
dari pinggir jalan terlihat toko sweet milik jeny sudah jadi dan sudah di hias dengan baik, bahkan orang yang lewat tidak dapat memalingkan mata nya dari toko itu hari ini adalah hari peresmian toko sweet .fudo dan yang lain sudah tiba di depan toko memasukkan barang barang yang akan di jual di toko itu "kakak aku gak sabar mau bertemu dengan nya" kata ara "iya aku tau" kata hong su "bagaimana ini" kata jin dengan wajah gelisah "gawat kak riki sudah tiba di situ" kata boy lisa bersandar di mobil nya, dia benar benar terlihat frustasi "apa yang harus ku katakan pada kakak" kata lisa "ya ampun" kata Agnes "tapi jika kita tidak menemui mereka malah bisa jadi masalah besar dan juga kita tidak bisa menghindar" kata bob "aku akan alihkan mereka dengar aku akan katakan pada kak riki kalau jeny ada urusan dengan teman nya yang mau bergabung dengan toko sweet" kata joe "kau yakin" kata danmi "bagaimana lagi jika kak riki tau jeny tidak ada dengan kita dia akan panik " kata joe "aku mulai" joe pergi "ya Allah tolong kami" kata boy.
"Hai kak" joe mendekati riki "hei joe kau sudah datang mana yang lain? " riki terlihat bahagia "mereka ada di belakang ku nanti akan segera datang, bagaimana kabar mu" kata joe "aku baik baik saja lihat lah toko yang di minta jeny" kata riki "tokonya bagus oh ya aku mau mengatakan sesuatu pada mu" kata joe "apa? " kata riki "jeny sedang sibuk hari ini. karena dia berhasil mempromosikan toko sweet nya. banyak orang yang tertarik jadi jeny pergi menemui salah satu dari mereka, mereka tidak jauh hanya jarak dua kota saja dia akan segera kembali, malam ini kemungkinan dia tidak bisa kembali karena di sana cuaca nya buruk jaringan juga susah " kata joe "apa? jadi? " riki meletakkan box yang dia rapikan "tenang saja dia tidak sendirian bob dan Agnes ada dengan jeny" kata joe "ini acara peresmian toko nya dan dia malah" kata riki "kakak ini nama bagus! jeny baru buka toko pertama kali dan langsung orang orang tertarik buka hanya orang yang di sini tapi orang dari kota lain kakak tau toko ini menyediakan keperluan para cosplayer anime wajar saja kau tidak perlu kawatir" kata joe "ada apa ini? " tanya fudo "katakan" kata riki "jeny " kata joe.
"nona tunggu" jeny mendengar ada suara dari luar pintu "bukan kah sudah tidak ada jadwal? " kata dim "ada kabar buruk, lisa masih hidup dia mendatangi rumah mu di thailand" kata lop "kecil kan suara mu" kata dim "maaf nona, ini sungguhan dia benar benar datang ke thailand mencari mu dia benar benar masih hidup lisa masih hidup " jeny langsung mendengar kan baik baik pembicaraan di luar kamar nya "lisa? mereka membicarakan lisa" kata jeny dalam hati dia langsung bergerak pelan pelan "bagaimana mungkin lisa bisa hidup kembali dia kan sudah di bunuh" kata dim "lisa masih hidup? " jeny mengerutkan dahinya "jadi, jadi lisa masih hidup!!" jeny langsung menyingkir dari pintu "aku aku harus pergi dari sini, lisa mencari ku tapi.. aku ini ada di mana ? aku bahkan tidak tau" jeny duduk di lantai sambil meremas rambut nya "aku senang mendengar mu masih hidup setidaknya aku akan berusaha kembali " kata jeny .pintu terbuka dim menatap jeny yang sedang duduk di lantai dengan celana pendek dan kaos hitam dim berjalan lalu duduk di tepi ranjang "bagaimana kabar mu? maaf kemarin aku ada rapat seharian jadi tidak bisa melihat mu" kata dim jeny tidak menatap dim "kau tidak makan lagi? " kata dim "aku tidak lapar" kata jeny "naik lah kau akan sakit jika duduk di situ" kata dim jeny berdiri "duduk di samping ku" kata dim "kemari lah" kata dim "tidak" kata jeny sambil pergi ke sebuah kursi "tidak masalah" kata dim "nona" dim berjalan ke arah pintu lalu kembali dengan sebuah cake besar "kau suka cake kan? aku membeli nya untuk mu" kata dim.
