
di siang hari terlihat orang orang lalu lalang dengan memakai pakaian yang sangat tebal dan juga sarung tangan, lisa berjalan sambil menggandeng tangan jeny "kau sudah siap? " kata lisa "hum" jeny mengangguk mereka langsung pergi mencari kendaraan untuk pergi ke hotel.
di tempat lain riki berdiri di depan pintu dengan fudo sementara yang lain ada dengan fang di dalam ruangan yang di jaga oleh riki dan fudo "uh? " riki mengeluarkan ponsel nya "kakak aku sudah sampai" riki tersenyum membaca pesan dari adik nya "ya jangan nakal ya dan jangan kemana mana tanpa pengawasan" fudo menatap riki "jangan main ponsel saat bertugas" kata fudo "iya tau" kata riki sambil menyimpan ponsel nya "kau mengirim pesan untuk siapa? " kata fudo "hei.. sejak kapan kau ingin tau urusan orang lain? " kata riki "hah! aku melihat mu tersenyum saat membalas pesan maka nya aku bertanya" kata fudo "heleh bilang aja kau penasaran dan ingin tau" kata riki "lupa kan" kata fudo "ayolah jangan marah, ku katakan pada mu ya gak enak tau jadi cowok dingin seperti mu nanti gak ada yang mau dekat mu setidaknya standar saja seperti aku dan yang lain" kata riki "aku kawatir kau jomblo abadi nanti hahaha" kata riki ,fudo tidak merespon bahkan sedikit pun tidak menatap ke arah nya "oh.. jadi bisu lagi tidak masalah" kata riki "eh tapi jika dengan adik ku kenapa es dalam diri mu bisa meleleh jangan bilang kau naksir dengan adik ku ya" kata riki "aku akan benar-benar memukul mu jika kau masih bicara" kata fudo "ya ya aku akan diam jangan ajak aku bicara ya" kata riki sambil melipat kedua tangan nya.
lisa merapikan semua barang barang ke dalam lemari "kau ingin makan apa siang ini jen? " kata lisa sambil menggantung beberapa jaket "baik kau tidak ingin menyebutkan apapun bagaimana kalau ki--?? " lisa melihat jeny sudah tidur di sofa "astaga" lisa menghampiri jeny yang sudah terlelap lisa membungkuk melepaskan sepatu yang di pakai jeny dan membereskan snack yang masih di pegang jeny "pantas saja tidak menjawab saat ku ajak bicara ternyata dia tidur" kata lisa, setelah menyelimuti jeny lisa mengambil ponsel nya "kau siapkan tempat nya aku dan pacar ku akan datang" kata lisa.
malam harinya...
lisa merapikan baju jeny sebelum keluar dari mobil "kemana sarung tangan mu? " kata lisa "aku melepaskan nya aku tidak bisa makan dengan bebas dengan sarung tangan" kata jeny, lisa menepuk wajah nya "oh.. ya sudah ayo turun" kata lisa "kita sudah sampai? " kata jeny "tentu saja jika tidak aku tidak akan menyuruh mu turun" kata lisa "ya siapa tau aja kau mau membuang ku di sini" jeny tiba-tiba tertawa membuat lisa mengerutkan dahinya "ada salju di dekat telinga mu membuat kau terlihat sangat lucu" kata jeny "ya ya tertawa lah lagi aku akan mencium mu di sini" kata lisa jeny langsung diam "tidak waras" kata jeny "selamat datang nona lisa kami sudah menunggu kedatangan anda" beberapa orang datang menyambut lisa dan jeny "thank you" kata jeny lisa langsung menutup mata jeny dengan kain "aih.lisa mau mau? " kata jeny "kan ini kejutan untuk mu jadi mata mu harus di tutup" kata lisa "bagaimana aku bisa melihat jalan dan orang orang akan melihat kita" kata jeny "aku sudah menyewa tempat ini khusus untuk kita berdua santai saja ayo aku bantu kau jalan" kata lisa "awas saja jika kau membuat ku jatuh " kata jeny "aku sudah membuat mu jatuh cinta pada ku" bisik lisa "jangan bercanda lisa" kata jeny.
