
Jeny membuka mata nya ketika cahaya matahari menyelusup masuk melalui celah celah gorden "jam berapa ini"jeny mengambil ponsel nya ada pesan masuk dari dea "sabtu depan aku akan tunangan jangan lupa luangkan waktu mu untuk ku"jeny tersenyum singkat "good morning"ada pesan juga dari nomor tidak di kenal "ini pasti nomor lisa"kata jeny sambil meletakan kembali ponsel nya lalu bergegas mandi .
"aku bingung mau pakai baju apa sabtu besok"kata agnes "astaga hanya karena itu kau bangunkan aku pagi pagi begini!"kata bob "sama bob"kata joe "kenapa tidak kau bicarakan ke jeny"kata joe "jeny pasti tidak mau pergi mencari baju bersama ayo cepat mandi"kata agnes "ness ini masih dingin"kata joe "aku saja masih menggigil karena terpaksa mandi jam lima"kata bob "ayolah nanti aku bantu kalian cari patner buat ke acaranya dea"kata agnes "tidak tertarik"kata joe "sebut saja kau mau yang mana?"agnes menunjukan foto foto di ponsel nya "serius?"kata joe "iya"kata agnes "cepat joe mandi"kata bob "baik tunggu ya"kata joe dengan ceria "reno pulang gak ya saat tunangan dea?"kata bob "pasti pulang lah"kata agnes .
"kak, serlok cepat"kata jeny "kau mau apa"kata riki "aku mau mengantar makan siang untukmu"kata jeny "tidak perlu"kata riki "huaf hmp"ada suara dari sebrang "kak suara apa itu?"kata jeny "diam jika tidak aku tembak kau"bisik riki pada seseorang yang sedang dia pijak "bukan apa apa hanya teman yang baru salah minum sudah tau pagi pagi gini cuaca nya masih sangat dingin dia malah minum es haha"kata riki "ohh.. Kalau begitu aku ingin berkunjung ke tempat mu berkerja sekarang aku baru melihat cara memasak ayam goreng sambal hijau"kata jeny "hei hei kau hati hati di saat menggoreng minyak panas bisa menciprat ke mana mana"kata riki "sebenarnya sih aku juga malas memasak maka nya belum ku coba buat ayam goreng sambal hijau aku cuma menonton nya saja"kata jeny dalam hati "iya kak"kata jeny "nanti kakak akan menelpon mu lagi sekarang lanjutkan sarapan mu kakak mau berangkat dulu teman kakak sudah memanggil"kata riki "huff baik lah"kata jeny "kakak menyayangimu ummach"riki mematikan panggilan nya lalu menarik leher pria yang dia tahan "katakan di mana flasdish nya"kata riki dengan penuh tekanan.
"kami sedang memilih baju ren"kata joe "baju apa?"kata reno di sebrang telpon "agnes minta bantuan untuk mencari baju yang bagus buat acara tunangan dea"kata joe "astaga hahaha gimana udah dapat baju nya"kata reno "belum dapat semua yang kami pilih salah"kata bob "huahaha semangat guys tapi jeny kemana"kata reno "agnes bilang jeny masih sibuk"kata bob "aih tentu saja jeny pasti habis minum banyak "kata reno "reno kami dapat patner cantik kau mau tidak kami dapat dari agnes"kata joe "wahh aku belum dapat sih"kata reno "jeny mau tidak ya sama ku"fikir reno "mau ku carikan gak?"ujar bob "nanti ku kabari guys asisten ku bilang aku harus meeting bye"reno menutup panggilan.
Boy menutup gorden "tuh kan ada orang yang mengintai ku pasti itu orang masa hantu muncul di pagi hari "fikir boy lalu dia membuka kembali gorden nya "tapi kok gak ada ya"fikir boy lagi "apa itu orang suruhan john untuk bunuh aku lagi"kata boy "ah pasti aku halusinasi buktinya orang itu gak muncul lagi kan"kata boy lalu dia pergi ke dapur "pasti aku lapar jadi halusinasi"fikir boy "kira kira pria baik itu gimana ya ah telpon jeny"kata boy.
__ADS_1
"hmm boy"kata jeny setelah mengangkat telpon boy "pria yang menolongku semalam gimana?"tanya boy "baik baik saja "kata jeny "dari mana kau tau?"tanya boy "barusan pria itu datang mengantar mobil lisa ke rumah ku"jawan jeny "ohhh ku fikir kau mengarang"kata boy "rasa nya aku mau menjitak mu boy"kata jeny "hehe jangan marah eh jen aku tadi melihat ada orang yang mengawasi ku entah aku halusinasi atau tidak tapi setelah aku cek orang itu hilang"kata boy "oh ya bilang saja kau kesepian dan butuh teman"kata jeny "nah itu juga jen hehe"kata boy "datanglah kemari "kata jeny "sungguh baik lah tung--"panggilan sudah di putuskan oleh jeny "dasar jeny!!! Aku belum siap bicara"kata boy "ah tidak apa aku ke sana saja menenangkan diri"kata boy.
