
"hum? " lisa melihat ke arah jeny yang berbaring di atas ranjang "jen? " kata lisa dia menatap jeny yang terlelap tapi jeny terdengar seperti orang yang menangis tersedu sedu "jen.. you ok? " lisa berbaring di sisi jeny "jen.. " lisa mengusap rambut jeny "lisa" jeny membuka mata nya "bisakah kau memeluk ku aku ingin tidur" kata jeny "aku sedang memeluk mu" kata lisa "kau mencintai ku kan? " kata jeny dengan mata setengah terbuka "ya ya aku mencintai mu sangat mencintai mu" kata lisa "jangan lukai aku ya aku mencintai mu.. " kata jeny "iya .. tidur lah" kata lisa "bisakah aku meminta mu menyanyi untuk ku" kata jeny "aku akan bernyanyi sekarang" kata lisa sambil mengusap rambut jeny dan perlahan dia mulai bernyanyi "aku tidak pernah berniat melukai mu sedikit pun namun entah mengapa lingkungan sekitar memaksa ku untuk melukai mu selalu saja ada hal yang terjadi pada ku sehingga membuat mu terluka" kata lisa dalam hati.
sao berjalan ke kamar lisa "hei kau mau apa? " tanya nario "aku ingin memperlihatkan pelaku yang merusak mobil nona lisa" kata sao "jangan sekarang besok saja, nona jeny tadi menangis mungkin sekarang nona lisa sedang menenangkan nya" ucap nario "oke lah" kata sao.
ponsel lisa berbunyi membuat lisa membuka mata nya "halo? " kata lisa "nona jeny rapat akan di mulai jam setengah sembilan" kata sai "oke" kata lisa "lisa" kata jeny "kau sudah bangun? " kata lisa sambil memeluk jeny "sudah jam berapa? " kata jeny "jam tuju" kata lisa "uh? aku bisa terlambat" jeny duduk "kau akan berangkat kerja? " kata lisa "iya aku ada pemotretan " kata jeny "baik lah ayo mandi bersama biar lebih cepat" lisa menggendong jeny "lisa.. aku bisa sendiri" kata jeny "tidak papa biar cepet" kata lisa.
mobil berhenti lisa langsung ke luar membuka pintu "aku ada beberapa pertemuan aku akan menelpon mu nanti" kata lisa "oke semangat ya" kata jeny "Hai jen!! " jeny melihat ke arah nano "Hai kak nano" kata jeny "aku akan pergi masik ke dalam bye" kata jeny lisa menarik jeny memberinya ciuman singkat "pergi lah" kata lisa "kau tidak malu di sini ramai orang" kata jeny "boleh aku cium lagi? " kata lisa "pergilah kau akan terlambat" jeny langsung berbalik dan pergi lisa tersenyum melihat jeny tersenyum.
lisa berdiri di depan karyawan karyawan nya "intinya aku tidak akan menerima mu jika kau datang sendiri ke dalam ruangan ku" kata lisa "hanya dua orang baru boleh masuk jika sendiri di larang masuk dan jika ada yang melanggar nya aku tidak akan segan memecat kalian" kata lisa. "baik nona" kata para karyawan "bagus kembali lah berkerja" kata lisa "nona" sao mendekati lisa "ada apa? " kata lisa "anda harus lihat ini" kata sao sambil menunjukkan rekaman cctv ke lisa.
dengan wajah tenang jeny menatap layar laptop nya tangan nya sibuk mengetik keyboard nya "tuk" seseorang meletakkan dua susu kotak dengan mini cake "kak eh pak" kata jeny "semuanya hari ini perusahaan membagi bagikan makanan dan juga minuman" kata Daichi "terimakasih pak" kata beberapa karyawan "baca pesan ku" kata Daichi sambil menatap jeny "hum" jeny mengangguk dia langsung membuka ponsel nya "nanti malam kita malam bersama di rumah ini mama yang minta" pesan dari Daichi jeny tersenyum "lisa kakak meminta kita makan malam bersama mama" jeny mengirim pesan ke lisa.
