
pintu kamar di buka lisa segera masuk "jen.. jeny" lisa meletakkan tas nya terlihat jeny sudah tidur dengan baju piyama dan laptop masih menyala "dia pasti marah pada ku.. aku harus apa? " fikir lisa sambil mematikan laptop milik jeny dan membenarkan posisi tidur jeny tak lupa menyelimuti jeny dengan baik "maafkan aku ya" lisa mencium kening jeny "seharusnya aku tidak menyentuh wanita tadi tapi.. sial kenapa ini bisa tejadi" kata lisa.
"maafkan saya nona minuman nya tertukar dengan orang lain" kata lop di apartemen dim "tidak masalah lop" dim menyala kan rokok nya "kali ini kesalahan mu tidak buruk yah.. aku tau ini tidak berjalan sesuai rencana awal di mana lisa seharusnya pingsan dan kita membawa nya ke tempat hiburan malam kita akan menyerahkan lisa dengan para ****** di sana tapi ya.. aku menyukai nya malam ini di mana jeny melihat lisa memeluk seorang wanita lain tepat di hadapan mata nya sendiri" kata dim "ku yakin jeny tidak akan memaafkan lisa" kata dim.
lisa masih menatap jeny yang sedang tidur "aku tidak bisa tidur.. aku gelisah.. aku tau itu seharusnya tidak terjadi" kata lisa "hum?? " jeny membuka mata nya "lisa? " jeny duduk "kapan sampai? " kata jeny "aku sudah beberapa jam sampai di sini maaf mengganggu mu tidur " kata lisa "kau kenapa tidak tidur? kau sudah cuci muka? " kata jeny "aku tidak bisa tidur" kata lisa "kenapa? " jeny menyalakan lampu "jeny maafkan aku soal tadi.. sungguh aku tidak bermaksud menyentuh wanita itu dia pingsan tiba tiba setelah mengeluh sakit aku.. aku benar benar tidak tau bagaimana ini bisa terjadi, ini pasti sangat menyakiti mu" kata lisa "gara gara itu? " kata jeny "ayolah marahi saja aku. aku salah... aku " kata lisa "tidur lah ini sudah malam" kata jeny "kau tidak memarahi ku? " kata lisa "dia kan sakit dia juga client mu tanggung Jawab mu santai saja tidur lah aku tidak marah" kata jeny "dalam hubungan kita harus berfikir baik satu dengan yang lain dan juga harus saling percaya di karena kan rasa percaya itu menambah kuat nya suatu hubungan, apapun itu tetap lah berfikir baik oke adik ipar ku" jeny teringat perkataan Daichi saat di kantor "aku ngantuk " jeny mematikan lampu dan kembali tidur "dia mengatakan tidak marah tapi.. tatapan matanya begitu dingin dia pasti sangat marah" kata lisa dalam hati.
keesokan harinya..
"hum.. aku sudah bangun kak, aku tidak seperti mu yang suka tidur" kata jeny sambil memakai sepatu "ya ya baik lah kau mau melakukan apa setelah ini? " kata riki "aku akan jogging" kata jeny "sarapan!!! " terdengar suara fudo dari sebrang "kak fudo seperti pengasuh kalian ya" kata jeny "dia sangat bawel seperti mama" kata riki "kau dengar tidak!! jangan sampai aku meledak kan kamar mu , kita ada tugas hari ini" kata fudo "iya iya" kata amin "aku telpon lagi nanti" kata riki "oke" mata jeny "greb" lisa memeluk jeny "awas lisa" jeny melepaskan tangan lisa "kau tidak membangun kan ku? " kata lisa "sudah tapi kau tidak dengar pergilah mandi pakaian mu sudah mu siap kan aku akan tunggu di bawah" kata jeny "tunggu dulu" ucap lisa "kita akan terlambat" kata jeny "aku minta maaf" kata lisa "kau sudah mengatakan itu berkali kali " kata jeny "sikap mu langsung berubah sejak semalam " kata lisa "tidak, aku memahami mu dan ku harap begitu juga sebaliknya " kata jeny "ada satu hal yang ku lupakan dan aku baru ingat tadi" kata lisa "bicara kan nanti saja" kata jeny "tidak jeny aku tidak mau ada