
angin lembut yang bertiup membelai rambut jeny dengan perlahan boy melihat jeny yang sedang menatap hasil lukisan nya "lukisan nya memang yang paling terbaik" kata boy sambil duduk di sisi jeny "cuma kau yang berkata begitu" kata jeny "aih.. tidak lah tapi ngomong ngomong apa yang kau lukis ini" kata boy dia melihat lukisan jeny yang terlihat gambar yang tidak terlalu jelas karena tertutup oleh warna yang beragam "menurut mu" jeny menatap boy "hum.. kau menggambarkan sesuatu dengan penuh warna mungkin ini kau melukis galaksi ya" kata boy jeny meneguk jus yang di bawa oleh boy lalu tersenyum "kau hanya menilai sesuatu dengan sekali tatap saja " jeny mengambil tisu "tapi ini terlihat indah" kata boy "terkadang yang kita lihat tidak seperti yang kita lihat" kata jeny boy menatap jeny yang tersenyum aneh sambil menatap lukisan nya sendiri "entah mengapa jeny terasa menakutkan jika tersenyum begitu, ini bukan seperti jeny" fikir boy "hanya aku yang bisa melihat lukisan ini" kata jeny sambil membawa lukisannya ke dalam rumah nya.
bright melihat nona nya sedang meletakkan sebuah lampu yang berbentuk dua wanita yang sedang saling menatap dan berpegangan tangan "gimana menurut mu? " lisa menatap bright "itu bagus sekali nona, tapi untuk apa anda menghiasi ruangan ini bukan kah anda jarang menempati nya" ujar bright "ini akan jadi kamar orang yang ku sukai setelah bersama aku dan dia akan menempati kamar ini ini akan jadi kamar" kata lisa "nona jeny" kata bright lisa langsung tersenyum "siapa lagi jika bukan dia" kata lisa.
fudo berhenti berjalan ketika melihat sesuatu di toko yang dia lewati tak lama kemudian dia masuk ke dalam toko itu "permisi aku mau lihat yang itu" kata fudo. pam melihat riki yang sedang berjalan mengelilingi kolam "kau sedang apa? " kata pam "entahlah aku merasa gelisah" kata riki "gelisah yang benar saja, fudo akan baik baik saja dia pergi bersama bos tentu banyak pengawal bersama nya kenapa kau cemas" ujar pam "entah lah.. aku juga tidak tau kenapa diriku bisa gelisah seperti ada yang mengganggu ku" kata riki "ahh.. kau belum menelpon jeny "kata pam " oh.. ya.. ya mungkin karena itu "riki langsung pergi " mungkin ada sesuatu yang terjadi ketika riki gelisah pasti akan terjadi sesuatu "fikir pam.
jeny membuka pintu " halo"kata Agnes tetapi jeny terlihat tidak peduli "gimana kabar mu? " kata joe "kalian tidak kerja? " kata jeny "hari ini kami libur" kata bob "siapa jen? " ujar boy "orang" jeny pun memberi isyarat agar teman temannya masuk "hari ini kita jalan jalan yuk" kata bob "wah.. seru juga tuh"sahut boy " setidaknya kita cari makanan atau apapun itu "kata Agnes jeny menatap teman teman nya " ya kan jeny"kata boy "ya " jeny mengangguk Agnes langsung tersenyum "pakai topi mu" boy memasang topi hitam ke kepala jeny "ayo sekarang saja" kata joe.
