
Boy berjalan santai dengan membawa peralatan melukis dia membuka pintu rumah jeny "hah akhhh "boy terkejut di saat tiba tiba ada yang menyerang nya "lis..lisa"boy terkejut "aw aw kau mau membunuh ku ya?"kata boy "ikut aku"lisa menarik boy ke sebuah ruangan "asli aku kaget sekali sial kau!!!**** you lis!! Kau sang--"mulut boy di tutup "jangan keras keras nanti jeny tau kau sudah datang "kata lisa "ada apa lis?"kata boy "sebenarnya aku ingin memukul mu dengan keras boy, sekarang ceritakan semua nya pada ku jeny juga sudah bercerita pada ku tadi malam tapi itu baru setengah nya aku mau cerita lengkap nya apa itu mawar merah,gaun,orang tenggelam,api,mobil berasap,orang berlutut apapun itu"kata lisa, boy terdiam "ayo boy kau itu teman ku cerita pada ku"kata lisa "apa apaan sih mawar itu bunga masa gitu saja tidak tau"kata boy "jangan berlagak bodoh kau tau semuanya cerita pada ku"kata lisa "apa lis!! Ada apa dengan mu?"kata boy "kau yang ada apa!! Kau menyembunyikan banyak kebenaran soal jeny aku hanya ingin dekat dengan jeny menjadi teman sepertimu aku tau pasti ada yang tidak beres seperti mawar itu aku yakin itu bukan sekedar bunga biasa ayolah boy please... Boy ku mohon aku ingin tau semua nya"kata lisa boy menjadi diam menarik nafas yang sepertinya terasa berat "jadi kau sudah tau dari jeny"kata boy "iya di saat jeny mabuk berat dia bercerita pada ku dia menyebut mawar merah berkali kali jadi aku mau kau lanjutkan cerita nya ayolah boy aku mohon aku belum pernah memohon seperti ini sebelum nya ayolah"kata lisa "boy jangan diam saja"kata lisa "tidak! Aku tidak bisa"kata boy "boy ayolah ku mohon pada mu boy aku hanya takut jika di hari kedepannya aku melakukan kesalahan karena aku tidak tau apa apa seperti saat john memberi mawar ke jeny"kata lisa "aku memohon atas nama ayah ku"kata lisa "baik tapi berjanjilah kau tidak akan memberi tau jeny atau pun yang lain"kata boy "iya boy aku janji"kata lisa "ini cerita lama sekali dan aku benci mengenangnya saat itu salah satu sahabat jeny akan pergi menikah mereka naik mobil untuk pemberkatan di gereja tapi saat dalam perjalanan ada dua mobil polisi yang saling kejar mengejar mobil avanza itu membuat mobil hilang kendali dan terjadilah sebuah pristiwa di mana mempelai wanita tubuh nya terbelah dan bagian tubuh atas nya keluar dari pintu bunga yang mereka bawa bertebaran termasuk mawar merah itu semua jadi berwarna merah termasuk gaun pengantin,mobil dan jalanan asap keluar dari mobi jeny dalam kondisi setengah sadar melihat itu semua dia juga melihat beberapa teman nya yang terbaring di jalan tidak bergerak"boy menghela nafas "saat di rumah sakit jeny tidak bicara apapun dia diam saja dan bahkan berteriak di saat ada perawat membawa pena berwarna merah jeny berteriak menutup matanya bahkan lari bersembunyi dia ketakutan menangis belum lagi orang tua mempelai menyalahkan jeny karena kakak jeny yang pertama adalah seorang polisi jadi orang tua mempelai mengira itu rencana kakak nya dan jeny kau lisa jeny tidak mau makan dan minum tubuhnya kurus dia jadi sangat menyedihkan kak riki memanggil psikolog dan mencari dokter terbaik sampai akhirnya jeny perlahan mulai membaik tapi dia yang semula adalah gadis galak dan cerewet dan suka mengomel sambil memukul atau melempar barang dia jadi pendiam dan sedikit bicara"kata boy "akhirnya kami memulai merencanakan liburan di alam agar jeny dan beberapa teman nya melupakan kejadian itu kami