"kami sudah memasang alat penyadap yang anda minta nona"kata seorang pria "bagus sekarang terus awasi jika ada pergerakan yang mencurigakan segera laporkan"ucap wanita tinggi dengan jas hitam "baik nona kami permisi undur diri"mereka pun pergi wanita itu menatap ponselnya "kenapa kamu tidak membalas pesan ku"ucap nya.
"JENNYYYYY!!!"seru boy "hei bodoh"jeny turun dari lantai dua "aku tidak tuli"kata jeny "tadi ada wanita yang keluar dari rumah mu"kata boy "itu art bodoh"kata jeny "jenyyy"agnes datang "oh ada boy halo"kata agnes "hadeh"bob langsung duduk "ini sangat melelah kan"kata joe "kalian pasti habis belanja"kata jeny "tentu saja"kata joe dia bangkit dan pergi ke dapur "je! Ini jus kapan?"kata joe "itu jus ku aku baru membuatnya tadi"kata jeny "ku minum"kata joe "humm boy ada yang ingin aku bilang"ucap agnes. Jeny dan bob bertatapan firasat buruk fikir mereka "tolong jadi patner ku ya"kata agnes "sudah ku duga"kata bob "tolong lah boy kau kan pria baik"kata agnes sambil mengeluarkan jas dari tas belanja nya "aku sudah beli baju untuk mu"ujar agnes,boy menatap ke jeny 'tolong jen' jeny terkekeh "ketauilah nes dia juga jago dance jadi jika kau membawa nya kau bisa danca sepuasnya"kata jeny boy menatap kesal ke jeny "wah sungguh"kata agnes boy hanya pasrah "baik baik"kata boy agnes pun tersenyum senang.
Jeny melihat ada taxi datang membawa seseorang lalu pergi "jeny"kata orang itu "bentar"jeny memakai parfum lalu keluar "haduh kenapa kau lama sekali aku hampir menjual mobilmu"kata jeny "aku sibuk sekarang ayo "kata lisa "eh kenapa kau mengajak ku pergilah kau hush pergi sendiri"kata jeny "bukan kah kau berjanji akan mengisi minyak ku jadi ayo aku antar ke spbu"kata lisa sambil tersenyum sinis "astaga aku bisa memberi mu uang kau beli sendiri"kata jeny "aku lupa harga minyak jadi cepat lah atau kau mau pergi dari janji mu"kata lisa "hhhh baik"jeny kesal lisa tertawa kecil melihat jeny yang kesal berjalan ke mobil nya .
Di tempat pengisian minyak jeny masih melipat kedua tangan nya dengan kesal "lama sekali"gerutu jeny "dasar bocah"guman lisa "baik sudah selesai silahkan .. Semoga perjalanan anda menyenangkan"kata petugas spbu "terimakasih"lisa melajukan kendaraan "hei hei kan belum bayar"kata jeny "sudah kok"kata lisa dengan santai "loh kapan ? Jadi ih gimana sih"kata jeny lisa terkekeh senang "jadi apa jen? Kau terlihat seperti bocah saja"kata lisa "kan seharusnya aku yang bayar"kata jeny "aku tadi cuma bercanda kok"kata lisa "mana mungkin aku memintamu mengisi minyak mobil ku"kata lisa "jadi kau mengerjai ku"ucap jeny "haha iya haha kau sangat polos"lisa tertawa keras .
__ADS_1
Lisa dan jeny masuk ke bar "whiskey satu"kata jeny "baik"kata boy "eh kenapa dengan mu? kau terlihat kesal"kata boy "antar minuman ku ke sana"kata jeny lalu pergi boy bingung sambil berfikir apa dia melakukan kesalahan "dia kesal pada ku"lisa masih tertawa kecil "ooh kau ini "kata boy lalu dia pergi "ini minuman mu"kata boy lalu dia duduk di samping jeny "saat acara teman mu besok kau akan bawa siapa?"tanya boy "bawa kado"kata jeny "haha aku tau kau sedang kesal tapi aku memberi mu saran besok bawa saja pria yang menolongku dia tampan dan juga baik"kata boy "kau pergi sana"kata jeny sambil mendorong boy.