john masuk ke dalam mobil para bodyguard nya juga ikut dengan nya "huff" john mengeluarkan rokok dari saku nya dan perlahan menyalakan rokoknya "tuan tuan lihat itu" kata zach "bukankah itu wanita yang Anda cari? " kata fong john melihat jeny berjalan di samping boy "jeny" kata john "hentikan mobilnya" ujar john boy menatap jeny "kau ingin minum apa? " tanya boy "apa saja"kata jeny " guys makan di sana yuk"kata bob "ayo ayo" kata Agnes jeny duduk di kursinya "pesan guys" kata bob "biar aku saja" kata boy "aku ikut" kata joe "jeny kita nanti beli baju yuk" ucap Agnes "hum" jeny mengangguk "aku ke toilet bentar ya" kata bob "jangan lama lama lu" kata Agnes "ya elah santai aja" bob langsung pergi "jeny berubah jadi pendiam lagi" kata Agnes dalam hati "sebenarnya aku tidak ingin ke sini" kata jeny dalam hati "aku harus cari rekaman itu" ucap jeny dalam hati "heii kenapa kau melamun" kata Agnes jeny menatap Agnes "kau tau aku dengar lisa membeli sebuah toko coklat itu sangat luar biasa sekali lain kali kita harus ke sana" kata Agnes "huh" jeny menghindari gelas yang terjatuh "apa kau tidak lihat" kata Agnes sambil melihat pria yang berdiri di sisi jeny "maaf" ujar orang itu "john! " kata jeny dalam hati "oh.. jeny apa kabar lama tidak bertemu" kata john "si.. siapa dia? " ucap Agnes "boleh aku bergabung? " kata john "tidak" jeny meletakan topinya ke kursi sebelahnya "oh.. kau masih marah padaku ya? " kata john "hei" joe datang "john! " kata boy "oh halo boy hum nama mu boy kan? " ujar john "mau apa dia? " fikir boy "siapa dia? " bob datang "halo aku john boleh aku bergabung dengan kalian? " ucap john boy langsung berdiri dekat jeny "kau mau apa? " kata boy "aku cuma ingin bergabung emang salah ya? " kata john "untuk kejadian yang lalu aku minta maaf" kata john "kalian makan saja" jeny langsung pergi keluar "jeny tunggu!!" kata Agnes "wahh keliatan dia masih marah" kata john "tunggu" Agnes mengejar jeny "dia itu siapa sih" bob berjalan di samping boy "dia itu orang jahat " kata boy "dari wajah nya saja bisa kita nilai dia jelek dan bodoh juga jahat" kata joe.
jeny berhenti berjalan ketika ada seorang pria yang menabrak nya "maaf maaf" orang itu mengambil topi jeny yang terjatuh "jeny!" kata pria itu "greb" Agnes menarik jeny ke belakang tubuhnya "oh.. sudah ku duga" ucap pria itu "ayo jeny kita pergi" kata Agnes "eh.. kenapa terburu buru" pria itu menghadang jalan Agnes "ari!! jangan sampai aku memukul mu!! " kata Agnes "apa salahnya kita bicara dulu" kata ari "jeny jangan dengarkan apapun yang keluar dari mulutnya" kata Agnes jeny terlihat heran "apa dia masih hilang ingatan atau pura pura Hai wanita anti mawar" kata ari "hei! " boy menoleh ke arah suara "lisa" ujar bob "lisa kau sedang apa? " kata joe "aku baru saja menemui klien di rumah makan itu, lalu kalian sedang apa? " lisa memperhatikan tiga pria dari pintu mobilnya "kami tadi ingin makan tapi gak jadi" ujar bob lisa membuka pintu mobil nya "kenapa? " kata lisa "kenapa mereka tidak membawa jeny" fikir lisa "ada sedikit kendala tadi jadi kami mau cari tempat makan tapi sebelumnya kami mau menemui jeny dan Agnes yang jalan duluan" kata boy "oh.. ayo ayo aku ikut" kata lisa.
