Merakit Cermin Yang Hancur

Merakit Cermin Yang Hancur
pemenang yang sesungguhnya


__ADS_3

matahari bersinar terang di langit yang biru suara alarm terdengar dari salah satu tempat.


"amin alarm mu!!! " seru endo "amin" kata pam "iya iya" amin membuka matanya lalu mematikan alarm nya "aaahh... kenapa cepat sekali pagi nya" kata amin. "ayo cepat sarapan" riki meletakkan makanan ke atas meja "baik" kata pam "riki angkat ini" kata fudo "iya iya bentar aku sedang meletakkan ikan bakar ini" kata riki "cepat cepat" kata fudo "iya aku datang" kata riki "ini bawa yang ini aku akan bawa sisa nya" kata fudo "baik" kata riki "hei hati hati guys ini panas" kata riki "siap bos" kata endo sambil mengambil piring nya "ayo makan" kata fudo "tunggu tunggu"amin datang " selamat makan"kata pam.


"humm.. enak" kata jeny "pelan pelan saja makan nya" kata lisa "bibi ayo makan bersama " kata lisa "iya iya" kata rita "ayo bibi makan lah" kata jeny "iya bibi datang" kata rita "aku ada undangan acara pertunangan rekan bisnis ku kau akan ikut kan? acara jam tuju malam dan setelah itu aku ada jadwal pertemuan jam sembilan" lisa menatap Heny yang sedang mengunyah makanan nya "aku akan ikut karena cuma aku yang boleh jadi patner mu" kata jeny "baik lah jangan lupa minum susu nya" kata lisa "uhuk.. uhuk" rita mengambil tisu ketika jeny tiba tiba tersedak "pelan pelan" kata lisa "astaga fikiran ku melayang jauh " kata jeny dalam hati "pelan pelan ya" kata rita "kau masih ingat yang terjadi kemarin malam ya" bisik lisa muka jeny langsung memerah "lisa" kata jeny "kenapa? hati hati ya pelan pelan makan nya" kata lisa "brengsek" bisik jeny.


hong su membuka matanya ketika mendengar suara ponsel nya,dia menatap jin yang masih tidur di sebelah nya "halo" kata hong su "kakak rabu pagi aku kan pulang" kata ara "hum.. pulang lah memangnya ada apa? sudah libur? " tanya hong su "ada acara di sana kakak tau pria yang ku cerita pada mu aku sudah menemukan nya nama nya joe dia benar benar membuat ku meleleh" kata ara "iya iya aku tau, jangan jangan kau datang hanya untuk bertemu pria itu" hong su menatap adik nya sambil tersenyum tipis "iya heheh" kata ara "ya sudah tapi hanya satu hari, besok nya jangan bolos lagi " kata hong su "iya" kata ara "ya sudah aku aja matikan telpon nya jin masih tidur aku takut dia terganggu dan bangun" kata hong su "baik kakak bye aku menyanyangi mu" kata ara "aku juga" kata hong su sambil menatap jin yang terlelap seperti bayi.


di ruang rapat terlihat lisa sedang berbicara dengan beberapa orang lainnya dia terlihat begitu bersemangat "baik nona saya sangat berterimakasih kepada Anda" kata orang yang ada di depan lisa "bagus lah" kata lisa "kalau begitu kami permisi dulu" mata orang itu "iya senang berkerja sama dengan kalian" kata lisa " nona lisa seharusnya aku yang bicara begitu "kata orang itu " ah tidak masalah "kata lisa " baik lah nona lisa kami pamit dulu ya"mereka pergi "nona" lisa menatap asisten "ada apa? " tanya lisa "hum" asisten nya terlihat gugup "apa kau mau mengatakan pertemuan selanjutnya? tenang saja aku sudah siap" lisa tersenyum ramah "bukan" kata asisten nya "lalu? " kata lisa "hum.. saya tidak enak bilang nya hum.. bagaimana kalau anda melihat ke cermin saya akan tunggu di luar" asisten nya pergi "memang nya ada apa? " lisa mengambil ponsel nya "sial" lisa melihat sekeliling nya "kenapa aku baru sadar, mereka lihat tanda merah ini tidak ya" fikir lisa.

