Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
bertemu dengan client


__ADS_3

matahari mulai bersinar suara kicau burung terdengar saling bersahutan jeny membuka mata nya sementara lisa masih tertidur pulas sambil memeluk jeny "apa yang terjadi pada ku? aku tidak bisa menipu diriku lagi kalau aku memang mencintai lisa tapi entah mengapa aku merasa takut hari ini, apakah ada yang salah dengan perasaan ku? lisa juga tidak mungkin berbohong kalau dia mencintai ku ada apa dengan ku? kenapa aku merasa gelisah? padahal aku sudah menyakinkan diri ku kemarin dan aku yakin dengan lisa lalu apa yang ku takut kan? " fikir jeny "kau sudah bangun? " lisa mencium pipi jeny "ada apa? kau terlihat gelisah" lisa mempererat pelukan nya "bangun lah lisa.. kau kerja tidak" kata jeny "kerja kok" lisa duduk "kau baik baik saja? " tanya lisa "iya " kata jeny "kau mandi saja duluan aku akan menyiapkan sarapan untuk mu" kata lisa "hum? tumben" kata jeny "aku sedang ingin memanjakan mu" lisa mencium wajah jeny "pergilah mandi" kata lisa "oke" jeny turun dari ranjang dan pergi mandi.


"halo bibi selamat pagi" kata lisa "pagi.. juga lisa" kata rita "bibi masak apa? " tanya lisa "bibi sedang membuat sup daging sapi" kata rita "biar aku saja bibi, kau bisa lakukan yang lainya" kata lisa "ada apa dengan mu kau terlihat begitu semangat pagi ini" kata rita "karena perkerjaan semakin lancar maka nya aku semangat " kata lisa "hum.. baiklah tapi kau yakin bisa melakukan nya? " tanya rita "bisa bibi" kata lisa "baiklah hati hati bibi akan mengurus ikan di kolam" kata rita "hati hati bibi nanti ikan nya berubah jadi mermaid" kata lisa.


di dalam kamar


jeny yang telah selesai mandi terlihat sedang menyiapkan baju untuk lisa dan menyiapkan barang barang yang akan di bawa untuk kerja "halo kak" kata jeny di saat riki menelpon nya "pagi adik ku bagaimana hari mu" kata riki "hari ku sangat cerah bagaimana dengan mu" kata jeny "aku juga sangat baik aku sedang membantu endo masak" kata riki "kau sudah selesai? " lisa masuk ke dalam kamar "itu lisa? " tanya riki "iya kak, hari ini dia akan tidur di sini menemani ku" kata jeny sambil menyerah kan ponsel nya ke lisa "halo kak apa kabar aku sudah satu hari di sini menemani jeny" kata lisa sementara jeny pergi keluar kamar.


tak lama kemudian lisa yang sudah berpakaian rapi turun ke arah meja makan "jen" kata lisa "iya" jeny datang "kau dari mana? "tanya lisa " dari luar melihat bibi"kata jeny "oh ya" lisa mendekati jeny "kau baru makan cake dengan krim coklat ? " kata lisa "hum? jangan sok tau" kata jeny "mau mencoba berbohong dari ku? lihat ini" lisa mengusap sudut bibir jeny "tolong jangan makan cake dulu makan lah nasi nanti kau sakit perut , oke" kata lisa sambil mengusap rambut jeny "ya baik" kata jeny "ayo sarapan" kata lisa.


"pak hari ini akan ada client yang akan datang dia sudah ingin bertemu dua hari yang lalu" kata seorang wanita "oke siap kan saja semuanya dan panggil jeny ke ruangan ku" kata daichi "siap pak" wanita itu segera pergi.


terlihat jeny sedang duduk di tempat nya "jeny pak bos memanggil mu" kata seorang wanita "oh oke" kata jeny "semangat jeny" kata rekan kerja nya "terimakasih" kata jeny sambil pergi "dia benar benar lucu" kata beberapa rekan kerja nya.

