Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
cinta selama nya


__ADS_3

di kantor...


lisa memperhatikan reno yang sedang menjelaskan di depan "nah di saat saat begini kita akan terus maju " kata reno "tunggu tunggu maaf sebelum nya tapi ide kedua ini tidak pas menurut ku aku lebih menyukai ide mu yang pertama" kata lisa "benar yang pertama lebih mudah seperti nya" sahut beberapa peserta rapat di ruangan itu "oh tidak masalah jika banyak yang setuju dengan ide yang pertama menurut saya itu juga lebih ringkas" kata reno.


"ini antar ke meja ujung " kata joe "oke" kata bob "ayam bakar lima porsi, steak medium satu, seafood pedas tiga porsi" kata Agnes "joe tolong kupas kan kulit lobster itu" kata koki "oke oke" kata joe.


jeny menggelengkan kepala nya "gak bagus kurang natural" kata jeny "iya aku juga setuju" kata daichi "oke kita ulang siaap... mulai" kata seorang pria dengan memegang kamera "baru susu dengan paduan strawberry Korea di petik langsung da-" kata seorang wanita di depan "cukup cukup!!" kata daichi "begini kau coba dulu minuman nya rasa kan benar-benar lalu bicara ka akan langsung mengerti apa yang akan kau katakan" kata jeny wanita di depan langsung mencoba minuman yang ada di meja "minuman baru dengan susu yang di pasukan dengan Strawberry ko-- maaf salah " kata wanita itu "ya ampun" kata daichi "tidak papa pak" jeny mendekati wanita itu "kau suka minuman manis kan? atau kau kurang menyukai nya? sehingga kau terlihat begitu kesulitan" kata jeny "aku.. aku sedikit gugup" kata wanita itu "ayolah santai saja bos ku tidak akan marah kau cukup meminum ini dan mengatakan " wah segar banget buruan cobain minuman baru ini dengan susu yang di padukan dengan Strawberry Korea dengan takaran rasa manis yang pas dan creamy banget di jamin deh bikin ketagihan buruan beli di supermarket terdekat sebelum kehabisan nah kira kira begitu "kata jeny " waw jen"kata daichi "ada apa pak? salah ya ngasih contoh nya" kata jeny "kalau begitu ka saja yang jadi model nya" kata daichi "ah.. tidak bisa pak" kata jeny "tidak papa aku suka melihat ekspresi mu dan dia akan menjadi pemeran pembantu nya" kata daichi "ayo jen cepat ganti baju mu kita akan mulai buat iklan nya" kata daichi "baik lah" kata jeny.


"oke Terima kasih atas kerja sama semuanya" kata reno sambil berjabat tangan dengan beberapa orang "semoga beruntung" kata lisa "terimakasih" kata reno "oh ya bagaimana kita makan siang bersama" kata reno "oke tidak masalah mari" kata lisa.


Setelah sampai di sebuah tempat makan reno duduk begitu juga dengan lisa "silahkan nona tuan" seorang pelayan datang membawa buku menu "silahkan " kata lisa "kau saja duluan" kata reno "aku cuma mau steak dan spageti" kata lisa "aku juga sama kan saja tambah jus mangga ya" kata reno "aku jus jeruk" kata lisa "baik " pelayan pergi "aku dengar jeny sekarang sudah berkerja" kata reno "iya dia kerja tak jauh dari tempat kita" kata lisa "jujur aku sangat senang melihat jeny sudah ceria seperti dulu " kata reno "aku juga senang melihat dia begitu, dia terlihat ceria dan suka makan haha" kata lisa "dia memang tidak bisa jauh dari makanan manis" kata reno .


seorang pria berbaju hitam datang mendekati jeny "nona jeny ada kurir pengantar makanan di depan" kata nya "loh aku gak pesan makanan" kata jeny "tapi dia mengantarkan makanan untuk anda" kata pria itu "baik lah" jeny berdiri "bentar ya semua nya" kata jeny "iya tidak papa" kata rekan kerja nya yang sedang makan bersama dengan nya "nona jeny ini makanan dan susu kotak untuk anda" kata kurir makanan "mungkin kau salah antar aku tidak pesan makanan" kata jeny "memang anda tidak memesan nya tapi pacar anda yang memesan nya" kata kurir "oke baik lah" kata jeny.


jeny kembali ke tempat nya


"hum.. kaya nya ada yang dapat makanan nih"

__ADS_1


"iya tuh dari siapa? "


"tadi bilang nya gak mau pesan makan"


"lihat dia senyum senyum berarti itu makanan dari kekasih nya"