__ADS_1
pita di gunting, semua yang hadir langsung bertepuk tangan "sebentar" riki pergi menjauh "halo ada apa? apa tuan mendapatkan serangan, memangnya kalian di mana? " kata riki "ada apa? " kata amin "asisten tuan fang menyuruh kita untuk kembali, tuan fang butuh pertolongan" kata riki "gawat" kata amin "dimana lisa aku harus bicara pada nya apa jeny tidak bisa kembali sekarang" riki pergi.
boy mengejar lisa "lisa.. lisa berhenti" kata boy "lisa kenapa kau kembali bagaimana acaranya? " kata bob "aku benar benar kacau, aku merasa tidak enak boy.. aku merasa telah menipu kak riki dan yang lainnya.. sampai sekarang aku belum menemukan jeny yang menghilang entah dimana dan aku harus apa lagi Tuhan.. aku gagal.. aku gagal" kata lisa dengan putus asa "lisa" kata Agnes "aku gagal nes, aku bahkan tidak bisa melindungi kekasih ku seandainya jeny mau mendengar kan ku, aku mau menemani dia di rumah namun dia menyuruh ku untuk tetap kerja Tuhan... dimana jeny ku" kata lisa "lisa" kata boy "jeny menghilang dan kita tidak memberi tau kakak" kata lisa "jadi jeny menghilang? " lisa berbalik air mata riki menetes "riki" fudo menggenggam tangan riki "dan kalian mengatakan adik ku sedang menemui seseorang padahal dia menghilang? " riki mengusap wajah nya "kakak maaf" lisa menghampiri riki "kalian menipu ku" kata riki dia maju menarik boy "mana janji mu.. kau bilang kau menjaga jeny dengan baik kau juga lisa" kata riki "kakak ini salah ku.. " kata lisa "aku seharusnya tetap tinggal dengan jeny seharusnya aku tidak pergi saat itu" kata lisa dengan berlinang air mata "aku harus cari jeny" kata riki "riki" fudo menahan riki "riki kita harus pergi" kata amin "tapi adik ku dalam bahaya kita gak tau dia ada di mana" kata riki "kakak aku aku akan mencarinya.. aku akan mencari nya sungguh! kak riki ku mohon maafkan aku,ini kesalahan ku" kata lisa "ku tanya pada mu di mana kau akan mencarinya? memangnya kau tau di mana dia pergi" kata riki "saat ini aku tidak tau tapi aku tau siapa yang membawa nya pergi" kata lisa "siapa? " tanya riki dengan nada kasar "orang yang juga mencintai jeny seperti diri ku" kata lisa "apa kata mu? " riki menatap lisa "aku mencintai adik mu kak" kata lisa "aku mecintai nya dan aku akan katakan ini pada mu, hari ini aku dan jeny sudah menyiapkan kejutan untuk mu namun.. semua nya kacau" suara lisa bergetar "kau mencintai adik ku apa maksud mu" kata riki "tahan" fudo menghalangi riki mendekati lisa "dengar riki" kata fudo "apa yang harus ku dengar dia barusan mengatakan hal itu" kata riki "aku tau dan kau juga tau" kata fudo "tapi ak--" kata riki "diam!! kita punya dua masalah sekarang kita harus selesai kan dahulu" kata fudo "aku aku mencari jeny" kata riki "dan kau" riki menatap lisa "aku tau mungkin kau akan marah di saat aku mengatakan kebenaran ini, tapi aku benar-benar mencintaimu adik mu aku sudah mencari nya kemana mana" kata lisa "tapi aku tidak menyerah hari ini aku ingin memberitahu mu aku berhenti mencari nya karena kau datang. tapi percaya lah aku akan mencari nya aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada nya" kata lisa riki terdiam dia teringat kejadian yang telah lalu di mana dia melihat sampah kertas di dalam sebuah plastik di bawah meja dan fudo sudah siap ingin membuang nya "tunggu seperti itu lukisan milik jeny" riki mengambil plastik yang sudah di tangan fudo kedua nya langsung terdiam ketika melihat lukisan sobek itu mereka satukan kembali kemudian mereka saling tatap melihat beberapa lukisan yang telah mereka satukan seperti lukisan wajah lisa, lisa sedang tidur, lisa memeluk jeny, lisa memakai jas, lisa menyuapi jeny, dan lainnya "jangan jangan" kata riki dan fudo bersamaan.