kesalahan pahaman nanti nya" kata lisa "baik katakan segera" kata jeny "kemari lah" lisa menarik jeny agar duduk di dekat nya "kau pernah meminta ku untuk menemukan lean" kata lisa "lalu? " kata jeny "kau tidak akan menemukan nya karena lean adalah aku" kata lisa "apa maksud mu? " kata jeny "aku lean aku selalu mengawasi mu saat kau mabuk aku akan datang saat kau sudah mabuk berat mengantar mu pulang dan saat menjelang pagi aku akan pergi" kata lisa "kau sungguh? " kata jeny "maaf aku baru ingat" kata lisa "dan soal kemarin saat client ku mengeluh sakit aku sudah menelpon bright untuk membawa nya ke rumah sakit dan aku akan menjemput mu di acara rekan mu tapi dia malah pingsan aku reflek menyentuh nya" kata lisa jeny terdiam sebentar "kau memaafkan ku? " kata lisa "huf.. apa ada rahasia lain yang belum mau katakan atau yang lupa kau katakan? " kata jeny "tidak ada" kata lisa "pergi mandi " jeny pergi membawa tas nya "jen, kau langsung membawa tas mu" kata lisa tapi jeny tetap terus berjalan "nona jeny selamat pagi" sapa para pelayan "bright antar aku sekarang aku sudah terlambat" kata jeny.
sesampainya di kantor jeny langsung berkerja seperti biasanya "jeny bisa tolong antar kan berkas ini ke bos? " kata rekan kerja nya "baik" jeny berdiri membawa berkas itu "permisi pak" jeny mengetuk pintu "masuk" kata Daichi "astaga ku fikir siapa" kata Daichi "hehe jangan begitu perlakukan aku seperti karyawan biasa jangan di bedakan nanti tidak enak dengan rekan yang lain" kata jeny "adik ipar yang baik duduk lah" kata Daichi "saya ingin mengantar berkas ini" kata jeny "hum.. bentar ya " Daichi memeriksa berkas itu "oke tidak ada masalah" kata Daichi "kalau begitu saya boleh pergi" kata jeny "boleh boleh oh ya bagaimana acaranya kemarin malam? " tanya Daichi "acara nya lancar bahkan tidak ada masalah sedikit pun itu semua berkat tips dari mu pak selalu berfikir positif dalam segala hal kalau begitu saya permisi" kata jeny sambil tersenyum "manis nya" kata Daichi.
di dalam mobil lisa terus mencoba menghubungi jeny namun selalu saja tidak bisa "langsung ke kantor kakak saja" kata lisa.
"halo saya jeny " jeny menjabat tangan seorang pria "saya nano" kata nano "baik kita langsung mau kita bahas atau kita bicara bicara dulu oh ya ini minuman dari perusahaan kami silahkan di coba dan ini juga makanan nya silahkan" kata nano "oh Terima kasih" kata pria gendut itu
Daichi membuka pintu dia terkejut melihat adik nya sudah ada di depan nya "kak jeny di mana? " kata lisa "aku baru saja mau menemui nya ponsel nya ketinggalan di ruangan ku saat dia menyerahkan berkas laporan tadi" kata Daichi "aku mencari nya namun tidak menemukan nya" kata lisa "mungkin dia pergi menemui client" kata Daichi "apa ada masalah? " kata Daichi.
"terimakasih" kata jeny dan nano kemudian mereka pergi menemui dim yang ada di tempat kerja nya "bagus sekali jeny sudah datang" kata dim "kak dim kenapa banyak orang di sini? " kata jeny "mereka tiba-tiba datang dan ingin mewawancarai mu sebentar apa kau bersedia jika tidak aku akan meminta mereka untuk pergi" kata dim "tidak papa" jeny memakai masker nya "nano jeny kenapa anda bisa menjadi--" para wawartawan langsung jeny menyerbu pertanyaan "satu satu! " kata dim "bos ku membuat minuman sehat dan berkualitas sama dengan yang di lakukan nona dim dia juga membuat makanan serta minuman yang aman di konsumsi perusahaan kami bergabung dengan nya " kata jeny.
