
lisa mendengarkan penjelasan dari pria yang ada di depan nya tentang produk coklat pilihan "aku akan melihat dulu seperti apa coklat dari mu" kata lisa "oh.. ya silahkan nona, kapan pun Anda ingin melihat nya saya siap" kata pria itu "baik lah" kata lisa sambil berdiri berjabat tangan dengan pria itu.
jeny meletakan bunga berwarna biru ke atas kuburan yang ada di depan nya "onnie.. tidak bisa kah kau datang menemui ku sebentar" kata jeny "terkadang aku merasakan kesulitan akhir akhir ini" kata jeny "aku sedang mencari rekaman kecelakaan itu tapi tidak ketemu, tapi aku tau pelakunya. kau jangan kwatir aku akan melakukan sesuatu untukmu aku cuma ingin kau datang mengatakan kondisi mu yang sekarang" ucap jeny.
"mana jeny katanya mau datang" kata boy sambil meletakan makanan di meja "dari tadi kok gak datang datang, apa macet ya" fikir boy jeny melihat jalanan mencari taxi "kenapa sepi sekali sih" fikir jeny tak lama kemudian jeny memberhentikan taxi "pak ke toko snack kibo ya" kata jeny "oke" kata supir taxi jeny melihat ponsel nya "halo" kata jeny "hum.. kenapa kau lama sekali" kata boy "aku sedang di jalan mau membeli snack dulu bukan kah kau berjanji mau menemani ku nonton" kata jeny "oke oke jangan lama lama"kata boy " hum"jeny mematikan ponsel nya "ckkiiittt" jeny terkejut taxi berhenti mendadak "pak.. kenapa? " kata jeny "ada mobil di depan" kata supir taxi keluar lah tiga orang dengan menggunakan topeng "keluar! " kata mereka jeny keluar dari taxi "ada apa? " kata jeny mereka langsung menyerang jeny menghindar "ei.. hei.. aku salah apa? " kata jeny supir taxi juga di hajar jeny mencoba melawan membuat mereka jatuh satu persatu jeny menghampiri supir taxi "aman pak? " kata jeny "terimakasih nona" kata supir taxi "kita lanjut saja" jeny membuka pintu mobil "sraatt" seseorang langsung menutupi kepala jeny dan menahan tangan jeny "akhh.. sial" jeny memberontak "ei.. lepas.. lepas" kata jeny supir taxi keluar dari mobil membuka topeng nya terlihat dia masih muda "ei... lepas" tangan jeny di ikat pria muda yang menyamar jadi pria tua mengikat kaki jeny mulut jeny di tutup jeny memberontak terus sampai beberapa menit kemudian jeny kehilangan kesadaran nya "angkat" kata mereka.
__ADS_1
lisa menghentikan mobilnya seperti biasa dia selalu pergi ke rumah jeny setelah selesai bekerja "jeny!! " lisa mengetuk pintu namun tidak ada jawaban lisa langsung mengambil kunci dan membuka pintu tidak ada siapapun di rumah "pasti dia pergi keluar" lisa melepas jas nya lalu membuka kulkas mengambil minuman "aku tunggu saja deh" kata lisa.
"haiis... sebenarnya dia beli snack dimana sih" fikir boy "kenapa lama sekali" kata boy sambil melihat ke arah jam "dia ku telpon jam setengah sembilan sekarang jam dua gak beres apa dia nyasar" boy langsung mengambil jaket nya dan mengeluarkan motor nya "aku jemput saja dia" kata boy.
