
Mobil berhenti perlahan beberapa orang turun sebagian membawa tas "ayo semuanya"kata ezra "yo!"kata bob, ezra membawa tas dea "ngapain kita ke sini"kata jeny "untuk meletakan barang sehabis jalan jalan nanti kita akan tidur di sini"kata boy "loh..kita nginap, ku fikir kita akan jalan jalan ke berbagai tempat dan lokasi yang berbeda"kata jeny "kita akan ganti lokasi besok jen"kata lisa "ya sudah ayo"kata reno lalu mereka masuk "mbak permisi kami mau beberapa kamar"kata ezra tak lama kemudian "jadi untuk satu kamar dua orang"kata boy dea langsung menatap senang ke ezra "baik lah ayo nes"jeny melihat ke samping "agnes!"kata jeny "tuh..agnes sama bob pergi ke kamar itu"kata lisa "agnes...kau tidur dengan nya...lalu aku?"kata jeny dea dan ezra pun pergi "maaf jeny.."kata agnes "baik lah"jeny menatap boy "aku dengan mu ya"kata jeny "lalu aku?"kata lisa "kau..kau pergilah dengan reno atau joe"kata jeny "di sini kamar nya luas banget cukup tiga orang "kata joe di depan pintu "tiga orang?"kata jeny "dengar jeny aku akan tidur dengan joe dan reno kau tidurlah dengan lisa"kata boy dengan lembut "apa? Kau menyuruhku tidur dengan nya?"kata jeny "gak mungkin kan lisa tidur dengan kami?"kata joe "di dalam sini ada dua ranjang cukup untuk kami bertiga jika lisa tidur di sini apa kata orang?"kata reno "kita kan pernah tidur bersama"kata lisa "haah..baik lah"jeny langsung masuk ke sebuah kamar "kata reno ada dua ranjang kenapa di sini cuma satu?"kata jeny "berbeda jen"kata lisa sambil membuka jaketnya "hei..kau jangan lupa ya"kata jeny lisa berjalan mendekat "aku akan ingat saat tidur dengan mu aku harus memelukmu"kata lisa "apa?? apa kau mabuk?"jeny terlihat kesal "cuma bercanda ...tentu saja aku ingat saat tidur dengan mu bantal guling harus di tengah, dan kau tidur seperti cacing kepanasan"kata lisa sambil tersenyum "baguslah"jeny berdiri membuka sepatunya lalu pergi ke kamar mandi lisa tersenyum senang "aku bangga pada mu boy"guman lisa "hei..kau kenapa melamun?"kata jeny "aku melamun gara gara kau lama sekali"lisa pergi ke kamar mandi "jeny!! Ayo makan dulu"kata boy dari luar "iya..aku ganti baju dulu"kata jeny "huah..segar banget"kata lisa "apa kau tidak malu? Aku ada di sini dan kau hanya memakai handuk?"kata jeny "jadi aku harus pakai apa setelah mandi? Kau mau aku tanpa handuk?"kata lisa "dasar tidak waras"jeny segera keluar "mana lisa?"tanya bob "sedang pakai baju"kata jeny sambil pergi .
Lisa keluar dari kamar dan segera mencari temannya "kau lama sekali?"kata dea "kalian menungguku?"kata lisa "iya lah, gak enak kan kita datang bersama tapi malah jalan sendiri sendiri"kata agnes "ya ya ayo"kata ezra "ayo jen"boy mau memegang tangan jeny di samping nya tapi "loh..mana jeny"kata boy "tadi bukannya dia udah pergi, ku fikir dia bersama kalian"kata lisa "iya tadi di samping ku"kata boy "hum..lihat lihat itu"reno menunjuk ke arah yang dia maksud terlihat seorang wanita yang sedang duduk "aku mau ini, yang ini juga sama steak dan ini juga ,ini"jeny sedang memesan makanan "anak itu bikin panik"kata boy "jangan marahin dia boy, aku senang dia semakin aktif dan cerewet seperti jeny kita dulu"kata dea "kau selalu memanjakannya"kata agnes "ayolah dia sudah memilih meja"kata bob lalu mereka menghampiri jeny "kau pergi tiba tiba"kata boy "ahh kalian terlalu lama aku sudah haus dan lapar"kata jeny "pesanan datang"pelayan tersenyum ramah "wah..kau pesan makanan banyak juga ku fikir kau lupa dengan kami"kata joe "kau bicara apa sih"jeny mulai makan sepotong kue "onnie coba ini, coklatnya terasa banget"kata jeny "cuma dea yang kau tawarin?"kata boy "kalian jika ku tawarin coklat kan selalu bilang jeny..gigimu akan rusak jika makan coklat terus"kata jeny "iya deh"kata boy "tapi aku tidak begitu jen"kata lisa "haha..sudah..sudah..makan dulu"kata bob "oh ya habia ini kita kemana?"tanya ezra sambil memotong daging di depannya untuk dea "aku dengar tak jauh dari sini ada wahana loh"kata jeny "kau tau dari mana?"tanya boy "pelayan tadi"kata jeny "kau baru datang tapi kelihatannya sudah akrab dengan pelayan itu"lisa melirik sekilas pelayan pria itu datang lagi dengan membawa beberapa jus "emang salah ya akrab dengan orang"kata jeny "tidak salah sih"kata lisa "jadi kita akan main wahana?"kata bob jeny mengangguk.
