
Jeny berjalan ke kamar mandi "aahh..panas sekali enak nya mandi"dia membuka baju nya lalu perlahan berjalan menuju bathup "eh"jeny berhenti lalu perlahan mundur mata nya menatap ke arah cermin dan perlahan tubuhnya juga ikut menghadap ke arah cermin raut wajah heran dan terkejut sangat terlihat dari wajah jeny "apa ini"jeny menunduk memperhatikan bagian bawah lehernya lalu menatap ke arah cermin lagi dan kembali menatap ke bagian bawah leher "kenapa leherku?"jeny meraba leher nya lalu menggosok lehernya perlahan namun wajah jeny terlihat semakin bingung "kenapa leherku bisa merah begini aku rasa tadi malam aku tidak di gigit nyamuk saat di rumah lisa, lalu kenapa leherku bisa merah seperti di gigit nyamuk?"kata jeny lalu dia mengambil spon untuk menggosok lehernya tanda kecil srperti di gigit nyamuk berwarna merah yang berada di bawah leher itu tidak hilang "aih..mungkin ini memang di gigit nyamuk tapi aku tidak terasa"fikir jeny lalu dia melempar spon dan lanjut membuka koas dalam nya dan lanjut mandi.
Riki melihat lisa dan pam datang "sudah selesai?"tanya riki "belum mobil nya masih di bengkel nanti malam baru ku jemput"kata pam "ayo kemari lisa, minum dulu"kata riki "baik kak"lisa duduk di dekat riki sambil meminum jus "kemana adikmu?"tanya pam "dia bilang mau mandi, dia bercerita kalau dia mimpi bertemu hantu haha"kata riki "ada ada saja adikmu"kata pam "tentu saja dia cuma mengarang cerita"kata riki "halo"boy datang "hai boy tangkap ini"riki melempar sebuah cola "yeah..apa kabar kak? hei, ada lisa"kata boy sambil menangkap cola yang di lempar oleh riki lalu dia meletakan sesuatu di meja "aku baik baik saja"kata riki "oh ya, kau tidak ke kantor lisa?"kata boy "tidak boy, hari ini aku libur"kata lisa "boyyyy!!"jeny sudah ada di tangga "haiii jen"boy melambai kan tangan "kau bawa apa, dengar ya jika kau tidak bawa snack kesukaan ku maka kau akan ku tendang"kata jeny sambil berjalan menuruni tangga "jeny kau tidak boleh berkata seperti itu, kau harusnya berterimakasih pada boy yang sudah datang jauh jauh dan membawa banyak makanan"kata riki "aih kakak ini tidak seru"kata jeny "haha..sudah sudah jangan marah"kata boy sambil merangkul jeny "kau harum begini pasti baru mandi ya?"kata boy "iya, karena aku baru pulang"kata jeny lalu dia membuka plastik yang di bawa boy tadi "baru pulang? Jadi kau dari mana?"kata boy "dari rumah temanmu itu?"kata jeny sambil mengeluarkan sebungkus coklat besar "oh..jadi kau menghabiskan waktu dengan lisa dan melupakan sahabat baik mu ini?"kata boy sambil membantu jeny membuka bungkus coklat "aku selalu mengingat mu"kata jeny "ketika jeny dan boy bersatu mereka akan lupa dengan orang sekitar"kata riki "itulah sahabat"kata pam "aku curiga"kata lisa sambil menatap jeny memakan coklat "coba ini boy ini enak"kata jeny lalu boy mengigit ujung coklatnya "curiga?"riki menatap lisa "mereka terlihat seperti kekasih bukan sahabat"kata lisa "boy dan jeny memang begitu terkadang mereka terlihat seperti kekasih, saudara atau apapun itu tapi mereka sesungguhnya sahabat sejati yang nyata"kata riki "kita harus berbagi pada kakak dan lisa dan juga teman kakak mu"kata boy jeny menatap tiga orang di hadapannya "kalian mau? Ini ambil saja di dalam plastik ini "kata jeny lalu dia lanjut memakan coklatnya "wah ini coklat juga"riki melihat isi plastik di meja "apa saja yang kau lakukan di rumah lisa?"tanya boy sambil memotong coklat dan memberikanya ke lisa "ambil ini dan makan jangan melihat saja"kata boy "hei, itu coklat ku"kata jeny "kau lihat coklat di tangan mu masih banyak kita tidak boleh pelit"kata boy "kau jangan lupa dia teman kita"kata boy "jika kau keberatan aku akan memberikan nya lagi pada mu"ujar lisa "tidak tidak kau sudah memegang nya"kata jeny. Riki terkekeh melihat ulah adiknya "hei..hei..permen kapas iti milik ku letakan di sini"ucap jeny "haah..baik baik aku juga tidak suka"ucap riki "boy makan lagi coklatnya"kata jeny "iya iya..aku juga sedang memakanya"kata boy "kak pam kau suka coklat? Jika suka aku bisa berbagi sedikit"kata jeny "kau berbagi pada nya lalu aku bagaimana"kata riki yang lain tertawa melihat wajah riki .