__ADS_1


"semuanya" Daichi datang semua karyawan langsung berdiri memberi hormat "ada apa ka--pak? " kata jeny "iya ada apa pak? apa kami membuat kesalahan? " tanya beberapa karyawan "tidak ada apa apa santai saja hari ini aku mau mengajak kalian makan siang bersama, kalian bisa pesan apa saja hari ini " kata Daichi "terimakasih pak" kata mereka "ayo pesan saja sekarang " kata Daichi sambil menatap jeny seketika jeny langsung tersenyum.


malam hari nya...


di sebuah hotel mewah lisa menggandeng tangan jeny "Hai lisa" sapa beberapa orang "Hai juga" kata lisa "hum dia" kata wanita di depan lisa "di jeny pacar ku" kata lisa "oh Hai jen aku teman nya lisa " kata wanita itu "Hai juga" jeny tersenyum lebar sambil menatap wanita yang ada di depan nya "ayo duduk di sana acara akan segera di mulai" ajak teman lisa "ayo jen" kata lisa.


suara tepuk tangan menggema di ruangan itu ketika kedua orang di depan saling bertukar cincin "uh.. manis nya" kata jeny "sebentar lagi kita akan menjadi seperti mereka" kata lisa sambil menatap jeny "ya aku gak sabar menanti hari itu" kata jeny tiba tiba senyuman nya berubah, dia melihat seseorang ber masker hitam membunuh seseorang di luar jendela. orang itu menatap jeny "lisa" jeny menatap lisa "ada apa? " lisa menatap jeny "ada" jeny tidak lagi melihat orang ber masker hitam yang tadi dia lihat "ada apa? " kata lisa "umm.. tidak papa" kata jeny "kau haus? " kata lisa "iya" kata jeny "aku akan ambil kan air bentar jangan kemana mana duduk lah di sini" kata lisa jeny mengangguk "apa aku salah lihat ya" fikir jeny "bright dengar , semua bodyguard harus mengawasi lisa sepenuhnya entah kenapa aku tiba tiba merasa kawatir pada lisa" kata jeny "baik nona" kata bright sambil pergi menjauh, jeny kembali membeku orang ber masker tadi muncul tak jauh dari nya "hah!! " orang itu kembali membunuh orang lagi lalu pergi "hah lisa! lisa ke arah sana, jangan jangan! " kata jeny "aw" lisa menatap jeny "lisa lisa ada ada orang di bunuh" kata jeny "dimana? " tanya lisa "aku lihat dia tadi di arah sana!! dia membunuh orang" kata jeny "ayo kita lihat" kata lisa "ayo" kata lisa namun ,setelah di periksa sama sekali tidak di temukan apapun "apa aku halusinasi" kata jeny "mungkin kau terlalu lelah ayo minum kita akan memberi hadiah untuk mereka" kata lisa. jeny meneguk minuman dengan cepat sampai habis "kau terlihat panik" kata lisa "aku mencemaskan mu" kata jeny "jangan kawatir bodyguard kita ada dengan kita" kata lisa "iya" kata jeny "ayo beri hadiah ke mereka" kata lisa "ayo" kata jeny.


bright datang dengan membawa seseorang lisa menghampiri orang itu "siapa kau? " tanya lisa "aku mencari kakak ku aku tersesat" kata orang itu "nona dia buta" kata bright "buta? " kata lisa "iya aku tidak bisa melihat dan aku mencari kakak ku" kata orang itu "oh.. maaf" kata jeny "aduh.. malu banget aku, udah salah paham" kata jeny dalam hati "hum.. bright bantu dia menemukan kakak nya" kata lisa, lalu dia membawa jeny pergi "orang itu buta jadi, aku pasti sudah berhalusinasi melihat dia membunuh orang" kata jeny dalam hati "dia ternyata buta" kata lisa "iya aku jadi merasa bersalah" kata jeny "tidak papa kau terlalu mencemaskan ku .maka nya kau berfikir yang tidak tidak dengan apa yang kau lihat" kata lisa "iya" kata jeny "tenang lah jen" kata jeny dalam hati "kita harus kembali karena aku masih ada satu pertemuan lagi" kata lisa "iya hum.. aku ikut ya" kata jeny "kau yakin? karena ini akan sangat lama" kata lisa "tidak papa" kata jeny "baik lah".