__ADS_1
hari menjelang sore jeny tak kunjung kembali lisa semakin cemas "nona bright ada dengan nona jeny kita bisa hubungi bright untuk bicara dengan nona jeny" kata nario "kau benar cepat hubungi bright" kata lisa "halo no" kata bright "nona jeny ada dengan mu? " kata nario "ada dia sedang melakukan pemotretan dengan produk yang akan di pasar kan" kata bright "vc" kata lisa "astaga nona lisa" kata bright "cepat vc aku mau lihat" kata lisa.
"tidak perlu cemas manis nya kita bisa tentukan sendiri cobain deh" kata jeny "oke bagus" kata yang lain "minta tisu tisu" kata nano "ini" dim langsung menghampiri jeny dan memberikan tisu "wafel nya enak aku menyukai nya" kata jeny "terimakasih" kata dim "oke selanjutnya" kata pria yang memegang kamera nano langsung merapikan baju jeny "lempar daun daun nya dalam hitungan mundur nona jeny tetap senyum oke lihat sini 5-4-3-2-1 oke" kata pria itu nano dan yang lain langsung melemparkan dedaunan ke arah jeny "oke selesai" kata beberapa orang "haah.. akhirnya nya " kata jeny "mau minum? " kata dim "hum aku bawa kak lisa mem--" jeny terdiam "aku meninggalkan minuman ku seperti nya" kata jeny "ini minum lah" kata dim "terimakasih" kata jeny "berani nya dia cari muka di depan jeny" kata lisa "kak nano ini minum dulu" kata jeny "ouh.. ponsel ku di mana ya? " kata jeny "di tas mu" kata nano "tidak ada" kata jeny "pakai saja ponsel ku" kata dim "tidak kak dim kami langsung kembali saja ini sudah sore" kata jeny "baik lah ayo aku antar" kata dim "jangan, aku sudah bawa mobil kok" kata jeny "hum tapi" kata dim "ingat kan " kata jeny "ya ya aku mengerti sampai kan salam ku pada lisa ya" kata dim "baik" kata jeny "sudah semua kan? " kata nano "sudah kok" kata jeny.
lisa melihat mobil yang berhenti tak jauh dari nya pintu mobil terbuka bright turun membuka pintu untuk jeny lisa langsung berlari ke arah jeny dan memeluk jeny dengan erat "lisa? " kata jeny "aku tidak bisa bernafas" kata jeny lisa melepaskan pelukan nya "kenapa lama sekali apa ada masalah? aku aku --" kata lisa "tunggu di sini" kata jeny lalu dia pergi "kak nano terimakasih ya untuk hari ini" jeny mengambil barang barang nya "iya kawan kau rekan kerja terbaik ku" kata nano "hum.. apa suami mu sudah menjemput mu jika belum ayo aku akan mengantar mu pulang" kata jeny "tidak perlu di akan datang sebentar lagi ku rasa lima atau sepuluh menit lagi " kata nano "waw kau bisa memprediksi kan kedatangan nya? " kata jeny "karena aku yakin dan percaya pada nya" kata nano jeny langsung terdiam "haah kebiasaan mu muncul lagi kau selalu melamun di saat yang tidak tepat" kata nano "hehe aku rasa aku kelelahan" kata jeny "ayo kita keluar ku rasa suami ku sudah ada di sana dan sedang ngobrol dengan suami mu" kata nano dan benar saja lisa terlihat sedang bicara dengan seorang pria "suami ku" kata nano "waw bisa pas ya" kata jeny "apa yang pas? " pria itu dan lisa mendekati jeny dan nano "kak nano bisa tau kau sedang bicara dengan lisa" kata jeny "jangan heran itu hanya kebetulan karena istri ku ini suka sekali berfikir baik tidak peduli di mana pun dan kapan pun dia akan mengatakan hal baik tentang ku meskipun aku terkadang merasa menyebal kan" kata pria itu jeny tertawa kecil "jangan melamun lagi ya, segera pulang sampai jumpa besok" kata nano "bye" kata jeny "kenapa kau terlambat? " nano berjalan di samping suami nya
"aku terjebak macet di jalanan, aku benar benar panik kau akan menunggu ku terlalu lama? "
"lalu di mana mobil kita? "
"mobil nya masih ada di jalan aku suruh asisten ku mengurus nya aku memakai motor orang agar kau tidak bosan menunggu ku dan tidak aku tidak mau mengecewakan mu apalagi membuat mu berfikir buruk nanti nya"
"ehem.. bisa kita kembali pulang? " kata lisa "kau bawa mobil? " kata jeny "bawa tapi aku menyuruh nario membawa nya aku akan pulang dengan mu" kata lisa "ayo" kata jeny "dia masih dingin... mati aku" kata lisa dalam hati .