__ADS_1
"babe, aku merasa kita harus menemui jeny"kata dea "baik aku akan mengantar mu"kata ezra "tapi kau akan bilang apa pada nya?"tanya ezra "aku mau kado spesial dari nya, aku..sudah lama tidak melihat dia menari dengan gaya nya yang sedikit angkuh dan keren"kata dea "jadi kau mau menyuruhnya menari di acara kita?"ujar ezra dea mengangguk sambil tersenyum.
Fudo membaca artikel di koran lalu mengotak atik komputer nya "amin..amin!!!"seru fudo "ya ya"kata amin "bisakah kau hubungi riki, kita harus kembali bekerja"ucap fudo "iya iya aku akan menghunginya"kata amin sambil melihat layar komputer fudo "mereka sepertinya tidak curiga kalau kita yang membunuh rekannya kan?"tanya amin fudo menggelengkan kepala "mereka mencurigai raju"kata fudo sambil melihat hasil sadapannya melalui ponselnya.
__ADS_1
Riki berdiri "sebentar ya"riki pergi keluar "pasti dari fudo"fikir pam "halo..riki di sini"ucap riki "riki, kapan kau selesai dengan adikmu. Kita harus segera pergi "kata amin "sudah cukup bersantainya"kata fudo "aku mengerti, beri waktu dua hari lagi"kata riki "baik, kita harus cepat bergerak banyak yang harus kita kerjakan"ujar amin riki menoleh ke belakang melihat jeny sedang berbicara dengan boy "aku mengerti".
"pasti bos mu yang jelek itu ya?"kata jeny "sok tau"riki menepuk kepala jeny dengan lembut "jadi siapa yang menelpon mu?"kata jeny "cika"kata riki "oh..wanita itu, hum..kakak ku saran kan kau jangan dekat dengan wanita itu"bisik jeny "kenapa?"bisik riki "kau akan habis di suntik dan di ikat nya"kata jeny riki tertawa sambil merangkul bahu jeny "hai guys"semua melihat ke arah pintu "dea"kata jeny "aih ada lisa halo"dea masuk dan tersenyum "halo"kata lisa "mana yang lain?"ujar riki "yang lain tidak ikut"kata ezra "oh sayang sekali"kata jeny "baik kawan ada yang bisa ku lakukan untuk pernikahan kalian?"tanya boy "kau bisa menjadi pendamping ku nanti"kata ezra "wah..sangat mulia sekali "kata boy ezra tertawa "mulia untuk ku"kata ezra "lalu aku akan membawa hadiah untuk mu"kata jeny "humm jeny sebenarnya kekasihku ingin meminta hadiah istimewah dari mu"kata ezra "wah apa itu? Jangan terlalu sulit ya nanti aku pingsan"kata jeny sambil mendekat ke arah dea "kau suka sekali bercanda"kata dea "hahaha tentu saja ini ajaran dari kak pam"kata jeny "ya ya pam ini kakak nya jeny"kata riki "adik kakak sama saja"kata lisa dan pam dalam hati "hahaha jeny selalu saja mengarang"kata boy "jadi apa yang kau minta dari ku?"jeny menatap wajah dea "hum..aku mau melihat kau menari di saat acara pernikahan ku"ujar dea "hah"lisa terkejut mendengar ucapan dea "menari?? Hum. Katakan apa aku pernah menari?"kata jeny "pernah kau dulu kan pernah bergabung grup tari"kata riki "ku rasa dia lupa"kata boy "ayo katakan iya"kata dea "baik baik aku akan berkata iya untuk sahabat baik ku"kata jeny "ahh...terimakasih"dea memeluk jeny "tapi masih lama kan acaranya karena aku harus berlatih"kata jeny "masih ada waktu kok"kata dea "oh baiklah "kata jeny sambil tersenyum melihat wajah dea "jadi kau tidak akan menolak kan?"kata ezra "tidak kok tapi tidak tau juga kalau nanti aku berubah fikiran"kata jeny "haa.."wajah dea terlihat murung "dea dia hanya bercanda"kata boy "haha boy benar bagaimana mungkin aku menolak permintaan mu dea "kata jeny "lisa kau juga datangloh"kata ezra "iya pasti aku datang"kata lisa "tarian mu akan jadi kado istimewah"kata dea "sahabat sejatiku sudah mulai kembali sepenuh nya"kata dea dalam hati "hum..tapi jen"kata ezra "apa?"jeny menatap ezra "kenapa gigimu sedikit hitam?"kata ezra "buff"riki tidak dapat menahan tawa nya "dia baru saja makan coklat"kata boy "aahh.. Terlihat buruk ya"jeny melihat giginya dari layar ponsel nya "hahaha kau bisa membersihkannya saat menggosok gigimu jen"kata pam "dasar "kata lisa dalam hati dia tersenyum menatap jeny yang sedang memperhatikan giginya lewat layar ponsel.
__ADS_1