"jeny kau tidak mungkin lupa padaku kan? " kata ari "buggg!! " Agnes memukul ari yang mencoba mendekati jeny "jangan coba coba dekati sahabat ku!! " kata Agnes jeny hanya diam dan melihat Agnes yang mencoba melindungi nya "heiii jangan berani coba coba mendekati nya atau aku akan memukul kalian! " jeny teringat seseorang "oh.. mau mau jadi pahlawan ya" kata ari "kenapa kau masih mempertahankan orang yang seperti mayat Hidup itu dia tidak ada gunanya" kata ari "tutup mulutmu! "kata Agnes " siapa kau? "ari tertawa mendengar pertanyaan jeny barusan " halo aku ari"Agnes langsung mendorong ari ketika ari mencoba mendekati jeny lagi "huh!! " ari terlihat kesal dia langsung menggulung lengan nya dan siap memukul Agnes "grebbbb!! " bright membuat ari tidak berani bergerak dia merasakan ada sesuatu yang menempel di lehernya "lemah sekali" ucap bright "berani sentuh dia kau akan menemui Tuhan mu" kata lisa "brengsek" boy menampar ari dengan kuat "singkirkan pistol mu biar aku yang hajar dia" joe memukul ari "kau tidak papa" bob melihat muka Agnes yang terlihat tegang "apa dia melukai mu" lisa memegang tangan jeny dan menatap jeny dengan lembut "kebetulan sekali ya" fikir jeny "ini saatnya" kata jeny dalam hati dia langsung memegang jemari lisa yang ada di tangan nya "boy cukup" kata Agnes saat ari terlihat tidak berdaya lagi "coba saja lagi kalau enggak ku penggal leher mu" kata joe "cuih" boy memberikan satu pukulan lagi ke wajah ari.
__ADS_1
seorang wanita meletakkan beberapa piring berisi makanan di meja "akhirnya aku bisa makan" kata bob "makan yang banyak bob" kata Agnes "tanpa kau suruh dia bisa saja menghabiskan semua makanan di meja ini" kata boy "makan jen"kata joe " malam nanti kita ngapain ya enaknya"kata Agnes lisa hanya memperhatikan jeny yang diam saja "kita ya istirahat besok kita kan kerja" kata bob "iya ya.. hum jeny gimana kalau kau ikut aku nanti? " ujar Agnes jeny menatap Agnes jeny menggelengkan kepala nya "aku akan pergi malam ini" kata jeny "kemana? " kata joe "ke tempat boy" ujar jeny "oh.. tapi kau apa kau tidak lelah" kata boy jeny menggelengkan kepalanya "kalau kau lisa malam ini kau akan pergi ke mana? " kata bob "hum.. " lisa masih mengunyah makanan nya "kurasa dia akan pergi ke tempat boy" kata joe "hum.. ku rasa iya" kata boy "astaga.. kalian ini" kata boy .
mobil putih berhenti perlahan "bye jen aku pulang dulu ya jangan banyak fikiran oke" ucap Agnes "jangan pulang larut malam ya" kata joe lalu dia juga masuk ke dalam mobil "bye bye.. " kata bob "baiklah sekarang kita harus pulang" kata boy "oh ya jeny kau nanti ke tempat boy dengan siapa? " tanya lisa "dengan mu" kata jeny "hah.. se.. serius" kata lisa dalam hati "kau tidak keberatan kan" kata jeny "hm.. hum... tidak" kata lisa "itu jen ada taxi" kata boy "hei.. kenapa naik taxi kan ada aku ayo aku antar kalian pulang" kata lisa .
boy melambaikan tangan nya "bye.. bye jen sampai ketemu malam nanti" ujar boy "lisa antar dia dengan benar ya" kata boy lisa mengangguk jeny hanya diam saja "setidaknya sekarang fikir kan cara gimana agar lisa membawa ku ke rumah nya" fikir jeny. lisa sesekali memperhatikan wajah jeny dari cermin sambil menyetir "kau tidak ingin ke tempat lain sebelum ke rumah mu? " tanya lisa "hei.. jeny kenapa kau diam saja" kata lisa "bukan urusan mu" kata jeny tak lama kemudian lisa menghentikan mobilnya "sudah sampai jadi kapan aku harus menjemput mu nanti malam"ujar lisa jeny keluar dari mobil " hei jen!! "kata lisa jeny menoleh " jam delapan "kata jeny sambil lanjut berjalan " oke aku akan datang tepat waktu "kata lisa.
malam hari..
