Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
dress baru


__ADS_3

suara musik berdentum sangat keras orang orang menari dengan bahagia beberapa orang lainnya hanya duduk sambil meminum Akohol sambil menonton orang orang menari. jeny terlihat keluar dari kamar mandi "hei jen" sapa salah satu bartender "woah kau mengenal ku? " tanya jeny "ha.. bagaimana tidak aku sering melihat mu" kata bartender itu "ya ya.. buatkan aku minuman" kata jeny "baik lah kemana aku harus mengantar minuman nya? " tanya bartender itu "ke meja sana dua ya" kata jeny "ahh.. baik" jeny langsung pergi menghampiri john "aih.. banyak gadis yang menggoda mu ya" kata jeny "kenapa? kau cemburu? " kata john "hahaha tidak.. " kata jeny "awas awas.. pergi sana carikan aku minum" john mengusir para gadis yang sedang menggoda nya "hei. tidak perlu aku sudah pesan minuman tadi" kata jeny "benarkah? " kata john "iya jika kurang aku pesan lagi" kata jeny "minuman mu datang" jeny tersenyum "sudah datang ayo minum " kata jeny "oh ya nona ini minuman spesial dari pria yang ada di?? " bartender itu terlihat kebingungan "ah.. dia sudah pergi" kata bartender itu "tidak papa terimakasih" kata jeny "boleh aku duduk di dekat mu? " jeje menoleh seketika pandangan john langsung berubah "hum? " jeny menatap john "kenapa kau ada di sini? " kata john "astaga apa salahnya jika aku datang kau selalu saja bersikap buruk pada ku keponakan ku" kata choi "Hai nona" kata choi "hum.. halo" kata jeny "jeny duduk lah di sini" kata john "hum" jeny pindah ke sisi john choi langsung duduk "oh ya nona kau hum.. " kata choi "aku teman nya john tuan" kata jeny "jangan bicara pada nya" jeny menatap john "keponakan ku sedikit tidak menyukai ku" kata john "oh ya aku choi salam kenal" choi mengulurkan tangannya "aku jen--? " jeny menatap john yang menarik tangan nya "kau juga tidak usah sok akrab! mau apa datang ke sini? " tanya john sambil menggenggam tangan jeny "aku kebetulan melihat mu ini sangat jarang bukan? kau duduk dengan seorang gadis" kata choi "john" jeny melihat john yang meledak ledak "kenapa kau terlihat marah aku kan berkata apa adanya" kata choi "aku tidak gay seperti mu" kata john sambil mengambil segelas minuman jeny menatap choi pria yang menarik mama nya saat malam pembantaian dahulu "aku menemukan nya" kata jeny dalam hati choi tersenyum menatap jeny . "cepat minum kita akan pergi" kata john "iya" kata jeny "kenapa kau terburu buru" kata choi "karena aku tidak akan membiarkan mu memperngaruhi jeny. dengar jeny pria di depan mu adalah musuh ku" kata john sambil berdiri "ayo" john menarik jeny "tunggu ponsel ku" kata jeny sambil mengambil ponsel nya yang ada di sofa john jalan duluan "dengar nona" kata choi jeny berbalik "john akan memanfaatkan mu bergabung lah dengan ku kerjasama dengan ku " kata choi "ku yakin kau bukan orang sembarangan" kata choi "maka nya john mendekati mu" choi berdiri mengulurkan sebuah kartu "hubungin aku jika ada sesuatu" kata choi sambil menarik tangan jeny dan meletakkan kartu namanya ke tangan jeny "jeny! " kata john "hum" jeny menarik tangannya lalu pergi.

__ADS_1


jeny menatap john yang terlihat kesal "apa ada masalah dengan paman mu? " kata jeny "dia itu orang yang licik gara gara dia banyak anggota keluargaku yang mati" kata john "dia" kata jeny "dia bilang apa? " kata john "dia mengatakan hal buruk tentang mu pada ku" kata jeny "dia mengajak mu bergabung? " kata john "iya" kata jeny "berikan kartunya pada ku" kata john jeny langsung memberikan nya john langsung membuang nya "kau tidak boleh bergabung dengan siapapun kecuali aku" kata john "apa dia mafia juga? " tanya jeny "iya" kata john "dan siapa gadis yang yang membentak ku waktu itu? " john menatap jeny "gadis? " kata jeny "gadis yang membawa mu pergi! " kata john "hum.. aku tidak begitu kenal tapi dia teman nya teman ku yang di bar" kata jeny "lalu bagaimana keputusan mu? " kata john "keputusan? " kata jeny "kau akan berkerjasama dengan ku kan? " kata john "aku belum memutuskan nya" kata jeny mobil berhenti jeny keluar "kenapa? " kata john "aku akan membayar gaji mu dengan sangat mahal" kata john "besok aku hubungi kau" jeny pergi menyetop taxi.