__ADS_1
tak lama kemudian lisa berhenti "kau siap" kata lisa "ya" kata jeny lisa langsung membuka penutup mata jeny "selamat datang nona kami siap melayani mu" orang orang dengan kostum anime membungkuk lalu tersenyum "aaihh.. Naruto kun " kata jeny sambil berjalan menghampiri seseorang dengan kostum naruto favorit nya "uh.. boleh peluk? hum.. lisa dia tau bahasa Inggris kan? "tanya jeny " ya ku rasa"kata lisa "boleh peluk naruto kun" kata jeny "jeny" kata lisa "tentu" kata pria di depan jeny "uh.. naruto ku nyata" jeny memeluk nya "jeny" kata lisa "lisa foto kan ya, aku aku foto dengan mereka" kata jeny "ha.. baik lah" kata lisa "padahal aku mengajak nya untuk makan kok malah begini" kata lisa dalam hati.
jeny duduk di depan lisa pelayan langsung datang dan menyiapkan segala nya "aih.. lisa aku belum siap melihat hasil foto nya" kata jeny "kau bisa melihat nya nanti" lisa memasukan ponsel nya ke dalam saku "tempat ini sangat indah aku suka banyak lampu cantik, dan pemandangan kota dan juga.. karakter anime mu nyata" kata jeny "besok aku mau jadi naruto" kata lisa "bahkan di kehidupan selanjutnya aku mau jadi naruto" kata lisa jeny tersenyum "maka aku akan jadi hinata mu" kata jeny "aku mencintai mu" kata lisa sambil menatap mata jeny "ayo makan" kata lisa jeny mengangguk sambil tersenyum.
lisa berjalan mengikuti jeny yang berjalan duluan di depan nya sambil meniup gelembung, lisa tersenyum dan langsung mengeluarkan ponsel nya untuk merekam jeny. "lisa lisa.. lihat gelembung nya terbang tinggi" kata jeny sambil berbalik untuk menatap lisa "kau sedang apa? " kata jeny "merekam mu" kata lisa "baiklah halo.. aku jeny aku pacar nya lisa, kau tau lisa sangat payah dalam segala hal dia hanya tau tentang berpelukan dan mencium wajah ku bahkan terkadang wajah ku menjadi merah karena ulah nya, saat menemani ku jalan dia malah merekam ku bukan nya berdiri di samping ku dia sangat payah " kata jeny "ya ya aku sangat payah" kata lisa "ayo kita beli camilan di sana. usus ku rasa nya ingin berkerja lagi" kata jeny "baik lah ayo" kata lisa sambil menggandeng tangan nya jeny, "aku mau pencake doraemon nya" kata jeny "ya ya kita akan beli semua nya dari sini ke sana juga semua nya akan kita beli satu per satu dan kita akan mencoba nya" kata lisa "oke" kata jeny seorang pria datang menghampiri jeny yang masih meniup gelembung "Hai" kata pria itu jeny langsung menatap pria itu "kau sangat imut dan lucu hum.. kau kelihatan nya bukan asli dari Jepang kau dari mana asalnya? " kata pria itu jeny langsung menatap lisa seketika lisa menarik jeny ke samping nya "kami dari Indonesia dan wanita imut ini pacar ku" kata lisa "oh.. tidak waras" pria itu pergi "apa? lisa. kenapa kau diam" kata jeny "aku harus apa? " kata lisa "dia mengatakan bahwa kita tidak waras" kata jeny "ya dia tidak salah" kata lisa "apa? memang nya kau tidak waras? " kata jeny "iya aku tidak waras" kata lisa "apa? haah aku akan menerkam pria itu karena aku masih waras" kata jeny "hei hei.. bukan kau yang menerkam dia tapi dia yang akan menerkam mu, dengan tubuh sekecil ini kau mau menerkam nya? " kata lisa "jangan meremehkan tubuh kecil ku" kata jeny "sudah jangan kesal" kata lisa "tapi " kata jeny "dia benar kok tidak ada yang salah aku akui aku memang tidak waras" kata lisa "biarkan aku melihat mu apa kau waras atau tidak" kata jeny "kau tidak akan bisa melihat nya" kata lisa "kenapa? " kata jeny "karena aku tidak waras ketika kau meninggal kan ku jika kau bersama ku aku.. bisa di katakan sedikit lebih waras" kata lisa "cih" kata jeny sambil tersenyum "permisi ini makanan kalian" lisa langsung mengambil makanan yang mereka beli.