"ay ay jeny apa kau punya pacar? "


jeny tersenyum mendengar perkataan rekan kerja nya "jangan berkata seperti itu ini ayo makan bersama" kata jeny.


di rumah..


lisa keuar dari mobil " biarkan aku yang membawa tas mu"kata lisa "tidak papa aku bisa bawa sendiri" kata jeny "ayolah" lisa mengambil tas yang di bawa jeny "bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini " kata lisa sambil menggandeng tangan jeny "aku tadi jadi bintang iklan di perusahaan ku" kata jeny "benarkah? kau luar biasa" kata lisa "aku malu melihat wajah ku di monitor" kata jeny "kenapa malu? kau terlihat sangat cantik aku justru takut" kata lisa sambil membuka pintu kamar "takut kenapa? " kata jeny "takut orang lain merebut mu dari ku karena aku yakin mereka akan langsung terpesona melihat mu " kata lisa "kenapa kau mengirimkan ku makanan lagi? " kata jeny sambil duduk di sofa "aku tau kau saat siang pasti cuma makan cake di kantor" kata lisa sambil membuka jas nya "itu karena aku memang suka cake" kata jeny "ayo mandi" kata lisa "mandi? kau mengajak ku mandi? " kata jeny "memang ada orang lain di kamar ini" kata lisa sambil "tidak mau" kata jeny "kenapa kau malu malu pada ku? " kata lisa "aku itu pacar mu" kata lisa "pacar apanya kita kan hanya melakukan hubungan percobaan kita belum memiliki hubungan resmi kau lupa ya kita kan hanya mencoba menjalin sebuah hubungan cuma percobaan" kata jeny sambil membuka sepatunya "tidak ada hubungan percobaan" kata lisa "ada hubungan kita ini" kata jeny "aku tidak menganggap nya percobaan aku menganggap nya serius cinta bukan untuk di coba seperti makanan cinta itu rasa bukan mainan berani menyatakan cinta itu artinya siap serius bukan percobaan atau candaan" kata lisa "jadi kita ini bukan percobaan? seingat ku waktu di Filipina" kata jeny "jika kau siap aku bisa melamar mu sekarang" lisa membuka kemeja nya "melamar? apa kau serius? kau benar-benar tidak waras apa kata orang nanti " kata jeny "tap" lisa menunduk menutup mulut jeny dengan jarinya "aku tidak butuh pendapat siapa-siapa orang tidak tau apa apa soal kita mereka hanya tau melihat tanpa rasa mereka hanya tau menilai tanpa melakukan apapun, jadi bagaimana kau sudah siap? " kata lisa "siap apa? " kata jeny "mandi dengan ku gak mungkin melamar mu, aku belum memesan cincin nya" kata lisa "aih aku tidak mau mandi dengan mu" kata jeny lisa melempar baju dalam nya "gluk" jeny menelan liur nya melihat tubuh lisa yang hanya memakai sport bra tubuh lisa terlihat benar-benar bersih perutnya sangat indah "kenapa kau melamun" kata lisa "siapa yang melamun" jeny membuang pandangan nya "ayolah sesekali kita mandi bersama" kata lisa "kita kan cuma mandi " kata lisa "baiklah aku duluan tapi kau harus tetap datang jika tidak aku akan.. melakukan hal hal lain nanti malam" lisa pergi ke kamar mandi "hal hal lain? " jeny teringat perkataan rekan kerja nya "pacar ku selalu memberiku hukuman di saat aku menolak permintaan nya"


"jeny apa kau pernah melakukan hal lain dengan pacar mu"


"selain ciuman? "

__ADS_1


"pacar ku sangat suka mencium ku apalagi di saat aku menolak mandi bersama nya dia terus mencium ku "


"ma.. mandi? "


"iya jen mandi? jadi kau tidak pernah mandi dengan pacar mu? "


"astaga walaupun aku punya pacar aku tidak akan mau mandi dengan nya"


"iya aku juga"


"bagaimana dengan mu jeny? "


"aku.. aku juga belum pernah melakukan itu"


"jeny... cepat lah" seru lisa "gawat.. aku harus apa? jangan jangan dia akan mencium ku sepanjang malam? aku gak mau bagaimana ini? " fikir jeny.