di dalam perjalanan..
suasana hening tidak ada pembicaraan yang terjadi sampai akhir nya lisa mulai membuka obrolan untuk mencair kan suasana "bagaimana dengan pekerjaan mu apa ada masalah? lancar? " kata lisa "hum lancar aih.. lisa" jeny terlihat panik "ada apa? "tanya lisa " aku benar benar tidak ingat di mana ponsel ku aku merasa dia ada di kantor tapi saat di kantor tadi tidak ada bisakah kau menelpon nomer ku dan di--"jeny melihat lisa mengeluarkan ponsel milik nya "ka meninggalkan nya di ruangan kakak" kata lisa "oh.. " jeny melihat layar ponsel nya "kau menghubungi ku berkali-kali? " kata jeny "hum, kau meninggalkan ku di pagi hari, tidak menjawab telpon dari ku dan bagaimana aku bisa tenang" kata lisa jeny menatap wajah lisa yang terlihat sedih dan cemas "ada apa dengan mu? kau terlihat tidak baik baik saja? " kata jeny "jen boleh aku mengatakan isi hati ku sekarang" kata lisa jeny mengangguk "jika kau ingin memarahi ku marahi saja sepuasnya aku akan Terima jika perlu pukul juga aku.. aku tidak bisa begini.. aku merasa takut kau akan pergi dari ku. sungguh aku tidak melakukan apapun dengan sengaja da--" lisa terdiam di saat jeny memeluk nya "apa sekarang sudah lebih tenang? " kata jeny "peluk aku lebih lama" kata lisa "jangan berfikir kau salah jika kau tidak salah" kata jeny sambil mempererat pelukan nya "aku takut kau salah paham lalu menjauh dari ku" kata lisa "jangan bersikap dingin pada jen, aku takut aku bersumpah aku rela di pukuli banyak orang dari pada melihat mu bersikap dingin pada ku" kata lisa "lisa" kata jeny sambil melepas peluk kan nya "aku percaya pada mu dan kau harus percaya pada ku, dan kita tidak boleh berfikir buruk satu sama lain kakak yang mengatakan itu pada ku, jika aku marah pada mu aku tidak akan memakai cincin yang kau berikan pada ku, ayolah berhenti merasa bersalah " kata jeny "kau bahkan tidak mencium ku seharian" kata lisa "aku akan mencium mu nanti sekarang boleh aku bertanya hum mungkin yang terakhir kali nya" kata jeny "jangan begitu kau bisa tanya apapun pada ku? " kata lisa "apakah ada rahasia lagi yang belum kau katakan pada ku? aku tidak ingin mendengar apapun nanti nya" kata jeny "mungkin ini sangat mengagetkan kan ku sekaligus sedikit menyakitkan di mana aku merasa sedikit di permainan dia menjadi kak lean kenapa dia harus berpura-pura jadi orang lain jika ingin di dekat ku? dia bersandiwara aku masih ada sedikit keraguan pada nya bagaimana jika dia menjadi orang lain juga untuk mendekati wanita lain? bagaimana jika sial aku semakin ragu jika memikirkan semua nya" kata jeny dalam hati "aku tidak ada rahasia apapun lagi sungguh" kata lisa "sebenarnya aku waktu itu kawatir pada mu karena kau berkerja untuk john kau pergi ke bar tiap malam banyak bahaya menanti mu di malam hari jadi setiap malam aku akan menjaga mu dari jauh dan membawa mu kembali ke rumah mu saat kau mabuk parah aku tidak bermaksud menjadi lean, aku ingin kau mengenal ku sebagai lisa tapi saat mabuk kau bahkan tidak bisa mengenali bahaya di dekat mu dan tidak mengenali ku da kau malah memanggilku dengan nama lean" kata lisa "nona kita sudah sampai" kata bright sao membuka pintu mobil lisa keluar dari mobil.
sesampainya di kamar..