jeny menatap langit melalui jendela kamarnya angin sepoi-sepoi mencoba menggoyang kan rambut jeny tiba tiba terdengar suara mobil jeny melihat lisa sudah datang segera mengeluarkan ponsel nya " anak bodoh"kata jeny "jenyyy... aku datang!! " seru lisa "jenyyy!!! " kata lisa pintu terbuka terlihat jeny dengan kemeja nya "kenapa kau terlihat kesal? " kata lisa "fikir sendiri" jeny langsung pergi masuk ke dalam mobil lisa "aku salah ya" fikir lisa .
john duduk di sofa sambil menikmati minuman nya "kau sombong sekarang padaku" ucap john "sampai mana kau akan bertahan " kata john sambil melihat ke arah beberapa foto yang ada di atas meja.
jeny terkejut ketika pria di samping nya tiba tiba mendorong nya "ohh.. ada jagoan lagi yang mau ikutan ayo siapa yang melawan nya" kata salah satu orang di dekat jeny "oh.. maaf aku tidak minum" ucap jeny "ayolah nona kau sudah masuk ke sini kau sudah di depan meja" kata orang orang di sekelilingnya "aku tidak minum akohol, kata jeny " nah sekarang kau harus meminum nya"kata pria yang mendorong jeny tadi "aku lawannya" ada seorang pria kurus dengan rambut berwarna putih "nah.. tuan minumannya" kata mereka "tidak tidak" kata jeny "ayo nona kau harus minum" kata mereka "tapi.. ak--" ucapan jeny langsung di potong "aku yang akan minum" kata lisa "ehh.. di sini hanya boleh dua orang" kata mereka "apa kalian tuli? dia tidak minum akohol" kata lisa sambil menarik jeny ke samping nya "aku gantikan dia sekarang apa ada masalah? " kata lisa "hum.. tidak" kata beberapa orang "kau jangan kwatir" lisa tersenyum melihat ke arah jeny tak lama kemudian permainan di mulai lisa mulai meminum segelas minuman nya "rencana ku membuat lisa mabuk memang gagal tapi dengan ini ku rasa tidak masalah lisa pasti mabuk" kata jeny dalam hati "minum!! minum!! minum!! " kata orang orang sekitar nya jeny melihat lisa meminum gelas ke tujunya "ini gelas besar di.. dia kok bisa" jeny terkejut "uhuk.. uhuk.. huek" pria berambut putih itu langsung terjatuh dan muntah muntah "ew" jeny terlihat jijik melihat pria itu . boy melihat jeny duduk di depan nya "aku lapar" kata jeny "aku akan buatkan makanan untuk mu" kata boy "huuh" lisa datang "buatkan aku minuman satu" kata lisa "astaga kau sudah mabuk" kata Jack "tidak belum kok" kata lisa "ini" boy meletakan makanan di depan jeny "lisa? " boy melihat lisa meneguk segelas minuman "hei kau mabuk? " kata boy "humm ti.. tid" lisa jatuh dari tempat duduk nya "ahh.. ya ampun " kata jin "lisa.. lisa ahh.. jeny bisa kau temani lisa pulang? " kata boy "aku? " kata jeny "dalam keadaan seperti ini dia pasti kesulitan untuk pulang sendirian aku tidak bisa mengantarkan nya bos akan datang menemuiku nanti" kata boy "hum" jeny mengangguk boy langsung mengangkat tubuh lisa menuju mobil nya.