Kepala jeny mulai pusing pandangan nya kabur "jen"seseorang menghampirinya "ayo duduk kau sudah mabuk sepertinya"kata orang itu "hum belum mana boy"jeny berdiri "boy tambah sa--"jeny ambruk untung orang itu langsung menahannya ketika jeny jatuh ke arah nya "sudah mabuk masih nambah"kata orang itu tidak lain adalah boy "dia sudah teler boy?"ucap jack "iya bentar ya aku membawa nya ke atas"kata boy "akh awas"kata jeny "aku bantu"kata lisa mereka pun membawa jeny ke kamar biasa "keringat nya"boy mencari handuk "biar aku saja boy "lisa berdiri mencari handuk kecil "oh baik lah aku keluar dulu terimakasih sudah membantu"boy pergi lisa membasahi handuk kecil lalu membuka sedikit kemeja jeny "apa susah nya membalas pesan ku"kata lisa sambil mengelap wajah jeny dan leher jeny , lisa menelan ludah nya "sial kenapa aku ingin"fikir lisa "tahan"lisa menarik nafas lalu lanjut membersihkan keringat di leher jeny "kenapa kalung mu ada banyak"kata lisa "hum hm"jeny bicara tidak jelas tiba tiba tangan jeny memeluk punggung lisa dan menarik nya lisa terkejut apalagi sekarang wajah jeny sangat dekat dengan nya "kenapa"wajah lisa memerah lalu perlahan dia menyingkirkan rambut jeny yang menutupi wajah nya "hei aku harus membersihkan tubuh mu"ucap lisa lalu lisa kembali duduk dan mengusap tangan jeny dengan handuk "hum ck nyam nyam"jeny masih bicara tidak jelas lalu lisa membuka kaos kaki jeny dan mengganti nya "huff bisa pasti bisa"lisa membuka kemeja jeny untuk mengganti nya karena kemeja jeny sudah basah karena keringat dan akohol "humm good morning"kata jeny sambil memiringkan tubuh nya "hei hei angkat sedikit tubuh mu agar aku mudah memakaikan mu kaos"ucap lisa "kulit nya halus"kata lisa sambil tersenyum perlahan mendekati wajah jeny "oh tidak tidak"lisa menampar dirinya sendiri "sial aku tidak kuat"lisa berlari ke kamar mandi ia mencuci wajah nya lalu bicara di depan cermin "huff tarik...buang huff..tarik...buang oke lisa ayo kamu pasti bisa"ucap lisa lalu dia keluar "humm minum minum lagi"ucap jeny sambil mengusap rambut nya "aku harus keluar"lisa pergi dari kamar itu dan turun ke bawah lalu mengambil minuman di nampan atas meja "hei itu pesanan orang"kata boy "tidak apa"kata lisa sambil meneguk habis beberapa gelas minuman dia membuka sedikit kemeja biru nya "apa kau kepanasan?"tanya boy "tentu apa kau tidak merasa panas?"lisa bertanya balik "cuaca memang sedikit panas"kata jin.
Hari ini acara tunangan di selenggarakan "kalian duluan saja aku menunggu patner ku"kata jeny "kau yakin?"kata agnes "iya pergilah aku janji akan bertemu di halte"kata jeny "baik sampai ketemu di sana"kata agnes mereka pun pergi sejam dua jam yang di tunggu tidak datang ponsel berdering "halo hei carry ada apa dengan mu kenapa lama sekali"kata jeny "jeny maaf..."
"mana jeny"kata bob "dia pasti menunggu carry pria yang dari sosmed itu"kata joe "nanti dia datang"kata boy "ayo cari meja"kata agnes .dengan wajah kesal jeny berjalan sambil menunggu taxi "dasar sialan gimana dong"fikir jeny "pasti mereka menunggu"kata jeny "udah pakai baju coupel eh malah tidak datang"gerutu jeny "brum brum"ada empat orang dengan dua motor "hei cewek"kata mereka "berhenti coy"kata salah satu dari mereka jeny memasukan baju nya ke dalam celana bersiaga dan sial menyerang "boleh dong kam--"semua mata terbelalak kaget "bruaagh"dua motor itu di tabrak dengan mobil hitam "berani ganggu dia aku potong tubuh kalian"kata seorang wanita dengan jas hitam dan celana hitam "lari lari"mereka lari semua "you ok"kata lisa "aku tidak butuh bantuan"kata jeny "baik lah seharusnya aku tidak lewat sini dan atau aku sembunyi saja dan melihat wanita anggkuh seperti mu melawan begal"kata lisa "sana pergi"kata jeny "kau yakin tidak mau berangkat bersama tujuan kita sama loh"kata lisa sambil menunjukan kartu undangan.
Boy mencoba menghubungi jeny "gimana?"kata agnes "tidak aktif"kata boy "lihat itu"kata joe tampak jeny datang dengan kemeja sedikit terbuka dan memperlihatkan kaos putih di balik kemeja itu "mana cary?"tanya bob "sudah meninggal"kata jeny "lisa ku fikir kau tidak datang"kata agnes "dari mana kau kenal dia"ucap jeny "saat aku dan boy beli sepatu kami bertemu lisa di sana ternyata dia teman boy jadi aku menyuruh dea mengundangnya"kata agnes "hai kalian pasangan yang serasi"kata sepasang kekasih yang lewat depan lisa dan jeny "mau ku pukul kau?"kata jeny "marah terus"kata lisa "ayo acara udah di mulai tuh"kata agnes . Dea dengan dres sederhana berwarna biru muda dan ezra tak kalah manarik dengan jas nya dia terlihat tampan "wahhh dea sangat serasi"kata agnes dea dan ezra bertukar cincin di sambut suara meriah tamu undangan "ayo foto guys"kata dea "ayo kau harus ikut juga"kata agnes sambil menarik boy "ayo jen"kata bob lalu mereka foto sekali dua kali sampai tiba tiba "ayo lisa sini berdiri di balakang jeny tuh"kata agnes "oh iya ayo masuk"kata photografer nya lisa tersenyum awal nya menolak sampai ezra datang menarik nya untuk foto bersama "senyum".
__ADS_1