__ADS_1
jeny membuka kaos kakinya "aku sudah siapkan air hangat untuk mu mandi" kata lisa "terimakasih" kata jeny sambil berdiri mengambil handuk nya dan pergi ke kamar mandi "kau tidak mengajak ku? " kata lisa "mandi dengan mu menghabiskan banyak waktu " kata jeny.
tak lama kemudian jeny keluar dari kamar mandi "lisa? " kata jeny "bentar aku sedang menyiapkan makan malam di dalam kamar agar kau tidak lelah berjalan ke bawah" kata lisa "pergilah mandi" kata jeny "tidak mau kau bilang tadi akan mencium ku tadi" kata lisa "mandi dan aku akan mencium langsung" kata jeny "benar? " kata lisa "iya pergilah kau sudah bau seperti domba" kata jeny "tega sekali" lisa pergi ke kamar mandi.
boy dan Jack menatap jin yang sedang makan camilan dengan lahap "ehem.. sebenarnya camilan itu untuk siapa ? " kata boy "bagi sedikit juga boleh" kata jin "sedikit apa nya kau sudah menghabiskan setengah nya" kata Jack "ini adalah teman ya.. teman itu harus saking berba-" jin menatap hong su datang "minuman seperti biasa" kata hong su "sudah ku duga kau selalu datang bentar ya" kata boy "tuan hong su mau camilan? " kata jin "hei.. itu camilan ku" kata boy "bagaimana kau bisa kenal dengan pria besar ini? " kata Jack "dia menolong ku saat aku tersandung di tangga" kata jin "nih ambil saja" kata jin "makan saja aku tidak ingin camilan"ucap hong su " ini minuman mu selamat menikmati "kata boy " terimakasih "hong su pergi " jadi begini, itu camilan ku dan kau menawarkan nya untuk orang lain"kata boy "benar benar anak nakal" kata Jack "kau dengar tidak? " kata boy tapi jin mmenatap ke arah lain boy dan Jack langsung saling tatap "jangan jangan" kata boy dan Jack "aku juga mau punya tubuh besar seperti dia, agar ada wanita yang mendekati ku" kata jin "huff.. " Jack dan boy bernafas lega "tapi kenapa ya jantung ku deg deg kan kalau melihat pria itu " kata jin "gawat" kata boy "harus di selamat kan" kata Jack.
lisa keluar dari kamar mandi dia melihat jeny berbaring di atas ranjang sambil tersenyum jeny menatap layar ponsel nya "kau melihat apa? " kata lisa "aku tidak menyangka kalau aku bakal punya pengikut sebanyak ini lihat lihat sudah banyak kan yang like foto ku juga banyak" kata jeny "kenapa tidak ada foto kita berdua di sweet mu " kata lisa "aku belum memposting nya karena aku melihat kemarin postingan ku jarang yang like" kata jeny "sekarang ayo posting aku mau semua orang tau kalau kau milik ku" kata lisa jeny tersenyum "aku mau yang ini" jeny memposting foto nya dengan lisa dengan tema liburan "jangan lupa like loh " kata jeny "iya hum.. ciuman nya mana? " kata lisa "ayo cium aku aku udah sekarat nih" kata lisa "menunduk lah" kata jeny lisa langsung menunduk "oke sudah" kata jeny "cuma satu? pipi ku belum" kata lisa "udah" kata jeny "kurang" kata lisa "aku sudah lapar biarkan aku makan nanti aku akan mencium mu lagi" kata jeny "benar ya aku pakai baju dulu" kata lisa jeny duduk di kursi bersiap untuk makan "uh? " ponsel nya bunyi
"ah.. kenapa kau sangat menggemaskan"
"Hai cantik"
"menikah lah dengan ku"
"waduh siapa wanita itu"
"aku suka kau foto sendiri"
"Hai so.. cute"
__ADS_1
jeny tersenyum membawa komentar dari foto yang baru saja dia posting "makan jangan lihat ponsel dulu" kata lisa "hum" jeny meletakkan ponselnya "lisa..nanti aku mau cerita" jeny tersenyum senang "oke aku siap menjadi pendengar yang baik" kata lisa sambil tersenyum senang "nih makan lebih banyak dan jangan lupa cium aku nanti".