__ADS_1
dim berjalan menghampiri jeny yang ada di ruang foto "kak dim? " kata jeny ketika melihat dim datang "lanjut kan saja" kata dim nano mengambil tisu untuk jeny "terimakasih" kata jeny "oke lanjut " kata pria yang memegang kamera "tiramisu nya sedikit geser ke sini" kata pria itu "kau seolah olah memperhatikan nya" kata pria itu "um oke" kata jeny "bentar kita tambah satu model lagi apa ada pria di luar yang bisa di ajak foto sebentar? " kata pria itu "bentar aku cari" kata nano "aku bisa menjadi model nya" kata dim jeny menatap dim "tidak bisa nona anda seorang bos" kata pria itu "apa yang salah? aku juga tidak ada kerjaan" kata dim "hum.. lebih baik tidak usah" kata jeny "kenapa? " kata dim "aku mau dengan kak nano saja atau dengan yang lain kak dim kau duduk saja kau seorang bos bukan kah bos harus bersantai" kata jeny "ini ada" kata nano "bagus lah" kata jeny.
"singkirkan ini" kata lisa "baik nona" kata sao "dan cari tau siapa wanita dan pria yang terekam di CCTV itu" kata lisa "siap nona" kata sao lisa mengambil ponsel nya "aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku sampai ketemu nanti sayang" lisa membalas pesan jeny dan juga mengirim foto nya.
jeny meneguk minuman nya setelah selesai pemotretan "kak dim aku mau bertanya pada mu" kata jeny "katakan saja" kata dim "apa ka--" jeny terdiam "jika aku bertanya seperti ini hum.. nanti kak dim malah salah paham dan berfikir aku tidak mempercayai nya tapi aku lebih lebih penasaran kenapa kenapa mengatakan waktu itu kalau kak dim menipu ku" kata jeny dalam hati "jen" kata dim sambil menatap jeny "um.. tidak jadi" kata jeny "ada apa? kau kelihatan nya ingin menanyakan sesuatu" kata dim "tidak papa bukan apa apa" kata jeny "seperti nya lisa telah mempengaruhi nya" fikir dim "lebih baik aku tidak usah bertanya" kata jeny dalam hati.
"jen" kata nano sambil melirik ke arah pintu jeny langsung menatap ke arah pintu "lisa kemarilah" kata jeny lisa langsung menatap ke arah dim begitu juga sebaliknya "kenapa diam ayo sini aku sudah selesai tapi ingin istirahat sebentar " kata jeny "iya" lisa duduk di dekat jeny "aku juga sudah selesai" kata lisa "wah.. kau tadi mengatakan kalau hari ini banyak pertemuan" kata jeny "ada deh" kata lisa "jangan bilang mau menunda nya ya" kata jeny lisa langsung tersenyum "ini minum dulu, ini minuman terbaru yang di buat dari susu dan tiramisu enak loh ayo coba" kata jeny "baik baik aku coba" kata lisa "enak juga" kata lisa "tentu saja ini minuman yang baik dan sehat" kata jeny "malah iklan" sahut nano "hehe.. kebiasaan" kata jeny "jeny hum.. nona lisa nona dim aku duluan ya suami sudah datang" kata nano "oke oke hati hati kak aku antar sampai ke pintu ya" kata jeny "astaga kenapa repot repot" kata nano.
"aku sekarang baru sadar" kata lisa sambil menatap dim "kau yang merencanakan kecelakaan itu" kata lisa "ya Karena aku mau kau mati" kata dim "berani nya kau akan ku--" lisa diam dan melepaskan kerah dim "kalian bertengkar? " kata jeny "tidak jen jangan salah paham nona lisa kekasih mu ingin mengundang ku makan bersama minggu depan di rumah mu" kata dim "wah.. benar kah lisa? " kata jeny "hum.. ya tapi ku rasa tidak di rumah lebih bagus di restoran milik nona dim karena ku dengar restoran nya sangat mewah" kata lisa "ya tidak masalah kita tentukan hari nya" kata dim "minggu saja" kata jeny "ya tidak masalah " kata lisa "ayo lisa kita pulang ayo kak dim kami duluan ya" jeny jalan duluan keluar pintu lisa langsung menarik dim "apa rencana mu!! " kata lisa "kau jelas tau rencana ku bukan? yaitu membuat hubungan mu hancur" kata dim "kau takut? " dim tersenyum "kau takut kan? " kata dim "kami bersama dan kau sendiri" kata lisa sambil menatap tajam ke arah dim "pukul aku kalau kau berani dan akan ku pasti kan satu pukulan akan di bayar dengan jarak mu dan jeny" kata dim "aku akan membuat mu pergi jauh dari kami" lisa mendorong dim lalu pergi "aku akan pergi sejauh mungkin dengan jeny dan kau tidak akan tau di mana kami berada" kata dim.
malam harinya..