riki juga kembali teringat perkataan boy dan cika "kak jeny mulai membaik kau tau jeny sudah berhasil mengatasi rasa takut nya dengan air itu semua berkat lisa dan juga lisa terus membantu jeny itu luar biasa" kata boy
__ADS_1
"kakak aku mencintai mu" kata jeny pertama kali dalam beberapa tahun ini, karena jeny lebih sering diam dan beriak sesekali "kakak.. kau kakak ku kan? " kata jeny "kau mengenal ku? " kata riki "iya aku mengenal mu" kata jeny saat dulu di rawat oleh cika namun baru sebentar jeny langsung diam dan mendorong riki "pembunuh pembunuh! " kata jeny. fudo menepuk nepuk bahu riki yang masih terdiam "aku ingin marah pada mu" kata riki "kau bisa marah pada ku kak, marah dan pukul lah aku! " kata lisa dengan pasrah. dia sudah menduga akan melihat respon riki seperti ini "namun tidak bisa" kata riki sambil menunduk "ternyata feeling ku benar" kata riki dalam hati "yang ku fikir kan selama beberapa minggu ini benar" kata riki dalam hati "adik ku juga mencintai mu dan aku mengetahui nya!!" kata riki dengan marah "aku benar-benar ingin memarahi mu namun itu semua hanya bisa tertahan" kata riki "dan juga aku tidak ingin kehilangan adik ku lagi.. adik ku sudah kembali seperti dulu.. " kata riki "apakah kau memperbolehkan aku mencintai adik mu" lisa ingin memastikan.
riki mengusap air mata sambil mengangguk pelan "aku harus cari jeny" kata riki "tidak riki" kata endo "kau tau apa? jeny adalah keluarga ku satu satunya" kata riki "kau pergilah bersama mereka selamat kan tuan fang aku akan cari jeny" kata fudo "tidak ak--" kata riki "kau percayakan ini pada ku , kau tau tuan fang sedang butuh bantuan" kata fudo "tapi adik ku" kata riki "kau tau fudo sangat mudah menemukan orang yang bersembunyi, dia akan segera menemukan jeny" kata amin "riki dengar" fudo menarik riki ke arah nya "lihat aku" kata fudo riki menatap mata fudo "kau mengatakan tuan fang seperti ayah mu kan? " kata fudo riki mengangguk "ayah kita semua kau tau itu, dan sekarang dia dalam bahaya dia butuh bantuan, kau jangan kawatir jeny juga adik kita semua kalian pergi tolong ayah kita aku akan cari adik kita" kata fudo "jika kau egois tidak mau mendengar kan ku kita kemungkinan akan kehilangan kedua nya, tolong mengerti lah, jeny akan segera kembali" kata fudo sambil mengusap air mata riki "dia akan bersama kita nanti" kata fudo sambil tersenyum tipis agar riki yakin pada nya "kau mengerti kan" kata fudo riki mengangguk lalu berbalik "ayo" kata pam sambil menarik tangan riki "tenang lah" boy merangkul lisa.