lisa dan jeny duduk di taman "kau kelihatan nya betah di sini" kata lisa "aku selalu betah jika ada makanan di dekat ku" kata jeny sambil mengunyah makanan nya "karena makanan? " kata lisa "iya , ku rasa kau benar-benar tidak waras sungguhan, dengar ya kita tidak akan bisa hidup tanpa makanan" kata jeny lisa menganggukkan kepala nya "tadi aku kalah dengan pelayan restoran, sekarang dengan makanan" kata lisa dalam hati "kenapa diam ayo makan" kata jeny sambil menyuapi lisa "jika kita menikah kau mau kita bulan madu di mana? " tanya lisa "kita kan sudah bulan madu waktu itu jangan bilang kau lupa aku masih ingat tubuh ku seperti orang yang terserang alergi " kata jeny "hum.. jen" kata lisa "apa aku berkata apa ada nya" kata jeny "mereka melihat kita" kata lisa "siapa? " jeny melihat orang yang tidak jauh dari mereka "memang nya ada yang salah dengan ucapan ku? " kata jeny lisa tertawa kecil "ya tidak ada yang salah biarkan aku yang menyuapi mu" kata lisa "ayo kita main bola salju" ajak jeny "kau serius ini sudah malam" kata lisa "lalu? " kata jeny "kita akan main besok, ini sudah malam tidak bagus bermain bola salju" kata lisa sambil menyuapi jeny dengan makanan yang mereka beli tadi "habis ini kita harus kembali untuk istirahat kita bisa flu jika keluar lama lama" kata lisa "kau mendengarkan aku kan? " kata lisa "iya deh" kata jeny "anak pintar" kata lisa.
jeny melihat ponsel lisa yang berdering "lisa" kata jeny "oh dia lagi bikin susu aku angkat saja" kata jeny "halo" terdengar suara dim "halo.. " kata jeny "ini aku dim" kata dim "oh kak dim hum.. lisa sedang membuat susu , nanti aku akan katakan pada lisa kalau kau menelpon nya" kata jeny "tidak tidak aku aku ingin bicara pada mu" kata dim "oh ada apa? " kata jeny "hum.. aku waktu itu pernah memberimu flashdisk merah nah.. di dalam nya ada data penting aku menginginkan kan nya" kata dim "ouh.. kak dim aku minta maaf karena aku tidak ada di rumah aku sedang di hotel bersama lisa dan kami sedang ada di Jepang" kata jeny, apa? "kata dim " siapa? "kata lisa sambil meletakkan segelas susu ke atas meja " kak dim menelpon mu dia ingin flashdisk yang pernah dia berikan pada aku, aku meletakkan nya di ruang kerja di dalam tas kecil ku tapi "kata jeny " tidak papa biar aku yang bicara"kata lisa "ya" kata jeny.
__ADS_1
"halo dim mohon maaf sebelumnya kami sedang ada di Jepang untuk beberapa hari jika kau membutuhkan nya dalam waktu dekat aku akan menyuruh bodyguard ku mengantarkan nya untuk mu" kata lisa dim terdiam beberapa saat sebelum memutuskan telpon nya lisa langsung tersenyum "mau cari alasan untuk mendekati pacar ku ya, lain kali aku akan menghabisi mu dim" kata lisa.
keesokan harinya...
dengan wajah tersenyum jeny mengambil sumpit untuk menyuapi lisa, mereka sarapan berdua di teras kamar "jangan lupa ya kita harus main bola salju oh ya aku juga mau membuat boneka salju" kata jeny "iya iya kita akan bersenang-senang dengan salju" kata lisa "asyik aku akan berfoto nanti" kata jeny "bagaimana kalau kita menyewa seorang fotografer" kata lisa "boleh " kata jeny.