Orang orang berjalan lalu lalang, ada yang sendiri ada yang bersama keluarganya. Matahari semakin terik "aku akan membeli minuman dingin"kata boy "tidak usah nanti saja ayo naik itu"kata jeny "kemana?"kata joe "ayo cepat!!"jeny sudah jalan duluan "ayo teman teman"kata lisa.tak lama kemudian "HAAAAAAAA!!!!!!"agnes histeris "sial!!"kata joe "seru kan!!"kata jeny "**** you!!"kata bob setelah selesai "dunia berputar"agnes terjatuh "huuuekkkk"dea sudah muntah duluan "haah..wahana nya..membuat ku trauma ketinggian"kata bob "apa buminya berputar ya?"jeny jalan sempoyongan "aku benci wahana ini"kata reno sambil duduk bersandar di sebuah patung .
bob memotret ezra dan dea, joe dudu di dekat reno sambil memakan camilan "aku lelah jen"kata agnes "ya udah sana"jeny masih mengendarai mobil kecil "aku berhenti ya"agnes turun dari mobil lalu duduk dekat boy "dia tidak lelah ya bermain terus"kata agnes "aku juga merasa begitu"kata boy .
__ADS_1
"tlak!!"peluru kecil meleset lagi "paman kau geser gelasnya ya?"kata jeny "tidak, dari tadi kan di situ kau saja yang tidak bisa mengenainya"kata seorang pria dengan topi merah "yeeeay!!"dea memeluk ezra yang berhasil menjatuh kan banyak gelas "aku merasa kita mengasuh anak balita"kata reno "kau benar"kata joe sambil melihat teman temannya yang sedang menembaki gelas yang sudah di susun "aku bantu"kata boy "bruuug!!"gelas langsung jatuh setelah peluru yang di tembakan boy tepat sasaran "ini hadiah mu"kata pria itu.
Boy melihat ke sekitar "mana jeny?"tanya boy "aku juga sedang mencarinya kemana dia"kata bob "paman ini apa namanya?"tanya jeny "ini namanya ice smooky"kata pria di depan jeny "itu jeny!"kata lisa "astaga"dea menepuk dahinya "jenyyy!!"boy menjitak kepala jeny "aduh..boy..apa salah ku?"kata jeny "seharusnya kami yang berkata begitu"kata reno "kau kalau pergi bilang bilang jangan asal pergi"kata agnes "lihat ya"jeny memasukan makanannya ke mulut "lihat..mulutku bisa mengekuarkan asap "kata jeny "apa itu enak?"kata bob "enak cepat pesan"kata jeny.
"booyyyyy!!"jeny melambaikan tangannya dia sudah ada di perahu angsa yang indah bersama agnes dan joe "iya iya..pegangan"kata boy "di sini ada ikannya tidak ya?"kata jeny "ku rasa ada jen"kata joe "ikan duyung"sahut agnes. "paman aku mau cumi bakarnya"kata jeny "jeny hari mulai gelap kita harus istirahat karena besok kita akan ke tempat wisata"kata boy "iya..paman..bakso nya aku mau juga"kata jeny "ayo cepat!!"kata ezra "lagi pesan makanan buat di kamar"kata jeny.
