
keesokan harinya..
di sebuah restoran pear berdiri memanggil pelayan "pelayan aku mau bayar" kata pear "ini total nya nona" pelayan itu memberikan secarik kertas ke pear "cepat dia jalan keluar" kata joe "halo dim aku mau ke tempat mu, apa?? kau ke Indonesia pagi ini? serius? ngapain?? " kata pear "calon istri ku ingin melihat mantan kekasih nya untuk terakhir kali" terdengar suara dim di telpon "kau yakin? bagaimana jika mantan pacar nya melihat calon istri mu dan bagaimana jika kau di tangkap nanti di sana" kata pear "kau tenang saja oh ya aku menyuruh lop untuk menemui mu dan akan menunjukkan tempat yang bagus untuk menunggu ku pulang aku juga akan ke thailand sebentar menyelesaikan pekerjaan ku dan mengajak calon istri ku liburan di sana dan dua minggu lagi baru aku kembali ke Jerman" kata dim "haah biarkan aku ikut kau dalam bahaya aku yakin teman teman calon istri mu yang ada di sana akan menghajar mu" kata pear "kau tenang saja aku akan aman aku harus berangkat pesawat sudah siap lepas landas" kata dim "huh.. hati hati jangan sampai ketahuan ya" kata pear "aman bye" pear memasukan ponsel nya ke dalam saku "apa yang dia fikir kan? dia masuk ke kandang singa sudah tau calon istri nya orang Indonesia mantan nya juga orang Indonesia bagaimana jika mantan nya mengetahui hal ini, bukan kah ini hal bahaya dasar dim tak waras " kata pear "dim ke Indonesia? " kata lisa "jeny ingin melihat mu" kata boy "kalau begitu kita harus kembali" kata lisa "kita pastikan dulu" kata fudo "bagaimana cara nya? " kata boy "kita tanya petugas bandara" kata fudo "lop, halo haih kenapa kau biarkan dim pergi ke Indonesia, apa dia membawa bodyguard? aku sedikit cemas" lisa melirik ke arah pear "suruh dua orang bodyguard mu tetap mengawasi pear kita harus ke bandara" kata joe.
dim membuka pintu dia melihat jeny sedang duduk di ranjang sambil memegang leher nya "ku fikir kau belum bangun" kata dim "aku kesulitan tidur" kata jeny "kenapa? " dim duduk di samping jeny "leher ku sakit" kata jeny "apa yang terjadi? biar aku lihat" kata dim jeny langsung mundur "jangan takut, aku cuma ingin melihat nya saja" kata dim "mungkin ini karena kalung anjing yang kau pakai kan di leher ku" kata jeny "biar kan aku melihat nya" kata dim "tidak mau" kata jeny "jadi bagaimana aku tau apa yang terjadi dengan leher mu jika aku tidak melihat nya" kata dim dengan lembut "dengar jen, aku cuma ingin melihat saja ayo angkat sedikit leher mu" kata dim "tidak " kata jeny dengan wajah seperti orang yang ketakutan "percayalah pada ku" kata dim sambil menyentuh dagu jeny "angkat sedikit agar aku bisa melihat nya" kata dim dengan ragu ragu jeny mengangkat sedikit leher nya "uh!! " jeny memegang tangan dim "tenang lah" kata dim "leher mu sedikit merah dan tergores apa kau mencoba menarik nya" kata dim jeny menggelengkan kepala nya "aku akan melepaskan nya sebentar" kata dim.
__ADS_1
"atas nama dim khamkaeo" kata fudo "ada tuan, dia baru saja pergi dengan pesawat yang barusan " kata seorang wanita "sial dia barusan pergi" kata joe "apa wajah nya seperti ini? " fudo menunjukkan sebuah foto "benar tuan" kata wanita itu "segera pesan tiket jeny ada di indonesia" kata lisa "aku akan kirim pesan ke Agnes" kata boy .
jeny meringis kesakitan "uh... sakit " kata jeny "tahan sedikit aku akan menutupi luka nya" kata dim "tubuh mu semakin panas" kata dim "hum.. aku juga kedinginan" kata jeny "berbaring lah lagi aku sudah membalut luka nya" kata dim jeny menganggukkan kepala nya lalu berbaring dim menyelimuti nya "bentar" dim mengambil sesuatu di lemari lalu kembali mendekati jeny "pakai ini" dim menempel kan sesuatu di kening jeny "kau mau makan sesuatu? " tanya dim "aku tidak ingin makan apapun" kata jeny "hum aku akan ambil makanan kau harus makan dan minum obat" kata dim sambil mengusap rambut jeny lalu pergi. jeny meraba leher nya "sedikit menyakit kan namun aku harus melakukan ini agar pernikahan itu tidak terjadi" kata jeny.
sambil membawa makanan dim masuk ke dalam kamar dengan semangat "makanan dat--" dim melihat jeny sudah tidur sambil memeluk bantal di dada nya "huf.. baik lah aku saja yang makan" kata dim.
__ADS_1
"sama sekali tidak ada tanda tanda jeny" kata bob "nona jeny tidak terlihat" kata xie "aku juga tidak melihat nya" kata emi "mungkin sudah turun" kata jin
boy menatap fudo yang terlihat sedang memikirkan sesuatu, boy membuka sebotol air minum "kau memikirkan apa? " kata boy "pasti ada yang salah, feeling ku mengatakan jeny semakin jauh dari ku" kata fudo dalam hati.
"ya ya.. mahluk mahluk bodoh, kalian sangat mudah untuk di tipu" dim menatap pear dan lop di depan nya "lop pergilah ke thailand dan kerjakan pekerjaan ku di sana saat ku telpon kau harus langsung kembali ke sini dan itu setelah pernikahan ku selesai" kata dim sambil tersenyum "aku akan bantu kau memilih gaun untuk istri mu" kata pear "tidak" kata dim "kenapa? " kata pear "anak buah lisa ada di dekat mu itu sebab nya aku memakai pakaian tertutup seperti ini saat bertemu dengan mu" kata dim "dari mana kau tau? " tanya pear "rahasia".
__ADS_1