__ADS_1
jeny melihat lisa yang sudah mabuk berat "berhasil" kata jeny dalam hati mobil berhenti beberapa bodyguard membawa lisa ke dalam kamar, jeny tersenyum ketika para bodyguard pergi dia melihat lisa sudah terbaring tanpa suara "saatnya" jeny memeriksa semua tempat yang ada di kamar lisa "kenapa tidak ada juga! " kata jeny "pasti di ruangan lain nya" fikir jeny lalu dia menatap lisa "oh.. ponsel nya" jeny mendekati lisa lalu mulai memeriksa setiap saku lisa "hummm.mms" jeny membeku melihat lisa bergerak ponsel lisa jatuh di samping lisa "tidur lah.. " guman jeny lalu dia mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel lisa "oh.. sial"jeny tak sempat menghindar tangan lisa merangkul jeny tubuh jeny jatuh tepat di sisi lisa " dasar menyusahkan "jeny langsung duduk mengambil ponsel lisa memperhatikan isi ponsel lisa " kode lima"kata lisa "apa dia mengigau? " fikir jeny "huh gak ada apa apa di ponsel nya" kata jeny lalu dia berdiri "mungkin di ruangan lain" jeny berjalan ke arah pintu jeny mengerutkan dahinya pintunya tidak bisa di buka "loh.. kenapa gak bisa di buka? " kata jeny "duuuh gimana ini? aku gak mau tidur di sini, bright! bright!! gak ada yang dengar lagi" kata jeny "ini adalah kesempatan jika hari pagi gimana aku bisa mendapatkan rekaman itu" kata jeny lalu dia berjalan ke arah lisa "hei lisa bangun!! bangun!! bukain pintunya aku mau pulang!! lisa.. lisa... hei" jeny menggoyang goyang tubuh lisa tetapi lisa gak juga bangun "lisaa.. sial!! lisa.. bangun sebentar" kata jeny "lisaaa.. bisakah bangun dulu.. aku mau pulang" kata jeny "huuu" jeny kesal "lisa.. lisa dasar tuli, bodoh, dasar sialan" jeny memukuli lisa "bisa ka--" jeny terdiam ketika lisa menarik tubuhnya "hum" jeny terkejut "sial kenapa aku jadi mencium nya ew!! " kata jeny dalam hati "sial.. awas.. hei" jeny memberontak terlihat ada ponsel yang terjatuh dari saku bajunya lisa "ada lagi ponsel nya? " kata jeny dia pun mengambil ponsel itu "kau gunakan ponsel mu untuk apa sebenarnya dasar bodoh" jeny melihat isi ponsel itu kosong "lisa awasss" jeny menyingkirkan tangan lisa sampai akhirnya dia terlepas dari pelukan lisa "**** " jeny mengusap wajahnya "rencana kali ini gagal total" kata jeny dengan kesal "rencana b" kata jeny.
bright melihat ada ponsel di tangga dia memungutnya "ini pasti milik nona jeny" kata bright "aihh.. ponselku juga hilang" jeny menepuk dahinya "sial banget aku di saat dekat dengan mu" kata jeny sambil menepuk nepuk dahinya sendiri lalu dia beranjak ke sofa "huff.. tidak papa demi video itu " jeny melepaskan kemejanya lalu mulai berbaring di sofa.
fudo mengetuk pintu "sial jangan pura pura tuli! " kata fudo "huaamm" riki membuka pintu rambut nya terlihat sangat berantakan "astaga" kata fudo sambil masuk ke dalam rumah nya "haah" riki menjatuhkan diri nya ke sofa baru sebentar dia sudah kembali terlelap "ini sudah jam empat kalian masih tidur" kata fudo sambil melepaskan jaketnya dan menyimpan pisau yang dia bawa "jangan berisik! " kata amin "huff" fudo masuk ke dalam kamar terlihat kondisi kamar terlihat berantakan fudo melihat jam tangannya kemudian melepaskan nya "kembali lah kamar" fudo meletakkan selimut ke atas tubuh riki lalu pergi ke dapur untuk memasak .