Semuanya menatap jeny "badanku sudah bau"kata agnes "aku juga"kata bob "kalian pergi saja duluan biar aku yang menunggu jeny"kata boy sambil melihat jeny sedang bermain di sebuah wahana "tidak kita harus bersama"kata dea "aduhhh"jeny berlari ke arah mereka "lama sekali, ayo kita kembali"kata boy sambil menarik jeny "tapi kita belum coba semuanya"kata jeny "besok saja, kau lupa kita belum mandi"kata boy "jeny kau kapan beli permen kapas?"kata dea sambil melihat empat tangkai permen kapas di tangan jeny "kakak kakak yang duduk di samping ku tadi yang memberikan ini pada ku"kata jeny "kebiasaan buruk mu"boy terlihat kesal "jangan terima apapun dari orang asing"kata boy sambil terus menarik jeny agar tidak pergi menjauh lagi.
__ADS_1
"aku lelah banget"kata agnes "aku juga"kata bob "seharian ini kita bermain terus"kata agnes. "apa dia tidur?"boy meletakan handuk nya "ya..ku rasa reno kelelahan"kata joe "jeny semakin aktif, butuh tenaga ekstra untuk mengawasinya"fikir boy.
"Batu,kertas,gunting!! BATU, KERTAS , GUNTIING"kata jeny dan lisa "yeahh...aku menang"kata jeny "ya ya baiklah"kata lisa "aku duluan byeee"jeny pergi ke kamar mandi "grriit"pintu kamar mandi di buka "hey..saat aku mandi kau harus keluar dulu..dan jangan mengintipku"jeny menutup pintu kamar mandi "dasar kege'eran"kata lisa sambil berdiri "aku mau pesan minuman kau mau tidak?"kata lisa "mauuu!! Capocino ya!!"kata jeny .
Jeny keluar dari kamar mandi "duh..aduh"dia buru buru melihat ponselnya yang berbunyi "halo..kakak"kata jeny "lama sekali ya...tumben"kata riki "aku baru selesai mandi"kata jeny "apa!! Mandi malam malam begini?"kata riki "iya..tadi tuh habis selesai main, kami sedang berlibur..makanya kakak cepat pulang"kata jeny "kita baru berlibur semalam masa berlibur lagi"kata riki "kan cuma dua hari kita liburannya hari ini bakal lama"kata jeny "tapi jangan mandi malam malam adikku, kau bisa sakit"kata riki "iya iya gak lagi deh"jeny menyisir rambutnya "jadi boy ikut denganmu?"tanya riki "tentu saja"kata jeny "dia selalu ikut kemanapun aku pergi, oh ya kakak sudah makan belum"kata jeny "sudah kok,ini lagi istirahat"ucap riki sambil melepas kaos tangannya yang sudah berlumuran darah.
Lisa membawa capocino dan makanan "ku fikir dulu dia anak yang dingin ternyata aku salah"guman lisa lalu dia membuka pintu "haaa!! Lisaaa..kau kenapa datang"ucap jeny lisa yang berdiri di depan pintu terdiam sesaat melihat gadis dengan balutan handuk "hei..jangan lihat lihat jubah mandiku!"ujar jeny "jangan kepedean, lama sekali aku menunggu dan sekarang kau belum memakai baju!"kata lisa "kakak ku baru saja selesai menelponku, makanya aku belum pakai baju"kata jeny lisa memperhatikan jeny tanpa berkedip "kenapa kau melihatku"jeny merapatkan handuknya "kau juga melihat ku"kata lisa sambil perlahan maju "ngapain kau mendekat"jeny yang melihat lisa maju perlahan mundur "lisaa..kau mau mengerjaiku ya?"kata jeny tetapi lisa diam dan terus berjalan ke arah jeny "aku sungguh akan menendang mu lisa!"kata jeny lisa sekarang sudah di depannya "kau wangi juga pakai apa?"kata lisa sambil mengambil handuk di belakang jeny "dasar usil!"kata jeny dalam hati "santai saja, aku cuma mengambil handuk ku"lisa tersenyum sinis "kau takut pada ku ya?"kata lisa "apa kata mu? Aku takut! Jangan harap ya"kata jeny "sungguh"lisa menatap mata jeny "tatapan itu, sama seperti waktu dia mabuk"fikir jeny "naaahh..."lisa tertawa kecil "kau takut kan"lisa berjalan ke kamar mandi "jangan harap!"kata jeny "jujur aku sedikit takut"kata jeny dalam hati "mengakulah jen"lisa masuk ke kamar mandi "hufff...jujur aku hampir tidak sanggup menahan diriku lagi"kata lisa "rasanya ingin sekali...aku langsung mencium mu sampai kau tidak sadar kan diri"kata lisa.