__ADS_1


jeny mengetuk pintu "permisi pak" kata jeny "masuk saja" kata daichi jeny masuk ke dalam ruangan daichi "jam sebelah kau akan ikut dengan ku menemui seorang client kau akan bertugas menjelaskan produk produk kita" kata daichi "siap pak" kata jeny "aku percaya pada mu" kata daichi.


rekan kerja jeny memperhatikan jeny berjalan sambil menari


"lihat itu"


"ada ada saja"


"jeny apa yang terjadi"


"sebenarnya sedikit kesal ku fikir pak bos akan memberi ku mochi coklat ternyata dia mengajak ku untuk bertemu dengan seorang client" kata jeny


"kau ketagihan ya dengan mochi dari perusahaan kita"

__ADS_1


"dasar jeny "


"dia akan memberi mu mochi lagi tenang saja"


"ngomong ngomong kalau ketemu client itu biasa nya ngapain aja ya? " kata jeny "ya ngobrol menjelaskan produk kita ke mereka" kata rekan kerja nya.


beberapa jam kemudian jeny dan daichi sudah tiba di sebuah tempat "pak aku deg deg kan" kata jeny daichi menahan tawa nya mendengar perkataan jeny "aku takut salah bicara nanti" kata jeny "ayolah semangat kau pasti bisa " kata daichi sambil melihat ponselnya "meja nomor enam puluh enam" kata daichi "waduh yang mana ya" jeny melihat sekitar nya "itu jen itu ayo" kata daichi "oh iya mata mu sangat jeli juga" kata jeny terlihat sudah ada dua orang yang duduk di situ jeny langsung duduk "maaf kami sedikit terlambat" kata daichi "tidak masalah tuan daichi kami juga baru datang" kata orang dengan masker hitam "kita langsung mulai? " kata jeny "ini jeny dia model iklan dari perusahaan kami dia yang akan menjelaskan semuanya" kata daichi orang di depan daichi melepaskan masker nya lalu menatap jeny "aih kaya nya kita pernah bertemu" kata jeny "ku rasa iya" kata orang itu "kalian saling kenal? " kata daichi "bentar bentar aku lupa kalau gak salah" kata jeny "kita bertemu di thailand" kata orang itu "ya ya hum.. ka menolong ku waktu itu hum.. tapi aku lupa nama mu hum.. kak.. kak siapa ya" kata jeny "dim" kata orang itu "ya kak dim kau masih mengenal ku? " kata jeny "tentu saja dan ini lop asisten ku" kata dim "pak kami pernah bertemu" kata jeny "oh.. bagus sekali" kata daichi "baiklah langsung saja ya kami baru mengeluarkan produk terbaru nama nya red sweety dia minuman yang terbuat dari susu" jeny terus menjelaskan produk nya sementara dim hanya memperhatikan mata jeny.


setelah jeny selesai menjelaskan dim langsung tersenyum "aku benar benar tertarik" kata dim "wah benar kah" kata jeny "ini silahkan di lihat agar lebih jelas" kata jeny sambil menyerahkan sebuah map "silahkan jika anda ingin men--" kata daichi "deal saja langsung" kata dim "wah secepat itu? " kata jeny "terimakasih hum.. " kata daichi "panggil aku dim saja" kata dim "terimakasih dim senang berkerja sama dengan mu" kata daichi "bagaimana kalau kita pesan makan" kata dim "boleh boleh" kata daichi "tapi jika ada sesuatu aku bisa kan menemui kalian atau menghubungi kalian" kata dim "bisa bisa kau bisa menghubungi nomor yang sudah tersedia dan juga jangan sungkan jika mau datang ke kantor" kata daichi "pelayan" kata dim "di luar dugaan ku ternyata ini bukan masalah besar aku sudah panik duluan tadi tenyata ini mudah" kata jeny dalam hati .


pelayan datang membawa beberapa makanan yang telah di pesan "silakan" kata pelayan "pakai ini" dim menyerahkan sebuah ikat rambut ke jeny "agar lebih mudah di saat makan" kata dim "terimakasih" kata jeny "rambut mu benar-benar indah " kata dim "tentu karena aku selalu memberi nya vitamin" kata jeny.


"kamera yang dulu ku pasang telah rusak karena pembangunan jadi aku minta pada mu pergi ke rumah jeny pasang kamera tersembunyi seperti waktu itu" kata lisa "baik nona" kata sao.

__ADS_1


setelah berjabat tangan daichi dan jeny pun pergi dim seketika langsung tersenyum mencium telapak tangan nya menghirup aroma di telapak tangan nya dalam dalam "akhirnya kita bertemu setelah sekian lama aku mencari mu di beberapa daerah di indonesia, kali ini aku tidak akan melepaskan mu begitu saja " kata dim "pelacak nya sudah terpasang" kata lop "bagus sekali lop kali ini dia harus ikut dengan ku" kata dim sambil tersenyum dan terus mencium tangan nya sendiri.


__ADS_2