
Jeny membuka mata nya seorang pelayan mengetuk pintu "nona sarapan sudah siap"kata sai jeny tidak menjawab dia berdiri membuka tirai jendela terihat lah taman dengan kolam "jen? Jeny"ada suara lisa di depan pintu "hum"jeny membuka pintu "ku fikir kau belum bangun"kata lisa "good morning gimana tidurmu?"kata lisa jeny kembali dudu di tepi ranjang "apa kakak ku sudah datang?"kata jeny "sudah tapi dia pulang lagi "kata lisa "hah!! Kenapa?"kata jeny "karena kau sudah tidur, segera lah mandi aku yang akan mengantarmu pulang"kata lisa "kau,bagaimana kau kan habis kecelakaan"kata jeny "aku sudah sehat, sekarang mandi kita sarapan"kata lisa "aku tidak bawa baju"kata jeny "sai!!"kata lisa seorang pelayan membawa beberapa baju dan perlengkapan lainya "apa ada yang kurang nona jeny?"kata lisa "ya udah sana keluar biar aku mandi"kata jeny "lagian aku tidak minat melihat mu"kata lisa "udah sana"kata jeny sambil mendorong lisa keluar. Jeny membuka pintu kamar mandi aroma bunga tercium ada lilin kecil di dekat bathup semuanya tersusun dengan rapi ada bunga warna kuning, dan oren dan juga ada tv dan pemandangan di luar jendela sangat indah.
__ADS_1
riki merenovasi kamar jeny menjadi lebih indah "aku akan membantumu"kata fudo "tidak tidak.biar aku yang melakukannya sendiri"kata riki "biarkan dia kerja sendiri, kau tidak tau fikiran seorang kakak"ucap pam "teman teman kalian tidak makan!"seru amin "makan saja terus"kata pam "ahahaha dia memang begitu"kata riki "jika kalian lama aku akan habiskan semua nya"ucap amin "maka aku akan memukul mu"kata pam sambil berjalan ke meja makan.
__ADS_1
Jeny turun dari tangga dia melihat lisa sudah duduk "pagi nona jeny"sapa para pelayan "hum..pagi hm panggil jeny saja"kata jeny "kemari jen"kata lisa "jadi kau yang mengantarku pulang atau kakakku yang datang "kata jeny pelayan segera menyiapkan sarapan jeny "aku saja yang mengantarmu"kata lisa "kenapa tidak dari semalam kau mengantarmu dasar menyebalkan"kata jeny "kau selalu mengomeliku"kata lisa "pelayan mu banyak sekali apa kau seorang bos?"tanya jeny "haha bos apa? Aku bukan seorang bos"kata lisa "oh"jeny mulai memakan sarapannya, "apa tidur mu nyenyak?"tanya lisa sambil mengambil tisu "tidak, rumah mu banyak hantu"kata jeny lisa terkekeh "jadi hantu apa yang kau temui"kata lisa "hantunya aku tidak tau jenis apa tapi dia mirip dengan mu"kata jeny "huff"bright menahan tawa "kalian tidak makan?"jeny menatap para pelayan "kami makan nanti nona"kata rai "kenapa nanti tidak sekarang, ayo duduk di sini makan"kata jeny "tidak nona, nikmatilah sarapan anda"kata shin "kau tuan macam apa, para anggota mu tidak kau suruh makan?"kata jeny "mereka akan makan sesuai jadwal jen, kau fikir aku psikopat"kata lisa "kalian kenapa berdiri saja?"kata jeny "karena ini tugas kami"kata hisao "kau sekarang jadi wartawan ya"kata lisa "bukan urusan mu"kata jeny sambil mengambil tisu.
__ADS_1
Fudo dan amin masuk ke mobil "hati hati jika ada sesuatu kabarin kami"kata riki "iya iya"kata fudo tak lama kemudian ada mobil datang. "itu lisa"kata riki "hai kak riki"lisa membuka pintu "hai lisa mana adikku?"kata riki lalu jeny keluar "kakak kau datang tapi tidak membangunkan ku?"kata jeny "kau sudah tidur bagaimana aku membangunkan mu, dengar ya aku tidak akan tega membangunkan mu"riki mencubit hidung jeny "ayo masuk dulu"kata riki .
__ADS_1
"kau kelihatan happy "pam melihat wajah riki "kau tidak tau, belakangan ini adiku jadi cerewet itu mengingatkanku pada jeny yang dulu. Dulu dia cerewet, suka mengomel, dan mengeluh "kata riki sambil mengaduk ngaduk sirup "wah jadi kau merasa adikmu sekarang sudah sama seperti dulu"kata pam "yah empat puluh persen"kata riki "kalian bisik bisik bikin aku curiga!"kata jeny "apa yang kau curigakan?"kata pam "mana sketboard untuk ku kak pam?"kata jeny "uhuk uhuk"pam baru teringat "hum ..jeny kemarin sketboard nya jelek jadi tidak ku beli"kata pam "hah kau bohong lihat mata mu saja terlihat gelisah"kata jeny "bukan gelisah kau saja yang curigaan jadinya orang yang bicara pada mu jadi sedikit gugup bicara benar saja kau sudah curiga"kata lisa "aku tidak mengizinkan mu bicara lisa"kata jeny "ah sudah sudah minum dulu, kau tau pam tidak pernah bohong. Bahkan dia juga membantu ku memilih walpeper baru untuk kamar mu"kata riki "kamar ku?"jeny menatap kakak nya yang mengangguk "aku merenovasi kamar mu"kata riki "lain kali aku akan carikan sketboard untuk mu"kata pam "hum"jeny mengangguk "aku suka kau banyak bicara adikku"kata riki dalam hati, dia tersenyum lebar mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut adiknya.
__ADS_1