pintu terbuka jeny masuk ke dalam kamar mandi "kemarilah" terlihat lisa sudah berendam di dalam bathup besar dengan busa busa putih menutupi tubuh nya "lisa apa ini tidak papa? " kata jeny sambil melihat lisa yang terlihat sangat santai "apa yang kau takut kan kita cuma mandi kemarilah kau terlihat begitu lelah" kata lisa jeny melepaskan jubah mandinya dan hanya memakai sport bra dan celana short hitam "tidak jadi deh masa kita satu bathup" kata jeny "cepat kemari atau aku yang harus menarik mu" kata lisa "bath up nya luas muat untuk empat orang dan juga kuat menahan hentakan kaki mu" kata lisa jey berjalan perlahan dengan hati hati memasukkan satu kakinya ke dalam bathup dam dia duduk "mau mandi dengan celana pendek? " kata lisa "jadi? " kata jeny sambil menatap lisa yang ada di arah berlawanan "rasa aneh jika mandi dengan orang lain" kata jeny "tapi jika dengan mu aku tidak merasa aneh karena aku pernah memandikan mu" kata lisa "hah!! apa kau bilang apa? " kata jeny "tidak ada" kata lisa "tidak tidak kau bilang kau pernah memandikan ku? kapan? " kata jeny "waktu kau mabuk aku membawa pulang dan memandikan mu waktu itu kau sudah basah karena masuk ke dalam kolam" kata lisa "lisa kau mencoba menipu ku ya" kata jeny "tidak aku tidak menipu mu saat itu benar-benar seperti bayi yang menggemaskan kau sangat penurut dan tenang saat di mandikan tidak banyak bicara seharusnya aku merekam nya dan menyerahkan pada mu" kata lisa "haih sudah sudah jangan di fikirkan" kata lisa "tidak pasti dia cuma bercanda aku gak pernah mabuk" fikir jeny "lisa pasti bohong" kata jeny dalam hati "jangan menatap ku begitu kemarilah aku bantu kau menggosok punggung mu" kata lisa "tidak mau kau menyebalkan" kata jeny "tidak tidak aku cuma bercanda tadi" kata lisa "maaf ya.. jeny.. maaf ya" kata lisa sambil menarik jeny "tidak mau lisa aku bisa melakukan sendiri" kata jeny "tidak papa biarkan hari ini aku yang melakukan nya" kata lisa "duduklah dengan tenang " lisa mengambil spon dan menuangkan sabun ke atas spon dan mulai menggosok punggung jeny "lisa aku punya teman tapi dia menghilang gak tau kemana" kata jeny "kau sudah hubungi dia" kata lisa "aku tidak punya nomor ponsel nya" kata jeny "hum.. aneh" kata lisa "aku cuma tau namanya dia bernama lean kami bertemu di klub kak fudo sudah mencari nya tapi tidak ketemu" kata jeny "lean? " kata lisa "iya dia pernah menolong ku" kata jeny "aku akan bantu kau mencari nya" kata lisa "benarkah? " jeny memiringkan sedikit kepala nya untuk menatap lisa "apapun untuk mu" kata lisa "lisa kita menjalin hubungan ini sampai kapan? " kata jeny "kenapa? " kata lisa "bukan kita berencana hanya melakukan nya beberapa bulan" kata jeny "apa kau tidak nyaman pada ku? " kata lisa "hum.. bukan aku--" kata jeny "bisakah aku meminta cinta mu untuk ku" kata lisa "aku tidak ingin ini berakhir begitu saja, aku hanya bersama mu" kata lisa "aku menginginkan mu" bisik lisa "aku sangat begitu bahagia ketika kau memutuskan untuk menerima ku ketika kau mau menjalin sebuah hubungan dengan ku aku langsung berfikir kau akan mencintai ku suatu saat nanti tidak sekarang tapi suatu saat nanti aku tidak masalah jika kau mencintai ku beberapa tahun yang akan mendatang yang aku ingin kan kau tetap bersama ku bisakah kau mencintai ku selama nya? bisakah aku menjadi orang yang satu satu nya kau cintai? aku ingin selama nya dengan mu" kata lisa "karena itu aku tanpa ragu mengatakan pada mu bahwa aku siap melamar mu kapan pun itu, aku benar-benar mencintaimu tolong jangan katakan lagi bahwa hubungan kita hanya hubungan percobaan, kita nyata kita bukan percobaan aku benar-benar mencintaimu dan juga menginginkan mu pleaseee.. jangan tanya kapan ini akan berakhir... aku takut aku akan mati setelah berakhir dengan mu" kata lisa "lisa kau bicara apa" kata jeny "aku takut kau meninggalkan ku suatu saat nanti" kata lisa jeny menatap mata lisa yang berkaca kaca "berjanjilah.. kalau kau tidak akan membiarkan aku sendirian" kata lisa "aku janji" kata jeny keduanya saling menatap satu sama lain lisa perlahan mencium bibir jeny dengan lembut "tuk" spon yang dia pegang jatuh ke lantai tak ada yang bersuara lagi di antara mereka berdua .

__ADS_1


__ADS_2