Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
bayangan masa lalu


__ADS_3

Jeny duduk di tempat biasa dengan minumanya "hei kau belum cerita sepenuhnya"lisa menghampiri boy dan langsung menariknya menjauh dari sana "ada apa lagi?"kata boy "saat di rumah mu kau hanya cerita sedikit sekarang aku mau tau semua nya"kata lisa "kenapa kau mau tau semuanya tentang jeny ada apa denganmu aku tidak bisa cerita kepada siapa pun"kata boy "aku ini teman mu boy"kata lisa "kan tadi aku sudah bilang pada mu saat di rumah ku gimana jeny dulu sekarang berbeda dengan yang sekarang jeny yang dulu sangat galak dan judes tidak segan untuk memukul siapapun dia juga mengikuti kompetisi bela diri tingkat nasional dan dia mengalami kecelakaan dahsyat yang membuat dia jadi seperti ini dan kau sudah tau jeny harus minum obat sebelum tidur karena tanpa obat jeny tidak akan bisa tidur jeny juga harus minum obat saat mengalami panik apa lagi yang mau kau tau?"kata boy "cerita lagi ceritakan semua tentangnya"kata lisa "cuma itu kenapa dengan mu"kata boy "karena aku men-- karena aku juga ingin berteman dengan nya"kata lisa "yakin cuma itu"kata boy "kenapa kau curiga pada ku?"kata lisa "tentu saja! Karena kau tidak pernah peduli dengan siapa pun dan kenapa sekarang kau jadi peduli"kata boy "aku peduli dengan orang apa harus menunjukan nya seperti aku peduli pada mu apa harus aku berteriak padamu bahwa aku peduli pada mu apakah jeny juga melakukan seperti itu ? Bahkan jeny yang terlihat diam juga peduli pada mu tanpa mengatakan kalau dia peduli dengan mu?"kata lisa boy terdiam lalu pergi.

__ADS_1


seorang pria menghampiri jeny "mau kah kau ikut dengan ku"pria itu menarik jeny ke atas panggung "astaga jeny hilang"kata boy sambil melihat ke sana ke sini "ada apa?"kata lisa "jeny tidak ada di tempatnya"kata boy "aku akan cari"ujar lisa "jeny aku selalu mengamati mu memperhatikan mu setiap gerakan mu aku melihatnya "ucap pria itu "itu jeny"kata lisa "mau kah kau menjadi kekasihku"kata pria itu lisa berhenti melangkah tangan nya terkepal kuat "wah lihat pria itu"kata orang orang jeny terdiam matanya memandang lurus ke mata pria di depannya tetapi pandangan jeny tidak berhenti di sana "jeny mau kah kau menjadi kekasih ku"jeny melihat pria berdiri di depannya "aku selalu mengamatimu" "aku selalu melihat pergerakan mu" "jeny jadilah kekasih ku" "jadilah kekasih ku" "aku akan menyayangimu" "aku akan mencintaimu" "sekarang kau adalah kekasihku" "ketika aku menjadi polisi aku akan datang melamarmu ". Boy menatap jeny yang mematung tidak bergerak sedikitpun "aku akan mencintaimu dengan tulus"kata pria itu sambil berlutut "wahhh... Romantis"kata orang orang "aku akan mencintaimu dengan tulus" "aku sangat menyayangimu" "pakai cincin ini kalau nanti aku sudah kerja aku akan belikan cincin mahal untuk mu jeny" "happy birthday sayang" suara suara itu muncul "kenapa jeny diam saja"fikir lisa "jeny"pria itu menyentuh tangan jeny membuat jeny tersadar jeny melihat sekeliling kepala nya sakit "kau belum menjawab ku"kata pria itu "ada apa?"kata jeny "ini aneh"kata lisa "kau tidak mendengarkan ku?"kata pria itu jeny melihat kesana kesini "aku dengar tapi aku lupa kau bilang apa"kata jeny "aww ahhh"jeny menoleh ketika mendengar boy kesakitan "aku harus pergi"jeny pergi meninggalkan pria itu "boy kau kenapa?"tanya jeny dia kembali merasakan sakit di kepalanya "jin meletakan es batu di dalam baju ku"kata boy jeny memegang kepalanya dunia serasa berputar pandangan nya mulai goyah "jeny you ok"kata jin "aku butuh minuman"kata jeny "ini ini tunggu"boy meracik minuman dengan cepat lalu memberikannya ke jeny, lisa memperhatikan jeny dari jauh "jen.. Sini duduk dulu"boy menarik tangan jeny dan menuntun nya untuk duduk di kursi "kau terlihat tidak sehat"kata boy sambil menyentuh dahi jeny "boy"jeny melihat tangan boy yang menggenggam tangan nya "aku pernah bercerita padamu aku sering melihat bayangan orang yang berbeda beda dan tadi aku melihat nya ada pria bilang kalau dia sayang pada ku tapi tap-"mulut jeny di tutup boy "tenangkan dirimu "kata boy dia merasakan tangan jeny sangat dingin "jeny dengar.. Hum itu mungkin imajinasi mu bukan kah kau sudah lama tidak melukis sekarang mungkin imajinasi mu jadi menumpuk di kepala mu"kata boy dengan lembut "sekarang atur nafas mu tenangkan dirimu aku akan bertanya kau mau aku antar pulang sekarang atau kau mau istirahat di atas"kata boy "aku akan di sini minum di sini"kata jeny "baiklah apa kepala mu sakit biar aku ambil obat mu"kata boy "aku masih kuat jika aku minum lebih banyak aku pasti membaik"kata jeny "baik lah aku yakin kau kuat"boy mengusap kepala jeny yang sudah di anggap adiknya sendiri .

