
dengan tersenyum senang fudo menatap rumah di depan nya "semua nya sudah selesai tuan tinggal memasang trails di beberapa jendela " kata pria bertopi kuning "pasang lah lebih cepat lebih baik " kata fudo "cepat juga ya" kata riki "iya lah" kata amin "iya lah iya lah lain kali kau harus hati hati kalau enggak meledak lagi rumah nya kerena kau" kata pam "iya iya gak akan kok" kata amin.
jeny duduk sambil memakan cake yang di beli oleh Daichi "humm ini manis banget bright coba lah" kata jeny "iya nona" kata bright "ayo semuanya coba saja kue nya bertingkat kalau sendiri tidak akan habis" kata jeny "baik nona" kata para pelayan lisa berjalan dengan masih memakai jas hitam dan dasi dia tersenyum melihat jeny sedang duduk di kursi sambil memakan kue "mereka dapat bagian masing-masing lalu aku mana" kata lisa jeny menoleh "kau sudah pulang" kata jeny "tentu saja" kata lisa sambil mengusap krim yang lengket di sudut bibir jeny dengan tangan nya "humm.. krim nya manis ya" kata lisa setelah menjilat tangan nya sendiri "lisa apa yang kau lakukan? " kata jeny sambil melihat sekeliling nya "aku cuma ingin mencoba krim nya saja baru mencoba cake nya" kata lisa "cake nya di sana" kata jeny "aku mau cake yang ada di mulut mu" kata lisa "uhuk" jeny hampir tersedak "bercanda bercanda.. haha.. bercanda semuanya" kata lisa "apa kau fikir itu lucu? " kata jeny "kalau begitu aku tidak bercanda" kata lisa "apa? " kata jeny "lisa banyak orang di sini hentikan lelucon buruk mu itu" kata jeny "kalian dengar sesuatu? " kata lisa "tidak! " kata para pelayan dan pengawal "mereka bilang tidak karena takut pada mu" kata jeny "kalian pergi lah" kata lisa "kenapa kau mengusir mereka? " kata jeny "agar kau tidak canggung" kata lisa sambil mengambil cake yang ada di tangan jeny "kenapa kau terlihat tenang" kata jeny "kenapa? memangnya ada masalah? " tanya lisa "jadi kau merasa tidak masalah? " kata jeny "kan memang tidak ada" kata lisa "jadi salah paham ini bagaimana? mama mu masih menganggap ku sebagai pacar mu" kata jeny "memang nya itu salah paham? " kata lisa "aku sedang serius jujur aku ingin mengatakan nya pada mama mu waktu itu kalau aku bukan pacar mu" kata jeny "lalu? " kata lisa "entah kenapa aku ragu" kata jeny "itu tanda nya dua kemungkinan" kata lisa "apa itu? " kata lisa "satu mungkin karena kau sudah memiliki perasaan yang sama seperti ku kedua mungkin kau tidak tega menyakiti perasaan mama ku" kata lisa "ku rasa yang ke ke dua" kata jeny "kenapa gugup? " tanya lisa "ak.aku gugup.. ti.. tidak " kata jeny "jujur aku tak tau kenapa aku bisa mencintai mu saat pertama kali bertemu" kata lisa "di bar? " kata jeny "iya.. pertama kali aku memperhatikan mu, sampai boy memperkenalkan kita.. jujur saja boy marah besar dan ku rasa dia akan membunuh ku hari itu di saat dia tau aku menyukai mu tapi boy menahan amarah nya lalu pergi setelah memarahi ku berjam jam" kata lisa "tapi mau bagaimana lagi kan? jika aku tau kenapa bisa aku menyukai mu mungkin aku akan cari cara bagaimana melupakan mu.. Tuhan benar benar tidak adil.. pada ku" kata lisa "kau tidak boleh berkata seperti itu pada Tuhan" kata jeny "kenapa? kau lihat orang orang begitu mengungkapkan perasaan mereka langsung menikah haha.. oh ya aku cuma pulang sebentar" kata lisa "kau mau kemana? " kata jeny "aku harus menemui client malam ini " kata lisa lalu dia berbalik dan pergi "lisa kau mau meninggalkan aku lagi sendirian" kata jeny tapi lisa tidak menjawab apapun "lisa" jeny meletakkan piring kecil yang dia pegang "lisa!! " kata jeny "nona baru saja pergi" kata bright "aku belum siap bicara juga! " kata jeny dengan kesal.
malam hari..
__ADS_1
mobil berhenti jeny langsung buru buru membuka pintu "ada apa? " kata danmi "aku ingin mengatakan sesuatu pada mu tapi ini rahasia" kata jeny "dimana kita bicara? " kata danmi "di taman itu " kata jeny sambil berjalan danmi menutup pintu mobil dan berjalan mengikuti jeny.