__ADS_1


lisa menatap jeny yang diam saja selama di perjalanan sampai mereka tiba di tempat tujuan " jen"lisa menatap jeny yang terlihat pucat "iya" kata jeny "apa kau masih cemas? " lisa menggenggam tangan jeny "aku merasa tidak enak badan" kata jeny , lisa memegang kening jeny dan benar saja suhu tubuh jeny sedikit lebih hangat dari biasanya nya "hum.. kau sakit aku akan antar kau pulang saja agar bisa istirahat" kata lisa jeny mengangguk "bright dan kau serta kau awasi tempat ini aku akan antar jeny pulang" kata lisa "tapi Nanti kau terlambat" kata jeny "tidak papa" kata lisa sambil membawa jeny ke dalam mobil.


setelah sampai lisa langsung membuka pintu mobil untuk jeny "nario simpan mobil nya " kata lisa "hei kenapa? " kata jeny "kau sakit bagaimana bisa aku meninggal kan mu sendirian? aku akan meninggalkan pekerjaan ku" kata lisa "aku tidak papa lisa, jangan kawatir aku cuma sedikit tidak enak badan nanti akan membaik, kau selesai dulu pekerjaan mu dan lekas lah pulang" kata jeny "tidak jen" kata lisa "lisa.. aku tidak papa jangan kawatir lebih cepat kau menyelesaikan pekerjaan mu maka lebih cepat kau pulang dan kau bisa memeluk ku agar aku tidur nanti" kata jeny "jen tolong mengerti lah aku.. aku mau menjaga mu" kata lisa "aku akan menunggu mu cepat lah kembali ya. aku akan menunggu mu pulang" kata jeny sambil mendorong lisa "cepat lah orang itu sedang menunggu mu" kata jeny "baik lah baik baik aku pergi" kata lisa sambil mencium jeny "bye sayang semangat ya" kata jeny "um.. bagaimana kalau aku mengantar mu sampai ke kamar " kata lisa jeny tersenyum "aku buka anak kecil pergilah aku akan minum obat" kata jeny "kau keras kepala baik lah bye" lisa masuk ke dalam mobil, jeny melambaikan tangan nya sampai mobil lisa tidak terlihat "seperti nya aku merasakan gejala serangan panik aku harus ke dalam huf... " jeny mengatur nafas nya dia membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah nya "jangan panik... rileks.. ayolah jen kendalikan dirimu" jeny mengunci pintu "aku harus istirahat" jeny menggantung kunci rumah nya tiba-tiba dia terdiam saat menyadari ada orang yang duduk di sofa nya, seseorang dengan rambut pendek berkaos hitam di tambah dengan kemeja kuning pudar bahkan bukan cuma satu ada banyak orang di rumah nya "ya jeny.. kita bertemu lagi " kata orang berkemeja kuning itu "kak dim! " kata jeny "jangan kawatir kemari lah" kata orang yang tidak lain adalah dim "bagaimana mungkin kau bisa di sini" kata jeny "aku datang menjemput mu" kata dim sambil berdiri. jeny langsung berbalik mengambil kunci "tangkap dia" kata dim ,dua pria menahan jeny di saat jeny hendak membuka pintu "lepas.. lepasin aku" seru jeny "hei tenang lah sayang" kata dim "kak dim tolong.. jangan lakukan apapun lagi " kata jeny "apa? " kata dim "kenapa kau kembali lagi? " kata jeny "kau terkejut ya aku kembali secepat ini dan bahkan aku tau rumah mu ya kan? " dim menyeringai sambil menatap jeny yang terlihat terkejut "buagg"jeny menendang dim lalu menyerang pria yang menahan nya " kau tidak akan bisa lari"dim tersenyum. jeny mengambil tongkat baseball di dekat nya "kau salah kak dim ini bukan cinta" ucap jeny "ini cinta yang sesungguhnya" kata dim "aku tak akan segan memukul mu kak dim" jeny mulai mengancam namun itu tidak membuat dim takut sedih pun. "tangkap dia" perintah dim semuanya anggota dim langsung bergerak "buagg" jeny memukul orang orang yang mencoba mendekati nya, "aku harus lari " gumam jeny "akhh" jeny terlihat kesulitan "kau? " jeny melihat orang yang ber masker hitam tadi "akhh" jeny kembali tertangkap "maaf nona tadi membuat mu takut" orang itu menarik sesuatu dari wajahnya sendiri "kak lop? " kata jeny "huaahh" jeny kembali melawan dan berlari ke arah lain "jeny" dim memanggilnya, ini benar-benar gawat! tidak ada satu orang pun yang akan menolong nya! dia sendirian bagaimana ini? jeny masuk ke ruangan keluarga dan dengan cepat mengunci nya. bagaimana pun dia tidak boleh tertangkap dan dia harus segera mencari bantuan "hah.. ponsel ku di tas pakai telpon rumah" jeny melihat telpon rumah yang ada diruangan itu "oke tenang" kata jeny "apa? " jeny melihat kabel sambungan telpon rumah sudah putus "bruahg"pintu terbuka, jeny langsung membuka jendela " coba saja!! jika kau macam macam aku akan melompat dari sini"kata jeny "apa kau seberani itu? " kata mereka jeny menaik ke atas jendela "DORR DORR"jeny meringkuk karena suara tembakan itu.