jeny merasakan sesuatu sehingga dia membuka matanya dia merasa tempat yang dia tidur bergerak naik turun naik turun "hum" jeny memperhatikan sekitar nya dan baru menyadari kepalanya berada di atas dada lisa "eh" jeny langsung duduk terlihat lisa masih tertidur dengan pulas "aku gak bisa lama lama di sini eh tunggu.. " jeny melihat ke arah sofa kemeja nya masih berada di sana "aku merasa aku tidur di sana tapi" jeny juga melihat kaos yang dia pakai berubah menjadi baju tidur berwarna biru "hah??" jeny merasa dirinya sangat ingat kalau malam tadi dia langsung tidur di sofa dan memakai kaos lengan pendek "apa aku salah ingat? " fikir jeny "masa bodoh hei lisa.. lisa.. lisa bangun aku harus keluar" kata jeny "tapi gimana caranya agar aku tetap bisa berada di sini untuk mencari video itu hah nanti saja aku harus keluar dan pergi cari rekaman video itu" kata jeny dalam hati dia pun lanjut membangunkan lisa "lisaaa.. woi.. lisa" kata jeny tapi lisa bahkan tidak bergerak "dia selalu menyebalkan" jeny menggunakan kakinya untuk mendorong tubuh lisa "bruuuhhhgg!! " lisa membuka matanya "aahh.. aih.. sshhh" dia memegang punggung nya "aih jen kenapa ka menendang ku? " kata lisa "buka pintu nya" kata jeny "haah.. shhh apa kau tidak bisa membuka nya, pintu kan tidak di kunci" kata lisa muka jeny makin terlihat kesal "aduhhh sakitnya " kata lisa sambil berjalan ke arah pintu "pintunya terkunci" kata lisa lalu dia menatap ke arah jeny yang sedang berjalan ke arahnya "kode satu" kata lisa pintu langsung terbuka terlihat bright sudah di depan pintu "nona aku memanggil mu dari tadi sarapan sudah siap" kata bright "ya ya" kata lisa jeny keluar dari kamar "hei jen" kata lisa jeny hanya diam saja "kau mandi lah dulu aku akan antar kau pulang" kata lisa "tidak mau" kata jeny "hum? " lisa terlihat terkejut "kau tidak mau mandi? " kata lisa "aku tidak mau mandi di kamar mu" kata jeny "oh.. oke kau bisa mandi di sana" lisa menatap bright "mari nona saya antar" ucap bright "aku merasa jeny sekilas tidak berubah tapi terkadang aku sadar dia sudah berubah" lisa menutup pintu kamar nya memungut kaos lengan pendek yang ada di meja dan meletakkan nya di dalam keranjang "ini nona silahkan di dalam juga ada baju untukmu" kata bright dia mengantarkan jeny ke kamar tempat jeny menginap dulu jeny mengangguk bright pun langsung pergi jeny melihat bright sudah menjauh jeny langsung bergerak masuk ke ruangan lain membuka semua laci jeny tersenyum ketika melihat memory card di salah satu laci "ini pasti memory kamera Agnes" jeny langsung mengambil nya lalu pergi ke tempat nya semula.
lisa mengetuk pintu berkali kali "jeny kau sudah siap? " tanya lisa tapi tidak ada jawaban "jeny?? jeny jawab aku" kata lisa sementara jeny masih di dalam kamar mandi "apa dia sudah pergi? " kata lisa dia kembali mengetuk pintu karena tidak ada jawaban jeny menggunakan kunci cadangan nya untuk membuka pintu "SIAL!! " jeny reflek melempar vas kecil ke arah lisa karena terkejut melihat lisa yang tiba tiba membuka pintu "kau tidak papa? " tanya lisa dia melihat jeny dengan balutan jubah mandi berwarna merah "gluk" lisa menelan liur nya "bugh" lisa terkejut mendapatkan pukulan "aw.. sial jen kenapa kau memukul ku? " kata lisa "kau masuk seenaknya!! dasar brengsek" ucap jeny "aku tidak mendengar suara mu, jadi ku fikir sesuatu terjadi padamu" kata lisa jeny terdiam melihat darah mengalir dari kepala jeny ke wajahnya "dia berdarah" kata jeny dalam hati "hei kenapa kau melamun? " kata lisa dia pun meraba wajahnya ketika merasakan ada cairan yang mengalir di pipinya "oh.. ini pasti kena vas tadi tapi tidak papa " lisa tersenyum jeny hanya diam mematung "aku keluar dulu ka juga pakai la baju mu dan segera keluar sarapan" lisa pergi keluar sambil menutup pintu "huffff" lisa menghembuskan nafas nya "siaaall.. aku hampir tidak dapat menahan diriku lagi" kata lisa "nona" kata shin "dahimu berdarah" kata hisao "apa kau baik baik saja? " kata rai "astaga nona duduklah aku akan mengobati mu" kata sai "aku terbentur pintu karena kaget" kata lisa "nona kau selalu saja ceroboh" kata bulan sambil mengambil kapas.