menyelusuri alam dan bermain di air menaiki perahu karet jeny awal nya menolak keras tapi teman nya membujuk nya tapi ternyata itu semakin membuat jeny hancur.. Hufff ada arus besar tiba tiba datang membalik perahu semua berhasil selamat tapi ada teman jeny yang hanyut jeny mencoba menolong tapi malah ikut hanyut dan terjun jeny terjun dari atas dan bommm! Dia kesulitan bernafas kak riki mencoba menolong dengan yang lain jeny berhasil di tolong setelah sadar dia berteriak terus teman nya tidak kembali. Kondisi jeny semakin parah kami membawa nya pergi ke luar kota buat pengobatan jeny jadi takut dengan air yang banyak dia juga jadi lupa caranya berenang ketika di air dia akan jadi patung dia tidak bisa bergerak di luar kota pengobatan berlangsung lama sampai menghabiskan beberapa bulan dan jeny masih takut dengan mawar dan mobil warna merah cerah setelah agak membaik jeny minta pulang dan temanya hanya tiga orang yang mau ikut pulang selebihnya tetap di luar kota . Saat di kapal kak riki sedang ingin mengambil jaket buat jeny aku sedang buat minuman dan membagikan nya ke semuanya tiba tiba ada pria terjun tepat melewati jeny itu membuat jeny terkejut dan ingin menolong pria itu sampai dia lupa dia sudah lupa caranya berenang dia tidak bisa bergerak otomatis dia tenggelam kak riki ,aku ,dan joe melompat ke bawah untuk menolong mereka berdua tapi kami hanya menemukan jeny pria itu di temukan dua hari setelah nya dengan kaki hilang satu pria itu adalah kekasih dari teman wanita jeny yang hanyut terbawa arus sial lisa"boy menangis "banyak yang meneriaki jeny pembawa sial,pembawa kutukan ,jeny pembunuh itu semua menghancurkan mental jeny dan kau tau pria yang berlutut itu adalah kekasih jeny"boy tak kuasa menahan air mata "pria sialan itu bukan nya menyemangatin jeny dia justru ikut ikutan menghancurkan jeny si berengsek itu meninggalkan jeny demi wanita lain jeny hancur sehancurnya hish hish bahkan aku masih merasakan itu aku masih ingat itu sampai pristiwa terakhir di mana jeny kehilangan ingatan nya kata dokter ingatannya hanya sampai di usia sepuluh dan empat belas tahun itu kenapa terkadang jeny bertindak seperti bocah terkadang seperti orang dewasa dia hancur lisa"ucap boy lisa terkejut mendengar itu "aku selalu cemas di saat jeny bertanya orang asing yang muncul di kepala nya"kata boy "aku juga merindukan jitakan nya dia sering menjitak ku dan memukul ku"kata boy "boy tenang lah"kata lisa sambil merangkul boy "aku tidak sanggup bercerita lagi"kata boy "baik maaf kan aku"kata lisa "di mana jeny sekarang"kata boy "di kolam dengan bibi"kata lisa "kau harus tenangkan dirimu baru menemui nya"kata lisa.
"hei jen!!"boy datang menghampiri jeny yang sedang nyantai di atas pelampung "hei hei boy"jeny menciprati boy "hei hei hei jen jangan banyak gerak nanti kau bisa jatuh"kata boy "tidak kok aku berada di pelampung sebesar ini mana bisa jatuh"kata jeny "tetap saja jangan banyak gerak"kata boy sambil tersenyum "boy benar jen kau bisa jatuh jika banyak gerak"kata lisa "aku tidak bicara pada mu"kata jeny "ini sudah mulai siang jen segera naik"kata bibi "ayo naik aku sudah siapkan alat lukis"kata boy "humm baik lah ayo"jeny naik ke darat boy menyelimuti tubuh jeny dengan handuk "mata mu sudah merah sejak kapan kau berada di kolam?"kata boy sambil berjalan di sisi jeny "sejak pagi"kata jeny, lisa memperhatikan mereka berdua "aku akan mengubah hidup mu jauh lebih indah"kata lisa