__ADS_1
di depan rumah besar dan megah jeny berdiri di samping lisa "kau sudah siap? " kata lisa "aku jadi ingin kembali pulang" kata jeny "kenapa? " kata lisa "pelayan mama mu menyambut kita seperti kita ini orang penting seperti artis" kata jeny "apa kau tidak sadar? " lisa menatap jeny "apa? " kata lisa "kau adalah orang yang terpenting dalam keluarga ku" ucap lisa sambil tersenyum "malah pacaran di sana!! ayo masuk" kata Daichi jeny dan lisa langsung tertawa kecil.
"menantu mu sudah datang" kata hiko "aih... anak ku sayang" alfie langsung memeluk jeny dengan erat "ma aku bawa sesuatu" kata jeny "kenapa kau repot repot sih" kata Alfie "dengar sayang kau bisa datang tanpa membawa apapun" kata hiko jeny hanya tersenyum "ayo ayo duduk " kata Daichi lisa menarik kursi untuk jeny "ini mama masak sendiri loh" kata Alfie "ehem.. ma.. aku juga bantu tadi loh" kata Daichi "ya ya semua nya sama" kata hiko "ayo ayo mulai makan " kata Alfie "biarkan aku yang menyiapkan nya untuk mu" kata lisa "jangan aku saja" kata jeny "tidak papa kau duduk saja dengan tenang" kata lisa "ingat tempat kali" kata Daichi "maka nya cari pacar" kata lisa "tidak akan" kata Daichi "jangan bicara ayo makan nanti kalian tersedak loh" kata Alfie.
pintu di buka joe terdiam melihat siapa yang berdiri di depan pintu dia memperhatikan dua pria di depan nya "bob" kata joe "iya bentar" kata bob tak lama kemudian dia datang "carry, genta" kata bob "kak bob aku datang mengantar kan undangan pertunangan kami ajak lah sekalian teman teman mu" kata carry "tunangan? " kata joe "iya dan ini bingkisan dari papa" kata carry "oke ayo masuk dulu" kata bob "tidak perlu kami buru buru soal nya mau memilih baju untuk acara" kata carry "oke terimakasih ya hati hati" kata bob "siapa? " kata Agnes "kawan bob" kata joe "gawat nih aku mau pakai apa untuk datang ke acara nya" kata bob "pakai daun" kata joe.
"aduh" kata jin "kau lagi? " kata hong su "eh tuan hong su maaf ya gak sengaja menabrak mu " kata jin "ya ya tubuh mu terlalu mungil untuk kerja di di sini" kata hong su "hehe" jin pergi "dengar jin kau suka pria besar itu ya? " kata boy "tidak kok kebetulan aja aku nabrak dia" kata jin "tapi kau terlihat senang saat melihat nya" kata boy "iya ya kok aku senang" kata jin "anak gak waras" kata Jack "tapi apa salah nya tuan hong su baik kok dia selalu membantu ku" kata jin "haaah.. ku rasa dia sudah naksir dengan pria besar itu" kata boy "ku rasa gak cocok deh boy lihat saja perbandingan nya jin tubuh nya kaya anak remaja usia lima belas pria besar itu seperti umur dua delapan tahun lihat saja perbedaan besar dari mereka tubuh mereka, tinggi mereka" kata Jack "hhehe jin terlalu kecil jika di banding kan pria itu ku rasa ya kalau pria itu marah jin langsung jadi manusia geprek" kata boy "kalian ini bukan nya berkata baik malah mencela ku" kata jin "jadi kau beneran suka pria besar itu? " kata Jack "gak tau sih, tapi saat pertama kali bertemu aku deg deg kan gitu kata nya nya kalau jantung kita berdetak tanda nya kita jatuh cinta" kata jin "anak tolol" boy menjitak kepala jin "kalau jantung gak berdetak kita gak akan hidup bangsat" kata Jack "aneh juga nih anak" kata boy "tapi aku beneran deg deg kan cariin solusi dong" kata jin "kita harus tau dulu kalau kau suka beneran atau enggak" kata boy "iya biar kita bisa cari solusi" kata Jack "cara nya gimana? " kata jin "ayo fikir kan cara nya" kata boy "hum kita harus lihat bagaimana ekspresi jin saat di dekat pria itu nanti saja, setelah pria besar itu pesan minuman" kata Jack "oke" kata boy.