__ADS_1


Lisa membaringkan tubuh jeny "kau itu siapa"kata jeny "astaga kau mabuk berat"kata lisa "hum hm"jeny merentangkan tangan nya lalu tidak bersuara lisa menelan ludah nya melihat tubuh jeny "jeny boleh kah aku mencium mu"kata lisa "aku mohon jen"kata lisa "aku tidak bisa menahan nya lagi"kata lisa tapi jeny tidak bersuara atau pun bergerak lisa mendekat lalu mencium bibir jeny sekali karena jeny tidak bergerak lisa mendekati telinga jeny "sekali lagi ya"lisa mencium bibir jeny lebih lama "hum hm"jeny mendorong tubuh lisa "apa yang kau lakukan?"jeny setengah duduk dia melihat ada orang di dekat nya "aku sedang ingin mem...membersihkan mu kau masih bisa duduk kan bertahan ya aku ambil handuk dan baju"lisa berdiri "kau mengerti kan apa yang ku katakan"kata lisa "hm"jeny mengangguk lisa segera ke kamar mandi membasahi handuk kecil dia menatap dirinya di cermin dia tersenyum teringat apa yang baru saja dia lakukan pada jeny "kau manis sekali jen"kata lisa dia tidak bisa berhenti tersenyum "bragg"lisa mendengar suara segera memeriksa ternyata jeny jatuh dari tempat tidur lisa segera membantu "kenapa aku selalu melihat mereka"kata jeny lisa mencoba menahan tubuh jeny lalu mengelap bagian leher jeny "astaga ini berat"lisa memejamkan mata lalu dia membuka baju jeny dan mengusap tangan jeny lalu memakaikan baju jeny "mereka terus datang"kata jeny "siapa"kata lisa "aku tidak mengenal mereka tapi mereka selalu muncul dengan wujud yang berbeda beda dan dalam waktu yang berbeda"kata jeny "apa jeny tidak sadar"fikir lisa "bayangan apa ini boy aku juga cerita ke kakak tapi dia bilang itu hanya mimpi buruk"jeny bersandar ke tubuh lisa "cerita pada ku"kata lisa "aku kan cerita pada mu aku melihat mawar berserakan,orang tenggelam,air biru,gaun merah yang sobek dan cairan merah,orang berlutut humm "jeny diam "mawar??"lisa bingung "iya mawar yang banyak ada di jalanan, ada mobil berasap ada api besar"kata jeny "aku curiga pada cika humm hm aku sepertinya pernah melihat nya aku lupa tapi aku yakin pernah melihat cika dengan membawa jarum suntik untuk ku"kata jeny "apa ini "fikir lisa "aku sebenarnya tidak membenci cika cuma aku kesal dia suka mengajakku beradu fikiran itu membuat kepala ku sakit aku tidak tau apa yang aku fikirkan tapi di kepala ku muncul dengan tiba tiba kejadian kejadian dan orang orang yang tidak ku kenal itu membuat aku sakit dan kesal"kata jeny lisa menarik lisa yang bersandar pada nya tampak mata jeny terbuka setengah "lalu"kata lisa "aku kesal pada cika dia sungguh menyebalkan seperti --- lisa"setelah itu jeny tidak bersuara "lisa eh itu kan aku jen katakan lagi"kata lisa "humm "jeny mengucek matanya "lisa itu sok pintar dan sok tau humm kau ini kenapa di kam--"jeny mendengkur "jen..jeny hei"lisa menepuk nepuk wajah jeny tapi tidak ada reaksi "dia tidur"kata lisa lalu dia berdiri "mawar ,gaun,mobil,orang tenggelam?awas kau boy kau pasti tidak bercerita sepenuhnya"kata lisa lalu dia mengusap wajah jeny dengan lembut "aku tidak peduli apa yang terjadi pada mu"kata lisa "aku ingin selalu berada di dekatmu huff... Aku belum pernah tertarik dengan siapa pun tapi saat pertama kali aku melihat mu kau menarik perhatian ku dan juga hidup ku bahkan diriku juga"kata lisa sambil mengusap rambut jeny dengan penuh kasih sayang. "aku tidak tau gimana caranya aku .mengungkapkan perasaanku pada mu apa yang kurasa kan saat aku di dekatmu aku hanya bisa tersenyum saat kau di depan ku"lisa mencium dahi jeny "jen aku menyayangimu dan juga menyayangimu kedepannya biarkan aku yang menjagamu"kata lisa dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2