__ADS_1


jeny menatap lampu rumah nya menyala dia berjalan diam diam mencoba mengintip siapa yang ada di dalam rumah nya "tidak ada mobil berarti bukan lisa" kata jeny "Hai nona jeny" jeny terkejut melihat bright muncul "bright aku kaget" kata jeny "hum.. nona lisa ada di dalam tadi bersama yang lain tapi yang lain baru saja pulang" kata bright "itu artinya lisa ada di dalam? " kata jeny "iya" kata bright "aih.. aku tidur tempat boy saja deh" fikir jeny "kau mau kemana lagi? " terlihat lisa bersandar di pintu sambil memandangi jeny yang bersiap untuk pergi "apa kau tidak melihat langit sudah gelap? " kata lisa "kenapa kau ada di rumah ku? " kata jeny "ana anak mengajak ku ke mari sambil menunggu mu pulang " kata lisa "lalu kenapa ka tidak pergi? mereka kan sudah pergi" kata jeny "mereka tau semua" lisa masuk ke dalam "apa? tau apa? hei" jeny masuk ke dalam rumah "kemana anak itu? " fikir jeny dia tidak melihat lisa "lisa jangan bercanda? " kata jeny "grebb" lisa memeluk jeny dari belakang "aih.. lisa!! awas!! " kata jeny "aku dari semalam ingin memeluk mu" kata lisa "kau bilang apa tadi? " kata jeny "aku ingin memeluk mu" kata lisa "bukan saat di luar" jeny berusaha menyingkirkan tangan lisa "apa yang ku katakan? " kata lisa "awas.. jangan peluk aku!! " kata jeny "aku ini calon pacar mu biarkan aku memeluk mu" kata lisa "lisa!! " jeny menginjak kaki lisa dengan kuat "ah.. ah.. uiihh" lisa berjingkrak kesakitan "apa maksud mu mengatakan mereka tau semuanya? " kata jeny "jangan jangan kau--" kata jeny "tentu saja apa lagi " kata lisa "kau mengatakan semua nya pada mereka? " kata jeny "lisa Jawab! " kata jeny "aku tidak mau jawab! kau saja tidak mau ku peluk kenapa aku harus menjawab mu" kata lisa "aku serius dasar sialan! " kata jeny "biarkan aku memeluk mu aku akan menjawab pertanyaan mu" kata lisa "aku akan telpon mereka " kata jeny "telpon saja kau akan terkejut" kata lisa "sial apa yang terjadi sebenarnya? apa lisa memberi tahu mereka? muka lisa sangat mencurigakan" fikir jeny "nomor anda tuju tidak menjawab" jeny mematikan ponsel nya "apa yang katakan pada mereka? " kata jeny "kenapa kau panik? bukannya kau tidak takut? " kata lisa "aku serius lisa" kata jeny "aku juga serius biarkan aku memeluk mu sambil menjawab pertanyaan mu" kata lisa "aku akan membayar mu" kata jeny "aku tidak butuh uang aku butuh pelukan buat tenaga besok aku kerja" kata lisa "bright!! bright!! " seru jeny "aku sudah menyuruh nya pulang" kata lisa "kau benar-benar brengsek!! " kata jeny "kenapa boy tidak menjawab telpon ku" fikir jeny "lisa kau mengatakan semuanya pada mereka" kata jeny lisa diam saja "lisa!! kau tau apa yang kau lakukan? " kata jeny "memangnya kau tau apa yang terjadi? " kata lisa "kau menyebalkan" jeng berjalan ke arah telpon rumah lisa hanya tersenyum sambil berjalan ke arah jeny "jangan dekati aku! " kata jeny "kau yakin tidak mau tau? " kata lisa "kenapa mereka tidak menjawab telpon ku? " fikir jeny "kau yakin? " kata lisa "katakan" kata jeny "aku boleh memelukmu? " kata lisa "lima belas detik" kata jeny lisa tersenyum lalu memeluk jeny yang membelakangi nya "dengar.. mereka" kata lisa "jangan terlalu dekat" kata jeny "mereka mengajakku kesini untuk menemani mu karena mereka berfikir kau butuh kami" kata lisa "kami menyiapkan segalanya dan kau malah memilih pergi dengan john pria brengsek itu! jadi karena sudah lama menunggu aku akhirnya mengatakan semuanya" kata lisa "kau bilang apa? " tanya jeny "jeny menelpon ku dia bilang hari ini lembur mungkin besok dia bisa duduk