"hum.. " jeny sadar dalam keadaan mata tertutup mulut tertutup tangan dan kaki terikat "hmpp.. hmmmph.. " jeny menggerakkan tubuhnya "tap.. tap.. tap" terdengar suara langkah kaki "sial.. aku dimana? apa aku di culik? " fikir jeny "ya jeny" terdengar suara seorang wanita "entah mengapa aku suka melihat mu begini" kata wanita itu "hmm.. hmmph" jeny menggerakkan kepalanya di saat wanita itu memegang pipi jeny "kau lumayan juga" wanita itu melepaskan penutup mulut jeny "siapa kau.. siapa kau?? mengapa mengapa kau mengikat ku!! " kata jeny wanita itu menunduk menekan tubuh jeny di kursi besar "karena kau sangat sangat membuat ku kesal" bisik wanita itu "apa mau mu?? uang? harta.. aku tidak punya banyak harta?? lepaskan aku" kata jeny "hei.. jangan pegang aku" kata jeny wanita itu tersenyum memperhatikan jeny "kenapa lisa bisa tertarik pada mu!! kenapa!!! " seru wanita itu "lisa?? " ucap jeny "ya lisa.. bukan kah lisa menyukai mu? " kata wanita itu "kau.. hum kau.. siapa nya lisa? sungguh aku tidak menyukai lisa" ujar jeny wanita itu meremas lutut jeny "ahh.. jangan berani berani nya kau sentuh aku!! " kata jeny "kenapa kau takut? " kata wanita itu "tapp" wanita itu mendorong jeny menekan tubuh jeny ke kursi "lepas ka aku.. biarkan aku pergi.. aku tidak punya masalah dengan mu" kata jeny "tentu saja punya? jika lisa menyukai mu maka kau akan berurusan dengan ku! bukan apa apa.. aku hanya ingin lisa kembali pada ku.. " kata wanita itu "itu bukan urusan ku!! jika kau mau lisa cari lisa mengapa cari aku.. aku jeny bukan lisa " kata jeny "akhh" jeny meringis kesakitan wanita itu tersenyum sambil mencabut pisau kecil yang dia tancapkan ke bahu jeny "berapa usia mu? " tanya wanita itu "dua satu" kata jeny "oh.. jadi kau lebih muda dari ku" kata wanita itu "akhhh" jeny memberontak "ahhkk.. hentikan" kata jeny wanita itu menatap wajah jeny yang sedang kesakitan "ku kata kan pada mu.. aku sungguh tidak mencintai atau pun mengharapkan lisa.. cari lah..dia ini cara yang salah" kata jeny "lisa seperti mengetahui rencana ku, kalau aku kembali hanya untuk hartanya" kata wanita itu "sekarang aku akan menikmati wajah mu yang kesakitan dan lisa yang cemas mencari mu" kata wanita itu "aahhkkk.. " jeny kesakitan ketika wanita itu kembali menancap pisau kecil ke tangan jeny.
__ADS_1
"maaf nona kami akan melakukan pencarian setelah korban hilang lebih dari 24 jam" kata polisi di depan lisa "sial sekali kau!! ini soal orang hilang dia hilang berjam jam apa kau gila, jika menunggu lebih lama gimana kalau dia dalam bahaya!! "" seru lisa "lisa.. lisa" joe menarik lisa yang hendak menyerang polisi di depan nya "tidak papa kita cari saja sendiri" kata joe lisa mengusap air matanya "jeny... dimana kau" kata lisa boy menghentikan motor nya "gimana? " kata boy Agnes menggeleng kan kepalanya "aku juga sudah mencari nya tapi aku menemukan ini dari anak kecil " boy menunjukkan sebuah ponsel yang sudah hancur layar nya terlihat ada stiker naruto di belakang ponsel nya "sial.. dia dalam bahaya" kata lisa.
shin menghentikan mobil melihat Daichi memblokir jalan "kakak" lisa keluar "kakak jeny hilang kenapa kau malah menghalangi jalan ku" kata lisa "kita harus cari adsila" kata Daichi "kenapa? " kata boy "adsila kabur lagi dari penjara, waktu itu dia bilang " Daichi mengeluarkan ponsel nya "dengar tuan Daichi, kau tidak akan mendapatkan adik ipar lain kecuali aku!! jika adik mu tidak kembali pada ku maka aku akan menghancurkan nya. aku gak bahagia maka dia juga tidak boleh bahagia" lisa mengepal tangan nya melihat rekaman dari ponsel Daichi "kita cari adsila sekarang" kata lisa "aku ikut" kata Daichi "lebih baik kita berpencar agar lebih cepat" kata joe "oke" kata yang lainnya.
suara musik terdengar keras adsila menari dengan bahagia bersama orang orang di sekitar nya "mari kita lihat apa kau bisa menemukan ku lisa" adsila tersenyum puas.
__ADS_1