jeny melihat serpihan vas yang berserakan di lantai perlahan dia menunduk untuk memungut serpihan vas itu "jen! " lisa mengetuk pintu "hum" jeny menatap ke arah pintu "kenapa kau tidak sarapan? " kata lisa jeny teringat gimana tadi dia melemparkan vas bunga itu ke arah lisa "aku buka pintu nya" lisa masuk melihat jeny mematung memperhatikan serpihan vas itu "oh" lisa langsung memungut serpihan vas itu dan membuang nya "sekarang kau bisa lewat" kata lisa jeny melihat ada perban kecil di kepala lisa "ayo sarapan" lisa menarik tangan jeny "kau jangan kwatir itu hanya vas kecil" kata lisa jeny duduk "ayo sarapan" lisa mengambil sendok dan mulai memakan sarapan nya jeny juga mulai mengambil sendok nya lisa menatap jeny yang sedang mengunyah makanan nya "aku mau kau kembali ceria lagi" kata lisa dalam hati.
boy duduk menyalahkan televisi nya sambil menikmati burger nya "haah.. pagi pagi memang enaknya tuh nyantai kaya gini" kata boy sambil mengganti saluran televisi nya.
__ADS_1
"humm... jeny" lisa menatap jeny "aku.. aku lupa lima belas menit lagi ada meeting hum.. aku tidak bisa langsung mengantar mu pulang kau ikut dengan ku bentar ya, habis meeting aku akan antar kau pulang langsung" ujar lisa "hentikan saja mobil nya aku akan naik taxi" kata jeny "oh.. tidak tidak.. jangan begitu tadi boy menelpon ku untuk meminta ku mengantar mu pulang jadi mau jangan naik taxi ini tidak lama kok" kata lisa seraya melihat wajah jeny yang datar "hum" jeny mengangguk .
mobil berhenti shin membuka pintu lisa keluar "ayo jen" kata lisa jeny mengerutkan dahinya "kau tidak mungkin diam di sini kau akan menunggu ku di dalam" kata lisa "ayo nona aku akan menemani mu" ucap bright "ayo jen" kata lisa jeny pun keluar dari mobil lisa mengantarkan jeny ke sebuah ruangan yang lumayan luas "tunggu ya" lisa langsung pergi "aku cari minum dulu nona" kata bright jeny tidak merespon bright langsung pergi jeny melihat ada laptop yang ada di atas meja dia melihat ke arah pintu bright sudah jauh jeny langsung mendekati laptop itu mengambil kabel kecil di dalam laci lalu mulai mengutak-atik laptop itu jeny terlihat sangat tenang "sialll.. kenapa kenapa tidak ada juga" jeny melihat semua video yang ada terlihat dalam semua video hanya ada lisa dan boy dan para bodyguard lainnya jeny mematikan kembali laptop itu "lalu kemana video itu sial.. sial sial aku mendekati lisa dari semalam" fikir jeny bright datang membawa camilan dan minuman. "hum.. " jeny terlihat ingin bicara "bright nona" kata bright "bright.. " kata jeny "eh.. tidak tidak jika aku tanya dia bisa bisa dia memberitahu lisa kalau aku mencari rekaman video itu" fikir jeny "ada apa nona kau tidak suka dengan camilan yang ku bawa" kata bright "hum.." jeny menggelengkan kepalanya "sudah lah aku cari yang lain saja setidaknya aku sudah melukis semuanya yang aku lihat sekarang fikir kan caranya memulai sebuah adegan yang bagus" kata jeny dalam hati.