jeny " sudah ada di rumah "kata lisa " terimakasih "kata jeny " tapi gak gratis "kata lisa " hum.. aku harus membayar nya? "kata jeny " iya "kata lisa " aku akn pacar mu masa aku harus bayar "kata jeny "bayar nanti saja saat di rumah" kata lisa .

__ADS_1


sesampainya di rumah jeny langsung tersenyum lebar melihat meja makan penuh dengan wafel "kau benar-benar membeli nya sebanyak ini" jeny tertawa "kau yang meminta nya kan? " kata lisa "bibi" kata jeny "iya" rita datang "bibi kau harus membawa setengah nya pulang untuk keluarga mu" kata jeny "aku tidak akan mampu menghabiskan nya" kata jeny "iya bibi bawa saja sini aku bantu" kata lisa.


jeny meletakkan tas nya ke atas meja "yhahaha.. apa dia tidak waras dia benar-benar membeli begitu banyak wafel" kata jeny "aku datang " lisa memeluk jeny dari belakang "ha.. cuaca begitu panas jangan memeluk ku" kata jeny "a.. aku mau mau meminta bayaran wafel nya" kata lisa "aku akan tranfer nanti" kata jeny "aku gak mau uang" kata lisa "huh? " jeny mengerutkan dahinya "aku butuh ciuman, pelukan" kata lisa "bayaran macam apa ini" kata jeny "ayo bayar" kata lisa jeny berbalik "kau mau mencium mu di pipi mana" kata jeny "di bibir" kata lisa "hah? " jeny senyum "pejam kan mata mu aku akn melakukan nya" kata jeny lisa langsung memejamkan mata nya "nona jeny maaf.. tuan boy datang" kata bright dari luar kamar lisa langsung terlihat kesal jeny pun langsung tertawa melihat ekspresi lisa "boy datang " kata jeny "ini sangat membuat ku kesal" kata lisa "jangan begitu ayo temui dia" kata jeny sambil terus tertawa dia pergi membuka pintu.


__ADS_2