dan makan malam bersama kita lihat, jeny menelpon ku lagi sebentar dua bilang besok dia akan pergi bersama kita kalian bisa pulang untuk besok makan malam" kata lisa "lalu? " kata jeny "ummach... " lisa mencium leher jeny "aih.. " jeny langsung menyingkirkan tangan lisa "kenapa mau mencium ku" kata jeny "karena aku mencintaimu" kata lisa "kenapa kau membohongi mereka? aku besok --" kata jeny "besok dengan john lagi? " kata lisa "sadar kah kau jen, kau perlahan menjauh dari ku dan yang lain" kata lisa "kau juga tau alasan nya tapi kenapa kau mengatakan itu pada mereka" kata jeny "memang nya kenapa kau tidak bisa datang menemui yang lain sebentar saja? " kata lisa jeny menunduk "kau harus bertanggung jawab lisa atas hal ini, karena ini salah mu bagaimana jika john tidak ingin aku pergi bagaimana john nanti tau aku punya banyak teman bahkan dia juga bertanya tentang mu gara gara ulah mu itu! kenapa kau menambah masalah" kata jeny "kau kawatir? " kata lisa "tentu saja? aku melihat sendiri bagaimana john menghabisi seseorang bagaimana itu terjadi nanti pada yang lain? " kata jeny "bagaimana juga jika john menghabisi mu" kata jeny "uhm.. maksud ku yang lain" kata jeny "jeny tatap aku" kata lisa "jeny" kata lisa "apa lagi? ka membuat ku sakit kepala sekarang!! aku tidak mau melihat mu sana pergi!! cepat" jeny mendorong lisa "kau tidak kawatir pada ku? " kata lisa "tidak aku sangat suka jika john menghabisi mu" kata jeny "baik kau suka bukan? aku akan cari john sekarang" kata lisa sambil keluar dari pintu "apa benar-benar gila!! " kata jeny "jika ka suka aku akan datangi john dan menyuruh john untuk menghabisi ku" kata lisa jeny berjalan mengikuti lisa "kau akan pergi? " tanya jeny "iya" kata lisa "tidak usah" jeny menarik lisa lalu menghadang pintu mobil "kenapa awas!! aku mau menemui john" kata lisa "apa kau sebodoh itu? " kata jeny "dengar jen apa yang kau suka aku akan lakukan" kata lisa "aku tidak jadi suka! " kata jeny "kenapa? " kata lisa "katakan lah jeny" kata lisa dalam hati "mati aku..aku harus bilang apa ini" fikir jeny "bagaimana jika keluarga mu menuntut mu nanti dasar bodoh!! " kata jeny "kalau begitu aku akan tulis surat wasiat" kata lisa "anak sialan" fikir jeny "oke pergi saja sana tulis surat wasiat itu tanda nya kau tidak mau ikut makan malam besok" kata jeny "kau kan bilang mau ikut dengan john jadi tanda nya makan malam besok--" kata lisa "aku akan datang siapa bilang aku tidak datang" kata jeny "baiklah aku akan menunda kematian ku dulu" kata lisa sambil tersenyum "akhirnya" kata jeny dalam hati "lalu" lisa membungkuk ke arah jeny "apa ini arti nya aku boleh tidur di rumah mu? " bisik lisa "apa?? enak saja" kata jeny "lalu kenapa kau tidak memberi ku jalan ke mobil ku" kata lisa jeny langsung menyingkir "jangan lupa baku untuk makan malam dari Agnes ada di ruang tamu" kata lisa "pergi sana" jeny berjalan ke arah pintu rumah nya "jeny!! aku cinta kamu " kata lisa sambil menutup pintu mobil dia melihat jeny sudah mematikan lampu rumah nya "dia tidak bilang kalau dia kawatir pada ku tapi tidak papa dia sudah menunjukkan kalau dia kawatir pada ku gak sabar ingin cepat cepat ke malam selanjutnya" kata lisa dia mengeluarkan ponselnya "besok malam jangan kemana mana kita makan malam ajak yang lain boy jeny juga ikut kok" lisa mengirim pesan ke boy "apa dia tidak punya otak buat berfikir? malah mau datang menemui john " jeny melihat tas kecil di atas meja ruang tamu jeny menghampiri tas itu dan membuka nya di dalamnya terdapat dress berwarna navi.

__ADS_1


__ADS_2