jeny keluar dari kamar mandi dia menatap dim masih duduk di ranjang sambil menatap pelayan membereskan cake yang tadi dia hancurkan "baju mu sudah ku siapkan" kata dim "bisakah kau melepaskan rantai nya? " tanya jeny "naik ke ranjang" kata dim "dia mau apa? " fikir jeny dim menatap jeny yang memakai handuk "aku tidak mau" kata jeny, dim tersenyum "apa kau fikir aku akan melakukan hal buruk pada mu? naik ke sini aku akan membuka rantai nya" kata dim "tapi kenapa harus di situ" kata jeny "kau mau ku bantu naik? " kata dim "tidak" jeny berjalan dan naik ke atas ranjang "berikan tangan mu" kata dim jeny mengulurkan tangan nya. dim membuka rantai di lengan kanan jeny lalu rantai di lengan kiri jeny "pakai lah pakaian mu" kata dim "bagaimana dengan yang di leher ku? " kata jeny "aku sudah melepas rantai nya itu cuma kalung saja" kata dim jeny membelakangi dim kemudian memakai baju nya "berikan tangan mu" kata dim " kau akan mengikat ku lagi "kata jeny. dim menarik tangan jeny dan kembali memasang rantai nya lalu membuka rantai yang di kaki jeny " pakai pakaian bawah mu"kata dim jeny mengambil celana pendek di dekat nya "jangan menatap ku" kata jeny, dim langsung mengalihkan pandangan "aku harus cari tau ini sebenarnya ada di mana? kaya nya bukan thailand" kata jeny dalam hati "sudah? " kata dim "hum" jeny menatap dim "duduk lah kau belum makan jadi sekarang makan lah" kata dengan lembut "setelah proyek ku selesai kita akan langsung menikah" kata dim "lisa masih hidup, aku harus pergi dari sini" kata jeny dalam hati "jeny " kata dim, jeny berjalan dan duduk di atas ranjang.
__ADS_1
dim langsung memasang rantai ke kaki jeny "aku gak akan menikah dengan mu" kata jeny dim langsung menatap wajah jeny "kau hanya punya satu pilihan dan pilihan itu kau tetap harus menikah dengan ku" kata dim "sekarang kau harus makan , cake nya sudah kau hancur kan sekarang makan lah ini" kata dim "kau bisa makan sendiri atau harus ku bantu? " tanya dim "aku lakukan sendiri nanti" kata jeny "sekarang" kata dim "kalau begitu aku tidak akan makan" kata jeny dim menatap jeny dengan tajam "kalau begitu aku akan membantu mu" kata dim jeny langsung berdiri ketika dim hendak memegang tangan nya "jadi kau tidak mau makan? " dim berdiri "aku akan makan nanti" kata jeny "sraakk" jeny tidak bisa bergerak. jeny menatap tangan nya yang di tarik ke atas "dengar aku akan membantu mu " kata dim sambil mengambil kursi "hari ini aku harus pergi jadi aku harus memastikan kau makan hari ini" kata dim sambil memaksa jeny untuk duduk "tidak" kata jeny "ugh" dim duduk menahan jeny dengan kaki nya "aku akan menyuapi mu" kata dim "menyingkir dari ku" kata jeny "jika kau tidak diam aku akan menyuapi mu dengan mulut ku langsung" kata dim "aku akan makan sekarang" kata jeny dim tersenyum dia langsung menurunkan tangan jeny "makan lah" kata dim sambil mengambil kursi satu lagi, dia duduk sambil menatap jeny "tidak papa besok aku akan tanya langsung pada pelayan nya " kata jeny dalam hati dia langsung mengambil sendok "tidak jadi ini sudah dingin" kata jeny "lihat saja bagaimana kau menghadapi ku aku akan membuat mu bosan dan melepaskan ku" kata jeny dalam hati "baik " dim mengeluarkan ponsel nya "buat makanan hangat ke sini" kata dim.
tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan baru "makan" kata dim "hum" jeny mulai makan "bagus" kata dim saat jeny selesai makan dim langsung mengusap rambut jeny "aku akan pergi kau istirahat lah" kata dim sambil membawa piring jeny keluar dari kamar "jaga dia aku akan kembali nanti" kata dim.