__ADS_1
Lisa mematikan shower nya lalu segera memakai handuk dan membuka pintu, dia melihat jeny sudah tidur di atas ranjang "dasar"kata lisa sambil memakai baju nya "tok tok!!"lisa melihat ke arah pintu ada suara ketukan dari luar "ya!"lisa membuka pintu "kalian tidak makan malam?"tanya boy dan agnes "aku sudah beli makanan dan juga jeny sudah tidur"kata lisa "dia tidur? Secepat itu?"kata dea "iya, kalian pergilah makan dan sampai ketemu besok"kata lisa "oh..baiklah good night"kata boy. Lisa menutup pintu tak lama kemudian dia pun bersiap untuk tidur lisa terkekeh melihat dua bantal guling ada di tengah ranjang "kebiasaan buruk mu je"kata lisa "huam nyan hm"jeny memeluk guling "aku tidak tau kau menyukai ku atau tidak, tetapi menahan perasaan begini terus menerus membuat ku benar benar tersiksa"guman lisa sambil menatap wajah jeny .
matahari perlahan sembunyi di balik awan hitam riki terlihat putus asa dan tidak lagi terlihat ada semangat hidup dari wajah nya "kak"jeny duduk dekat riki "kakak..ini mayat siapa yang mau di kubur?"tanya jeny "yang sabar riki"kata pam "riki ..jangan lah menangis"kata yang lain "kak..kakak"kata jeny. Lisa melihat wajah jeny yang terlihat aneh "kak..kakak..."kata jeny "jen"lisa melihat jeny bicara sambil tidur "kak..kakak..kak..KAKAK..kaaak!!"jeny membuka matanya "jen..jeny...ada apa"lisa langsung memeluk jeny "ada apa? Apa kau mimpi buruk"kata lisa "kak..kakakku"kata jeny pelan "shh..tenang..aku di sini"kata lisa lalu lisa mengambil kan jeny air minum "minum lah dulu"kata lisa "kau mimpi?"kata lisa jeny mengangguk "aku melihat kakak sedih lisa..dia..dia..dia menangis dan lal--"jeny terdiam di saat lisa menutup mulutnya dengan jari telunjuk lisa "itu kan cuma mimpi"kata lisa dan pam secara bersamaan namun di tempat yang berbeda "kau mimpi lagi tentang adikmu?"ucap pam "iya..mimpi itu datang lagi"kata riki, "tapi..tap--"kata jeny "dengar jen, kau harus ingat kata boy kalau mimpi yang datang dari kepalamu itu adalah imajinasi kan, jadi jangan kwatir"kata lisa dengan lembut lalu dia mengusap kepala jeny "tidur lah lagi..besok kita akan bersenang senang"kata lisa jeny pun menganggukkan kepalanya "good night"kata lisa di saat jeny sudah kembali terlelap. "sudah..tidur lagi itu kan cuma mimpi"kata pam "tapi ini berulang kali"kata riki "anggap saja itu imajinasi mu karena kau kelelahan"kata pam "iya juga ya"kata riki "adikku mu sedang liburan jangan terlalu di kwatirkan nanti dia jadi ingat dirimu terus"kata pam riki pun mengangguk. Lisa menyingkirkan bantal guling yang ada di tengah ranjang "kau sangat manis sekali"guman lisa sambil mengusap rambut jeny "aku akan terus menjaga mu sampai kapan pun"kata lisa "hum.mm"jeny berbalik membelakangi lisa sambil memeluk bantal guling "untung aku meletakan guling nya di belakang"fikir lisa "hmm..sial"jeny kembali berbalik "bahkan saat tidur pun dia tetap aktif bergerak"fikir lisa lalu dia pun mulai berbaring sambil memeluk jeny perlahan lalu tidur.