dim tersenyum melihat anak buah nya membawa jeny " buka pintu nya"kata dim "jangan harap bisa membawa ku" jeny menggigit tangan pria yang memegang lengan nya "keras kepala" kata dim namun perlawanan jeny tidak bertahan lama, anak buah dim langsung melumpuh kan jeny dengan cepat "ahh.. lepas kan" jeny jatuh di lantai dan langsung di tahan dengan anak buah dim. dim menunduk menatap jeny yang masih ingin melawan "sekarang pemenangnya baru terungkap dan, pemenang yang sebenarnya bukan lisa tapi aku" kata dim.


pria di depan lisa mengerutkan dahinya kerena lisa terlihat sedang terburu buru "aku tau ini tidak sopan tapi aku tidak bisa berlama lama bagaimana sisa nya asisten ku yang akan menyelesaikan nya karena aku benar benar ada urusan mendadak" kata lisa "anda baru beberapa menit duduk di sini bahkan belum ada sepuluh menit" kata pria itu "mohon maaf sekali tuan " kata lisa "aku merasa ini buruk dan ya prilaku buruk yang ku dapat dari seorang ceo seperti mu" pria itu menatap lisa dengan tatapan tidak suka"istri ku sakit aku tidak bisa lama lama di sini aku sudah menjelaskan setengah dan setengah akan di lanjutkan asisten ku " kata lisa "hanya karena istri? " tanya pria itu "dia bukan hanya tapi segala nya" kata lisa "ku mohon kau mengerti" kata lisa "tidak bisa nona lisa ini kesan nya seperti anda tidak menghargai saya" kata pria itu "baik batalkan saja semua urusan nya antara perusahaan kalian dan star blue" kata lisa.


dim mengeluarkan sesuatu dari sakunya sementara jeny masih berusaha melawan "kak dim lepas kan aku.. ku mohon" kata jeny "kau akan ku lepaskan setelah kau menikah dengan ku" kata dim "itu tidak akan terjadi" tukas jeny "diam" kata beberapa orang yang menahan jeny "ccsss" jeny merasakan ada gas yang di semprot kan ke arah nya "kak dim.. uhuk.. apa ini" kata jeny "hirup lah dan tidur" kata dim sambil menyuruh anak buah nya melepaskan jeny "uh?? " jeny berusaha berdiri pandangan buram "kau.. kau membiu--" jeny langsung jatuh ke lantai , bereskan semuanya "kata dim " dan kau, jangan kecewa kan aku dan pastikan julukan mu sebagai mesin pembunuh itu benar kau harus habisi lisa malam ini"kata dim pada seorang pria di depan nya yang sedang tersenyum ke arah nya "tenang saja nona dim" kata pria itu.

__ADS_1


lisa masuk ke dalam mobil dengan muka yang sedikit kesal "cepat kita harus pulang" kata lisa "baik nona" kata bright.


"simpan mobil nya dan kalian istirahat lah" kata lisa setelah sampai di rumah "baik nona" kata yang lainnya. lisa masuk ke dalam kamar perlahan tersenyum melihat ke arah ranjang "ku fikir kau akan menunggu ku baru tidur. namun kau sudah tidur duluan" kata lisa, "sai ini ponsel dan tas nona lisa ketinggalan di mobil antar dulu sana" kata sao "oke" kata sai sambil pergi masuk ke dalam rumah "seperti nya nona lisa di kamar" kata lisa "bagus lah kalau kau sudah tidur" kata lisa sambil menarik selimut untuk mencium jeny "haih!! " lisa menangkis pisau yang mengarah ke arah nya "siapa kau" kata lisa "aku pembunuh bayaran yang di utus untuk membunuh mu" kata pria itu "akkhh" lisa meringis kesakitan pisau itu mengenai tangan nya "nona" kata sai "sai!!! ada serangan" kata lisa sambil menangkis serangan pria itu "semuanya nona dalam bahaya" kata sai semua bodyguard langsung bergerak sai masuk ke dalam kamar "akhh" lisa menatap pisau yang menancap di perut nya "haa" sai menyerang pria itu ,beberapa bodyguard lain nya yang baru datang langsung membantu sai "nona" kata bright "akhh" lisa kesakitan "beraninya kau" kata sao sambil memukul pembunuh itu sampai akhirnya pembunuh itu berhasil di ikat dan di lumpuh kan namun, bagaimana dengan lisa? .


__ADS_2