setelah selesai makan malam jeny dan lisa duduk dan ngobrol santai di rumah orang tua lisa "hum.. aku ke toilet bentar" kata lisa "oke" kata jeny "kakak" lisa menghampiri Daichi yang sedang ada di dapur "ada apa? kenapa kau malah ke sini? " kata Daichi "kakak.. dengar aku oke.. aku pernah bilang pada mu kalau dim orang yang tidak baik, aku katakan sekarang yang membuat aku kecelakaan adalah dim " dia menyuruh asisten nya merusak rem mobil ku dan dia malah berkata kalau aku mengajak dia makan malam aku tidak ada mengatakan itu dan kau tau kan jeny orang nya polos dia terlalu baik dia malah mengiyakan ucapan dim. dim merencanakan sesuatu dia ingin hubungan ku rusak kau tidak percaya aku ada rekaman CCTV nya di mana asisten dim merusak mobil ku lihat "lisa mengeluarkan ponsel nya " lisa"jeny datang "eh jen" kata lisa "dimana kamar mandi nya aku mau mencuci tangan" kata jeny "ada di sana aku akan mengantar mu" kata lisa "tidak papa aku sendiri saja" jeny pergi lisa langsung menatap kakak nya dan menunjukkan rekaman cctv itu "aku akan pastikan ini, jika i i benar asisten nya nona dim aku akan batal kan langsung kontrak kerja nya karena ini sudah termasuk tindakan kriminal ini sudah jatuh ke kasus pembunuhan berencana" kata Daichi "aku tidak masalah jika ini terjadi pada ku, aku cuma takut ini terjadi pada jeny karena jeny benar benar tidak menyadari bahaya di dekat nya" kata lisa "jangan kawatir kita akan saling melindungi satu sama lain" kata Daichi "tapi ku minta pada mu jangan percaya pada dim dia sama licik nya dengan adsila " kata lisa "aku akan membatalkan kontrak dengan nona dim saat semua nya nanti jelas" kata Daichi "secepatnya Kak, aku kawatir dengan keselamatan jeny" kata lisa "aku mengerti" kata Daichi "kalian kenapa ngobrol di sini? " tanya jeny "hu...m biasa kak Daichi punya kebiasaan buruk saat selesai makan" kata lisa "oh.. ayo kita ke sana duduk bersama" kata jeny "iya iya" kata lisa sambil menatap jeny yang sudah jalan duluan "ingat kak, batalkan segera oke.. demi adik mu kak dan juga keselamatan diri mu berkerja sama dengan dim sama seperti masuk ke kandang ular" kata lisa "ya" kata Daichi .
"ma ini sudah malam kami harus pulang karena besok harus kerja" kata lisa "oh.. memang nya sudah jam berapa? " tanya Alfie "jam sebelas ma" kata jeny "oh baik baik sering sering main ke sini ya" ucap alfie "bye ma" kata lisa sambil memeluk mama nya "bye pa" kata lisa "jaga baik baik menantu ku ya" kata hiko "lisa menjaga ku dengan baik pa" kata jeny "jika dia macam macam beri tau aku oke" kata Daichi "iya pasti" kata jeny.
__ADS_1
Daichi menatap mobil lisa pergi menjauh "lisa tidak mungkin berbohong, aku harus mengambil keputusan dengan cepat apapun itu aku harus melindungi adik ku" kata Daichi.