"apa yang kau fikir kan? " tanya danmi "ka danmi.. ku rasa aku.. menyukai lisa" kata jeny "tapi aku tidak tau ini rasa suka atau apa tapi.. aku juga masih ragu" kata jeny "kau mencintai lisa" kata danmi "ku rasa iya tapi.. " danmi melihat air mata jeny menetes "terkadang aku merasa aku menyukai nya, tapi terkadang aku.. merasa tidak.. " kata jeny "kau mencintai lisa aku dapat mengetahui nya dari saat bertingkat berlebihan saat lisa terluka, lisa menghilang dari situ aku tau kau menyukai lisa " kata danmi "menurut mu ini salah atau tidak? " kata jeny "bagaimana? " kata danmi "dalam keluarga kami tidak ada seperti ini bagaimana kakak tau kalau adik nya menyukai seorang wanita, bahkan aku juga masih ragu pada cinta ku" kata jeny "cinta tidak akan membuat mu ragu tapi cinta akan membimbing mu pada suatu keyakinan apa yang kau cemaskan? kakak mu? ku yakin dia akan mengerti jika kau berkata jujur apa adanya" kata danmi "di antara keraguan ku pada diri ku sendiri aku juga terjebak di antara keluarga lisa" kata jeny "terjebak? " kata danmi "keluarga lisa mengira aku kekasih lisa memanggil ku menantu aku ingin mengatakan terus terang tapi sulit " kata jeny "jelas sulit karena kau sudah ada rasa pada lisa" kata danmi "kakak tolong lah aku harus apa? " kata jeny "aku ingin cerita ke kak riki tapi aku cemas dia marah pada ku karena aku ternyata menyukai seorang wanita" kata jeny "hei hei jangan menangis.. tenang lah mungkin kau bisa mencoba nya dengan lisa" kata danmi "maksudnya? " kata jeny "mungkin kau dan lisa mencoba untuk menjalin hubungan setidaknya coba selama beberapa hari jika cocok lanjutkan jika tidak kau harus melupakan nya" kata danmi .
lisa berdiri di depan pintu kamar sementara di dalam kamar jeny sedang menangis di landa kecemasan, keraguan, perasaan nya "jika aku bilang tidak itu tanda nya aku bohong karena aku benar benar menyukai lisa" kata jeny dalam hati "griitt" jeny buru buru mengusap air mata nya lisa datang meletakkan jas nya "jen, kau belum tidur? " kata lisa "aku tidak bisa tidur" kata jeny "kenapa? " lisa mendekati jeny "mata mu juga merah apa kau tidak enak badan? " kata lisa "tadi aku habis kelilipan saat jalan jalan di taman" kata jeny "aku akan ambil kan obat tetes mata bentar ya" kata lisa "nah ini coba pakai" kata lisa "terimakasih" kata jeny "bentar pejam kan mata mu" lisa mengambil tisu lalu mengusap sekitar mata jeny "bagaimana? " kata lisa "sudah membaik" kata jeny "kenapa kau tidak menelpon ku jika ada apa apa kau harus menelpon ku dengar kan? " kata lisa "lisa ini cuma masalah sepele" kata jeny "sepele apa nya jika mata mu iritasi bagaimana? " kata lisa jeny tersenyum "pergilah mandi ini sudah jam sebelah" kata jeny "oke aku akan mandi dulu" kata lisa sambil pergi ke kamar mandi "ting" ponsel lisa berbunyi terlihat ada pesan masuk "lisa teman kita akan menikah hari rabu" jeny terdiam tak lama kemudian lisa keluar dengan jubah mandi nya "ponsel mu tadi ada pesan" kata jeny "tolong bukain aku mau cari baju tidur" kata lisa "tidak mau" kata jeny sambil berbaring di ranjang "ayolah jen nanti aku lupa" kata lisa "pasword ponsel mu? " kata jeny "nama mu" kata lisa jeny menatap lisa "nama ku? " kata jeny "coba saja" kata lisa jeny mengetik "j-e-n-y" seketika ponsel lisa terbuka "waktu itu ponsel mu seperti nya tidak pakai pasword" kata jeny "itu ponsel satu nya yang ada di laci" kata lisa "lisa.. teman kita akan menikah di Filipina kau ingin berangkat bersama kami? jangan lupa bawa pacar mu aku dengar dari kak Daichi kau sudah punya pacar" jeny membaca pesan itu "astaga.. " kata lisa sambil duduk di ranjang "hari rabu ya" kata lisa "iya" jeny memberikan ponsel lisa "baiklah besok saja di fikir kan " lisa menatap jeny "tidur yuk udah jam dua belas nih" kata lisa "iya" kata jeny .
__ADS_1
"kalian kalau kerja dengan kakak ku di ajak liburan gak? " kata danmi "ya" kata amin "ke pantai" kata riki "ku fikir kaka ku galak dengan kalian" kata danmi "percaya lah tuan fang sudah ku anggap ayah ku sendiri" kata endo "kami juga akan kembali beberapa minggu lagi" kata pam "baiklah sebelum pulang ayo kita ke bar minum dulu " kata danmi "aku yakin aku yang akan menyesal jika ikut" kata fudo "tenang saja ini bar milik sahabat ku tuan chai nama nya ayo kita ke sana jika mabok tidak masalah di sana ada banyak kamar" kata danmi "ayolah fudo" kata riki "ya ya jika kau ikut aku akan ikut" kata fudo "mencurigakan" kata endo .
malam hari nya...
di tengah kolam yang di hiasi kelopak bunga dan lilin serta lampu berwarna warni membuat suasana menjadi begitu sangat menyenangkan "ini tempat nya" kata lisa jeny melihat sekeliling nya perlahan tersenyum senang "sangat penuh warna" kata jeny "kau suka? " tanya lisa "suka" kata jeny "ayo ke sana kita makan aku sudah lapar" kata lisa.
__ADS_1
"kau pernah kesini? " tanya jeny "tidak ini pertama kali nya" kata lisa sambil menatap jeny "selamat makan" kata jeny "tunggu" kata lisa "apa? " kata jeny lisa berdiri mengeluarkan sesuatu dari sakunya "rambut mu sangat panjang itu akan mengganggu mu saat makan" lisa mengikat rambut jeny "oke sekarang makan lah" kata lisa "terimakasih" kata jeny sambil tersenyum senang keliatan dari wajah nya dia seperti nya sudah melupakan apa yang dia cemaskan dan keragu-raguan nya semalam .