"pluk" lisa terdiam ketika ada bola salju mengenai wajah nya "hyahahahaha" jeny tertawa keras "hei aku belum siap bentar" lisa meletakkan barat barang mereka di bawah pohon "foto saja sebanyak-banyaknya" kata lisa pada seorang pria "baik" kata pria itu "ayo" kata jeny "iya iya" lisa mengambil kamera "aku juga mau merekam nya" kata lisa.
lisa mulai melempar bola salju ke jeny "hyahahah gak kena" kata jeny sambil membalas lemparan dari lisa "pluk" lisa tertawa bola salju yang dia lempar mengenai wajah jeny "kau baik baik saja? " kata lisa "iya" kata jeny sambil memasukkan salju ke mulut nya "hei hei jeny.. jangan" lisa berlari ke arah jeny "jangan di makan" kata lisa "aku cuma coba" kata jeny "tidak boleh " kata lisa "gak ada rasanya" kata jeny "ha-ah bagaimana kalau kau sakit nanti, dengar jangan di ulangi" kata lisa "oke" kata jeny.
__ADS_1
"boneka salju ku sudah mau jadi nih" kata lisa "aku juga" kata jeny "nah jadi kan, Hai aku jeny kau dengar ya aku yang membuat mu bisakah kau bergerak seperti di film frozen" kata jeny "tidak waras" kata lisa "ayo buat yang lebih besar" kata jeny "ayo" kata lisa sambil mengambil sekop "poing poing poing" jeny mengumpulkan salju dengan tangan nya "kau ini nyanyi apa? " kata lisa "ini nyanyian legend" kata jeny "oh ya" kata lisa "iya kau diam saja jika tidak tau" kata jeny "oke kurang tangan nya nih" kata lisa setelah menancap kan batu di tubuh boneka salju "aku akan cari ranting" kata jeny "hati hati awas jatuh" kata lisa "iya iya aku dapat eh patah" kata jeny sambil membuang Ranting yang dia pegang "aku dapat nih ada dua" kata jeny "ya ya hati hati" kata lisa "eh itu di sana Ranting nya lebih bagus aku akan ke sana" kata jeny "pelan pelan nanti ka bis--" kata lisa "bruagg"jeny jatuh saat lisa belum selesai bicara " hahahahaha"lisa tertawa dan langsung pergi mendekati jeny "kau baik baik saja? " tanya lisa "haa.. menyebalkan" kata jeny "aku sudah mengatakan nya pada mu untuk pelan pelan" kata lisa "kau terus bicara aku kesulitan untuk bangun" kata jeny "hahahaha" lisa kembali tertawa lalu membantu jeny berdiri "aman? " kata lisa "sudah tidak papa aku mau mengambil ranting di sana" kata jeny "biar aku saja" kata lisa "cepat ya" kata jeny sambil pergi ke arah boneka salju nya "aku gak bisa menahan diri ku dia benar benar menggemaskan" lisa memungut tiga ranting "aduh" lisa menoleh jeny sudah kembali jatuh bahkan tubuh nya hampir tertutup oleh salju "hyaaaa... lisa... " kata jeny "kenapa kau bisa terjatuh lagi" kata lisa sambil tertawa keras "kaki ku ada banyak maka nya aku terjatuh terus" kata jeny lisa datang "kemarilah pegang tangan ku" kata lisa "gak bisa " kata jeny "haah " lisa menarik tubuh jeny agar jeny bisa berdiri kembali "ayo kita pasang tangan nya" kata jeny "hei tunggu dulu lihat aku" lisa menarik jeny memperhatikan wajah jeny "baik, buka mulut mu" kata lisa "kenapa? " kata jeny "kau memakan salju kan ayo cepat buka mulut mu" kata lisa jeny membuka mulut nya "buang cepat " kata lisa "ayo.. jangan memaksa tangan ku untuk mengambil nya" kata lisa jeny menunduk memuntahkan salju yang ada di mulut nya "anak nakal" kata lisa sambil menepuk kening jeny.